From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 279 Hari Ketiga Invasi XIV



Aku sampai di markas pusat dengan sihir (Teleportation). Entah aku beruntung atau sial, saat aku sampai di markas pusat, semua orang seperti sudah menunggu kedatangan ku. Lalu ayah datang mendekati ku, dan menjelaskan mengapa situasi nya menjadi seperti ini.


"Laporan dari pengawas di lembah Phacelia telah sampai beberapa menit yang lalu." Kata ayah melaporkan dengan tenang. "Pasukan demon sudah dekat dengan lembah."


"Ayah sudah menyiapkan pasukan untuk ke sana?"


"Sudah. Yang kami perlukan saat ini hanyalah pemimpin pasukan khusus penyerangan ke lembah itu."


"Begitu... Natasha, ayo kita pergi. Ada pasukan yang harus aku pimpin."


Natasha membungkuk, menjawab "Baik!" lalu kami pergi ke pasukan khusus operasi yang telah di siapkan. Sebelum pergi aku mendekati Arisa, menyuruh nya membungkuk menyamakan tinggi nya dengan ku, kemudian aku berbisik ke telinga nya.


"Bagaimana pergerakan Putri Catulus?"


"Dia masih belum melakukan pergerakan aneh," Jawab Arisa dengan berbisik. "Tapi yang pasti, Putri Catulus tidak ikut ke garis depan."


Aku kira dia akan ikut, setelah ia berdebat sangat panas dengan ku tadi pagi mengenai apakah aku pantas memimpin pasukan atau tidak, ia bahkan menawarkan diri untuk menggantikan ku dalam memimpin pasukan. Apakah ia frustasi karena tidan terpilih, hingga membuat nya tidak ingin ikut ke garis depan? Yah... Aku tidak tahu jawaban pasti nya, yang pasti pergerakan Putri Catulus saat ini aneh, dan itu tidak bisa di biarkan.


"Kau tinggal di markas pusat, dan awasi Putri Catulus dengan ketat." Aku menyuruh Arisa dengan cara berbisik ke telinga nya. Arisa mengangguk, menandakan ia mengikuti perintah ku. Arisa pun kemudian berjalan menuju ke tenda Putri Catulus. Setelah melihat Arisa berjalan ke tenda Putri Catulus, aku pun pergi ke pasukan khusus yang telah menunggu ku bersama dengan Natasha.


"Baiklah kalian semua!" Aku berteriak kepada pasukan khusus yang akan ku pimpin. "Yang harus kalian lakukan saat ini hanya satu. Turuti perintah ku!"


"Baik, Komandan!" Jawab para prajurit dengan tegas.


Aku mengangguk puas dengan jawaban mereka. Beberapa orang kemudian datang membawa Crystal sihir besar. Crystal sihir itu sudah di mantrai dengan sihir (Teleportation), dan kordinat lokasi perpindahan nya sudah di sesuaikan ke tempat khusus di lembah Phacelia. Beberapa orang yang membawa Crystal sihir kemudian memberikan Crystal sihir ke beberapa orang di pasukan khusus yang ku pimpin. Pasukan yang ku pimpin kemudian berkumpul membentuk formasi lingkaran, aku dan Natasha berada di posisi paling depan, lalu di tengah-tengah lingkaran ada orang-orang yang membawa Crystal sihir (Teleportation).


Crystal sihir di banting, hancur berkeping-keping, mengaktifkan sihir yang ada di Crystal itu. Pilar cahaya kemudian muncul mengelilingi ku dan pasukan yang ku pimpin. Setelah cahaya menghilang, pemandangan yang awal nya adalah pemandangan markas pusat, berubah.


Pemandangan yang di lihat mata ku adalah deretan pegunungan hijau yang indah sejauh mata memandang, dan tempat ku dan pasukan ku berdiri saat ini tepat di tengah-tengah deretan pegunungan indah itu, tempat ini adalah lembah Phacelia, yang di mana tempat ini tidak sesuai dengan pemandangan pegunungan yang ku lihat. Tempat ini memiliki tanah yang tandus, hanya ada pasir di dalam lembah ini. Menurut laporan yang ku baca, lembah ini menjadi tidak sesuai dengan iklim pegunungan sekitar karena tempat ini di kutuk, yang di mana kutukan itu tidak membiarkan satupun tanaman untuk tumbuh di dalam lembah ini. Lebar lembah ini sekitaran empat setengah kilometer persegi, kelebaran lembah ini akan menjadi penghambat untuk membuat rencana ku berjalan dengan lancar, tapi aku yakin rencana ku kali ini akan berhasil, sama seperti pada hari pertama Invasi.


Hanya saja, yang menjadi masalah saat ini adalah...


"Ke-Ke-Kenapa... Kenapa kita di kirim ke tengah-rengah lembah!?" Teriak ku dengan kesal.


Aku sudah mengatakan untuk menandai kordinat pemindahan di atas pegunungan, yang di mana lokasi itu akan menjadi lokasi ideal untuk menjalankan rencana ku. Tapi ternyata orang-orang di markas pusat salah mengatur kordinat, dan mengirim ku dan pasukan ku ke tengah-tengah lembah.


"Bagaimana ini Nona Mira? Apakah kita akan mendaki gunung?" Tanya salah satu prajurit pada ku.


"Tidak. Kita tidak perlu mendaki." Jawab ku, sambil melihat sekeliling.


"Hah...?"


"Aku menemukan lokasi yang bagus... (Teleportation!)"


Mengabaikan prajurit yang kebingungan, aku menggunakan sihir (Teleportation) untuk berpindah ke atas gunung yang terlihat bagus untuk tempat peristirahatan pasukan ku. Saat aku merapal mantra sihir, lingkaran sihir muncul di atas tanah, mengelilingi ku dan pasukan ku, dalam sekejap mata kami pun berpindah.


Pasukan yang awal nya berada di tengah-tengah lembah berada di atas gunung. Jelas sekali setelah mereka berpindah secara tiba-tiba membuat para prajurit terkejut.


Aku tidak membiarkan mereka terus bising hanya karena aku bisa menggunakan sihir (Teleportation), aku pun menyuruh mereka bersiap-siap menyambut pasukan Demon yang sudah dekat dengan lembah ini. Aku menyuruh mereka berpencar di sekitaran pegunungan, dan bersembunyi di balik gunung, menunggu pasukan Demon memasuki lembah.


Mereka menjawab dengan "Ya!" lalu mereka berpencar dengan cepat menyebar ke pegunungan yang mengelilingi lembah Phacelia.


Jumlah pasukan yang ku pimpin tidak sampai seribu orang, hanya berkisar delapan ratus orang. Alasan jumlah pasukan yang ku pimpin sangat sedikit karena pasukan ini tidak akan menyerang pasukan Demon secara langsung, yang sudah jelas kalau kami menyerang secara langsung akan kalah telak karena kurang nya jumlah.


Pasukan yang ku pimpin hanya memiliki satu tugas, yaitu mengurangi jumlah pasukan Demon sebanyak mungkin. Setelah pasukan Demon sudah berkurang banyak, kami akan pergi, membiarkan pasukan Demon melewati lembah lalu menemui pasukan utama yang sudah menunggu di seberang lembah ini.


"Kau baik-baik saja Mira?"


Natasha yang berada di samping ku, tidak ikut berpencar bersama dengan para prajurit, ia mendekati ku kemudian bertanya mengenai kondisi ku dengan wajah khawatir.


"... Mengapa kau tiba-tiba bertanya?"


"Sudah lama kau tidak menggunakan sihir (Teleportation) dan kali ini kau terpaksa menggunakan nya untuk memindahkan ratusan orang, pasti ada efek samping setelah kau menggunakan sihir itu."


"Aku tidak apa-apa. Kali ini aku berpindah tidak jauh. Karena itu tidak ada efek samping sihir nya."


"... Kau benar-benar tidak apa-apa kan?"


"Ya. Aku benar-benar tidak apa-apa... Dari pada membahas hal itu, lebih baik kita bersiap, pasukan Demon sudah memasuki lembah."


Kata ku memfokuskan pandangan ku di salah satu ujung lembah, dengan mata emas ku, aku dapat melihat jarak yang sangat jauh. Dan saat ini aku melihat di ujung lembah yang jarak nya masih 5 kilometer dari tempat kami berdiri. Di sana pasukan Demon yang jumlah nya ratusan ribu berjalan memasuki lembah dengan formasi memanjang secara Vertikal. Lebar lembah ini tidak dapat di lalui ratusan ribu pasukan yang menggunakan formasi memanjang horizontal, karena itu pasukan Demon pun merubah formasi mereka. Dan perubahan formasi itu sesuai dengan prediksi ku, membuat aku semakin percaya diri aku dan pasukan ku dapat mengurangi jumlah mereka dengan signifikan.