From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 315 Sementara itu...



Di tempat lain, berjarak dua puluh kilo meter dari benua Aziliya, tepat nya di atas langit, dua orang sedang terbang dengan kecepatan satu kilo meter perjam ke arah Benua Aziliya. Jujur saja kecepatan itu sudah sangat cepat untuk orang normal, tapi bagi kedua orang itu kecepatan terbang mereka sangatlah lambat. Mereka ingin terbang lebih cepat yang membuat mereka dapat mencapai Benua Aziliya hanya dalam waktu beberapa menit. Tapi mereka tidak bisa melakukan itu, di karenakan tekanan energi sihir yang mereka rasakan yang membuat tubuh mereka terasa berat, di tambah salah satu dari mereka masih dalam keadaan lemah, sehingga kecepatan satu kilometer perjam adalah kecepatan tercepat yang dapat mereka capai untuk saat ini. Dua orang yang tengah terbang di atas langit itu ialah Arisa dan Amanda.


Amanda yang kondisi tubuh nya masih dalam kondisi prima, masih dapat menahan tekanan energi sihir yang terus mereka berdua rasakan. Sedangkan untuk Arisa, ia nampak sangat jelas tidak kuat lagi menahan tekanan energi sihir yang begitu kuat. Nafas nya terengah-engah, wajah nya menunjukkan ekspresi kesakitan, dan tubuh nya di penuhi dengan keringat dingin yang tidak habis-habis nya bercucuran selama mereka berdua terbang mendekati Benua Aziliya.


Dengan kecepatan terbang mereka, mereka bisa sampai ke Benua Aziliya dalam waktu dua menit jika tidak ada hambatan. Tetapi Amanda memperkirakan akan memakan waktu lebih lama dari itu, mengingat kondisi Arisa yang masih lemah.


"Hah... Hah... Hah..." Arisa terbang mengikuti di belakang Amanda dengan susah payah, nafas nya makin lama makin tidak teratur. Ia bisa pingsan kapan saja.


'Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi...' Pikir Amanda saat melihat kondisi Arisa.


Sayang nya permohonan nya tidak terkabul. Arisa yang memiliki indera perasa yang lebih tajam dari Amanda merasakan sesuatu terjadi di Benua Aziliya, yang seketika membuat tubuh nya melemah sampai ia tidak mampu terbang lagi di udara. Alhasil Arisa pun terjatuh.


"Arisa....!" Saat Amanda menyadari Arisa terjatuh, ia segera terbang menukik ke bawah untuk menangkap nya sebelum jatuh ke lautan. Tiba-tiba ia merasakan lonjakan energi sihir yang seketika membuat tubuh nya semakin terasa tertekan sampai ia kesusahan bernafas... Walaupun begitu, Amanda berusaha keras untuk menggerakkan tubuh nya yang terasa berat dan susah untuk di gerakkan. "Uuuuuuuuuwwwwwwaaaaaaaaaaa!!"


Amanda mengerang, kemudian berteriak kencang mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk menggerakkan tubuh nya. Saat Arisa tinggal beberapa meter lagi tercebur ke laut, tubuh nya pun dapat bergerak. Dengan kecepatan tinggi, Amanda terbang menukik kebawah menangkap Arisa sebelum ia menyentuh lautan.


"Hah... Hah... Hah... Haaaaaah....." Setelah menangkap Arisa dan memeluk nya dengan erat, Amanda langsung terbang kembali ke langit menghindari gelombang lautan yang tinggi nya sudah mencapai ratusan meter, setelah mencapai jarak aman, Amanda tidak bisa menyembunyikan kelelahan nya yang membuat pernafasan nya tidak beraturan. Dengan susah payah ia mengatur kembali pernafasan nya sebelum akhir nya ia menghela nafas lega.


"Kau baik-baik saja Arisa?" Tanya Amanda ke Arisa.


"Ya... Yang lebih penting lagi... Energi sihir... Barusan..." Arisa menjawab pertanyaan Amanda dengan suara lemah tanpa energi, menunjukkan kalau keadaan nya semakin melemah.


"Seperti dugaan mu, itu milik Natasha... Dan juga energi sihir nya bercampur dengan aura membunuh yang begitu kuat..." Apa yang sebenarnya terjadi...? Amanda bertanya-tanya di dalam kepala nya.


"... Amanda... Kita... Harus cepat.... Hah... Hah..."


Mendengar perkataan Arisa, Amanda menggigit bibir bagian bawah nya, di dalam kepala nya ia memikirkan pilihan terbaik mengenai apa yang harus ia lakukan saat ini.


Amanda sekilas memikirkan untuk menjadikan Arisa sebagai budak darah nya. Seorang Vampir dapat memberikan kekuatan tambahan ke budak darah mereka jika mereka mau. Dengan kondisi Arisa yang lemah seperti ini, Amanda memikirkan kalau satu-satu nya cara ke Benua Aziliya dengan cepat adalah memperkuat tubuh Arisa dengan cara menjadikan nya budak darah nya. Tetapi Amanda tahu kalau dia tidak bisa membuat seseorang yang lebih kuat dari nya menjadi budak darah. Dan Arisa memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari nya sehingga tidak mungkin bagi nya untuk membuat Arisa menjadi budak darah nya.


"... Haha... Tentu saja itu tidak mungkin..." Amanda tertawa masam saat ia memikirkan menjadikan Arisa sebagai budak darah nya.


Saat terus berpikir, tiba-tiba daerah sekitar mereka berubah menjadi gelap, sinar matahari tiba-tiba tertutup oleh sesuatu membuat hari seolah-olah sudah malam. Saat Amanda mendongak, melihat ke atas, ia melihat sesuatu.


"Itu... Darah...?"


Lima ratus kilometer dari atas tanah, ada sebuah cairan berwarna merah yang mengeras. Orang normal jelas tidak akan bisa mengidentifikasi sesuatu yang saat ini menutupi cahaya matahari di karenakan daerah sekitar sangat gelap. Tetapi dengan mata Vampir nya yang dapat melihat dalam gelap, Amanda dapat mengetahui kalau sesuatu yang menutupi sinar matahari adalah darah.


"Ini... (Cursed Blood Control) milik Natasha... Dia menciptakan pelindung untuk menutupi cahaya matahari..."


Sebagai catatan, walaupun kelihatan nya Natasha sangat kuat saat siang hari. Kenyataan nya, kekuatan nya berkurang drastis di kala siang, kekuatan Natasha mencapai puncak nya saat malam hari. Di saat matahari tidak lagi bersinar. Kelemahan alami bagi seorang Vampir adalah sinar matahari yang membuat kekuatan mereka berkurang.


Di karenakan Amanda juga Vampir dan tentu saja dari tadi kekuatan nya berkurang akibat cahaya matahari, ia pun seketika mencapai puncak kekuatan nya di saat cahaya matahari tertutupi pelindung darah Natasha. Di karenakan kekuatan nya yang meningkat drastis, Amanda yang awal nya merasa tertekan akibat energi sihir yang begitu kuat, sekarang tidak lagi merasa hal itu. Dan kabar baik nya, Amanda mendapatkan ide cemerlang di saat melihat pelindung darah Natasha.


"... Arisa, aku akan membawa mu ke Benua Aziliya dengan cepat!"


Amanda menggunakan (Cursed Blood Control) nya untuk membuat kepompong yang menutupi tubuh Arisa. Dengan perlindungan dari kepompong darah Amanda, Arisa pun dapat menahan kecepatan terbang nya yang melebihi kecepatan suara.


Setelah membungkus tubuh Arisa dengan kepompong darah nya, Amanda pun terbang sambil membawa Arisa yang sudah terbungkus seperti mumi ke Benua Aziliya. Tentu saja dia terbang dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara, ia pun sampai dalam waktu beberapa detik saja.


Walaupun begitu, Amanda dan Arisa tidak bisa langsung menghentikan Natasha.