From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 248 Persiapan sebelum Ritual III



"Aku menemukan cara untuk membuat Behemot menangis." Kata Jack dengan senyum jahat di wajah nya saat melihat anak-anak Behemot. Memang cara ini kejam, tetapi. Kak Mira pasti akan melakukan nya! Aku yakin itu!


Dengan keputusan yang di teguhkan di dalam hati. Jack melesat ke hadapan Behemot. Dengan tangan kiri nya yang kosong, ia melepaskan tinju yang sangat keras ke cangkang Behemot. "Boom!" Bunyi hantaman keras terdengar saat Jack meninju cangkang Behemot. Akibat dari tinju Jack, Behemot terseret di tanah ke arah belakang sejauh dua meter, tetapi ia tidak terluka. Malahan Jack yang habis meninju nya yang terluka, tangan nya berdarah setelah habis melakukan pukulan itu. "AW!!" Rintih Jack kesatikan sambil menggoyang-goyangkan telapak tangan nya yang berdarah ke atas lalu ke bawah. Walaupun Jack yang menerima luka, tetapi ia berhasil memenangkan pertarungan ini. Tujuan utama nya untuk membuat Behemot menangis, sebentar lagi akan terwujud.


Jack kemudian menusuk salah satu dari anak-anak Behemot. Anak Behemot itu menjerit, dengan suara melengking, sebelum akhir nya berhenti secara tiba-tiba. Anak itu langsung mati setelah di tusuk Jack.


Jack terus melanjutkan, menusuk anak-anak Behemot hingga akhir nya tinggal satu. Setiap anak menjerit saat di tusuk Jack kemudian jeritan itu berhenti secara tiba-tiba seperti sebelum nya. Itu tanda kalau anak-anak Behemot langsung mati setelah di tusuk Jack.


Saat anak Behemot tinggal satu, Jack mengangkat anak Behemot yang masih hidup itu dengan tangan kiri nya, anak itu menjerit, seperti meminta tolong pada Ibu nya.


Akhir nya, Behemot sadar apa yang di lakukan oleh Jack. Air mata nya langsung keluar. Jack tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia dengan sangat cepat melesat ke leher Behemot, menyarungkan pedang, lalu mengambil botol kecil yang ada di saku baju nya dengan tangan kanan nya, lalu menadahi air mata Behemot itu hingga botol nya terisi penuh. Saat sadar Jack ada di leher nya, Behemot berteriak marah. Dia memutar-mutar leher nya untuk membuat Jack jatuh.


Jack kemudian melompat, turun dari Behemot. Dengan senyum puas, Jack mengangkat botol yang berisi air mata Behemot itu. Dia kemudian berkata: "Aku berhasil!"


Jack kemudian, membanting anak Behemot yang di pegang nya di tangan kiri nya. Cangkang anak Behemot pecah, anak Behemot kemudian menjerit sangat keras. Karena merasa terganggu dengan suara jeritan, Jack mengeluarkan pedang, menusuk anak itu hingga mati agar suara jeritan nya berhenti bergema.


Behemot yang melihat semua anak nya mati, menangis sangat keras. Setelah beberapa saat menangis, Behemot melihat Jack dengan mata penuh kebencian. Behemot bersiap menyerang Jack dengan kekuatan penuh. Tetapi, sebelum Behemot menyerang, Jack sudah mengambil langkah terlebih dahulu. Dia dengan santai, menebas kepala Behemot hingga putus dengan pedang nya.


"Berisik." Kata Jack dengan dingin saat melihat tubuh Behemot yang tanpa kepala jatuh ketanah. Karena tubuh besar Behemot, kejatuhan tubuh nya membuat tanah bergetar, di iringi suara yang sangat keras seperti sebuah ledakan.


Dengan begitu, misi Jack mengambil air mata Behemot selesai.


***


Natasha dan Amanda saat ini sedang bersembunyi di balik sebuah bukit, yang jarak bukit itu dua ratus meter dengan sarang naga. Mereka mengawasi para naga yang saat ini sedang tidur siang dengan nyenyak di sarang mereka.


"Jadi yang mana Dragon King?" Tanya Natasha pada Amanda.


"Di lihat saja sudah ketahuan bukan?" Kata Amanda menjawab pertanyaan Natasha, kemudian dia menunjuk seekor naga yang tepat berada di tengah kerumunan naga. "Lihat, yang itu!" Naga yang di tunjuk Amanda adalah naga terbesar, dengan sisik berwarna kuning keemasan. Dari semua naga yang ada, naga itu adalah naga yang paling indah. Memang benar, dari penampilan nya naga itu adalah Dragon King. Tetapi, ada satu hal yang membuat Natasha ragu-ragu kalau naga itu adalah Dragon King...


"Eh!? Itu Dragon King!?" Natasha menyuarakan keragu-raguan nya dengan suara keras.


"Eh!? Kenapa kau begitu terkejut!? Di lihat dari warna sisik nya sudah jelas kalau itu Dragon King!?" Amanda berteriak tidak percaya, atas perkataan Natasha.


"Tapi.... Bukankah energi sihir nya terlalu lemah!? Dragon King itu mahluk yang setara dengan ku! Aku sangat ingat seberapa kuat energi sihir Dragon King. Di bandingkan dengan naga yang kau tunjuk itu.... Yah, naga itu tidak pantas untuk di bandingkan dengan Dragon King yang ku kenal. Naga itu terlalu lemah!"


"Yah. Kau memang benar, dia terlalu lemah. Tetapi tidak salah lagi, dia pasti Dragon King. Atau mungkin keturunan nya?"


"Jadi maksud mu, dia bukan Dragon King yang ku kenal?"


"Kau benar. Kita harus tetap mengambil sisik nya. Kalau begitu Amanda kita mulai rencana mu!"


Inti dari rencana Amanda sebenarnya sangat simple. Mereka hanya harus menunggu. Itu benar. Hanya menunggu.


Menunggu untuk apa?


Mereka hanya harus menunggu parasit yang di tembakkan Amanda menyebar ke dalam tubuh Dragon King, dengan parasit itu Dragon King akan menjadi budak darah Amanda selama satu jam.


Beberapa menit sebelum nya, sebelum mereka terbang ke dekat sarang naga, sewaktu mereka baru turun dari gunung tertinggi. Amanda memberitahu Natasha, kalau dia memiliki kemampuan baru, yaitu:(Cursed Blood Control. Parasit.) seperti nama nya, kemampuan Amanda ini mampu menciptakan Parasit melalui darah nya, dan saat Parasit itu menyatu dengan darah target. Maka target itu akan menjadi budak darah Amanda. Amanda menciptakan (Cursed Blood Control) ini, karena terinspirasi dari Parasit pengendali pikiran milik Gaztor dan Wilson.


Amanda terbang mendekat ke sarang naga, setelah dia mencapai jarak lima puluh meter, Amanda menciptakan Sumpit tiup dengan (Cursed Blood Control) nya. Kemudian dia menciptakan jarum tipis, tetapi sangat tajam. Ketajaman jarum itu bisa menembus sisik keras dari Dragon King.


Amanda lalu memasukkan jarum ke dalam ujung sumpit, kemudian dia menaruh ujung yang lain nya di mulut nya. Setelah itu, ia mengarahkan sumpit ke arah Dragon King, lalu meniup sumpit, alhasil jarum yang di taruh nya di dalam sumpit melesat dengan cepat ke dada Dragon King.


Dragon King yang terkena jarum darah Amanda tersentak sedikit, seperti merasa kalau kulit nya tersengat sesuatu, tetapi ia menganggap nya sebagai angin lalu dan segera tidur kembali seperti sebelum nya.


Setelah menyelesaikan misi nya, Amanda kembali ke balik bukit, di mana tempat Natasha berada.


Saat sampai, Amanda mengacungkan jempol nya ke Natasha, sebagai tanda ia berhasil menyelesaikan misi nya. Natasha mengangguk dengan senyuman, lalu ia bertanya:


"Jadi, berapa lama sampai Parasit itu menyebar?"


"Sekitar lima belas menit? Tergantung dari target nya." Jawab Amanda sambil memiringkan kepala nya.


"Lima belas menit ya... Kalau begitu kita pergi dulu dari sini." Usul Natasha.


"Eh!? Kita tidak menunggu sampai parasit itu menyebar?" Tanya Amanda dengan mata terbelalak.


"Kita akan menunggu itu, tetapi selama waktu itu kita harus mencari bahan lain yang di perlukan untuk ritual."


"Oooh... Jadi begitu maksud mu."


"Ya. Kau benar. Kita akan mencari sepuluh helai rambut Giant."


Dengan begitu, sudah di putuskan. Selama menunggu parasit menyebar ke tubuh Dragon King, Natasha dan Amanda akan berkeliling Benua Festria untuk mencari Ras Giant.