
Semenjak aku datang ke dunia ini. Aku selalu ingin pulang ke dunia ku sebelum nya. Walaupun hidup ku sekarang lebih nyaman di dunia ini, tapi tetap saja... Aku ingin pulang... Aku ingin pulang dan bertemu dengan nya... Aku ingin bertemu *****.
Aku bahkan sudah tidak dapat mengingat nama asli orang yang ingin ku temui. Yang ku tahu hanyalah nama lain dari orang itu... Orang itu bernama Mira. Aku ingin bertemu dengan nya, bukan sebagai gadis bernama Mira, tapi sebagai remaja laki-laki bernama *****.
... Mungkin perkataan ku sangatlah egois, setelah apa yang telah aku lakukan pada nya. Tapi tetap saja, perasaan ku pada nya masih kuat semenjak aku menyadari kalau aku mencintai nya.
Di dunia ku sebelum nya aku adalah seorang gadis remaja bernama... Hah...? Aku tidak bisa mengingat nama asli ku. Sejak kapan aku lupa nama asli ku...?
Aku bisa merasakan hawa dingin di punggung ku, keringat dingin telah memenuhi punggung ku. Rasa takut muncul setelah aku sadar aku melupakan nama ku, dan juga aku mulai sadar kalau perasaan di dalam tubuh ku juga ikut berubah.
Seperti yang kukatan, aku dulu nya adalah seorang remaja perempuan. Tapi sekarang gender ku berubah, menjadi seorang bocah laki-laki bernama Bruno.
Awal nya tidak ada masalah saat gender ku berubah. Tapi semakin lama waktu berlalu, perlahan tapi pasti terjadi perubahan pada diri ku.
Walaupun aku seorang bocah umur ku sudah lebih dari seribu tahun. Dengan Ras ku yang adalah Ras Giant yang memang dari awal Ras Giant adalah Ras berumur panjang, seribu tahun terasa sangat pendek bagi ku... Dengan umur yang selama itu sudah pasti aku sudah mengalami pubertas, sebagai seorang remaja laki-laki, terlepas dari penampilan ku yang seorang bocah... Yah... Kejadian itu sudah dari dulu terjadi.... "Haaaah...." Mengingat saat pertama kali aku mengalami pubertas sebagai seorang laki-laki membuat ku menghela nafas panjang. Saat itu benar-benar bencana.... "Hahaha..." Tawa masam keluar dari mulut ku setelah aku mengingat lebih detail saat itu.
... Aku penasaran, apakah perasaan Mira sama seperti ku saat ia mengalami pubertas? Mengingat dulu nya ia adalah laki-laki.
Kesampingkan hal itu dulu... Karena sekarang aku adalah laki-laki remaja terlepas dari penampilan ku, perasaan ku juga ikut berubah.
Sebagai contoh... Aku bernafsu melihat wanita memakai pakaian ketat, atau saat ****** ***** seorang wanita terlihat saat angin kencang mengangkat rok nya... Itu salah satu contoh kalau perasaan ku makin lama berubah. Perlahan tapi pasti, perasaan ku saat aku masih sebagai gadis remaja mulai menghilang tergantikan sebagai laki-laki.
... Aku takut perasaan ku pada nya juga ikut menghilang, seperti aku melupakan nama asli nya. Mungkin, perasaan ku pada nya, hanyalah satu-satu nya perasaan yang tersisa saat aku masih sebagai gadis.
Karena itulah... Aku harus bergerak cepat! Mira sudah terlahirkan ke dunia ini. Aku harus cepat menyelesaikan Quest yang di berikan oleh Sistem, agar aku dapat kembali ke dunia ku sebelum nya... Untuk bertemu Mira asli! Kemudian setelah aku kembali...
Aku akan mengungkapkan perasaan ku pada nya.
\*\*\*
Karena kekuatan sistem, diri ku yang lain tidak mengingat nya. Dia sebenarnya adalah orang dari dunia lain.
Aku adalah seorang Putri dari suatu kerajaan di Benua Silia, kerajaan Fantasia tepat nya, salah satu kerajaan terbesar di Benua tempat Human tinggal.
Sebagai seorang Putri, hidup ku terkurung di istana, aku mendambakan hidup di luar istana. Setiap hari pikiran ku selalu tertuju ke luar istana.
Kira-kira apa yang terjadi di luar?
Kata nya kerajaan Dwarf memiliki teknologi tidak biasa, aku ingin melihat nya!
Bagaimana pemandangan hutan tempat tinggal para Elf?
Aku ingin melihat kerajaan Demi Human!
Aku ingin melihat lautan!
Aku ingin pergi ke Benua Chiso, yang katanya di sana hanya ada es, tapi apakah itu benar?
Pemikiran seperti itu terus berulang setiap hari di kepala ku... Memang aku kadang keluar istana, tapi itu hanya sebatas di ibu kota. Aku ingin melihat dunia yang lebih luas! Dunia yang tidak aku ketahui!
Walaupun aku memang ingin pergi keluar lebih jauh dari istana, aku sadar kalau di luar sana banyak bahaya yang mengintai, terlebih lagi sebagai posisi ku yang seorang Putri kerajaan, semakin banyak orang yang mengincar nyawa ku.
Dengan pemikiran seperti itu, suatu malam aku berdoa pada dewa, isi doa ku hanyalah permintaan kepada dewa untuk membawa ku ke dunia luar, dunia yang tidak aku ketahui. Jika dewa yang membawa ku keluar, tidak mungkin ada bahaya yang mengintai ku.
Sebenarnya aku tidak percaya dengan entitas yang di sebut dewa ini, tapi karena keinginan ku untuk melihat dunia luar sangat kuat, aku pun mencoba untuk berdoa pada nya.
Setelah berdoa, aku pun tidur.
Saat tertidur aku bermimpi mendengar suara. Suara seseorang. Suara itu seperti suara pria, wanita, dan anak-anak yang bicara pada saat bersamaan, suara itu mengatakan sesuatu menggunakan bahasa yang tidak ku mengerti.
Mimpi itu pun berakhir di situ. Aku pun terbangun.
Saat aku membuka mata ku, aku berada di tempat berbeda, di tempat asing. Aku mencoba menggerakkan tubuh ku, tapi tubuh ku tidak merespon.
Tiba-tiba tubuh ku bergerak sendiri, tubuh ku bangkit, duduk di atas kasur. Setelah tubuh ku bangkit dengan sendiri nya, aku akhir nya dapat melihat sekeliling ruangan... Seperti nya ini kamar. Tapi yang jelas, ini bukan kamar ku.
Tubuh ku bergerak lagi, turun dari kasur. Kemudian tubuh ku bergerak ke arah meja yang ada di ujung ruangan, dengan tangan kiri, tubuh ku mengambil sebuah benda kecil.
Benda kecil itu berbentuk persegi panjang, sebesar genggaman tangan... Benda ini adalah kaca...? Aku tidak yakin. Tapi dari bentuk nya mungkin kaca seukuran genggaman tangan. Tapi yang aneh nya, kaca ini berwarna gelap, pantulan yang di tunjukkan kaca pun tidak terlalu jelas, akibat kaca yang berwarna gelap. Walaupun kaca ini menunjukkan pantulan yang tidak terlalu jelas, aku dapat melihat pantulan diri ku.
Hah?
Seketika aku melihat pantulan diri ku, aku di landa rasa bingung.
Eh? Eeeh? Eeeeh!? Serius!?
Tubuh ku tidak memperdulikan kebingungan ku, jari tangan kiri ku bergerak dengan sendiri nya, menekan sebuah tombol kecil yang ada di samping kaca kecil.
Kaca kecil pun menyala!
Benda ini menyala! Yang jelas benda ini bukan kaca!
"Ah! Aku lupa meng-charge Smartphone ku."
Eh? Apa?
Tunggu! Lupakan hal itu! Yang lebih penting! Saat aku melihat pantulan diri ku di benda kecil yang ku genggam saat ini, aku melihat pantulan seorang remaja laki-laki. Itu benar! Aku tiba-tiba berubah menjadi seorang remaja laki-laki!
Bagaimana ini bisa terjadi... I-Itu benar. Ini hanya mimpi! Aku yakin itu!
Aku pun sangat yakin ini hanyalah mimpi, aku disini tidak bisa mengendalikan tubuh ku, seluruh anggota tubuh ku, kaki, tangan, mulut, mata, kepala, Semua nya! Aku tidak bisa mengendalikan nya!
Tubuh ku bergerak sendiri, seakan-akan tubuh ku sudah di atur. Di dalam mimpi ini aku menghabiskan waktu setahun, tapi setahun itu terasa sangat singkat. Yang jelas selama setahun ini aku belajar banyak mengenai dunia mimpi ini.
Pertama. Dunia mimpi ini tidak memiliki sihir, keberadaan sihir di gantikan dengan teknologi yang jauh lebih maju dari pada teknologi Ras Dwarf yang pernah aku dengar.
Kedua. Ras di dunia ini hanyalah Human.
Ketiga. Ternyata aku di dunia mimpi ini sangat tampan, aku bahkan sampai jatuh cinta pada diri ku sendiri, tapi sayang nya diri ku yang ini tidak pandai dalam berhubungan dengan orang di sekitar nya. Aku masih memiliki teman, hanya saja sangat sedikit, jika berinteraksi dengan orang asing, aku tidak tahu harus mengatakan apa... Sifat aku yang ini, mirip dengan sifat ku yang asli..
Itu beberapa hal yang ku pelajari selama setahun tinggal di dunia ini... Aku tahu hal yang ku pelajari sangat sedikit. Tapi, hey... Kau tahu kabar baik nya? akhir nya doa ku terkabul, selama aku menjadi diri ku yang ini, aku sering pergi keluar rumah. Karena diri ku yang ini hanyalah orang biasa, dan keamanan di dunia mimpi ini jauh lebih aman dari pada dunia nyata, jadi aku bisa keluar sesuka hati ke tempat yang jauh... Yah, walaupun bukan aku yang mengendalikan tubuh ku.
Hari ini, seperti nya diri ku sangat kesal, ini semua karena teman ku yang mengerjai ku, dia menaruh sepucuk surat di meja ku. Yang ku kira adalah surat cinta dari seorang gadis.
Mengetahui diri ku di kerjai, diri ku marah dan pulang kerumah, ternyata di rumah, ayah ku membelikan ku sebuah hadiah, aku tidak tahu benda apa itu tapi menurut diri ku yang ini, benda itu bernama Consol VR?
Saat diri ku memasang consol VR, pandangan ku sekejap di sorot cahaya terang hingga membutakan mata ku. Di saat bersamaan, aku merasakan sesuatu yang aneh, perasaan itu tidak dapat ku jelaskan, rasa nya seperti... Di tarik? Yah, aku tidak dapat mendeskripsikan perasaan aneh yang baru saja ku rasakan.
Setelah cahaya itu menghilang semua menjadi gelap, lalu tiba-tiba muncul sesuatu di depan ku.
"Welcome To Fantasy Life. Silahkan pilih Gender Avatar Anda."
Yang muncul adalah papan transparan dengan tulisan seperti itu tertulis di atas nya, aku tidak tahu apa yang tertulis di situ, tapi aku mengerti apa arti tulisan itu.
Diri ku yang ini menggerakkan tangan nya, menekan papan transparan, dia menggerakkan jari nya untuk menekan tombol Gender Pria.
Uugh! Jika di suruh memilih Gender, kenapa aku yang ini tidak memilih Gender perempuan saja, aku merasa tidak enak berada di tubuh laki-laki terus.
Tangan diri ku yang ini berhenti, ia merubah pikiran nya dan memilih Gender perempuan!
Serius! Pikiran ku tersampaikan ke diri ku yang ini? Biasa nya itu tidak mungkin. Mengingat ini hanya mimpi, seharus nya aku tidak bisa berinteraksi dengan diri ku yang ada di dalam mimpi.
"Silahkan atur penampilan Avatar Anda, bagian I."
Age :
Hair Color :
Eye Color :
Height :
Weight :
Mengabaikan monolog ku, papan transparan muncul lagi. Aku tidak tahu apa yang tertulis tapi aku tahu maksud nya. Untuk mencoba apakah pikiran ku tersampaikan atau tidak, aku pun mencoba memasukkan informasi tentang diri ku di dunia nyata ke diri ku yang ada di dalam mimpi.
Age :10Th
Hair Color :Silver
Eye Color :Red
Height :140cm
Weight : 40kg
Serius! Pikiran ku tersampaikan ke diri ku yang ini. Kalau begitu, aku bisa menciptakan diri ku di sebuah dunia bernama dunia Virtual yang diri ku dalam mimpi masuki?
"Silahkan atur penampilan Avatar Anda, bagian II."
Kali ini di suruh atur penampilan lagi tapi yang ini lebih detail. Aku pun secara tidak langsung mengarahkan diri ku yang ini untuk menciptakan diri ku yang ada di dunia nyata yang saat ini masih tertidur....
Dan ternyata berhasil. Diri ku yang ini berhasil menciptakan Human di dunia Virtual yang mirip, tidak... Bukan mirip lagi, itu sama persis dengan diri ku yang ada di dunia nyata.
"Tentukan nama Avatar anda."
Sekarang nama. Tidak mungkin memakai nama diri ku yang ini, sudah jelas tidak cocok, lagi pula nama diri ku yang ini nama laki-laki. Tidak cocok untuk Human yang baru saja dia ciptakan. Pemikiran jahil terbesit di dalam kepala ku kemudian aku membisikkan nama ku yang ada di dunia nyata.
"Mira." Kata ku berbisik.
Dan diri ku melakukan nya! Aku benar-benar menuliskan nama Mira!
Mimpi panjang pun berakhir, aku terbangun di kamar ku.
\*\*\*
"Aku tidak menyangka kalau hal yang ku lakukan itu berdampak besar pada dunia ini. Jika aku tidak melakukan hal itu, apakah diri ku yang lain tidak akan pernah menjadi Mira, Putri kerajaan Fantasia? Aku tidak tahu jawaban atas pertanyaan itu, tapi yang jelas... Aku tidak menyesali atas apa yang telah aku lakukan... Justru aku merasa sangat bahagia!"