
Sehari setelah rencana akhir selesai. Aku pergi membayar uang yang telah ku janjikan ke Rio. Setelah itu aku pergi mengunjungi danau Denizi bersama dengan Natasha, aku memberikan selai buatan ku ke para Vampir. Setelah itu aku pergi mengunjugi panti asuhan, yang ada di Kerajaan Eurasia. Saat aku sampai di sana, aku di sambut dengan amarah Joshua yang sudah menunggu ku di panti asuhan.
Setelah di marahi habis-habisan aku pulang kembali ke Vila. Saat aku sampai, hari sudah siang. Aku sudah membuat perjanjian dengan beberapa pedagang keliling yang mampir ke kota Tiramisu.
Aku membuat kontrak dengan mereka untuk menjual semua dagangan mereka ke aku. Kontrak ini berlaku selama tiga bulan.
Aku membeli kain, buah-buahan, sayuran, Dan beberapa kebutuhan pokok lain nya.
Aku membuat sebagian kain menjadi baju, aku membuat nya dengan sihir (Creation). Kemudian aku membuat sebagian buah menjadi selai. Setelah aku membuat beberapa barang. Aku pergi ke bangunan yang sudah aku beli.
Aku menaruh baju, Kain, Buah, Selai, Sayuran, dan beberapa kebutuhan pokok lain nya. Aku menaruh barang-barang itu di bangunan yang berbeda.
Semua barang-barang itu adalah barang yang akan ku jual nanti. Pembangunan Low Light juga lancar.
Pada malam hari akhir nya semua tugas ku pun selesai. Natasha langsung membuatkan makanan untuk ku. Setelah aku makan, aku pergi keruang tengah Vila dan duduk di sofa yang ada di ruang tengah.
"Kerja bagus." Kata Natasha sambil menaruh teh di meja yang ada di depan ku.
"Terima kasih. Dengan begini, perusahaan dagang Mirror sudah bisa di buka besok."
"Kau yakin membangun perusahaan dagang akan berhasil?"
"Tenang saja, dalam waktu dua bulan. Perusahaan dagang ku akan menguasai pasar yang ada di benua Silia."
"Mira, coba kau lihat ini." Kata Natasha sambil menaruh kertas di meja ku.
Aku mengambil kertas itu. "Koran? Bukan nya koran hanya terbit empat bulan sekali. Kenapa koran nya terbit sekarang."
"Berita tentang kau menghancurkan Low Light menjadi heboh, mungkin besok berita nya akan tersebar ke seluruh benua."
Aku menaruh koran di meja, kemudian aku mengambil teh. Lalu aku meminum nya.
"Semua sesuai dengan rencana kan?" Kata Natasha.
Aku menaruh teh itu di meja. "Tentu saja, sudah ku bilang kan. Semua nya sudah ku rencanakan."
"Sebenar nya kau menghancurkan Low Light, agar membuat nama mu terkenal kan. Karena nama mu sudah terkenal, maka banyak orang yang akan datang ke Tiramisu untuk melihat mu. Kemudian kau akan memancing mereka untuk membeli semua barang yang kau jual, itu kan rencana mu. Tentang koran yang terbit lebih cepat pun pasti sudah kau prediksi. Benar kan?" Kata Natasha.
Aku tersenyum mendengar perkataan Natasha. "Tidak ku sangka kau akan menduga sampai sejauh itu."
"Tentu saja... Itu karena..."
Natasha langsung mendorong ku, hingga aku terbaring di sofa. Natasha mulai menjilati leher ku. "Nata..." aku menutup mulut ku. Jika aku tidak menutup mulut ku mungkin aku sudah mendesah sekarang.
Natasha mendekatkan bibir nya ke telinga ku. "Wajah mu merah sekali Mira... Kau kena demam lagi?" Natasha menjilat telinga ku, tanpa sadar aku mendesah.
"Kufufufufu." Natasha tertawa kecil. "Aku tidak menyangka kau akan mengeluarkan suara semanis itu."
Aku mendorong Natasha dengan kedua tangan ku. Tapi Natasha tidak menjauh. Natasha membisikkan sesuatu ke telinga ku. "Percuma Mira, saat ini kekuatan fisik mu sudah melemah, karena sihir Doppelgänger yang kemarin kau pakai."
"Kenapa... Kau tahu.... efek samping... Nya."
"Kufufufufu, bahkan untuk bicara saja kau sudah terengah-engah.... Kau tahu Mira, aku selalu mengawasi mu tahu. Aku tahu semua tentang mu. Kufufufu."
Setelah mengatakan itu, Natasha mengigit leher ku. Aku menutup mulut ku dengan kedua tangan ku. Aku berusaha keras agar tidak sampai mengeluarkan suara desahan.
Kesadaran ku mulai menghilang, akhir nya semua pandangan ku pun mejadi gelap.
Natasha mencabut taring nya dari leher Mira, kemudian ia menjauh dari Mira. Natasha melihat wajah Mira yang di sinari cahaya bulan yang masuk melalui jendela.
Wajah Mira sangat merah, dengan air mata yang menetes dari kedua matanya. Ekspresi wajah Mira saat ini menjadi sangat imut dari ekspresi yang biasanya. Nafas Mira terengah-engah.
"Seperti nya aku terlalu berlebihan menggoda nya." Gumam Natasha. Natasha menjilat bibir nya yang masih tersisa darah Mira. "Sudah kuduga darah Mira, adalah darah yang terbaik."
Natasha mendekat kan bibir nya ke telinga Mira. "Kau tahu Mira, aku sangat mencintai mu. Sampai aku ingin menghisap semua darah mu. Jika kau itu laki-laki mungkin aku sudah menikahi mu." setelah mengatakan itu Natasha membawa Mira ke kamar tidur.
\*\*\*
Aku terbangun, saat aku terbangun aku sudah berada di kamar ku, hari sudah pagi. Aku pun beranjak dari tempat tidur ku.
Saat aku berdiri dari tempat tidur, aku merasa sangat pusing, tubuh ku lemas, dan mata ku berkunang-kunang. Aku mengetahui kalau yang ku alami saat ini adalah gejala Anemia.
Aku memegangi kepala ku, kemudian aku duduk di tempat tidur ku. "Aku tidak bisa mengingat kejadian tadi malam... Aku merasa kalau tadi malam terjadi sesuatu yang buruk."
Pintu di buka oleh seseorang, aku melihat ke arah pintu. Saat pintu terbuka sepenuh nya, Natasha masuk sambil tersenyum lebar.
"Selamat pagi Mira, bagaimana keadaan mu?" Tanya Natasha.
"Tidak baik, saat ini kepalaku pusing sekali, tubuh ku juga lemas... Maaf bisa kau biarkan aku beristirahat."
"Hmmm," Gumam Natasha. Natasha berjalan mendekati Mira, kemudian ia menggendong Mira. "Kau mungkin hanya kelaparan makanya tubuh mu lemas. Ayo cepat biar ku gendong kau keruang makan."
"Te-terima kasih."
Natasha berjalan keluar kamar sambil menggendong ku. Saat kami di luar kamar, Arisa dan Jack. Berada di lantai bawah, mereka berdua sedang memegang Cristal sihir.
"Kak Mira!!" Kata Jack sambil melambaikan tangan yang memegang Cristal sihir.
Natasha, melompat kelantai bawah. Padahal sudah ada tangga untuk kelantai bawah, tapi dia malah melompat.
Saat Natasha di lantai bawah, Natasha langsung membawa ku keruang makan.
Kami berempat menyantap hidangan yang sudah di siapkan Natasha. Selesai makan, aku di gendong Natasha menuju ruang tengah. Arisa dan Jack mengikuti dari belakang.
Saat sampai keruang tengah Natasha mendudukkan ku di sofa.
"Jadi kenapa kau membawa ku kesini?"
"Ada yang ingin kami tunjukkan kepada mu... Jack berikan Cristal nya!" Kata Natasha.
Jack melemparkan Cristal sihir kearah ku, Cristal sihir yang di berikan Jack berbentuk seperti piring rata. Aku mengetahui bentuk Cristal ini, Cristal sihir ini adalah Cristal sihir pengecek bakat. Cristal sihir yang berguna untuk melihat status seseorang, kenapa Natasha memberikan ini padaku?
"Coba kau cek bakat mu!" Kata Natasha.
"Percuma saja, pasti akan menunjukkan level 1."
"Sudahlah coba saja."
Aku menghembusukan nafas panjang. "Open Status!!"
Di Cristal nya muncul tulisan:
Name:Mira
Level:01
Class:Princess
HP:10
MP:10
STR:01
AGI:01
INT:01
VIT:01
DEX:01
"Lihatkan, percuma. Hasil nya tertulis level satu."
"Hmmm, Mira kau bisa melihat bakat seseorang dengan sihir mu kan." Kata Natasha.
Aku mengangguk.
"Kalau begitu coba kau lihat punya ku."
"Peek!"
Saat aku bilang (Peek) muncul layar di depan ku:
Name:Natasha
Level:90
Class:None
HP:9.000.000
MP:1.000.000
STR:90
INT:90
VIT:90
DEX:90
"Natasha apa yang kau lakukan? Level mu meningkat pesat. Padahal beberapa bulan yang lalu masih level 70 sekarang sudah level 90. Bagaimana kau bisa meningkat level mu sejauh itu?"
"Kami para Vampir bisa menjadi kuat kalau kami menghisap darah mahluk lain. Apalagi darah yang kami hisap memiliki kualitas yang bagus seperti dirimu. Itu bisa membuat kami menjadi semakin kuat."
"Tunggu dulu, berarti kau menaikan level hanya dengan menghisap darah."
Natasha mengangguk.
"Darah siapa yang kau hisap?"
"Aku menghisap darah mu setiap malam."
"Pantas saja, tadi pagi merasa pusing. Ternyata aku kekurangan darah.. Dan ini semua karena salah mu."
"Tenang dulu, aku ingin kau melihat ini." Kata Natasha.
Natasha mengambil Cristal sihir dari (Blood Box) nya. Kemudian ia berkata: "Open Status!!"
Setelah berkata seperti itu Natasha tersenyum, lalu ia menaruh Cristal itu di atas meja. "Lihat ini!" Kata Natasha.
Aku mengambil Cristal itu, di Cristal itu tertulis:
Name:Natasha
Level:70
Class:None
HP:7.000.000
MP:100.000
STR:70
AGI:70
INT:70
VIT:70
DEX:70
"Di Cristal ini tertulis status lama mu!! Bagaimana bisa!? Seharus kalau level sudah lebih dari 70 Cristal nya akan menunjukkan level 1."
"Itu karena aku yang mengendalikan nya."
Aku kebingungan dengan perkataan Natasha, kemudian Natasha mengambil Cristal nya lagi. Lalu ia berkata: "Open Status!!" setelah berkata seperti itu, Natasha menaruh lagi Cristal itu di atas meja.
Aku melihat Cristal itu. Dan yang tertulis kali ini:
Name:Natasha
Level:20
Class:None
HP:2.000
MP:5.00
STR:15
AGI:28
INT:15
VIT:12
DEX:22
"Apa-apaan status normal ini!? Bagaimana cara mu melakukan nya!?"
"Cara nya sangat gampang kok, kau hanya perlu memasukkan sedikit kekuatan mu saat kau mengucapkan mantra. Saat kau mengucapkan mantra, kekuatan mu akan tersedot sepenuh nya oleh Cristal. Tapi jika kau bisa mengendalikan kekuatan mu yang tersedot itu, maka Cristal nya akan menunjukkan hasil yang berbeda."
"Hmmm, begitu ya.... Aku sama sekali nggak faham."
"Eeeeh, ku kira kau akan langsung faham."
"Kau kira aku akan faham dengan cara penjelasan mu itu."
Natasha menunjukkan ekspresi sedih.
Aku mengambil Cristal sihir yang di pakai Natasha, kemudian aku memejam kan mata ku.
Aku memejamkan mata ku, untuk membayang kan apa yang Natasha jelaskan pada ku. Tapi yang ku bayangkan sedikit berbeda, aku membayangakan kalau Cristal sihir adalah hardisk dan aku adalah datanya, jika aku memasukkan terlalu banyak data ke dalam hardisk maka hardisk itu akan error. Maka dari itu aku akan memasukkan sedikit data saja ke dalam hardisk. Aku membayangkan hal itu di dalam kepala ku.
Setelah membayangkan semua proses, aku membuka mata.
"Open Status!!"
Di Cristal tertulis:
Name:Mira
Level:10
Class:Princess
HP:1.000
MP:10.000
STR:10
AGI:10
INT:10
VIT:10
DEX:10
"Woooah, berhasil!!"
Natasha pergi ke belakang ku. "Ternyata kau faham dengan penjelasan ku."
"Tapi level ini terlalu rendah, setidak nya aku harus mencapai level 30."
"Kalau begitu masukkan lagi sedikit kekuatan mu."
Aku memejamkan mata ku lagi, kemudian aku membayangkan proses yang ku bayangkan sebelum nya. Tapi kali ini aku memasukkan lebih bayak data.
"Open Status!!"
Name:Mira
Level:25
Class:Princess
HP:20.000
MP:350.000
STR:15
AGI:26
INT:35
VIT:10
DEX:30
"Sayang sekali tidak sampai 30." Kata Natasha.
"Tidak apa-apa, segini saja sudah cukup.... Sekarang kita hanya tinggal menunggu aku di jemput."