From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 258 Hari Kedua Invasi III



Setelah Mira melaporkan apa yang terjadi di kota Paela kepada para komandan.


Selir Shina yang juga ikut hadir saat Mira melapor, tidak bisa berkata-kata. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Dia kebingungan dengan sifat santai Mira yang seperti tidak ada beban, bahkan setelah dia membantai banyak orang.


Dia tidak mengerti jalan pikir Mira yang dengan mudah membuat rencana kejam seperti itu.


Dan yang paling penting... Dia tidak ingin mengerti Mira sama sekali... Seseorang yang seperti nya sudah kehilangan perikemanusiaan nya, apakah pantas untuk di mengerti? Jawaban nya jelas, tidak. Mira tidak harus di mengerti. Dia sudah salah, bukan Shina yang naif, tetapi Mira yang kejam! Tidak memiliki rasa empati terhadap sesama, tidak memiliki belas kasihan membantai penduduk kota.... Itulah yang Shina pikirkan, setelah Mira menjelaskan semua hal kepada para komandan.


Memang itu rencana yang menguntungkan. Tapi.... Shina menggigit bibir bawah nya, wajah nya cemberut. Dia akhir nya berdiri dari tempat nya duduk, pergi keluar tenda, lalu berjalan menuju tenda tempat nya beristirahat.


Sesampai nya dia di tenda tempat nya beristirahat, Shina pergi ke ujung ruangan yang di sana terdapat meja belajar kecil. Tenda tempat istirahat orang-orang yang memiliki status, seperti Para komandan, penyusun strategi, dan prajurit di divisi komunikasi. Memiliki parabotan yang sama dengan tenda istirahat milik Mira, yang isi nya ada satu buah tempat tidur, tempat menggantung pakaian, dan meja kecil untuk menulis. Di meja tempat menulis itu ada sebuah laci kecil tempat menyimpan alat tulis, seperti kertas, tinta, dan pena. Akan tetapi, laci meja milik Shina ada barang lain selain alat tulis.


Shina sampai di depan meja kecil yang ada di dalam tenda tempat nya beristirahat, ia membuka laci meja nya, dan mengambil barang yang seharus nya tidak ada di laci itu.


Barang itu adalah Crystal sihir (Teleportation). Shina menggenggam Crystal sihir dengan tangan kanan nya, kemudian dia membanting Crystal ke lantai.


Cahaya terang keluar dari Crystal, mengubah tubuh Shina menjadi partikel-partikel kecil. Sedetik kemudian dia menghilang dari tempat nya berdiri.


\*\*\*


Di saat bersamaan, saat Shina berjalan menuju tenda tempat nya beristirahat.


Putri Catulus berada di sebuah tempat sepi beberapa meter dari markas pusat, dia sedang melihat burung merpati yang sedang bergerak mendekati nya. Saat burung itu sudah berjarak satu meter dari atas kepala Putri Catulus, burung itu berubah menjadi selembar kertas. Dengan cekatan Putri Catulus menangkap surat itu sebelum menyentuh tanah.


"Rencana sejauh ini berjalan dengan lancar. Lanjutkan rencana, dan terus berhati-hati."


Itu adalah yang tertulis di atas kertas yang di terima oleh Catulus. Setelah Catulus membaca surat itu, kertas itu mengeluarkan api, membakar nya tidak tersisa, bahkan abu bakar nya pun juga ikut terbakar. Tidak meninggalkan jejak kalau Catulus sedang menerima surat barusan.


"Lanjutkan rencana ya." Gumam Catulus, sambil melihat ke atas langit malam yang di penuhi dengan bintang. Ia menghirup nafas, lalu menghembuskan nya, menyiapkan hati nya untuk menjalankan rencana berikut nya.


Setelah hati nya sudah siap, Catulus merogoh kantung baju nya, dan mengambil Crystal sihir (Teleportation). Dengan begitu, ia siap untuk berteleportasi ke suatu tempat.... Hingga akhir nya...


"Hmmm?"


Catulus merasakan energi sihir asing. Energi sihir itu terasa samar-samar di udara, hingga pada akhir nya energi sihir itu menghilang secara total.... Sebaiknya aku berteleportasi di tenda tempat ku beristirahat.... Pikir Catulus. Walaupun energi sihir yang di rasakan Catulus memang samar-samar, tetapi ia merasa seperti sedang di awasi. Membuat Catulus di landa rasa paranoid berdiam diri di tempat nya sekarang. Dengan perasaan paranoid, Catulus pun berjalan kembali menuju markas pusat.


Berjarak 15 meter, terdapat binatang melata yang terus mengawasi pergerakan Catulus. Saat Catulus kembali ke tenda nya, binatang melata itu mengikuti dari jarak yang tidak bisa di deteksi oleh Catulus


Sesampai nya, Catulus di tenda tempat ia beristirahat, Catulus mengambil semua pakaian nya yang tergantung di gantungan. Dia menghamburkan pakaian itu membentuk seperti tubuh manusia, lalu ia menutupi pakaian yang di hamburkan nya itu dengan selimut. Alhasil, kasur Catulus pun terlihat seperti ada orang yang meniduri nya. Setelah selesai, Catulus langsung membanting Crystal sihir nya, dan berhasil berteleportasi kesuatu tempat.


Saat binatang melata itu, sampai ke tenda tempat Catulus beristirahat, binatang itu mengecek ke dalam tenda, dan menemukan Catulus (palsu) yang tertidur di atas kasur. Binatang melata itu pun pergi, tanpa mengetahui kalau Catulus yang di lihat nya hanyalah tumpukan pakaian.


Di daerah perbatasan, komandan besar perang, kapten dari divisi komunikasi dan Jack, sedang mengawasi pasukan Demon yang masih berada di sebrang sungai. Beberapa pasukan aliansi sudah di kirim ke markas pusat untuk beristirahat menggunakan Crystal sihir (Teleportation), pasukan Demon juga begitu, mereka mengirim hampir semua pasukan nya ke markas pusat untuk beristirahat. Yang sekarang di perbatasan hanyalah pasukan yang bertugas mengawasi pergerakan masing-masing.


Komandan besar pasukan aliansi adalah Raja kerajaan Fantasia, Charles. Dia di pilih karena dia memiliki sebuah pusaka kerajaan yang berupa pedang suci, dan dia di katakan adalah Human terkuat. Karena itulah dia dipilih menjadi komandan besar pasukan aliansi.


Kapten divisi komunikasi, selalu siap untuk mengirimkan pesan untuk markas pusat jika pasukan Demon melakukan gerakan mencurigakan. Dan Jack juga sudah dalam mode siap bertempur kapan saja. Walaupun hari sudah malam, itu tidak menjamin pasukan lawan tidak akan menyerang... Justru di waktu malam, kemungkinan pasukan musuh akan menyerang sangat tinggi, karena saat ini pasukan aliansi sebagian besar di kirim ke markas pusat untuk beristirahat.


"Anak ku... Istirahatlah... Biar kami yang mengawasi di sini."


Saat Jack sedang mengawasi pasukan Demon, dia terkejut dengan seseorang yang memanggil nya dengan begitu akrab. Orang itu memanggil Jack, seperti anak nya sendiri. Jack menengok ke samping, di sana berdiri raja dari kerajaan terbesar di Benua Silia. Dia adalah Charles raja dari kerajaan Fantasia.


"Yang Mulia." Balas Jack. "Bisakah anda berhenti memanggil saya seperti itu? Saya bukanlah anak yang mulia." Jack merasa tidak enak di panggil seperti seorang anak oleh orang tua Mira, hati nya di penuhi dengan rasa bersalah.


"Hm? Kau sebentar lagi akan menikahi Yuri kan? Tidak ada salah nya aku memanggil menantu ku dengan sebutan 'anak ku', lagipula aku memanggil semua suami anak-anak ku seperti itu."


"Be-Begitukah...? A-Ahahaha...." Jawab Jack, dengan senyum masam di wajah nya.


Melihat Jack yang merasa tidak nyaman, membuat Charles tersenyum. "Yah. Kalau kau masih tidak mau di panggil seperti itu, aku akan memanggil mu Jack untuk saat ini." Kata Charles, tersenyum, sambil menepuk pundak Jack.


Mendengar perkataan Charles itu membuat Jack menghela nafas lega. Dia sungguh tidak nyaman di panggil seperti itu. Yang lebih tidak nyaman nya lagi, Charles akan memanggil nya dengan sebutan 'Anak ku' jika hanya dia dan Yuri, Charles akan memanggil Jack dengan nama nya saat Mira atau Ibu nya, Carla ada di sekitar Charles.


"Tetapi... Selangkah lagi aku bisa mewujudkan mimpi ku, untuk melihat semua anak ku menikah... Hal yang perlu ku lakukan hanya tinggal menemukan calon untuk Mira, dia juga cukup umur untuk menikah." Kata Charles, bercanda sambil mengangguk-anggukkan kepala nya dengan wajah serius.


Sampai anda tutup umur pun, anda tidak akan bisa membuat Kak Mira menikah.... Pikir Jack sambil tersenyum pahit di wajah nya. Jack tahu keperibadian Mira, dia sangat membenci laki-laki. Saat Jack, Arisa, Natasha dan Mira masih tinggal di kota Tiramisu dulu, banyak laki-laki yang terpikat oleh Mira. Walaupun dia masih anak-anak, Mira sudah memiliki karisma untuk memikat para pria, penampilan imut nya malah menjadi nilai plus. Jack mengingat, saat mereka berjalan-jalan di kota Tiramisu dulu, ada seorang pria yang tiba-tiba meninggalkan pacar nya dan bersujud di depan Mira, memohon untuk menikah dengan nya. Ada juga, seorang bangsawan dari kerajaan kecil yang berkunjung di kota Tiramisu yang ingin menculik Mira pada saat itu. Mulai saat-saat itulah Mira mulai berpikir kalau LAKI-LAKI adalah mahluk jahat, egois, dan nafsuan.


"Saat itu, benar-benar merepotkan, tetapi juga sangat menyenangkan..." Jack bergumam, dengan senyum di wajah nya, saat mengingat hari-hari nya di kota Tiramisu. Dari awal Mira bersikap tidak ramah dengan nya, karena dia adalah satu-satu nya lelaki di dalam kelompok, walaupun begitu, Mira sangat memperhatikan nya, seperti seorang kakak perempuan yang memperhatikan adik kecil nya... Senyum Jack tiba-tiba menghilang saat mengingat sifat Mira kepada nya baru-baru ini... Mira, yang biasa memperhatikan nya. Mulai mengabaikan nya, dia menganggap Jack tidak ada di sana, dia bahkan tidak mengakui seseorang bernama Jack. Jack tidak bisa menyalahkan Mira, karena itu adalah kesalahan nya sendiri, kesalahan karena menjadi bodoh! Kesalahan karena menjadi sombong hanya karena sedikit kekuatan...


"Apa kau mengatakan sesuatu Jack?" Charles bertanya, mendengar gumaman Jack.


Jack menggelengkan kepala nya. "Tidak... Bukan apa-apa. Yang Mulia bolehkan aku istirahat sebentar?"


"Ya. Silahkan."


"Terima kasih."


Jack berjalan menjauh dari Charles dengan wajah cemberut, mengigit bibir nya hingga berdarah... "Berapa lamapun waktu berlalu, dosa ku tidak akan pernah hilang...." Kata Jack dengan suara getir.


Author's Note.


Jika ada kesalahan ketik. Silahkan lapor di kolom komentar.