
Setelah aku di turunkan oleh Natasha, aku memerhatikan anak-anak panti asuhan yang saat ini sedang menatap ku.
Aku melihat lima anak yang lebih tinggi dari anak yang lain. Kelima anak itu, terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan. Lalu di antara mereka berlima berdiri seorang wanita yang kira-kira berumur 40 tahun, wanita itu menunjukkan wajah cemas.
Aku memasuki halaman panti asuhan, aku melirik kearah kanan dan kiri. Terdapat pagar yang menutupi panti asuhan, dan pagar itu sudah terlihat rusak. Kemudian aku memerhatikan bangunan panti asuhan, jika di lihat sekilas memang nampak baik-baik saja. Tapi ku perhatikan sekali lagi bangunan panti asuhan ini banyak atap nya yang sudah bolong-bolong. Lalu terdapat retakan di dinding panti asuhan.
Aku menghembuskan nafas panjang, setelah itu aku mengambil dokumen kepemilikan di saku ku. Sebenarnya aku menaruh dokumen itu di inventori, tapi aku berpura-pura mengambil nya dari saku.
Setelah mengambil nya, aku menunjukkan dokumen itu ke arah depan.
"Dengar semua nya. Nama ku Mira. Raja sudah memberikan panti asuhan ini padaku, jadi mulai sekarang panti asuhan ini adalah milikku. Karena panti asuhan ini milikku, aku ingin menggusur nya-"
Sebelum aku menyelesaikan perkataan ku, seorang wanita yang berdiri di antara anak-anak panti asuhan, maju ke hadapan ku, saat berada di hadapan ku wanita itu bersujud.
"Nona Mira, kumohon jangan gusur panti asuhan ini!! Jika kau gusur panti asuhan ini, para anak-anak akan tinggal di mana?"
Aku melihat kearah anak-anak panti, semua nya mulai menunjukkan wajah cemas. Lalu salah satu anak laki-laki dari lima anak yang lebih tua maju kehadapan ku. Saat dia dihadapan ku, dia langsung menarik kerah baju ku.
"Woy anak kecil. Jangan sombong kau!! Aku tidak peduli kau itu bangsawan, ataupun seorang gadis. Aku akan menghajar mu karena sudah menjadi ancaman bagi panti asuhan ini!" Kata anak itu.
Anak itu mengarahkan tinju nya kepadaku, saat tinju tepat berada di depan mukaku, tinju nya berhenti. Tinju anak itu di hentikan oleh Natasha yang memegang tangan anak itu. Saat Natasha memegang tangan anak itu, Natasha langsung mengangkat anak itu lalu Natasha membanting nya ketanah.
Anak itu terbanting ketanah, lalu ke empat anak yang seumuran dengan nya, mendatangi anak itu dengan memanggil nama anak itu.
"Scorpio!!" Teriak ke empat anak itu.
Ke empat anak itu membantu anak bernama Scorpio itu berdiri, lalu salah satu anak perempuan datang mendekati ku.
"Sialan kau!! Jangan berani mengandalkan pelayan mu!! Kalau kau berani lawan aku satu lawan satu." Kata anak perempuan itu.
Saat anak perempuan itu maju, kedua teman perempuan yang seumuran denganya, memegangi tangan anak yang mendekati ku dengan erat.
"Tunggu Virgo!! Jika kau memukul anak itu maka pelayan nya akan langsung menghajar mu." Kata salah satu anak permpuan.
"Tapi aku tidak tahan melihat anak itu.... Juliet."
"Benar kata Juliet Virgo. Kau jangan memukul anak itu. Tahan dulu emosi mu."
Anak bernama Virgo itu pun mulai tenang mendengar perkataan kedua teman nya, mereka berlima kembali ke kelompok anak-anak yang berdiri di tengah halaman.
Seorang wanita maju kedepan, wanita itu maju kedepan dengan penuh air mata. Kemudian wanita itu berlutut memegangi kedua kedua kaki ku.
"Saya mohon Nona Mira, jangan gusur panti asuhan ini. Saya akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak menggusur panti asuhan ini."
Aku tersenyum mendengar perkataan Wanita itu. "Kau bilang akan melakukan apa saja kan?"
"itu benar saya akan melakukan apa saja yang kau perintahkan."
Saat wanita itu berlutut, semua anak-anak panti asuhan bersujud di depan ku kecuali kelima anak yang lebih tua dari mereka. "Kami akan melakukan apa saja asalkan Nona Mira tidak menggusur panti asuhan ini!" Kata Anak-anak itu secara bersamaan.
"Baiklah, aku tidak akan mengusir panti asuhan ini."
Semua anak mengangkat kepala mereka dan memasang senyum bahagia. Lalu wanita yang memegangi kaki pun melepaskan kaki ku, lalu ia bersujud dihadapan ku. "Tapi dengan satu syarat."
Wanita itu mengangkat kepalanya, kemudian ia melihat ke arah ku. "Apa syarat nya?"
Setelah wanita itu bertanya padaku, aku menunjuk kelima anak yang lebih tua dari pada anak-anak lain nya. "Kelima anak itu harus melawan ku. Jika mereka berlima menang maka aku tidak akan menggusur panti asuhan ini, tapi jika mereka kalah aku akan menggusur panti asuhan ini."
Setelah aku bilang seperti itu, semua orang dari panti asuhan tersenyum lalu anak bernama Scorpio dan Virgo tertawa terbahak-bahak.
"Woy bocah, kau ingin lawan kami berlima?" Kata Virgo.
Aku mengangguk.
"Baiklah kami akan melawanmu, asal dengan satu syarat."
"Apa itu?"
"Pelayan mu tidak boleh ikut. Hanya kau sendiri saja yang melawan kami."
Scorpio dan Virgo makin tertawa, lalu mereka berdua bertepuk tangan. Saat mereka berdua bertepuk tangan, seluruh orang di panti asuhan berdiri kemudian mereka berlari masuk kedalam panti asuhan. Jendela dan pintu panti asuhan terbuka, semua orang orang melihat melalui jendela dan pintu yang terbuka.
"Sekarang halaman sudah jauh lebih luas, sekarang kami bisa menghajarmu habis-habisan." kata Virgo.
"Sebelum bertarung, mari kita perkenalkan diri masing-masing. Nama ku Mira lalu kalian berlima siapa?"
Seorang anak laki-laki berambut hitam maju selangkah. "Namaku Scorpio." Lalu anak perempuan berambut pink maju selangkah. "Namaku Virgo." Anak perempuan berambut pirang memperkenalkan dirinya. "Namaku Juliet."
Kemudian anak perempuan berambut coklat, dan menggunakan kacamata maju selangkah. "Namaku Charlotte." Kemudian anak laki-laki berambut merah maju selangkah. "Namaku Peter."
"Scorpio, Virgo, Juliet, Charlotte, dan Peter. Nama yang bagus. Kalian berlima boleh menyerang ku secara bersama-sama, dan kalian boleh menyerang ku dengan menggunakan senjata atau sihir."
"Kami tidak perlu menyerang mu secara bersama-sama.... Aku sendiri yang akan mengalahkan mu." Kata Scorpio sambil berlari kearah ku.
"Tunggu Scorpio!! Jangan gegabah!!" Teriak Juliet.
Scorpio terus berlari kearahku saat berada di hadapan ku, Scorpio langsung meengarahkan pukulan nya kearah wajah ku. Aku memukul punggung tangan Scorpio dengan telapak tangan ku, saat punggung tangan Scorpio ku pukul, Scorpio langsung menunduk sampai wajah nya tepat berada di depan ku.
Dengan cepat aku menyiku wajah Scorpio. Siku ku terkena hidung Scorpio, Scorpio pun terpental hingga sampai kelima teman nya. Melihat Scorpio yang terpental, Virgo dan Peter langsung menahan Scorpio.
"Si-sial.." Kata Scorpio.
Hidung Scorpio mengeluarkan darah, kemudian Charlotte menyentuh hidung Scorpio. "Heal!!" Kata Charlotte dengan suara Lantang.
"Kan sudah ku bilang jangan gegabah. Kita tidak tahu kemampuan musuh. Bocah itu sangat percaya diri, mungkin bocah itu sangat ahli dengan pertarungan." Kata Juliet.
"Jangan nilai buku dari sampulnya." Kata Peter.
"Kau bilang. Boleh menggunakan senjata atau sihir kan?" Teriak Juliet.
Aku mengangguk.
Kemudian Virgo masuk kedalam panti asuhan, aku melihat nya masuk kedalam panti, aku melihat wajah anak-anak di panti mereka semua berwajah cemas.
Virgo pun kembali dengan membawa busur, anak panah, tombak dan pedang. Kemudian Virgo menaruh busur, anak panah dan pedang di tanah. Juliet pun mengambil busur dan anak panah, dan Peter mengambil pedang.
Juliet menggantung anak panah itu di punggung nya, kemudian ia mengambil satu anak panah. Setelah itu ia menembakkan nya kearah ku.
Dengan cepat aku menangkap panah yang mengarah padaku.
"Tuh lihat, dia bisa menangkap panah dengan tangan kosong. Sehebat apapun kau berkelahi kau tidak bisa menangkap panah dengan tangan kosong." Juliet mengomel ke Scorpio.
Melihat ku menangkap panah dengan tangan kosong membuat Scorpio membuka lebar mulut nya. "Ti-tidak mungkin."
"Kau paham kan. Scorpio, kita harus menyerang nya secara bersama-sama." Kata Virgo.
Scorpio mengangguk, kemudian ia berdiri setelah berdiri Scorpio berteriak. "Iron Body!!" Teriak Scorpio.
Saat Scorpio berteriak seperti itu, tubuh nya berubah menjadi besi. Lalu dia saling memukulkan kedua tangan nya. Saat tangan nya saling memukul, tangan nya memercikkan bunga api.
"Sekarang aku bisa mengalahkan mu!!" Scorpio langsung berlari ke arah ku.
"Scorpio. Tunggu!!" Teriak Juliet.
Scorpio mengabaikan Juliet, ia hanya terus berlari ke hadapan ku, saat dia berada di depan ku Scorpio mengarahkan pukulan nya tepat ke wajah ku.
Aku melompat sejauh satu meter, kemudian aku mengarahkan tangan kanan ku kearah wajah Scorpio. "Fire Ball." Bola api seukuran bola tenis melesat dari tangan kanan ku menuju wajah Scorpio. Dengan cepat Scorpio menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya.
Bola api ku terkena punggung tangan Scorpio, saat bola api itu terkena punggung tangan Scorpio, bola api itu langsung mengeluarkan ledakan kecil.
Setelah menerima ledakan Scorpio langsung jatuh tersungkur. Tubuh besinya kembali seperti semula. Punggung tangan nya terkena luka bakar. "Si-sial."
"Sudah ku bilang jangan gegabah kan." Teriak Juliet.
Scorpio berbalik lalu ia melihat kearah Juliet. "Tapi berkat ku, kita bisa tahu kalau dia juga bisa menggunakan sihir." Kata Scorpio sambil tersenyum kearah Juliet.
Ke empat teman Scorpio tersenyum ke arah Scorpio. Lalu Charlotte mendekati Scorpio ia pun menyembuhkan Scorpio dengan sihir penyembuhan nya.