
Sehari sebelum rencana akhir di mulai. Di sore hari.
Aku mengunjungi rumah Rio bersama dengan Natasha, saat kami sampai Rio tersenyum lebar.
"Nona Mira. Ada urusan apa anda kesini?" Tanya Rio.
"Rio, apa ada orang lain yang tahu kalau kau itu seorang raksasa?"
"Hmmm, mungkin semua orang di kota ini tahu. Mengingat tinggi badan ku ini."
"Kalau begitu bagus."
"Apa nya yang bagus?" Tanya Rio.
"Sebenar nya aku kesini ingin minta bantuan mu."
Rio tersenyum licik. "Boleh saja. Tapi bayaran nya mahal lo.." Kata Rio dengan nada mengejek.
"Masalah bayaran kau tenang saja. Aku akan membayar nya, tidak peduli berapa pun yang kau minta. Aku pasti akan membayar nya."
Rio tertawa terbahak-bahak. "Baik lah akan kubantu!! Nona Mira ini memang aset ku yang paling berharga."
"Jangan perlakukan aku seperti barang."
Rio tertawa kecil. "Maaf, maaf. Jadi apa yang harus ku lakukan?"
"Aku ingin kau menyelamatkan semua orang yang ada di kota Tiramisu."
\*
Rio membawa kereta yang sudah berisi semua warga kota Tiramisu. Kereta itu dangat besar sehingga mampu menampung semua warga.
Ternyata menyelamat kan orang-orang ini sulit juga. Pikir Rio. "Aku akan minta bayaran yang sangat tinggi nanti." Gumam Rio.
Si mata-mata juga ikut naik kereta yang di bawa Rio. Apakah raksasa ini juga bawahan Putri Mira? Seberapa banyak bawahan nya? Pasti bawahan nya sangat banyak hingga bisa menghancurkan markas Low Light. Pikir si mata-mata.
Rio sudah berlari keluar kota Tiramisu sejauh 1 kilometer.
"Di sini kalian aman." Kata Rio, sambil menaruh kereta di tanah.
"Ini adalah berita besar... Seorang anak kecil sudah menghancurkan Low Light." Kata salah satu penduduk.
"Kita harus membuat koran tentang ini. Kita tidak perlu menunggu waktu empat bulan untuk menyebarkan berita ini. Ini merupakan berita besar yang sudah di harapkan tiga kerajaan besar." Kata salah satu penduduk.
"Benar itu. Kita harus menyebarkan berita nya."
"Aku tahu kalian ingin menyebarkan berita nya, tapi sekarang Mira masih menghancurkan markas Low Light, tunggu beberapa jam lagi baru kita akan menyebarkan berita nya." Kata Rio.
Si mata-mata diam-diam menjauh dari kerumunan. Hingga sekiranya sudah agak jauh, si mata-mata berlari menjauh dari kerumunan hingga sejauh mungkin.
Si mata-mata terus berlari, lalu si mata-mata melihat batu besar. Tanpa basa-basi si mata-mata pergi ke balik batu itu.
"Seharus nya di sini tidak ada yang melihat." Gumam si mata-mata.
Si mata-mata mulai mengaktifkan sihir nya, si mata-mata berubah menjadi bayangan hitam, kemudian si mata-mata menghilang dari tempat nya berdiri.
\*
Di ruang tahta kerajaan Fantasia. Charles, dan Carla sedang duduk di singgassana mereka. Ke empat selir dan ke empat Putri sedang berlutut di hadapan mereka. Ada juga para bangsawan yang hadir di sana.
Charles beranjak dari tempat duduk nya. "Semuanya, aku telah memutuskan untuk mengizinkan Mira pulang ke kerajaan ini."
Semua orang terkejut mendengar perkataan Charles.
Yuri berdiri kemudian Yuri berjalan mendekat ke Charles. "Apakah ayahanda serius?" Kata Yuri dengan nada gembira.
Charles tersenyum. "Aku serius."
Yuri pun kembali ke tempat nya semula, Charles melihat ke arah Carla. Charles melihat Carla sedang menangis.
"Carla kau kenapa?" Tanya Charles.
Mendengar perkataan Charles, Carla menghapus air matanya. "Maaf karena merusak suasana. Aku sangat bahagia, akhirnya kau memutuskan keputusan yang tepat." Kata Carla.
Charles duduk kembali di singgassana nya. "Aku mengutus mata-mata untuk menyelematkan Mira dari Low Light. Sekarang kita hanya tinggal menunggu kabar darinya."
Setelah Charles berkata seperti itu, muncul sebuah bayangan hitam di tengah ruang tahta. "Seperti nya dia sudah datang." Kata Charles.
Bayangan hitam itu kemudian berubah menjadi seorang pria yang memakai baju prajurit. Prajurit itu langsung berlutut di hadapan Charles.
"Lapor Yang Mulia." Kata Prajurit.
"Apakah kau berhasil menyelamatkan Mira?" Tanya Charles.
"Katakan semua yang kau dapat kan saat di kota Tiramisu."
"Putri Mira sudah selamat. Seperti nya Putri Mira tidak memerlukan bantuan dari anda yang mulia. Dia bersama dengan bawahan nya sudah membunuh pemimpin Low Light yang bernama Misha, kemudian dia juga sudah berhasil menghancurkan markas Low Light yang ada di kota Tiramisu."
"Mira yang melakukan semua itu?" Tanya Charles.
"Benar Yang Mulia. Lebih tepat nya Putri Mira bersama dengan bawahan nya. Putri Mira sudah lama merencanakan untuk menghancurkan Low Light. Dan barusan dia sudah melakukan nya. Selama ini dia berpura-pura menjadi bawahan Misha, pada saat waktu yang tepat dia langsung mengkhianati Misha."
"Begitu ya. Apakah ada laporan lain nya?"
"Ada yang Mulia. Putri Mira berhasil menciptakan sebuah alat yang mampu menunjukkan seseorang di dalam Cristal sihir."
Mendengar perkataan Prajurit, Charles mulai mengeluarkan keringat dingin. Anak itu mampu mencipatakan alat seperti itu, dia bahkan mampu menghancurkan Low Light yang menjadi masalah tiga negara dalam waktu beberapa bulan setelah dia di usir. Seperti nya memang benar mengusir Mira adalah keputusan yang salah. Pikir Charles.
Charles melihat ke arah Carla, Charles melihat Carla menunjukkan ekspresi wajah sombong. Ekspresi wajah nya seolah-olah mengatakan. Anak ku memang hebat. Melihat hal itu Charles menelan liur nya, kemudian ia beranjak dari tempat duduk nya.
"Kerja bagus. Sekarang kau boleh pergi!" Teriak Charles.
"Baik yang mulia." Jawab si prajurit. Prajurit itu pun berdiri, kemudian ia berjalan keluar ruang tahta.
Charles duduk kembali. "Sudah ku putuskan aku akan menjemput Mira dua bulan lagi." Kata Charles.
"Apa dua bulan lagi!!" Teriak Carla. "Kenapa kau tidak jemput dia sekarang?" sambung Carla.
"Aku ingin melihat apa yang akan Mira lakukan sebelum dia pulang nanti. Aku merasakan kalau dia akan berbuat sesuatu yang menarik lagi nanti, ini firasat ku sebagai seorang ayah." Kata Charles.
\*
Aku mematikan Cristal lingkaran yang ada di kamar ku. Setelah mematikan nya, aku pergi keluar kamar ku. Saat aku ingin membuka pintu Natasha menghentikan ku.
"Mira tunggu dulu. Bagaimana dengan mayat tiruan mu yang tergeletak di sana itu." Kata Natasha sambil menunjuk mayat tiruan ku yang tergeletak.
"Tenang saja, nanti mayat nya akan hilang."
Saat aku berkata seperti itu, mayat tiruan ku, beserta darah nya menghilang. Seakan-akan mayat tiruan ku itu hanyalah ilusi.
"Lihatkan. Mayatnya sudah hilang."
Aku membuka pintu kamar ku, kemudian aku turun ke lantai bawah. Saat aku sampai di lantai bawah. Arisa, Jack, Lizard dan Rabisia sedang duduk di sofa, dengan nafas yang terengah-engah.
"Woy Lizard, kenapa kau menghancurkan markas dengan cara yang sembrono seperti itu!?" Teriak Jack.
"Itu cara yang paling cepat kau tahu."
"Kami bisa mati kalau kena!!" Teriak Jack.
"Tapi kalian tidak mati kan. Kalau begitu tidak ada masalah."
"Sialan kau!!"
Seperti nya mereka memiliki masalah pada saat ku suruh menghancurkan markas.
Aku menghentikan perdebatan mereka, kemudian aku duduk di sofa.
"Jadi bagaimana uang nya?"
"Ada." Kata Arisa sambil mengeluarkan uang di (Inventori) nya.
"Tapi aku tidak menyangka rencana akhir mu itu menghancurkan Low Light. Ini seperti kau menghancurkan perjuangan mu selama empat bulan di sini." Kata Lizard.
"Siapa yang bilang Low Light hancur."
"Kau ngomong apa? Markas Low Light sudah benar-benar hancur. Bagaimana kita melakukan kegiatan pelelangan lagi."
"Kau kira untuk apa aku membeli setengah bangunan di kota ini?"
Semua nya kebingungan.
"Aku membeli semua bangunan itu untuk membuat toko yang menjual semua barang. Senjata, makanan, pakaian. Dan lain-lain. Tentu saja aku akan menjual Serbuk surgawi dan Budak juga, lagi pula Serbuk Surgawi dan budak itu merupakan keuntungan terbesar kita.
Aku sudah menyuruh Arisa membangun ruang bawah tanah di setiap bangunan yang sudah ku beli, kau bisa membangun Low Light lagi di sana. Tapi tidak seperti sebelum nya, kita harus membatasi yang boleh masuk ke pelelangan nanti. Kita hanya akan memasukkan 30 orang saja nanti. Dan juga keberadaan Low Light kali ini harus menjadi rahasia, untuk itulah aku menghancurkan Low Light, dengan aku menghancurkan Low Light semua orang berfikir kalau Low Light sudah hancur. Lalu..."
"Baiklah, baiklah aku faham." Jawab Lizard. "Jadi inti nya kau ingin menyembunyikan Low Light, dengan toko yang kau bangun nanti kan." Sambung Lizard.
"Ternyata kau faham juga, padahal aku belum selesai menjelaskan."
"Tidak perlu kau jelaskan panjang lebar seperti itu... Tapi apakah waktu nya sempat? Mungkin saja ayah mu akan segera menjemput mu."
"Tenang saja, ayah tidak akan menjemput ku secepat mungkin... Menurut perkiraan ku ayah akan menjemputku dalam waktu sebulan atau dua bulan lagi."
"Kenapa kau bisa seyakin itu?" Tanya Natasha.
"Entalah. Mungkin ini firasat ku sebagai seorang anak."