
Jika ada kesalahan ketik beritahu di kolom komentar.
------------------------------------------------------------------------
Di benua Chiso terdapat sebuah Kastil es berdiri megah di tengah-tengah dataran uang penuh es. Tapi kondisi kastil itu saat ini hanya tinggal setengah, itu karena pembantaian satu sisi yang di lakukan mantan Player FL dan juga mantan anggota Guild The Weirds.
"Aaaah, membosankan." Kata Siegurd.
"Kau benar," Balas Bruno. "Tapi dengan begini, pasukan iblis sudah berada di bawah kendali kita."
"Ah," Javelin bertkata seperti mengingat sesuatu.
"Ada apa?" Tanya Bruno.
"Bukankah kita sudah punya pasukan.... Itu, pasukan yang beriman kepada Pierot."
"Aaah, yang itu..... Sekarang kita tidak bisa mengandalkan pasukan itu, dengan kematian Pierot sekarang pasukan itu menjadi independen."
"Kau benar, aku hampir lupa itu."
"Itu gampang kan," Kata Siegurd. "Kau hanya harus menciptakan kembali Homonculus yang memiliki kekuatan yang sama seperti Pierot."
"Menciptakan nya gampang, tapi mengekstrak kekuatan ke Homonculus perlu waktu lama." Balas Javelin.
"Javelin benar, sempat organisasi keagamaan itu di hancurkan duluan sama Mira."
"Tapi.... Bukankah jumlah mereka sangat banyak, kalau mereka mau, mereka bisa membuat kerajaan terbesar di Benua Silia kau tahu!"
"Kau pikir Mira tidak bisa menghancurkan nya, bahkan dia bisa menghancurkan satu Benua hanya dengan satu detik. Walaupun kekuatan nya melemah, aku yakin dia masih bisa menghancurkan sebuah negara."
"Aaah, kau benar. Aku hampir lupa itu."
"Seperti nya, kita harus menunggu beberapa tahun lagi untuk bisa mengalahkan nya." Gumam Javelin.
\*\*\*
"Achoooo!!!"
"Kenapa Mira? Demam?"
"Ah, enggak. Kayak nya ada yang lagi ngomongin aku."
"Hmmmm..... Lupakan hal itu, nanti malam kami akan bergerak ke Panti Asuhan di kerajaan Eurasia. Dan menjadikan mereka budak darah kami kan?"
Aku mengangguk, "Tapi jangan sampai ada yang tahu itu. Dan juga jangan sampai ada yang terbunuh karena kekurangan darah. Jika mereka mati, pasokan makan kalian akan berkurang. Mereka itu secara kasar adalah Ternak penghasil darah kalian, jadi rawat mereka dengan baik. Kau faham?"
"Aku faham. Kalau begitu, aku akan pergi memberitahu yang lain."
Natasha berjalan ke pintu, dan keluar dari kamar. Aku? Tentu saja, aku akan bersantai sendirian di kamar. Lagipula tidak ada yang bisa ku lakukan saat ini, aku akan nengikuti arus kemana pergi nya semua rencana yang selama ini ku lakukan.
Perspektif : Natasha.
Setelah keluar kamar Mira, aku pergi mencari Jack. Dia sudah menjadi bagian dari kami, dan hanya minum darah sekali, karena itulah kekuatan nya masih lemah jika di bandingkan dengan Vampir lain. Yah, aku rasa dia bisa mengimbangi kami dengan kekuatan pedang Sieg.
Tetapi, dia harus tetap menjadi sekuat mungkin yang dia bisa. Jika perkataan Mira benar, dalam waktu dekat akan ada bahaya yang mengintai. Aku mempercayai semua kata-kata Mira. Jika dia berkata seperti itu, sudah pasti itu benar. Hanya saja.....
"Jika itu benar. Kondisi Mira tidak mendukung untuk menghadapi situasi seperti itu....."
Dia sudah melemah, bahkan aku yakin bisa mengalahkan Mira hanya dengan setengah kekuatan ku. Dan bahkan kutukan budak darah yang berbalik pada ku juga sudah menghilang. Tapi aku tidak ingin mengkhianati dia. Malahan sekarang....
"Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa Mira. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah bahaya mendekati Mira!"
Di saat aku hendak keluar istana, aku mendengar suara seorang gadis dari belakang ku. "Kau yang di situ!" Begitu yang ku dengar. Segera aku berbalik, ternyata Kakak Mira, Putri ke empat Kerajaan ini. Putri Yuri yang memanggil ku.
"Tuan Putri, ada apa?" aku berbibara dengan sopan sambil membungkuk sedikit. Sebenarnya aku tidak ingin menrunukan kepala ku selain ke pada Mira, tapi aku tidak bisa bersikap tidak sopan pada tuan Putri kerajaan. Jadi kali ini aku menyerah, dan menundukkan kepala ku.
"Apa hubungan Mira dengan bawahan nya bernama Jack itu?" Tanya Putri Yuri.
Saking aneh nya pertanyaan itu, aku sampai bingung harus menjawab apa. Aku pun memiringkan kepala ku, dan bertanya. "Maksud nya?"
"Apakah orang bernama Jack itu menyukai Mira. Jika memang benar, aku ingin dia berhenti menyukai nya. Aku tidak ingin adik ku yang berharga di ambil oleh pelayan rendahan. Dan juga jika Mira menyukai Jack, beritahu dia untuk mencari pria yang lebih baik! Hanya itu yang ingin ku bicarakan." Setelah mengatakan itu, Putri Yuri berbalik dan pergi, dari arah dia berjalan seperti nya dia ingin pergi ke kamar Mira.
Seperti nya ada maksud lain di balik perkataan Putri Yuri barusan. Tapi aku akan melupakan percakapan singkat kami kali ini, dan kembali mencari Jack.
Perspektif : Mira.
Guling, guling, guling, guling guling.
Apa yang harus ku lakukan?
Hmmmmm......
Guling, guling, guling, guling.
Tidak ada yang bisa ku lakukan......
Sangat membosankan!
Guling, guling, guling, guling, guling.
Hmm...... Apa aku harus ikut dengan Natasha? Tapi......
Guling, guling, guling, guling.
Tapi..... Aku malas pergi dari istana. Karena itu aku tinggal di kamar dan berguling-guling di kasur dari tadi. Haaaaa. Membosankan! Serius, membosankan!
Guling, guling, guling, guling.
Haaaah.... Apa yang harus ku lakukan?
Sudah berapa kali aku berkata seperti itu? Jika ada yang bisa menghapus kebosanan ku sekarang, ku mohon datanglah!
Seolah-olah ada yang mengabulkan permohonan ku, terdengar suara pintu di ketuk. Aku berhenti berguling-guling, dan berkata "Masuk!" lalu duduk di kasur sambil melihat ke pintu.
Pintu terbuka dan kak Yuri masuk ke dalam kamar, saat melihat ku ia terkejut lalu mendekati ku dengan wajah marah.
"Kenapa, pakaian mu kusut seperti itu!"
"Aku habis tidur di kasur."
"Kalau mau tidur ganti baju ke baju tidur. Dan juga ini masih siang, untuk apa kau tidur. Dan juga baju mu kusut parah, seperti tidak habis tidur. Jujur, apa yang kamu lakukan, Mira!!!"
Kak Yuri memberatkan suara nya saat memanggil nama ku di akhir sambil menatap ku dengan tatapan sinis. Seperti nya dia sangat mencurigai ku.
"Serius, aku hanya tidur di kasur."
"Beneran?"
Aku mengangguk.
"Haaaah," Kak Yuri mendesah, dan memasang wajah seolah-olah menyerah untuk menggali lebih dalam di balik baju ku yang kusut. "Baiklah, aku akan percaya pada mu."
"Ngomong-ngomong, Kak Yuri ngapain kesini?"
"Ah, benar. Mira, mau ikut ke kamar Kak Rosa?"
"Ngapain?"
"Beberapa hari terakhir ini Kak Rosa terlihat sangat lelah, aku khawatir dia akan pingsan jika terus bekerja seperti itu, karena itu aku ingin mengajak dia berjalan-jalan di kota untuk mencari udara segar."
"Kalau begitu, biarkan dia istirahat di kamar nya. Kita tidak perlu untuk mengganggu nya."
"Tidak! Kita harus kesana! Walaupun dia di kamar, saat ini Kak Rosa tidak sedang beristirahat. Malahan dia sedang bekerja sekarang! Karena itu kita harua mengajak nya berjalan-jalan mencari udara segar!"
Hmmmmmm....... Jujur aku tidak ingin keluar istana, tapi. Kak Yuri datang ke sini untuk mengajak ku, tidak enak untuk menolak. Dan juga aku bosan di kamar, apakah aku harus ikut? Hmmm.......
Sebelum bisa aku memutuskan Kak Yuri, menarik tangan ku.
"Sudahlah jangan memasang wajah seperti itu, ayo kita pergi!"
Karena itulah, diputuskan secara sepihak untuk pergi ke kamar Kak Rosa.