From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 134.5 Kaisar Isshin



Aku turun ke tanah, mendekati mayat Rubah ekor sembilan.


Untuk memastikan mahluk itu sudah mati, aku menendang-nendang pelan tubuh nya.


Tubuh nya tidak bergerak. Itu tanda nya mahluk itu sudah mati.


Sudah pasti mahluk itu mati karena serangan ku yang terakhir, tapi.....


Berkat sihir serangan itu, HP ku menjadi sekarat, kalau aku kena Hit sekali aku bisa mati.


Bagaimana ini?


Aku tidak memiliki HP Potion di Inventori ku.


Kalau tahu seperti ini lebih baik aku membeli nya di Shop tadi!


Player hanya bisa mengakses Shop sewaktu di kota saja, kalau Player sudah di luar kota, Player tidak akan bisa mengakses Shop.


Karena itulah aku tidak bisa mengakses Shop sekarang.


Aku memegangi kepala ku, dalam penyesalan.


Kenapa aku tidak melakukan persiapan!? Ini tidak seperti diri ku saja.


"Haaaah."


Mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa merubah yang sudah terjadi di masa lalu, aku hanya perlu untuk memperbaiki nya di masa yang akan mendatang, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.


Untuk sekarang, aku hanya perlu menunggu Catherine dan yang lain nya menyusul, kemudian aku aku akan meminta HP Potion dari mereka.


Di saat aku memikirkan hal itu, aku menerima pesan dari GM.


"Open Messege!"


Dengan satu perintah, layar pesan muncul di depan ku.


"Selamat!!


Karena anda telah mengalahkan Rubah ekor sembilan, anda mendapatkan hadiah.


Hadiah nya berupa, penambahan Status VIT sebanyak 20 Point."


Penambahan Status Vit 20 Point!?


Berarti saat ini HP ku saat ini sudah 200.000!


Dengan cepat aku membuka Inventori dan memastikan jumlah HP ku dan jumlah Point VIT ku.


Name:Mira


Level:100 MAX


Class:Mage


HP:200.000


MP:500.000


STR:20


AGI:25


INT:100 MAX


VIT:70


DEX:100 MAX


Upgrade Point: 02


"Betul-betul menjadi 200.000!! Kalau begitu, HP ku menjadi penuh lagi, dan Kapastias HP ku bertambah beberapa kali lipat dari sebelum nya."


Aku sungguh beruntung!


"Kau kenapa Mira? Tubuh mu bergetar seperti itu?"


Di saat aku di tengah perasaan bahagia,


Aku mendengar suara Catherine dari belakang ku.


Dengan cepat aku berbalik.


.... Dan benar saja, aku melihat Catherine datang bersama Bruno, Siegurd, Javelin dan A.I tipe pink Momo.


"Kenapa kalian di sini? Apakah kalian sudah selesai melawan pasukan dari kekaisaran sakura?"


"Kami baru saja selesai." Jawab Javelin.


"Sebenarnya kami tidak mengalahkan mereka sih... Mereka saja yang tiba-tiba langsung mati." Kata A.I tipe pink Momo.


"Di situlah kami berpikir. Mungkin saja Mira sudah mengalahkan Rubah ekor sembilan, makanya pasukan Samurai itu langsung mati." Sambung Bruno.


"Tapi bagaimana caramu mengalahkan Rubah ekor sembilan?" Bruno bertanya.


"Rahasia."


"Rahasia!? Itu informasi penting, kenapa kau-"


"Lupakan hal itu. Sekarang kita harus cepat mengantar A.I tipe pink Momo."


Mendengar jawaban ku, Bruno menghela nafas. Kemudian ia membuka layar menu, lalu membuka Map.


Aku mengangguk. "Ide yang bagus. Dengan begitu kita bisa menghemat waktu perjalanan. Lalu dimana Daerah yang paling dekat dengan Daerah baru?"


"Ini daerah Rawa."


"Daerah Rawa ya...."


Aku memegangi dagu.


Daerah Rawa, adalah daerah yang memiliki Rawa yang besar dan di kelilingi pepohonan.


Pohon-pohon yang mengelilingi Rawa sudah kering. Tidak ada daun di pohon di sekitar Rawa itu.


Yang jadi masalah adalah, daerah Rawa sangat gelap, bisa saja Pasukan kekaisaran Sakura menyergap kami di sana.


"Apakah kalian masih memiliki kekuatan?" Untuk jaga-jaga aku bertanya.


"Lumayan.. Masih ada untuk lawan Bos sekali." Jawab Catherine.


"Kalau begitu tidak ada masalah. Bruno, sekarang kita berteleportasi ke Daerah Rawa."


Bruno mengangguk.


Bruno menandai Daerah Rawa, kemudian tubuh kami semua sedikit-demi sedikit berubah menjadi piksel.


Penglihatan kami tiba-tiba di tutupi cahaya terang, saat cahaya itu menghilang, kami sudah tiba di Daerah Rawa, tubuh kami yang berubah menjadi piksel sudah kembali seperti semula.


Aku melihat sekeliling, pastikan kondisi aman. Barulah aku menghela nafas lega.


"Kenapa Mira?" Tanya A.I tipe pink Momo.


"Ah tidak. Aku kira kita akan di sergap waktu tiba di sini."


"Mira terlalu berhati-hati." Kata Catherine mengomentari perilaku ku sambil tertawa.


"Tangkap Momo sekarang!"


Suara teriakan kencang terdengar di sekitar pepohonan.


Firasat ku ternyata benar, kami di sergap!


Yang menyergap kami adalah orang-orang yang berpakaian serba hitam, jadi mereka tidak terlihat di kegelapan.


"Me-mereka Ninja!" Siegurd berteriak semangat.


"Aku tidak percaya, di FL ada ninja!" Sambung Siegurd sambil melompat-lompat kegirangan.


"Habisi orang gila itu!" Suara teriakan terdengar lagi.


Semua orang yang menyergap kami melemparkan senjata kecil kearah Siegurd. Siegurd terkapar di tanah saat menerima serangan itu. Sedetik kemudian ia bangkit kembali.


Saat berdiri tegak, Siegurd mencabut senjata kecil yang menancap di tubuh nya. Ia menunjukkan senjata itu dengan gembira pada kami.


"Lihat teman-teman... Ini Shuriken! Aaah... Aku tidak percaya ini! Aku baru saja di serang Shuriken! Rasanya..... Sangat NIKMAT!" Siegurd berkata dengan nada mesum.


Baru kali ini aku melihat orang gila, segila Siegurd.


"A-apa yang kalian lakukan!?" Suara terdengar lagi di sekitar pepohonan. "Cepat habisi orang gila itu!"


Shuriken dengan jumlah tak terhitung melesat ke arah Siegurd.


Sebelum shuriken-shuriken itu menyentuh tubuh Siegurd, aku mengaktifkan sihir (Barrier). Energi yang tidak terlihat melindungi kami dan memantulkan semua Shuriken yang di lemparkan oleh pasukan yang di sebut Siegurd pasukan ninja.


"A-apa!?" Suara di sekitar pepohonan terkejut.


"Aaaakh," Siegurd berteriak.


"Kau kenapa!?"


"Mira!!" Siegurd berteriak kesal. "Kenapa kau menghalangi Shuriken nya!? Kau ingin membuat ku mati!?"


"Hah!? Apa yang kau bicarakan!? Aku menyelamatkan mu! Kalau kau terkena Shuriken itu kau akan mati!"


"Malah sebalik nya, jika aku tidak terkena Shuriken itu aku akan mati!"


Mendengar perkataan Siegurd, Catherine memukul kepala Siegurd dengan keras.


"Apa yang kau bicarakan dasar Bab* Sialan!" Catherine menghina Siegurd.


Siegurd mendesah setelah di pukul dan di hina oleh Catherine.


"Pe-pengecut! Cepat keluar dari situ dan hadapi kami!" Suara di sekitar pepohonan berteriak kesal.


"Kau yang pengecut," A.I tipe pink Momo membalas. "Kau hanya bisa bersembunyi di balik pepohonan, dan memerintah. Jika kau berani, tunjukkan wajah mu pada kami, Kaisar Isshin!"


Kaisar Isshin?


"Momo... Pemilik suara itu jangan-jangan-"


"Itu adalah suara Kaisar dari kekasiaran Sakura. Kaisar Isshin!" A.I tipe pink Momo menjawab pertanyaan Bruno.


Setelah A.I tipe pink Momo mengungkap identitas pemilik suara, pemilik suara itu tertawa terbahak-bahak, di balik pepohonan ada bayangan seorang Pria yang berjalan mendekati kami.


Aku menggunakan sihir (Light) untuk menerangi daerah Rawa yang gelap. Saat (Light) ku mulai menerangi, identitas bayangan yang mendekati kami mulai terlihat.


Itu adalah seorang Pria yang memiliki rambut hitam dan mata hitam, jenggot dan kumis yang lebat dan berwarna hitam, jika di lihat dari wajah nya, Pria itu berumur pertengahan 40 tahun.


"Kaisar Isshin!" Kata A.I tipe pink Momo saat melihat sosok pria yang mendekati kami.