From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 341 Keputusan Mira



Aku merapikan pakaian ku, setelah Natasha melakukan berbagai macam hal pada ku. Natasha juga merapikan pakaian nya sama seperti ku, hanya saja kali ini aku menjaga jarak dari nya, walaupun aku tahu itu tidak akan berguna karena lawan nya adalah Natasha yang bisa bergerak melebihi kecepatan suara. Jika ia mau, dia bisa mendekati ku dalam waktu sepersekian detik.


"Kau tidak perlu menjaga jarak dari ku. Aku tidak akan melakukan nya lagi hari ini." Kata nya sambil menatap ku.


'Tidak melakukan nya lagi hari ini...' Apakah itu arti nya dia akan melakukan nya lagi di kemudian hari? Memberitahu nya kalau aku ada laki-laki di dunia lain merupakan sebuah kesalahan, dia tidak pernah seagresif itu pada ku. Kadang dia melakukan hal semacam ini kepada ku, tapi diambang batas wajar, baru kali ini ia melakukan nya dengan... Sangat bergairah...


Aku menghela nafas, karena kelelahan. Pada titik ini, aku dan Natasha telah selesai merapikan pakaian kami. Ia berjalan ke pintu kamar terlebih dahulu, lalu membukakan pintu untukku.


Dengan hati-hati aku melewati nya.


"Sudah ku katakan, aku tidak melakukan apapun..." Kata nya merespon atas perilaku ku.


"... Jika kau melakukan itulagi, aku ingin kau melakukan nya lagi jika aku mengizinkan... Kali ini kau terlalu berlebihan."


".... Apakah itu artinya kau tidak membenci ku karena melakukan hal itu?" Natasha mengerjap beberap kali, sebelum akhir nya ia bertanya pada ku dengan wajah penuh harap.


"Kau pikir sudah berapa kali kita melakukan nya? Jika aku membenci nya, aku akan menggunakan kutukan budak darah untuk menghentikan mu. Tapi jujur saja, kali ini kau berlebihan."


"... Kupikir kau terpaksa melakukan hal itu, karena kau selalu menolak ku saat aku meminta nya..."


".... Natasha, aku juga seorang perempuan! Aku tidak bisa memikirkan memiliki hubungan semacam itu dengan mu. Sebagai sesama perempuan."


"Lalu jika laki-laki meminta mu, kau akan menerima?"


"Tentu saja tidak!"


"Kalau begitu apa mau mu? Kau tidak bisa memikirkan berhubungan dengan seorang perempuan dan juga menolak keras berhubungan dengan seorang laki-laki."


".... Sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu. Sebaik nya kita pergi menemui Kak Rosa dan membahas hal yang terjadi di Ibu kota."


Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Natasha. Memilih untuk mengakhiri pembicaraan dengan nya, lalu berjalan menuju ruang tengah rumah.


Langkah ku sedikit cepat. Aku tidak bisa fokus dengan masalah Kak Yuri, malahan aku terfokus dengan perkataan Natasha. Mengapa aku tidak bisa memikirkan mempunyai hubungan seperti itu bersama Natasha? Kalau boleh jujur, aku sangat membenci laki-laki terlepas dari diri ku sebelum menjadi Mira, tapi di saat bersamaan aku tidak bisa memikirkan berhubungan dengan Natasha, malahan aku tidak membenci nya saat ia melakukan berbagai macam hal pada ku, hanya saja... Aku tidak tahu bagaimana harus mengorganisir perasaan ku saat ini... Masih ada kontradiksi di dalam diri ku...


Sambil terus memikirkan itu, tanpa sadar aku akhir nya tiba di ruang tengah bersama dengan Natasha yang berjalan tepat di belakang ku.


"Mengapa kalian terlambat?" Tanya Selir Lavender pada ku dan Natasha.


"Kami sudah bangun dari tadi, hanya saja kami mendiskusikan beberapa hal di kamar, karena itulah kami terlambat." Aku berbohong kepada Selir Lavender. Mau bagaimana lagi, aku tidak bisa memberikan alasan sebenarnya mengenai keterlambatan ku.


"Begitu... Syukurlah kau tidak apa-apa. Aku khawatir terjadi sesuatu pada mu. Kalau begitu, duduklah! Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kalian."


"Terima kasih."


Aku membalas perhatian Selir Lavender dengan senyum lembut, dan syukurlah ia tidak mengetahui kebohongan ku. Aku berjalan ke sofa yang kosong dan Natasha duduk mengikuti ku, ia duduk di samping ku. Di depan sofa ada meja kecil yang di atas nya sudah tersedia makanan untuk kami, lalu di seberang meja ada Selir Lavender dan Kak Rosa yang saat kami masuk ia melihat ku dengan tatapan curiga, dan saat aku memberikan alasan barusan, Kak Rosa melihat ku dengan mata terbelalak kaget, seakan-akan ia tidak bisa mempercayai apa yang aku katakan... Mengapa ia menatap ku seperti itu? Pikir ku sambil membalas tatapan nya, yang ia respon dengan memalingkan wajah nya dengan canggung.


Aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan sifat aneh Kak Rosa, dan memilih memakan sarapan yang sudah di sediakan oleh Selir Lavender untuk ku.


Beberapa menit kemudian.


Aku dan Natasha telah menghabiskan sarapan ku, Selir Lavender kemudian mengambil piring bekas makanan kami, lalu menyediakan secangkir teh hangat untuk kami berdua. Aku membalas perbuatan nya dengan mengucapkan terima kasih setelah itu aku meminum seteguk teh.


"Apa yang ingin kau bahas?" Tanya Selir Lavender.


Sebelum aku menjawab pertanyaan nya, aku bertanya mengenai Tristan, anak Kak Rosa yang dari tadi aku tidak melihat nya berada di ruang tengah ini. Kak Rosa menjawab pertanyaan ku. Ia memberitahu kalau anak nya masih tertidur, jika di kondisi normal Kak Rosa akan memaksa anak nya untuk bangun di pagi hari, tapi saat ini ia memikirkan untuk tidak membiarkan Tristan mendengarkan hal yang ingin ku sampaikan sekarang, karena itu ia membiarkan Tristan tidur sedikit lebih lama. Keputusan yang bijak...


"Ini mengenai kematian Ibu. Aku mengatakan kalau ia terbunuh. Dan jika ini memang benar, apakah kalian memiliki dugaan siapa yang melakukan nya?"


"Sudah jelas seseorang di Faksi Nina atau Blanc." Jawab Kak Rosa. "Tapi aku tidak bisa memikirkan bagaimana mereka melakukan nya, yang jelas berita ini belum tersebar di seluruh kerajaan sampai sekarang, dan hanya kita saja yang tahu mengenai fakta ini."


"Aku pikir, sebentar lagi berita ini akan tersebar luas. Melihat bagaimana cara mereka mengkambing hitamkan Kak Yuri sebagai pelaku nya."


"... Tunggu... Apa yang baru saja kau katakan?"


Kak Rosa dan Selir Lavender terkejut mendengarkan perkataan ku barusan. Aku pun menjelaskan lebih rinci mengenai masalah ini.


"Baru saja, aku mendapatkan pesan dari mata-mata yang ku kirim ke ibu kota. Nampak nya, ksatria kerajaan mengumumkan pengeksekusian kak Yuri siang ini."


"... Tidak mungkin... Bagaimana bisa orang-orang percaya begitu saja pada Nina!?"


"Menurut dugaan ku ada seseorang yang mendukung pergerakan Kak Nina di balik layar. Dan siapapun yang mendukung nya saat ini, aku menduga kalau dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan seseorang melalui kata-kata nya. Terbukti dengan fakta kalau tidak ada seorang pun yang meragukan kata-kata Kak Nina saat ini."


"Situasi kali ini lebih gawat dari pada yang kami duga..." Kata Selir Lavender dengan wajah cemberut.


"Begitulah... Dan kami ingin secepat nya pergi ke Ibu Kota sekarang, di antara mata-mata yang ku kirim ada seseorang yang susah di atur sampai membuat ku kerepotan."


"Memang nya siapa yang kau maksud?" Tanya Kak Rosa.


"Di antara mata-mata yang ku kirim ada tunangan Kak Yuri."


"Maksud mu tuan Jack?"


Aku hanya bisa mengangguk saat menjawab pertanyaan Kak Rosa.


".... Aku tidak menyangka kalau dia juga bersama dengan mu..."


"Kondisi nya juga sangat buruk setelah perang melawan pasukan Demon, karena itu kami juga ikut membawanya bersama kami untuk menyembuhkan luka-luka nya." Jawab Natasha.


"Begitu ya... Lalu apakah kalian memiliki rencana untuk menyelesaikan masalah ini?"


"Ya. Hanya saja, jika aku menjalankan rencana ini, akan menyebabkan kondisi yang lebih buruk dari pada kondisi saat ini."


"... Maksud mu perang sipil?"


"Ya. Itu benar."


Jika aku ingin menyelamatkan Kak Yuri, aku juga harus mengatasi penyebab utama mengapa semua hal ini bisa terjadi, dan juga hal yang akan ku lakukan saat ini juga berhubungan dengan alasan ku datang ke dunia ini...


Kali ini aku harus bergerak habis-habisan tanpa menahan diri sedikit pun.