
"Seperti biasa hari ini heboh. Benar kan Mira?"
Natasha berkata di belakang ku.
Setelah aku keluar dari ruang makan, aku tidak punya tempat yang di tuju, akan membosankan bila aku kembali ke kamar. Jadi aku memutuskan untuk berkeliling istana sebentar.
"Kau benar. Untung aku bisa keluar dengan selamat."
Aku membalas perkataan Natasha.
Aku tidak habis pikir, kenapa bisa keluarga kerajaan ini selalu bertengkar jika bertermu satu sama lain.
Sebenarnya tidak semua keluarga ini bertengkar, biasanya yang bertengkar itu Selir Lina, Selir White, Selir Shina dan Ibu.
Mereka berempat selalu bertengkar jika bertemu, Selir Shina membela Ibu. Dan ibu membela Selir Shina, lalu di kubu lawan ada tim Selir Lina dan Selir White.
Aku menghela nafas, kenapa mereka selalu bertengkar seperti itu?
Sebenarnya yang mereka bahas itu tidak penting. Lalu kenapa mereka bertengkar?
Jika ada Saudari ku yang lain, mereka pasti akan ikut memperpanas suasana.
O, iya. Masih ada satu Selir lagi. Selir Lavender.
Aku kira dia akan berada di kubu Selir Lina dan Selir White. Tapi ternyata aku salah! Jika di ibarat kan, orang itu seperti ikan, dia akan berenang mengikuti arus. Dan kalau tidak salah Kak Rosa juga begitu.
Ini semakin membuat ku tertarik pada nya.
"Natasha, hari ini kita jalan-jalan di kota bagaimana?"
"Ide yang bagus. Aku juga mulai bosan berjalan di istana tanpa tujuan seperti ini."
Kami pun memutuskan untuk pergi keluar istana dan berjalan-jalan di luar istana.
Saat di perjalanan, kami melakukan sedikit percakapan.
"Mira. Setelah Arisa dan Jack selesai memata-matai kota Banitza, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"
"Jika kota Banitza sesuai dengan apa yang aku bayangkan, kita hanya perlu membantu Kak Yuri sedikit. Kota itu bisa berkembang dengan sendirinya, jika tidak ada pasukan Wyvern dan Dragon Leader di perbatasan. Karena kita sudah membereskan itu, kita hanya tinggal membereskan kepercayaan penduduk di kota itu saja lagi."
"Kepercayaan?"
"Kau benar kepercayaan. Mereka sudah terlanjur percaya, jika meningkatkan kualitas ekonomi akan berdampak buruk bagi mereka. Jadi penduduk kota Banitza tidak akan melakukan apapun untuk meningkatkan kualitas ekonomi mereka, jadi tugas kita selanjutnya adalah untuk membuang kepercayaan itu dari hati warga kota Banitza."
"Jadi karena itu kau suruh Arisa dan Jack untuk memata-matai kota itu ya."
Aku mengangguk.
"Dan juga, kota itu sedikit memberikan keuntungan bagi ku."
"Keuntungan apa itu?"
"Jika ku lihat, Ternak dan kebun coklat ku sudah banyak menyebar di kota Cocoa. Dan lahan di kota Cocoa mungkin tidak akan cukup untuk menampung penyebaran itu, jadi aku ingin menjual sebagian ternak dan kebun ku ke kota Banitza."
"Kau sudah memikirkan sejauh itu ya.... Jika ku lihat kau ini sangat pintar Mira, dan cocok untuk menjadi pemimpin negara. Tapi kenapa kau tidak mau melakukan itu?"
"Kedengaran nya sangat merepotkan. Karena itu aku tidak mau melakukan nya."
"Hmmm. Begitu ya."
Setelah percakapan itu, kami sudah sampai di luar istana. Aku dan Natasha berjalan ke gerbang istana, di sana ada 2 penjaga gerbang yang menanyai kami sebelum kami keluar.
"Nona Mira, anda ingin kemana?" Tanya salah satu prajurit.
"Jalan-jalan sebentar."
"Apakah perlu saya kawal?' Tanya penjaga gerbang.
"Tidak perlu, aku memiliki dia sebagai pengawal ku." Aku menunjuk Natasha.
"Apakah gadis ini benar-bemar bisa mengawal anda?" Tanya prajurit sambil menatap Natasha dengan keragu-raguan.
Aku menjentikkan jari. "Natasha!"
Natasha maju ke depan ku, menarik tangan penjaga, kemudian Natasha membanting nya ketanah, lalu mengunci tangan di punggung penjaga.
"Aduh, aduh, aduh!!" Penjaga gerbang merintih kesakitan.
"Apakah sekarang kau sudah yakin kalau aku bisa mengawal Nona Mira?" Tanya Natasha.
"Aku yakin, aku yakin. Jadi ku mohon lepaskan tangan ku!"
"Natasha sudah cukup. Lepaskan dia!"
Mendengar perintah ku, Natasha melepaskan penjaga itu, lalu Natasha membantu nya berdiri.
"Maaf." Natasha meminta maaf. "Saya hanya mengikuti perintah."
"Saya juga minta maaf karena meremehkan anda." Penjaga menjabat tangan Natasha. "Seperti kata pepatah, jangan menilai buku dari sampul nya." Sambung penjaga.
Natasha melepaskan jabatan tangan nya, lalu tersenyum ke penjaga. Penjaga balas tersenyum, lalu penjaga membuka gerbang.
"Silahkan Nona Mira." Kata penjaga sambil membungkuk.
"Terima kasih."
Aku dan Natasha berjalan keluar gerbang, lalu pergi menjauh dari istana.
"O. Iya Mira." Natasha memanggil ku. Aku menengok ke arah Natasha. "Penjaga gerbang sebelum nya, sangat terkejut saat melihat mu."
"Bukan hanya penjaga gerbang, Prajurit yang ku lewati juga ikut terkejut saat melihat ku." Aku menghela nafas. "Apakah ini semua karena mata emas ku?"
"Mungkin."
Aku menghela nafas lagi saat mendengar jawaban Natasha.
Ini sangat berbeda saat terakhir aku berjalan-jalan di kota.
Terakhir kali aku berjalan-jalan di kota, para warga hanya membungkuk dan tersenyum pada ku. Memang ada warga yang takut pada ku, tapi itu hanya sedikit.
..... Tapi sekarang, hampir semua warga takut pada ku!! Mereka bersujud! Berlutut! Bahkan sampai ada yang memohon pada ku! Kalian pikir aku ini apa!? Dewa yang baru turun!?
"Haaaaah," Aku menghela nafas lagi. "Entah kenapa aku merasa lelah."
"Apakah kita pulang saja?" Kata Natasha khawatir.
Aku mengangguk. "Tapi jika kau ingin menggendong ku, maka aku mau pu-"
Sebelum aku selesai, Natasha menggendong ku, itu adalah gendongan tuan putri yang biasa ku lihat di film dan komik.
"Tidak ada masalah!"
Setelah mengatakan itu, Natasha memutar balik dan berjalan menuju istana lagi.
\*\*\*
Kami sampai di depan gerbang istana, Natasha menurunkan ku.
"Kenapa Nona Mira kembali?" Tanya penjaga gerbang. "Apakah jalan-jalan nya selesai? Kalau memang selesai, bukankah itu sangat cepat?"
"Entah kenapa semua warga berlutut dan bersujud pada ku. Itu membuat ku tidak nyaman, jadi aku memutuskan untuk kembali."
Aku membalas dengan suara lemas pada penjaga gerbang.
"Be-begitu ya.... Kalau begitu silahkan masuk!" Penjaga menatap ku dengan tatapan iba, lalu ia membuka gerbang istana.
"Terima kasih."
Penjaga membunguk, lalu aku berjalan memasuki gerbang dan berjalan-jalan di sekitar taman.
"Kita sekarang mau ngapain Mira?"
"Entahlah. Aku juga tidak tahu."
Aku berjalan lagi tanpa tujuan di taman. Sekitar 5 menit, aku tidak tahu angka pasti nya. Aku berjalan terus mengelilingi istana tanpa tujuan.
Rasanya sangat bosan.
"Mira."
"Apa?"
"Bagaimana kalau kita tempat latihan sihir?"
"Ide yang bagus. Kebetulan aku juga sudah bosan sekarang."
Kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat latihan sihir.
Tempat itu berada di lantai satu istana daerah belakang. Tempat latihan sengaja di buat di bekakang istana, itu di lakukan untuk meminimalisir kerusakan akibat sihir yang di tembakkan nantinya.
Kami sampai di tempat latihan, disana ada seorang penyihir kerajaan wanita, dia memakai topi penyihir, baju hitam dan jubah biru tua, lalu rok pendek yang juga berwarna hitam.
Penyihir itu menengok ke arah ku, dia memakai kacamata bulat, umur nya mungkin di pertengahan 20 tahun.
Saat dia melihat ku, dia langsung berlutut.
"Nona Mira. Apa yang membuat anda kemari?"
"Aku hanya ingin latihan sihir."
"Be-begitu ya."
Aku memerhatikan lebih seksama kepada penyihir wanita yang berlutut pada ku. Aku bisa melihat tubuh nya gemetar sedikit. Mungkin dia gugup melihat ku?
"Tenang saja, aku tidak akan memakan mu, jadi tidak perlu takut."
Aku bercanda saat mengatakan itu, agar dia tidak gugup lagi.
"Sa-saya tidak takut pada anda. Hanya saja...."
Tubuh nya makin gemetar.
"Hanya saja?"
"Lu-lupakan saja!" Saat dia mengatakan itu, ia berlari keluar dari ruangan latihan.
Aku melihat ke arah Natasha. "Apakah wajah ku begitu menakutkan?"
"Itu karena mata mu Putri Mira."
Suara wanita terdengar dari arah luar ruangan, aku melihat ke arah suara itu. Pintu ruangan terbuka. Kemudian masuk seorang wanita, dia adalah Selir Lavender ibu dari Kak Rosa.
"Kenapa dengan mata ku?"
"Mata emas di anggap suci di kerajaan Fantasia. Mata itu adalah simbol kekuatan, kebijakan, kekayaan, kekuasaan, kebahagiaan, ketakutan, peperangan, perdamaian, kejahatan, kebaikan. Dan semua kejadian yang ada di dunia ini. Karena itulah mata itu di anggap suci di sini. Dan karena itu jugalah hanya pemegang tahta sah yang memiliki mata emas seperti itu."
"Ternyata mata ini memiliki makna yang dalam juga."
"Bukan hanya itu saja, mata itu juga dapat memperkuat kekuatan sihir, dan membuat pemilik nya dapat melihat semua hal yang ada di dunia ini."
Membuat pemilik nya dapat melihat semua hal yang ada di dunia ini. Ya..... Fungsi nya sama seperti sihir (Clairvoyance).
Apa yang terjadi jika aku menggunakan (Clairvoyance) di saat mata ku seperti ini?
Untuk saat ini biar ku coba.
Aku berbisik : "Clairvoyance."
Aku menunggu beberapa detik. Ternyata tidak terjadi apa-apa.