
Natasha berlari keluar dari ruangan rapat, ia langsung di kejar oleh bangsawan yang di kendalikan oleh Nina, para prajurit dan ksatria yang melihat keributan datang bertanya ke salah satu bangsawan. Bangsawan itu seperti nya memberitahu perintah Nina untuk menangkap Natasha, terbukti setelah ia berlari agak jauh dari ruang rapat para prajurit dan ksatria yang berjaga di dalam istana ikut mengejar nya.
Natasha terus berlari hingga akhir nya ia sampai di ruang depan istana, hanya tinggal beberapa meter lagi ia sampai di pintu keluar. Tetapi seperti yang di duga dari istana kerajaan, penjagaan nya tidak main-main. Para prajurit yang jumlah nya begitu banyak, langsung menutup jalur lari Natasha, mereka menutup pintu masuk lalu memblokir nya. Tidak sampai di situ, para kstaria yang tersebar di dalam istana berkumpul di satu tempat untuk mengepung Natasha. Tidak butuh waktu lama, Natasha pun terkepung dengan para prajurit dan para ksatria yang jumlah nya hampir mencapai ratusan.
Natasha berhenti saat jarak nya dengan pintu masuk hanya tingga satu meter.
Para prajurit dan ksatria yang mengepung Natasha menghunuskan pedang untuk mengintimidasi Natasha. Saat ini Natasha tidak memiliki senjata, jika ia manusia biasa, ia pasti akan menyerah pada titik ini.
Seorang ksatria yang nampak nya seorang komandan memperingatkan Natasha untuk tidak melawan dan menyerahkan diri karena ia sudah terkepung. Mereka juga memberitahu kalau Natasha melawan, para ksatria dan para prajurit tidak akan segan untuk melukai Natasha.
'Apa yang harus ku lakukan?' Pikir Natasha. 'Mira tidak memberitahu ku untuk tidak melukai mereka, tetapi apakah itu berarti aku boleh melukai mereka?' Saat Natasha berpikir, salah satu ksatria mendekati nya untuk menahan nya, Natasha dengan reflek nya menghindari tangkapan ksatria itu kemudian melanjutkan gerakan hindaran nya, ia menyerang prajurit itu hingga pingsan. 'Tidak ada waktu untuk berpikir... Lebih baik aku langsung kabur dari sini!'
Karena tindakan Natasha yang menyerang ksatria hingga pingsan, para prajurit di ikuti dengan ksatria lain nya bergerak serempak untuk menangkap Natasha.
Natasha memutuskan untuk tidak menahan diri, dengan kekuatan kaki nya yang di luar akal sehat, ia melompat ke depan, mengarah ke pintu masuk yang telah di tutup. Saat ia melesat ke arah pintu ia mengarahkan tinju nya ke arah pintu.
"Boom!" Dengan kekuatan tinju Natasha, pintu masuk istana langsung terlepas, telempar jauh ke luar istana di ikuti dengan Natasha yang masih melayang di udara sejauh tiga meter dari tempat nya berdiri. Natasha kemudian mendarat di jalan masuk istana, tidak mengambil banyak waktu, ia berlari lagi hingga sampai di gerbang istana.
Natasha kemudian melompati gerbang istana, berlari ke arah balai kota lalu memasuki gang kecil. Karena gerakan lari Natasha yang begitu cepat para prajurit dan para ksatria tidak bisa mengikuti nya.
Saat di gang kecil, Natasha menggunakan item yang di berikan Mira untuk menyamarkan diri nya, ia kemudian berjalan keluar gang dan berbaur dengan kerumunan warga.
Natasha kemudian mengambil item yang memiliki fungsi seperti sihir (Telepathy) di dalam (Blood Box) nya. Ia kemudian meletakkan item itu di telinga nya, mengalirkan energi sihir, seketika item itu terhubung dengan pemilik item yang sama seperti diri nya, mereka sudah jelas adalah anggota yang di bawa Mira ke ibu kota.
"Kak Natasha ada apa? Para ksatria dan prajurit istana terlihat berpencar di sekitaran kota." Suara Arisa terdengar dari item itu.
"Operasi sudah di mulai. Sekarang kita hanya menunggu kabar dari Mira." Jawab Natasha.
"Kalau begitu apa langkah kita selanjut nya?" Tanya Amanda.
"Kita berkumpul di titik yang di tentukan. Dan ingat! Sebelum Mira memberikan kabar lebih lanjut, kita tidak boleh bertindak seenak nya."
"Baik!" Arisa dan Amanda menjawab.
"Jack! Aku memberikan peringatan ini untuk mu! Apakah kau mengerti?"
"Aku mengerti Kak Natasha. Aku tidak akan berbuat seenak nya." Jawab Jack, suara nya menunjukkan kalau ia tidak puas dengan perintah Natasha.
"Bagus... Sekali lagi ku ingatkan, jangan bertindak di luar dari rencana yang sudah di tentukan."
"Aku mengerti Kak Natasha." Jawab Jack dengan lesu.
\*\*\*
Aku di bawa ke ruang bawah tanah, tempat penjara untuk orang-orang yang menunggu pengumuman eksekusi mereka.
"Bawa aku ke sel yang sama dengan Kak Yuri." Kata ku kepada kedua orang pria yang membawa ku. Mereka menjawab dengan nada datar. "Baiklah."
Yap. Tidak salah lagi kalau pikiran mereka di kendalikan oleh Kak Nina. Tetapi seperti nya sihir pengendali pikiran mereka tidaklah kuat, terbukti dari perilaku mereka yang masih mau menuruti kemauan ku. Sebagai catatan, jika seseorang di kendalikan pikiran nya, orang itu tidak akan menerima perintah dari siapapun kecuali si perapal mantra. Tapi mereka masih mau menuruti perintah ku, dan itu adalah bukti nyata kalau sihir yang mengendalikan mereka tidaklah kuat. Dari sini, aku melihat kesempatan untuk membatalkan sihir pengendali pikiran mereka.
Aku mencoba mengaktifkan sihir (Dispel Magic) yang berguna untuk membatalkan dan menghilang segala efek sihir. Tapi saat lingkaran sihir itu muncul, lingkaran sihir itu langsung pecah berkeping-keping menandakan kalau sihir ku tidak berhasil. Aneh. Jika sihir yang di aplikasikan kepada mereka tidak terlalu kuat, seharus nya aku bisa menghilangkan efek sihir itu dengan mudah. Tapi nyata nya aku tidak bisa menghilang kan efek sihir itu. Apakah ini di karenakan kekuatan ku yang melemah?
Aku sampai di depan sel yang di dalam nya terbaring seorang gadis yang nampak lesu, ia terbaring di ujung ruangan sembari menghadap ke dinding. Saat pintu sel di buka, aku di dorong paksa untuk masuk ke dalam sel. Pada titik ini, gadis yang ada di dalam sel berbalik, ia kemudian bangkit lalu melesat ke arah ku.
"Mira!" Kata gadis itu. Yang identitas nya sudah jelas adalah Kak Yuri.
Pintu sel di tutup, lalu pria yang membawa ku pergi meninggalkan ku sendirian dengan Kak Yuri.
"Apa yang terjadi! Hei kalian berdua jelaskan padaku!"
Kak Yuri berteriak kepada dua orang yang baru saja pergi, mendongakkan kepala nya keluar dari jeruji. Kedua pria itu mengabaikan Kak Yuri dan terus berjalan meninggalkan ruang bawah tanah.
Hah? Mereka tidak mengikuti perintah Kak Yuri? Kali ini aku benar-benar kebingungan... Mengapa mereka mau mengikuti perintah ku, dan tidak mau mengikuti perintah Kak Yuri... Jelas ada sesuatu yang aneh di sini.
... Tunggu... Kalau tidak salah di ruang rapat....
"Mira apa yang terjadi? Mengapa kau ada di sini?"
Kak Yuri menghentikan ku untuk berpikir lebih jauh. Ia dengan panik meminta penjelasan dari ku.
"Aku di sini untuk membebaskan Kak Yuri." Kata ku sambil menggenggam kedua tangan nya.
-----------------------------------------------------------------------
Author's Note:
Jujur. Saya bingung bagaimana mengakhiri Arc kali ini... Yah, untuk masalah itu akan saya pikirkan lebih lanjut....
Terima kasih bagi para pembaca yang terus setia membaca Novel saya. Jika ada kesalahan kata atau kalimat atau nama karakter, mohon beritahu saya di kolom komentar.
Saya E1. Sampai ketemu lagi di Chapter selanjut nya.