
Author's Note:
Maaf telat! HP saya Rusak, dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk memperbaiki nya. Mohon maaf atas keterlambatan saya...
--------------------------------------------------------------------------
"Terima kasih sudah menunggu! Saya membawakan makanan sesuai permintaan anda."
Kesatria yang sebelum nya di perintahkan Kak Yuri untuk mengambil makanan telah kembali sembari membawakan troli yang berisi makanan. Dia membuka pintu sel, lalu menaruh piring berisi makanan yang kami minta sebelum nya. Aku bisa saja menyerang nya, lalu pergi keluar dari sel penjara ini bersama Kak Yuri, tapi jika aku melakukan itu, aku akan menyebabkan masalah yang tidak berarti, jadi kali ini aku memutuskan untuk tidak melakukan apapun. Setelah kesatria memberikan makanan pada kami, ia keluar dari sel lalu mengunci pintu sel kembali.
"Lebih baik kalian cepat habiskan makanan kalian. Saya mendapatkan perintah dari Putri Nina untuk mempercepat eksekusi kalian. Eksekusi kalian akan di laksanakan dalam waktu sepuluh menit lagi." Kata kesatria setelah mengunci pintu sebelum akhir nya ia berjaga lagi di depan pintu sel kami sembari membelakangi kami.
"Eh!?" Kak Yuri langsung berteriak kaget setelah mendengar informasi itu. Aku yakin di kepala Kak Yuri masih di landa perasaan bingung, memikirkan alasan mengapa ia bisa memerintahkan kesatria yang mengurung nya, aku bisa tahu hal itu dari ekspresi wajah nya. Tapi sekarang setelah mendengar perintah eksekusi di percepat kebingungan Kak Yuri seketika menghilang tergantikan dengan perasaan panik.
Saat ini aku mengabaikan Kak Yuri yang tengah di landa kepanikan. Aku saat ini sedang memikirkan alasan perintah eksekusi kami di percepat, tentu saja aku memikirkan hal itu sembari menyantap manisan yang sudah di sediakan.
Nampak nya alasan Kak Nina mempercepat eksekusi kami sangat jelas. Ia menganggap kami berbahaya karena kami bisa memerintahkan bawahan nya yang sudah ia kendalikan pikiran nya dengan menggunakan suatu item. Tapi aku tidak ingin berpaku pada satu kesimpulan itu saja. Aku memikirkan kemungkinan lain yang membuat Kak Nina terdesak hingga memerintahkan mempercepat eksekusi kami. Salah satu alasan yang kupikirkan adalah Bruno yang memerintahkan nya untuk melakukan hal itu. Tapi jika kulihat dari motif Bruno memusuhi ku, kemungkinan ini sangat kecil.
Apapun alasan nya, aku harus memberitahu hal ini kepada Natasha dan yang lain nya.
Aku mengaktifkan sihir (Barrier) untuk menghalangi suara ku keluar dari sel, aku juga mengaktifkan sihir (Illusion) untuk membuat ilusi kepada orang berada di luar sel. Ilusi yang ku buat hanyalah ilusi diri ku dan kak Yuri yang berdiam diri tidak melakukan apapun. Setelah persiapan selesai, aku mengambil item yang sangat mirip dengan telepon genggam model lama untuk menghubungi Natasha.
"Mira apa yang kau lakukan?"
Sekali lagi mengabaikan Kak Yuri yang kebingungan dengan perubahan situasi yang begitu tiba-tiba, aku mengaktifkan telepon genggam kemudian langsung menghubungi Natasha.
'Ah. Mira. Aku baru saja ingin menghubungi mu.' begitu terhubung dengan Natasha, ia langsung mengatakan hal itu pada ku.
"Apakah kau mendapatkan sesuatu?" Tanya ku. Alasan Natasha mengbubungi ku, sudah pasti karena ia mendapatkan informasi. Sebenarnya aku ingin langsung memberitahu nya mengenai perintah eksekusi kami, tapi aku memutuskan untuk mendengar informasi Natasha, yang nampak nya jauh lebih penting.
'Ya. Aku mendapatkan sesuatu yang mungkin berguna untuk mu.'
"Beritahu aku lebih rinci."
'Sebenarnya aku dan Amanda bertemu dengan anak seorang bangsawan. Amanda kemudian menggoda nya, dan berhasil menjadikan nya budak darah. Dari anak bangsawan itu, kami mendapatkan beberapa informasi penting. Pertama-tama, nampak nya aliansi tiga kerajaan besar telah runtuh, sekarang kerajaan Fantasia membentuk aliansi baru dengan negara-negara kecil di sekitaran perbatasan Benua Silia dan Benua Yuro. Dan seperti nya, dalam waktu dekat, kerajaan Fantasia akan mendeklarasikan perang dengan kerajaan Milefolia dan kerajaan Eurasia.'
"Terima kasih Natasha... Sebenarnya aku juga ingin memberitahu hal penting. Aku ingin kau tidak memotong perkataan ku dan dengarkan baik-baik. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, eksekusi ku dan Kak Yuri akan di mulai. Pada saat itu, aku ingin kau dan yang lain nya menyelamatkan kami."
"Baiklah..."
"Dan satu hal lagi, aku ingin kau memanggil bawahan mu yang masih setia. Ini saat nya kalian menunjukkan eksistensi kalian."
\*\*\*
Di balai kota kerajaan Fantasia.
Para penduduk kota berhenti melakukan aktivitas sehari-hari mereka. Mereka menyaksikan para ksatria dan prajurit yang datang dari istana kerajaan. Tidak jauh dari sekelompok kesatria dan prajurit itu ada dua buah kereta kuda yang berjalan menyesuaikan kecepatan dari para prajurit. Kedua kereta kuda yang berjalan sangat pelan itu, nampak sekali perbedaan nya. Kereta kuda pertama nampak sangat mewah, sudah jelas itu adalah kereta kuda yang biasa di gunakan oleh keluarga kerajaan. Dan untuk kereta yang satu lagi berbanding terbalik dengan kereta yang lain nya, kereta itu nampak usang dan hanya di hiasi dengan kain putih yang sangat tebal. Kereta itu bukanlah kereta yang biasa di gunakan untuk membawa barang, malahan kereta yang biasa di gunakan untuk membawa barang masih lebih baik daripada kereta itu. Untuk orang awam, tidak ada yang tahu kegunaan kereta itu, tapi untuk beberapa orang sangat jelas kereta itu di gunakan oleh para kesatria dan penjaga istana untuk membawa kriminal terpidana mati ke tempat eksekusi. Biasanya kereta itu akan melewati daerah yang sepi, oleh karena itu hanya sedikit orang yang mengetahui kereta itu.
Kedua kereta dan sekelompok prajurit dan kesatria sampai di tengah alun-alun kota, pada titik ini para penduduk kota benar-benar terdiam, melihat ke arah kelompok prajurit dengan penasaran.
Kereta kuda yang terlihat mewah di buka oleh seorang prajurit kemudian penumpang dari kereta itu turun, yang sudah jelas mereka adalah keluarga kerajaan Fantasia, Nina, Lina, Blanc, dan White.
Saat mereka berempat telah turun dari kereta, Nina yang jelas sekali bersikap layak nya seorang ratu kerajaan, memerintahkan seorang kesatria untuk membuatkan sebuah podium dengan menggunakan sihir tanah, setelah podium jadi, ia menaiki podium itu membuat posisi nya lebih tinggi dari orang di sekitar nya.
Dengan senyum percaya diri, Nina kemudian membuka mulut nya. "Warga Kota sekalian!" Saat ia melakukan itu, tiada seorang pun yang menyadari keanehan pada diri Nina, kecuali beberapa orang. Nina saat ini menggunakan sebuah kalung permata, dan kalung permata itu kemudian mengeluarkan cahaya merah saat ia mulai membuka mulut nya. Inilah keanehan yang tiada di sadari oleh siapapun kecuali sekelompok orang. Kalung permata itu di berikan oleh Bruno. Yang sudah jelas kalung permata itu adalah item pengendali pikiran yang selama ini di gunakan oleh Nina.
"Hari ini aku, Putri pertama kerajaan Fantasia mengumumkan pemindahan kekuasaan Putri Yuri kepada ku. Alasan pemindahan kekuasaan itu sendiri di karenakan Putri Yuri melakukan tindakan yang tidak termaafkan. Yaitu membunuh Ratu Carla... Aku tahu beberapa di antara kalian tidak mempercayai perkataan ku, tapi aku memiliki bukti untuk mengklaim hal itu... Bawa benda itu kemari!"
Pada saat Nina mengumumkan penyerahan kekuasaan Yuri kepada diri nya, kerumunan warga mulai heboh, dan kehebohan itu makin menjadi saat Nina memberitahukan alasan pemindahan kekuasaan, yaitu Yuri yang membunuh Carla. Tapi saat keributan makin menjadi, Nina dengan suara keras berkata ia memiliki bukti yang cukup kuat untuk mendukung statement nya. Pada titik ini seluruh warga kota terdiam, yang pada kesempatan inilah Nina memerintahkan seorang ksatria untuk membawakan sebuah item yang berbentuk seperti bola seukuran kepalan tangan orang dewasa. Item itu adalah Crystal sihir perekam, atau bisa di bilang kamera.
Saat item itu di aktifkan, layar transparan yang menunjukkan Video yang Nina tunjukkan kepada Mira di ruang rapat sebelum nya muncul di udara kosong tepat di tengah-tengah alun-alun kota. Layar itu cukup besar, sehingga semua orang dapat melihat nya. Saat Video itu di tunjukkan yang di mana Video itu menampilkan Yuri yang menusuk Carla, membuat orang-orang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Ini adalah bukti nyata, kalau Putri Yuri, saudara ku sendiri, melakukan hal yang tidak bisa di maafkan! Yaitu membunuh Ratu Carla yang sudah ku anggap seperti Ibu ku sendiri." Nina melanjutkan perkataan nya, saat layar transparan yang menunjukkan Video Yuri yang menusuk Carla berakhir. Ia berbicara dengan sangat emosional, wajah nya menunjukkan kesedihan yang sangat dalam, bahkan air mata mengalir deras hingga membahasi pipi nya. Para warga kota, yang awal nya masih meragukan keautentikan dari Video yang mereka lihat seketika percaya dengan perkataan Nina. Mereka seperti kerasukan sesuatu. Membuat mereka seketika berteriak dengan perasaan yang di penuhi dengan amarah.
"Hukum mati Kriminal yang telah membunuh Ratu Carla!""Eksekusi!""Eksekusi!""Eksekusi!" Itulah yang di teriakkan oleh para warga kota.
Mendengar teriakan warga kota yang di penuhi dengan amarah, Nina menundukkan kepala nya, kemudian ia tersenyum kecil sembari bergumam di dalam kepala nya. "Rencana ku berhasil."