From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 124 Hutan Roh, dan Budak Baru. Perspektif Natasha.



"Mi-Mira!! Berhenti!! Kau akan melukai dirimu sendiri!" Aku berteriak memberitahu Mira dengan panik.


Mira mengeluarkan energi sihir yang sangat besar, semua pepohonan tersapu karena energi sihir yang di keluarkan Mira. Kalau terus seperti ini dia akan muntah darah seperti sebelum nya. Apa sebenarnya hubungan Mira dengan Sieg dan Raja Elf bernama Javelin itu?


Aku mendekati Mira dengan perlahan, kalau bisa aku ingin langsung menerjang Mira, tapi energi sihir di sekitar Mira sangat kuat sehingga aku mungkin akan terpental karena nya.


Saat di dekat Mira, aku langsung mendekap nya, energi sihir Mira masih meluap-luap, tubuh ku tidak bisa menahan energi ini! Tubuh ku saja tidak bisa menahan, apalagi Mira yang kekuatan nya melemah, dia pasti akan terluka parah jika terus mengeluarkan energi sihir sebesar ini!


"Mira!! Sadarlah!!"


Mira tersentak, kemudian ia mendongak melihat wajah ku. "Natasha?"


"Iya, aku Natasha! Kenapa kau mengeluarkan energi sihir sebesar itu? Kau lupa apa yang terjadi di peternakan?"


Aku melepaskan dekapan ku. Mira langsung memegangi kepala nya.


"Apa yang terjadi barusan?" Kata Mira bingung.


"A-apaan itu!! Kenapa kau mengeluarkan energi sihir sebesar itu!? Kau tahu kami tidak bisa menahan energi sihir mu!!" Teriak Roh bernama Thinkie.


Aku tidak tahu kenapa aku bisa melihat Roh, seharus nya Ras selain Elf tidak bisa melihat nya. Sepertinya Thinkie menunjukkan wujud nya pada kami.


"Maaf, Thinkie. Aku sedikit kesal tadi, jadi aku tidak bisa mengendalikan kekuatan ku." Kata Mira tersenyum.


Senyum Mira tidak seperti biasa nya, kali ini ia menyembunyikan sesuatu dari senyum nya.


Arisa dan Jack datang mendekati ku. Mereka sebelum nya di beri tugas oleh Mira untuk mengawasi Raja Elf bernama Oberon, sewaktu ku tanya kenapa mereka kesini, Arisa menjawab.


"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepada Ratu Roh, jadi tugas itu kuberikan pada Amanda."


Setelah mendengar jawaban ini aku menjadi khawatir, biasanya Mira akan marah karena ini, tapi kali ini dia tidak marah!? Malahan dia tidak sadar akan kedatangan Arisa dan Jack.


Karena khawatir, aku menepuk pundak Mira.


Mira terkejut.


"Kenapa Natasha?"


"Arisa dan Jack bolos dari tugas."


Mira menatap Arisa dan Jack, kemudian ia memanggil mereka berdua dengan suara lembut.


"Arisa. Jack." Kata Mira dengan lembut.


Kenapa ini? Biasanya dia akan membentak Arisa dan Jack karena bolos dari tugas.


Sementara aku berfikir seperti itu, Mira melanjutkan perkataan nya.


"Kenapa kalian di sini?"


"Anu.... Begini Kak Mira, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepada Ratu Roh."


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Aku ingin bertanya bisakah aku mendapatkan kekuatan Roh untuk meningkatkan kekuatan sihir ku?" Arisa melihat ke Mira, kemudian ia memandang Thinkie dengan tatapan memelas.


"Boleh saja, kau mendapatkan kekuatan Roh." Jawab Thinkie.


Dia menjawab tanpa masalah, seharus nya orang luar tidak boleh kan mendapatkan kekuatan Roh.


"Apakah tidak apa-apa? Maksud ku. Aku sangat berterima kasih. Tapi, aku bukan Elf dari negara ini. Bukan kah Elf luar dari negara ini tidak boleh mendapatkan kekuatan Roh." Kata Arisa dengan nada bermasalah.


Arisa benar, seharus nya itu tidak boleh.


"Hmmmm," Gumam Thinke. "Tunggu sebentar!" Kata Thinke ke Arisa.


Thinkie kemudian melihat ke arah Oberon yang di sekap oleh Amanda. "Oberon tidak apa-apa kan, gadis ini mendapatkan kekuatan Roh." Kata thinkie sambil menunjuk Arisa.


"Tidak boleh." Jawab Oberon dengan lantang, suara nya yang lantang seharus nya bisa membuat orang takut, tapi. Karena posisi nya yang saat ini sedang tebaring tengkurap dengan Rantai darah yang mengikat tubuh nya , membuat suara lantang nya dan aura kewibawaan nya hancur berantakan.


Melihat hal ini, aku tidak bisa menahan tawa ku lagi. Aku tertawa terbahak-bahak, tapi aku menghentikan nya dengan segera, karena aku biasanya kena pukul Mira kalau tertawa di situasi seperti ini. Tapi saat aku melihat ke Mira, Mira hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.


"Kau dengar itu, kau tidak boleh mendapatkan kekuatan Roh." Kata Thinke pada Arisa.


Arisa langsung kecewa, Jack yang ada di sebelah Arisa menghibur dengan menepuk-nepuk kepala Arisa. Momen itu sangat menyentuh, lalu tiba-tiba momen menyentuh itu hancur dengan perkataan Mira.


"Arisa kau tidak perlu izin untuk masalah itu, sekarang kerajaan Elf adalah milik ku. Tunggu sebentar biar aku bunuh anggota kerajaan di negara ini." Kata Mira dengan santai


Setelah mendegar perkataan itu, semua Elf menjadi pucat.


Mira melihat ke arah Amanda yang kebetulan saat itu sedang berada di dekat Raja Elf. "Jangan segan-segan Amanda!" setelah itu ia melihat ke arah Lizard. "Lizard musnahkan seluruh anggota kerajaan dengan satu nafas!"


Amanda dan Lizard mengangguk.


Sebelum mereka berdua menyerang, Raja Elf Oberon berteriak. "Tu-tunggu!!" Suara nya gemetaran. "Ba-baiklah... Ga-gadis itu boleh mendapatkan nya!! To-tolong jangan bunuh aku dan keluarga ku!"


"Ka-kalau begitu... Aku buka portal menuju Hutan Roh." Jawab Thinkie dengan nada bermasalah.


Thinkie menggoyang-goyang kan tangan nya, setelah itu muncul dimensi ruang sebesar tubuh Pria dewasa.


"Kalau begitu... Siapa nama mu tadi?" Tanya Thinke ke Arisa.


"Arisa."


"Kalau begitu, Arisa sekarang ikut aku kehutan Roh."


"Boleh aku dan Mira ikut?" Aku menghentikan mereka saat hendak masuk kedalam dimensi ruang.


Thinkie melihat ke arah ku dan kearah Mira bergantian, kemudian ia dengan ragu-ragu menjawab.


"A-aku rasa tidak apa-apa kalian ikut."


Setelah menjawab, Thinkie masuk kedalam dimensi ruang, di ikuti dengan Arisa.


"Ayo Mira!" Kata ku sambil menarik tangan Mira.


"Kemana?" Jawab Mira dengan bingung.


"Ke Hutan Roh. Kita di ajak Thinkie ke Hutan Roh, tidak sopan kan kalau kita menolak." Sebenarnya aku yang memaksa ikut.


"Kau benar, ayo kita kesana."


Aku menggenggam tangan Mira memasuki Dimensi Ruang. Saat kami masuk, pandangan kami menjadi gelap, beberapa detik kemudian kami melihat pohon-pohon di penuhi dengan daun berwarna-warni seperti pelangi, hal itu sangat indah, aku baru pertama kali melihat hal yang sangat indah seperti ini dalam hidup ku.


"Mira hutan warna-warni!"


Mira hanya diam, biasanya dia yang akan paling bersemangat jika melihat hal seperti ini.


Ia hanya diam menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.


"Mira? Kau kenapa?" Kata ku dengan nada meninggi.


"Aku tidak apa-apa, kau duluan saja menyusul Arisa."


Aku tidak menuruti perintah Mira, aku hanya berdiam diri di samping Mira seperti patung. Dan Mira juga tidak bergerak ia hanya menatap lurus kedepan. Selama beberapa menit kami berdiam diri, suasana canggung sangat terasa di antara kami, baru kali ini terjadi antara aku dan Mira, biasanya jika kami berdua tidak akan pernah ada suasana canggung. Tapi kali ini suasana canggung sangat terasa di antara kami.


"Mira, sudah ku duga kau aneh... Ini terjadi setelah kau mengeluarkan energi sihir yang besar sebelum nya. Apakah tubuh mu baik-baik saja, apakah ada yang sakit."


"Aku tidak apa-apa, aku hanya berusaha untuk mendekati Mira."


Aku bingung dengan perkataan Mira, berusaha untuk mendekati Mira? Apa maksud nya itu?


Saat aku memikirkan hal itu, Mira berkata lagi.


"Seperti nya, Arisa di pilih semua Roh."


Setelah Mira berkata seperti itu, energi sihir yang kuat terpancar dari dalam hutan warna-warni. Energi ini setara dengan delapan puluh persen kekuatan ku. Energi sihir siapa ini?


"Ini milik Arisa, kau tidak perlu khawatir Natasha."


Mira menjawab pikiran ku. Seperti nya Mira bisa membaca pikiran ku.


Arisa datang bersama dengan Thinkie, saat ia datang tidak ada perubahan pada Arisa, aku pikir akan ada perubahan karena ia mendapatkan kekuatan Roh, tapi ternyata tidak ada perubahan sama sekali.


Kami keluar dari Hutan Roh, saat sudah keluar, sudah ada Jack yang menunggu kami dengan marah.


"Kenapa kalian, tidak membawa ku!! Aku juga mau ikut!" Kata Jack marah.


"Bukan begitu, kami memiliki alasan karena tidak membawa mu." Jawab Arisa.


"Apa alasan nya?"


"Jack berhenti bercanda!" Mira berteriak.


Jack yang awal nya marah menjadi takut, ia tanpa sadar menjauh dari kami. Arisa juga yang berada di dekat Mira langsung menjauh, sedangkan aku hanya terkejut dengan Mira yang tiba-tiba berteriak.


"Para Elf sekalian!! Mulai sekarang kalian adalah budak ku! Kalian harus menuruti apa yang ku katakan... Bukan, kalian pasti akan menuruti apa yang ku katakan. Jika ada yang menolak, akan ku bunuh orang yang menolak itu sekarang! Jadi beritahu aku siapa yang menolak untuk menjadi budak ku!" Kata Mira dengan lantang.


Keadaan menjadi hening, tidak ada yang berani buka mulut. Saat ini Mira serius ingin menjadikan Elf sebagai budak. Sedangkan Raja Elf Oberon seperti nya ingin mengatakan sesuatu tapi ia tidak berani untuk melakukan nya. Mira melanjutkan perkataan nya lagi.


"Karena tidak ada yang menjawab, ku anggap kalian setuju. Amanda! Dan para Vampir sekalian! Hisap darah para Elf sekarang!"


Semua Vampir berlutut.


"Akan kami laksanakan!"


Setelah itu, semua Vampir kecuali aku menghisap semua darah Elf. Hal itu membuat Elf resmi menjadi budak darah para Vampir sekarang.