From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 304 Mira VS Ke empat Player



"Super Magic: The Golden Punishment!"


Mira mengaktifkan sihir nya, seketika langit yang ditutupi awan hitam akibat sihir Mira sebelum nya berubah, awan hitam seketika menghilang menunjukkan langit cerah tanpa awan, kemudian dari langit cerah itu jutaan lingkaran sihir muncul menutupi langit Benua Aziliya.


Jutaan lingkaran sihir itu kemudian menembakkan jutaan lembing cahaya yang sangat terang. Lembing cahaya itu memiliki panas yang cukup untuk melelehkan kulit mahluk hidup. Lembing cahaya itu secara otomatis mengarah ke empat Player, yang segera bereaksi untuk menangkis jumlah serangan yang mencapai jutaan itu.


Siegurd dengan cepat mengambil pedang lain nya dari (Inventori) menangkis lembing cahaya yang jatuh dengan pedang yang masing-masing ia pegang di tangan kiri dan kanan nya.


Bruno merubah tubuh nya menjadi benda super keras yang dapat menahan panas tinggi, yaitu Mithril. Seluruh tubuh nya saat ini secara harfiah terbuat dari mithril. Mulai dari kulit, tulang, otot, urat, dan bahkan darah nya yang juga ikut berubah menjadi Mithril cair.


Javelin sama seperti Siegurd, ia menggunakan senjata yang ia pegang yang berupa tombak berwarna perak, untuk menangkis jutaan lembing cahaya yang jatuh dari atas langit.


Dan Catulus, yang merupakan pemanah handal, menembaki lembing cahaya yang jatuh dari langit sebelum lembing itu menyentuh nya. Tentu saja ia melakukan nya dengan kecepatan tinggi.


Secepat apapun mereka menangkis, dan sekeras apapun pertahanan mereka, ada batas yang bisa di lakukan oleh empat orang. Dan terlihat mereka tidak dapat mencegah semua serangan yang datang dari langit secara beruntun.


Terlihat tubuh mereka mulai menunjukkan luka yang tidak sedikit, akibat tidak dapat menahan seluruh lembing cahaya yang datang menyerang mereka.


Mira melihat dengan dingin ke empat Player yang berusaha keras untuk menangkis lembing cahaya yang terus berjatuhan dari langit. Ia tidak memperdulikan daerah sekitar nya yang juga ikut terkena dampak serangan nya itu. Sembari menghitung durasi sihir yang ia aktifkan, Mira bersiap untuk merapal mantra nya lagi.


Akhir nya sihir Mira selesai, seluruh lingkaran sihir di atas langit menghilang, para Player yang sudah menerima luka yang cukup parah menghembuskan nafas lega. 'Setelah berhasil memberikan Damage yang cukup signifikan kepada kami, dia masih bisa berkata kalau empat lawan satu itu tidak adil!?' Pikir Catulus dengan kesal. Walaupun ia terluka parah, ia masih bisa menunjukkan kekesalan nya terhadap Mira yang mengkeritik perbuatan mereka yang menyerang nya dengan keroyokan. Seharus nya dia sadar kalau kekuatan nya sendiri saja sudah tidak adil, tidak mungkin mereka bisa menang kalau satu lawan satu.


"Aku masih belum selesai. Super Magic: Fire Ball!"


Belum selesai mereka merasa lega, Mira menggunakan sihir api, ia menciptakan bola api berdiameter seratus meter. Bola api itu melesat ke arah mereka dengan kecepatan tinggi. Sesuai dengan ukuran nya yang besar, bola api itu juga bersuhu tinggi, bola api itu bersuhu ribuan derajat celsius. Dengan api yang sebegitu panas nya, seketika tanah Benua yang telah berubah menjadi pasir hangus terbakar saat bola api itu melesat ke arah empat Player.


Karena mereka masih merasa kelelahan akibat menahan serangan Mira sebelum nya, reaksi mereka kali ini agak terlambat. Seharus nya mereka bisa menghindar bola api yang saat ini sedang mengarah ke arah mereka. Tapi karena rasa lelah, mereka hanya bisa menatap bola api yang terus melesat ke arah mereka. Kecuali satu orang. Yaitu Bruno. Dia yang tidak terlalu banyak bergerak sebelum nya, dan masih menyimpan tenaga, ia pun bergerak menghalangi jalan bola api itu agar tidak terkena teman-teman nya.


Dia kemudian memperkuat pertahanan tubuh nya, dengan membuat mithril yang lebih tebal dari sebelum nya.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaakh!" Seiring dengan ia menahan bola api yang besar dan panas, Bruno berteriak. Tidak diketahui dengan jelas mengapa ia melakukan itu, apakah karena kesakitan? Untuk mengeluarkan semangat nya? Atau karena hal lain. Tidak ada yang mengetahui hal itu kecuali Bruno seorang.


"Boom!" Selama beberapa detik Bruno menahan bola api itu, tiba-tiba bola api itu meledak, menyebabkan kawan-kawan Bruno yang ia lindungi sebelum nya terpental tiga meter kebelakang, walaupun begitu, mereka tidak terluka sama sekali. Berbeda nasib dengan kawan-kawan nya, Bruno yang menahan serangan itu secara langsung terluka sangat parah. Seluruh tubuh nya menderita luka bakar serius. "Ha... Ha... Ha... Ha..." Bruno terengah-engah akibat menerima serangan itu, ia terjatuh berlutut ketanah. Tidak memperdulikan tubuh nya yang di penuhi luka, Bruno membuka (Inventori) nya untuk mengambil Potion penyembuh.


"Kau pikir aku akan membiarkan mu melakukan itu! Super Magic: Tornado!"


Sesaat Bruno memegang botol Potion dan hendak meminum nya, Mira melancarkan serangan lanjutan. Ia menciptakan sebuah tornado besar yang tinggi pusaran angin nya mencapai seratus lima puluh meter.


Sesaat panah itu melakukan kontak dengan pusaran angin, panah itu berubah meniadi sebuah bola kecil seukuran kelereng. Bola kecil berwarna hitam itu kemudian menghisap pusaran angin yang di ciptakan Mira. Panah yang di tembakkan Catulus adalah Skill milik nya, yang bernama. (Black Hole Arrow) yang memiliki efek yang sama dengan (Super Magic: Black Hole), walaupun memiliki efek yang sama, Skill ini memberikan Damage yang sedikit kepada musuh. Ini berbanding terbalik dengan (Super Magic: Black Hole) yang memberikan Damage yang besar kepada musuh. Walaupun Skill ini memberikan sedikit Damage kepada musuh, Skill ini masih berguna untuk menghisap serangan lawan. Atas alasan itulah, Catulus menggunakan Skill ini hanya untuk mengkounter serangan musuh.


Setelah sihir Mira menghilang, Javelin membalas serangan Mira. Ia melemparkan tombak berwarna biru pucat.


"Barrier!" Mire berteriak mengaktifkan sihir pelindung.


Saat tombak Javelin berkontak langsung dengan medan transparan milik Mira, tombak itu seketika mengeluarkan hawa dingin. Seketika, medan transparan yang berfungsi melindungi Mira membeku menunjukkan bentuk nya. Medan itu berbentuk setengah lingkaran, membentuk sebuah kubah yang seketika menutupi Mira 360°


Karena medan transparan yang di buat nya berubah menjadi es, pandangan Mira terganggu, ia segera melompat ke belakang menabrak bagian belakang kubah hingga hancur.


Sesaat ia keluar dari kubah es itu, Bruno dan Siegurd menyambut Mira. Bruno dengan tubuh nya yang telah berubah menjadi Berlian bersiap memukul Mira dengan bogem mentah nya, lalu Siegurd dengan pedang yang ia pegang dengan kedua tangan nya bersiap menebas Mira.


Sudah ku duga mereka akan melakukan ini. Taktik klasik. Pikir Mira dengan tenang sambil bersiap-siap merapal mantra sihir nya.


"Sword Skill..." Siegurd berkata menyiapkan Skill nya.


Jika aku menggunakan (Barrier), tidak salah lagi (Barrier) ku akan pecah jika mereka berdua menyerang secara bersamaan, kalau begitu satu-satu nya cara untuk lepas dari situasi ini adalah...


"Super Magic: Time Stop!"


Seketika Mira menyelesaikan mantra nya, pergerakan Siegurd dan Bruno berhenti. Tidak, bukan hanya mereka, Catulus dan Javelin juga berhenti bergerak. Mereka berdua dalam posisi bersiap menyerang Mira, Javelin terhenti dengan pose hendak melempar tombak dan Catulus dalam posisi bersiap-siap melepaskan anak panah dari busur nya, lebih tepat nya, bukan mereka berempat yang berhenti, tapi waktu itu sendiri berhenti bergerak. Mira menggunakan sihir penghenti waktu dengan jangkauan luas, saat ini seluruh waktu di Benua Aziliya telah berhenti.


"Hah... Hah.... Hah..." Sesaat waktu berhenti, Mira tiba-tiba jatuh berlutut, tubuh nya seketika lemas, sekujur tubuh nya tertutupi keringat dingin, lalu darah keluar dari hidung nya.


'Seperti nya tubuh mu sudah tidak kuat menahan beban dari (Super Magic: Time Stop) Mira.' Suara Gloria tiba-tiba menggema di kepala Mira, mengatakan hal itu dengan nada tenang.


"Kena....pa.... Bukankah aku masih memiliki waktu..."


Mira saat ini merubah Class nya dari (Princess) menjadi (Mage), dengan merubah Class nya ia bisa menggunakan (Super Magic) dan bisa mengeluarkan energi sihir sesuka hati nya, hal ini tidak bisa ia lakukan saat Class nya masih berupa (Princess). Walaupun begitu, ada batas dalam merubah Class nya, ia hanya bisa merubah Class nya hanya dalam waktu sepuluh menit. Setelah sepuluh menit, tubuh Mira akan melemah. Hanya saja saat ini ia baru merubah Class nya selama lima menit, seharus nya masih ada lima menit yang tersisa. Bagaimana mungkin tubuh nya sudah melemah sebelum batas waktu yang di tentukan?


'(Super Magic: Time Stop) memiliki efek samping yang jauh lebih kuat dari (Super Magic) lain nya yang kau miliki.


"..." Mira tidak bisa berkata-kata, ia hanya bisa berdiri perlahan sembari menghapus darah yang keluar dari hidung nya. Setelah ia berdiri tegak, Mira mundur selangkah menghindari serangan dari Siegurd dan Bruno.


Mira kemudian menonaktifkan sihir nya, setelah itu waktu kembali berjalan.