
Arisa menembakkan sihir angin dan sihir api ke arah Sarion. Kedua sihir itu bergabung menjadi sihir yang kuat, tapi tetap saja, sihir itu tidak bisa mengalahkan Sarion.
Bayangan hitam Sarion menembakkan bola hitam dari mulut nya. Arisa langsung memasang sihir (Barrier) untuk menghalang bola hitam yang melesat ke arah nya.
Bola hitam itu terkena (Barrier) Arisa, saat terkena (Barrier) Arisa, bola hitam itu langsung meledak. Ledakan besar pun terjadi, ledakan itu mengakibatkan seperempat daerah bangsawan hancur.
Sarion tersenyum licik saat ledakan besar terjadi. Asap tebal mengelilingi Arisa, saat asap tebal menghilang, (Barrier) milik Arisa hanya retak sedikit. Melihat hal itu wajah Sarion yang awal nya tersenyum menjadi cemberut.
"Kau bilang ingin mengeluarkan senjata rahasia." Kata Arisa menyombongkan diri. "Tapi yang ku lihat kau sama sekali tidak memiliki senjata rahasia."
"Cih," Sarion mendecikkan lidah nya. "Ghoul!! Apakah mereka masih belum sampai?"
Bayangan hitam yang bernama Ghoul mengeluarkan suara bising, tapi bagi Sarion suara bising itu adalah jawaban atas pertanyaan nya.
"Begitu ya..... Sebentar lagi mereka datang!" kata Sarion tersenyum licik.
Mereka? Pikir Arisa keheranan. Siapa mereka? Apakah dia memiliki banyak senjata? Dan juga kata Kak Mira tadi, monster yang dilawan Jack akan datang kesini. Apakah itu senjata rahasia nya? Kalau memang monster yang di lawan Jack adalah senjata rahasia nya, kenapa dia menggunakan kata mereka?
Tiba-tiba tanah mulai sedikit bergetar, Arisa melihat sekeliling. Saat ia melihat arah kiri nya, Arisa melihat Monster yang berwujud seperti Ras Giant dengan tubuh yang hitam legang mendekat ke arah nya.
"Satu datang!!" Kata Sarion tertawa terbahak-bahak.
Arisa yang melihat monster itu menjadi gemetaran ketakutan. "A-apaan monster itu!?" kata Arisa suaranya gemetaran. Dari arah langit terdengar suara yang memanggil nama Arisa. Arisa melihat ke arah langit, ia melihat saudara laki-laki nya turun dari langit bersama dengan salah satu Vampir bernama Amanda.
"Kau tidak apa-apa, Arisa?" Tanya Jack.
Arisa mengangguk. "Hanya sedikit takut saja."
Monster mendekat ke arah Sarion, saat monster itu di dekat Sarion tertawa terbahak-bahak.
"Kalian semua akan mati!!" Kata Sarion menyombong kan diri. "Aku akan menjadi mahluk terkuat, bahkan para Vampir tidak bisa mengalahkan ku."
Mendengar perkataan Sarion, Amanda tertawa terbahak-bahak. "Bocah!!" Kata Amanda dengan nada menghina. "Sadari posisi mu, di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan Ras Vampir."
"Walaupun ada satu orang yang bisa." Sambung Arisa dan Jack bersamaan.
Amanda memukul kepala Arisa dan Jack. "Berisik kalian!! Kalian jadi merusak suasana kan."
Melihat perilaku Arisa, Jack dan Amanda membuat Sarion tertawa.
"Betul kata kedua orang itu, hanya ada satu orang yang bisa mengalahkan Ras Vampir. Yaitu..... Aku!!" Sarion tertawa terbahak-bahak. Kemudian bayangan hitam yang bernama Ghoul memakan monster yang baru datang.
"Di-dia memakan nya!!" Kata Arisa terkejut.
Akhir nya monster itu termakan sepenuh nya, bayangan hitam kemudian masuk ke dalam tubuh Sarion. Beberapa detik kemudian bayangan berwarna hitam menyebar ke seluruh penjuru daerah hingga malam pun menjadi semakin gelap. Tubuh Sarion berangsur-angsur menjadi berwarna hitam. Sarion berteriak kesakitan.
Arisa dan Jack yang melihat hal itu menjadi gemetar ketakutan, sehingga mereka berdua jatuh tersungkur. Amanda terbang ke langit, saat di langit Amanda berteriak menyuruh Arisa dan Jack untuk bangun, Arisa dan Jack menuruti suruhan Amanda. Mereka berdua berusaha untuk berdiri kembali, walaupun tubuh mereka tidak kuat berdiri, tapi mereka terus berusaha. Hingga akhir nya mereka berdua berdiri tegak, tapi kaki mereka berdua masih gemetaran.
"Energi sihir yang mengerikan." Kata Amanda, bulu kuduk Amanda berdiri. Sebenarnya Amanda juga merasa takut. "Energi sihir nya sama seperti sepuluh persen energi sihir Natasha."
Akhir nya tubuh Sarion berubah menjadi hitam legang, lalu bayangan hitam yang menyelimuti daerah bangsawan terhisap ke dalam tubuh Sarion. Setelah semua bayangan terhisap, Sarion berteriak. Dengan satu teriakan Sarion, angin deras muncul menyapu semua yang ada di depan Sarion.
Amanda menarik nafas panjang. "Ultrasonic Sound." Amanda berteriak. Teriakan Amanda juga tidak kalah dengan teriakan Sarion. Teriakan mereka berdua sampai membuat Arisa dan Jack yang ada di situ menutup telinga mereka, tapi mereka percuma menutup telinga, telinga mereka tetap masih mendengar suara Amanda dan Sarion. Telinga mereka berdua tidak kuat menahan suara nyaring yang berasal dari Amanda dan Sarion. Hasil nya telinga Arisa dan Jack mengeluarkan darah.
Akhir nya Amanda dan Sarion berhenti berteriak. Setengah kota hancur karena teriakan mereka berdua.
"Hebat juga kau bisa melawan teriakan ku." Kata Sarion menyombongkan diri nya.
"Harus nya aku yang bilang begitu." Kata Amanda menyombongkan diri nya.
Aku tidak bisa mendengar. Pikir Arisa dan Jack. Jack menatap Arisa, kemudian Jack mengangguk kan kepala nya. Arisa membalas anggukan Jack, kemudian Arisa menyembuhkan telinga Jack, setelah menyembuhkan telinga Jack, Arisa menyembuhkan telinga nya.
"Kalian tidak apa-apa!?" Teriak Amanda, dari atas langit.
"Kami tidak apa-apa!!" Jawab Jack.
Arisa melihat ke arah Sarion, tubuh Sarion tertutupi dengan bayangan hitam, bahkan mata dan mulut nya juga ikut tertutup dengan bayangan hitam.
Bagaimana dia berteriak tadi? Pikir Arisa bingung.
"Jadi itu senjata rahasia mu." Kata Arisa tersenyum.
"Kau benar. Ini lah senjata rahasia ku. Walaupun hanya 30 persen." Jawab Sarion percaya diri.
30 persen dia bilang! Pikir Arisa panik. 30 persen sudah sekuat ini!!
"Begitu ya.... Ternyata senjata rahasia mu ini bukan cuma nama ya," Kata Arisa dengan nada menyombongkan diri nya. Arisa berbicara dengan nada sombong untuk menyembunyikan rasa takut nya, sebenar nya tubuh Arisa saat ini gemetaran bahkan untuk berdiri saja Arisa tidak kuat. "Aku menjadi tenang. Melihat senjata mu yang kuat itu."
"Kau menjadi tenang?" Jawab Sarion keherenan.
"Kau benar. Aku menjadi tenang, karena aku bisa membunuh mu dengan kekuatan penuh."
Sarion tertawa terbahak-bahak. "Kekuatan penuh? Jadi maksud mu selama ini kau tidak mengeluarkan kekuatan penuh?"
"Kau benar... Aku tidak mengeluarkan kekuatan penuh...... Lihatlah Sarion kekuatan penuh ku...... Super Magic Activated!!"
Energi sihir yang besar keluar dari dalam tubuh Arisa. Sarion merasakan energi sihir itu, tubuh Sarion menjadi gemetaran sedikit.
Dia bisa menggunakan sihir sekuat ini tanpa kekuatan Roh!? Pikir Sarion panik. Aku tidak mengetahui jika ada Elf yang bisa menjadi sekuat ini tanpa kekuatan Roh.
Amanda dan Jack tersenyum melihat Arisa mengeluarkan Sihir Super nya. Amanda menggigit tangan kiri nya, darah keluar deras dari tangan kiri nya.
"Cursed Blood Control, Shape Six: Lance."
Darah yang keluar dari luka Amanda dengan cepat berubah menjadi sebuah tombak di tangan Amanda.
Seperti nya aku harus mengeluarkan kekuatan penuh. Pikir Jack. Jack berteriak, pedang di tangan Jack memanjang, dan warna pedang nya berubah menjadi warna emas.
"Pedang itu kan!? Pedang pahlawan Sieg!!" Kata Sarion panik.
Siapa sebenarnya yang kulawan ini!? Pikir Sarion panik. Pertama Ras yang sudah punah tiba-tiba muncul, lalu pedang pahlawan Sieg di pegang oleh orang lain. Dan ada Elf yang bisa mengeluarkan sihir yang kuat tanpa kekuatan Roh. Siapa sebenarnya mereka ini..... Siapa sebenarnya Putri Mira yang bisa menjadikan mereka bawahan...... Sebenarnya siapa dia!?
"Bersiaplah Sarion...... Kau akan mati disini!!" Kata Arisa dengan percaya diri.
"Asal kau tahu saja Arisa..... Kita di suruh untuk jangan membunuh nya." Jawab Jack.
"Woy kalian!!" Amanda berteriak. "Kita bunuh saja dia.... Tidak ada gunanya untuk membiarkan dia hidup... Mira juga pasti akan memaafkan kita."
"Bagaimana kalau Kak Mira tidak memaafkan kita!?" Teriak Jack.
Amanda membayangkan dia di hajar habis-habisan oleh Mira, setelah membayangkan itu, Amanda menjadi merinding. "Kau benar.... Mira lebih menakutkan dari pada dia." Kata Amanda gemetar ketakutan.
\*\*\*
Aku dan Natasha sampai di bangunan tempat yang ku duga menjadi tempat persembunyian bos dari semua kejadian yang terjadi di kota Cocoa.
Aku dan Natasha berjalan menuju pintu masuk. Natasha membuka pintu secara perlahan, setelah pintu terbuka kami pun memasuki bangunan itu.
Saat kami masuk kedalam, tiba-tiba hidung ku gatal. Aku pun bersin karena hidung ku yang terasa gatal.
"Kau demam Mira?" Tanya Natasha.
Aku memegangi dahi ku. Saat ku pegang dahi ku tidak terasa panas. "Tidak."
"Lalu kenapa kau bersin?"
"Mungkin ada seseorang yang membicarakan ku...... Sudahlah ayo kita selidiki bangunan ini."
Natasha melihat sekeliling. "Bangunan ini....... Apakah ini Vila?"
Aku melihat sekeliling. "Kau benar.... Desain bangunan nya sama seperti Vila ku yang baru."
"Apakah memang di sini tempat bos nya?"
"Iya. Disini tempat bos nya. Aku yakin 100 persen."