From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 22 Nyawa Arisa dan Jack terancam



Arisa dan Jack semakin berteriak kencang. Kadang-kadang mereka memuntahkan darah, kadang darah keluar dari telinga, hidung, dan mata mereka. Dan mereka terus membenturkan kepala mereka ketanah. Natasha makin panik melihat keadaan mereka.


"Bagaimana ini?! Bagaimana ini?!" Natasha semakin kebingungan, dia memegangi kepalanya, Natasha berjalan kesana kemari, Natasha menjadi sangat panik. "Bagaimana ini?! Bagaimana ini." Natasha terus mengulangi kalimat itu.


"Tenang Natasha, kita harus menahan mereka agar tidak membenturkan kepala mereka lagi."


"Kau benar Mira, aku tahan Jack. Dan kau tahan Arisa!"


Natasha bergegas mendekati Jack, pada saat Natasha ingin memegang tubuh Jack, Jack membenturkan kepalanya ke hidung Natasha. Hidung Natasha pun mengeluarkan darah.


"Aduh!! anak ini tidak bisa diam!!" Kata Natasha sambil memegangi hidung nya. Lalu Natasha melihat ke arah ku. "Kenapa kau tidak menahan Arisa?!" Natasha berteriak.


"Itu mustahil, tinggi badan ku dan Arisa berbeda jauh. Aku hanya bisa memegang pinggang nya."


Natasha panik mendengar perkataan ku, karena tidak ada pilihan lagi, aku menggunakan sihir (Growth) untuk membuat tubuh ku menjadi dewasa.


Natasha terkejut dengan sihir ku. Sambil memegangi hidung nya yang berdarah, Natasha menatap ku dengan decak kagum. "Mira bagaimana bisa kau?"


"Bertanya nya nanti saja, cepat tahan Jack!"


"Ba-baik."


Pada saat Jack ingin membenturkan kepalanya lagi, Natasha dengan cepat menahan tubuh Jack. Tapi Jack terus berontak.


Aku juga berhasil menahan tubuh Arisa. Tapi Arisa juga terus memberontak. Di saat Jack dan Arisa memberontak. Natasha berteriak.


"Mira tidak bisa kau gunakan sihir mu agar mereka berhenti?


"Aku bisa, tapi sihir penyembuh yang kulakukan pada mereka akan menjadi tidak berguna. Saat ini mereka sedang mengeluarkan racun yang di akibatkan oleh serbuk surgawi. Darah yang mereka keluarkan adalah darah yang terkontaminasi dengan serbuk surgawi."


"Tapi jika kita biarkan mereka seperti ini, mereka akan mati."


Aku tidak bisa menjawab Natasha. Aku hanya terus memegang erat tubuh Arisa. Lalu Jack dan Arisa, berteriak makin kencang lagi. Teriakan mereka sangat kencang sampai mendengung di telinga ku.


Mereka terus memberontak, bahkan darah keluar makin deras dari hidung, mata dan telinga mereka.


Natasha makin panik. "Bagaimana ini Mira?"


"Aku juga tidak tau harus apa?!" Aku membentak Natasha.


Natasha dan aku terus menahan Arisa dan Jack. Aku berpikir keras bagaimana cara agar mereka bisa cepat membuang racun dari dalam tubuh mereka.


Bagaimana ini?! Apakah harus ku gunakan sihir penyembuh sekali lagi? Tapi jika ku lakukan itu mereka akan memuntahkan darah lebih banyak lagi. Aku tidak akan menyangka jika Serbuk Surgawi akan memberikan efek samping separah ini. Padahal mereka hanya mencoba sekali saja.


Pada saat aku berpikir seperti itu mereka memuntahkan darah lagi, tapi darah yang mereka muntahkan kali ini bercampur dengan nanah.


Setelah mereka memuntahkan darah, mereka akhirnya tidak sadarkan diri. Aku membaringkan tubuh Arisa, dan Natasha membaringkan tubuh Jack.


Aku dan Natasha menarik nafas lega. Tapi Natasha menyadari ada keanehan pada tubuh Jack dan Arisa.


"ada apa Natasha?"


Natasha mengabaikan pertanyaan ku, lalu Natasha menempelkan telinga nya ke dada Jack. "Gawat Mira detak jantung Jack berhenti."


"Apa kau bilang." Aku mendatangi Natasha, lalu ikut menepelkan telinga ku ke dada Jack. Aku tidak mendengar detak jantung nya sama sekali, lalu aku menempelkan telinga ku di dada Arisa. Aku juga tidak bisa mendengar detak jantung Arisa.


"Detak jantung Arisa juga berhenti."


"Gawat Mira, cepat kau tekan-tekan dada Arisa! Kita harus bisa membuat detak jantung mereka berdetak kembali. Kita memiliki waktu 1 menit, jika lebih dari itu mereka akan benar-benar mati."


"Baiklah." aku menganggukkan kepalaku.


Kami terus menekan-nekan dada mereka berdua, 30 detik telah berlalu. "Natasha kalau begini mereka akan benar-benar mati. Kita harus coba cara lain."


"Memang nya kau punya?"


"Aku punya, bisa tolong kau dekatkan tubuh Jack ke tubuh Arisa."


Natasha mengangguk, lalu ia mendekatkan tubuh Jack ke tubuh Arisa.


Aku menggosok-gosok kan kedua telapak tangan ku. Lalu aku menyentuh dada kiri Arisa dan Jack. "Lightning." tegangan listrik yang tinggi menyambar tubuh Arisa dan Jack.


Aku terus memberikan listrik tegangan tinggi tepat kearah jantung Arisa dan Jack. Hingga pada percobaan ke 7. Jack dan Arisa bernafas kembali, walaupun nafas mereka masih lemah. Dengan cepat aku memberikan sihir penyembuh kepada Arisa dan Jack.


Pada saat aku memberikan sihir penyembuh kepada mereka, aku bisa merasakan detak jantung mereka normal kembali.


Karena terlalu lelah, aku langsung berbaring di tanah. Sihir pelindung yang ku buat hilang dengan sendirinya, itu di karenakan tubuh ku terlalu lelah karena sihir (Growth). Tubuh ku menjadi anak-anak kembali.


Aku menyuruh Natasha untuk membawa kami bertiga masuk ke dalam Vila. Natasha pertama membawa ku masuk, kedalam Vila. Ia menaruh ku di atas sofa. Lalu ia membawa Arisa dan yang terakhir Jack.


Tubuh ku mati rasa, aku tidak bisa berbuat apa-apa selama 6 jam karena efek samping sihir Growth, tubuh ku menjadi lumpuh.


Aku menyruh Natasha untuk mengganti baju ku, sekaligus aku menyuruh Natasha mengganti baju Arisa dan Jack.


Setelah itu aku menyuruh Natasha membawa ku ke kamar. Karena kejadian barusan aku menjadi sangat lelah dan ingin secepat nya tidur. Pada saat aku di baringkan di kasur oleh Natasha. Dengan cepat rasa kantuk menyerang ku, tanpa ku sadari aku pun tertidur.


                                     ***


Setelah Natasha membaringkan Mira di kasur, Natasha pergi untuk mengangkat Jack dan Arisa ke kamar mereka. Tapi pada saat Natasha sampai di ruang tengah tempat ia menaruh Jack dan Arisa. Ia terkejut karena Jack dan Arisa sudah sadar.


Natasha menghembuskan nafas lega. "Syukurlah, kalian sudah sadar."


"Apa yang terjadi pada kami?" Jack bertanya.


"Entah kenapa tubuhku terasa lebih ringan dari biasanya." Arisa menambahkan.


"Apakah kalian tidak ingat apa yang baru saja terjadi?"


Jack dan Arisa menggelengkan kepala mereka.


Jadi mereka tidak ingat. Pikir Natasha.


"Dari pada bahas hal tidak penting, bagaimana dengan latihan kami." Kata Jack dengan nada bersemangat.


"Hari ini latihan kalian batal. Mira sedang tidak enak badan."


"Apa yang terjadi pada kak Mira?" Arisa bertanya khawatir.


"Walaupun Mira itu kuat, dia masih tetap anak kecil. Kadang dia juga bisa terkena penyakit."


"Benar juga kata Kak Natasha, Kak Mira itu sering tidur terlalu larut malam. Harus nya anak kecil seperti kak Mira itu tidur dengan cepat agar tidak terkena penyakit." Kata Arisa dengan nada sombong.


"Sudahlah, cukup untuk hari ini. Kalian juga harus cepat tidur. Walaupun tubuh kalian seperti orang dewasa, kalian juga masih anak-anak kan."


Arisa dan Jack menjawab "Iya." ke Natasha dengan nada kecewa, lalu mereka pergi ke kamar mereka masing-masing.


Setelah semua orang sudah tertidur. Natasha menyusup ke kamar Arisa dan Jack. Natasha menghisap darah mereka. Lalu menjadikan Arisa dan Jack sebagai budak darah nya.


Setelah menghisap darah Arisa dan Jack. Natasha pergi ke dapur dan membuat kopi, setelah itu ia pergi keruang tengah dan menikmati kopi sambil duduk di sofa.


Hari ini benar-benar hari yang berat. Untungnya Arisa dan Jack tidak sadar kalau darah nya ku hisap. Walaupun aku menghisap darah mereka tanpa perintah Mira, aku yakin Mira pasti akan senang dengan perbuatan ku. Pikir Natasha.