
Tubuh ku terasa berat. Walaupun begitu, di saat bersamaan, aku merasa tubuh ku seperti melayang di udara. Aku mencoba menggerakkan jari-jari tangan ku, tapi tidak bisa. Aku mencoba menggerakkan kaki ku, hasil nya sama saja. Kaki ku tidak bergerak.
Aku mencoba mengingat apa yang terjadi pada ku... Hasil nya nihil. Aku tidak dapat mengingat apapun.
Aku tidak bisa melihat apapun, aku juga tidak mendengarkan apapun. Rasanya semua indera ku tidak berguna. Yang bisa ku rasakan hanyalah tubuh ku terasa sangat berat tapi di saat bersamaan aku merasa seperti melayang.
Persepsi waktu ku juga ikut kabur. Aku tidak tahu berapa lama aku sudah dalam tahap seperti ini. Aku merasa baru beberapa detik waktu berlalu, tapi di saat bersamaan aku merasa aku sudah sangat lama dalam kondisi seperti ini.
Walaupun aku tahu, apapun yang kulakukan ini adalah hal yang sia-sia, aku mencoba membuka mata ku. Dan hasil nya... Aku tidak bisa melihat apapun, kecuali warna hitam pekat. Huh...? Tunggu dulu. Rasanya aku sudah membuka mata ku dari tadi... Bahkan aku tidak mengetahui, apakah mata ku saat ini terbuka atau sedang tertutup. Semua indera ku tidak befungsi.
.... Bahkan aku tidak tahu apakah saat ini aku sedang bernafas atau tidak...
Apa ini?
Baru kali ini aku merasakan hal seperti ini?
Kenapa aku tiba-tiba dalam kondisi seperti ini? Aku harus mengingat apa yang terjadi pada ku!
Aku mengerahkan seluruh sel otak ku, untuk mengingat apa yang terakhir kali terjadi pada ku. Pasti ada penjelasan logis mengapa aku dalam kondisi seperti ini.
Saat aku memaksakan diri ku untuk mengingat apa yang telah aku lupakan. Tiba-tiba aku merasakan rasa sakit yang amat menyakitkan. Kepala ku rasa nya seperti mau pecah.
Aku secara reflek menggerakkan tangan ku, untuk memegang kepala ku. Tapi tangan ku tidak bergerak. Aku pun memejamkan mata ku, berharap itu dapat mengurangi rasa sakit yang menimpa kepala ku. Tapi aku tidak tahu apakah sekarang aku tengah membuka mata atau sedang menutup mata, aku pun tidak punya pilihan lain harus menerima rasa sakit yang saat ini menimpa kepala ku.
Aku yakin jika telinga ku bisa mendengar suara, aku pasti akan mendengarkan suara teriakan ku sendiri. Nyata nya, mulut ku juga tidak mengeluarkan suara, walaupun saat ini seperti nya aku sedang berteriak.
Dengan rasa sakit yang menyerang kepala ku, aku terus mengerahkan kemampuan otak ku....
Entah berapa lama waktu telah berlalu... Apakah hanya beberapa detik, atau sudah beberapa menit, atau mungkin sudah berjam-jam? Berhari-hari? Berbulan-bulan? Atau mungkin sudah tahunan...? Aku tidak tahu...
Rasa nya aku sudah berusaha untuk mengingat sudah sangat lama sekali. Aku bahkan sudah terbiasa dengan rasa sakit yang menimpa kepala ku.
"!"
... Apa ini...?
Saat aku terus mengerahkan kemampuan otak ku untuk mengingat, tiba-tiba aku mendapatkan ingatan. Yang jelas ingatan ini bukanlah milik ku...?
Aku tidak yakin. Aku bisa memastikan kalau ingatan ini bukan ingatan ku. Bagaimana aku bisa tahu? Itu karena ingatan yang ada di dalam kepala ku ini milik seorang remaja laki-laki.
Dari sini saja itu sudah jelas bukan ingatan ku.
Tapi...
Ingatan asing ini terus mengalir di dalam kepala ku layak nya aliran air sungai. Dan saat titik tertentu aku pun mengetahui kebenaran dalam ingatan asing ini.
Ingatan asing ini menunjukkan seorang remaja laki-laki menggunakan alat bernama alat VR yang membuat nya dapat memasuki dunia Virtual, dan di sana ia membuat Character yang mirip, tidak, bukan mirip lagi, itu sama dengan ku, dan lebih parah nya lagi remaja laki-laki ini memberi nama Character ciptaan nya dengan nama Mira.
Saat melihat ingatan itu, aku pun menyadari kalau ingatan ini berasal dari diri ku yang lain. Itu benar. Dari awal Mira memiliki dua jiwa. Pertama Mira putri kerajaan Fantasia, dan jiwa yang kedua adalah seorang remaja laki-laki bernama...
"Belum sekarang saat nya, masih terlalu dini untuk mengingat semua nya."
Seketika aku mendengar suara seorang gadis berbicara... Aku yang tidak dapat mendengar apapun, tiba-tiba mendengar suara. Sesaat suara itu muncul, seluruh dunia yang awal nya gelap menjadi terang, sebuah cahaya yang sangat terang muncul.
"Si-Siapa!?"
Di saat inilah, akhir nya aku dapat berbicara. Aku pun menyadari kalau saat ini seluruh indera ku sudah berfungsi.
"Ini aku."
Dari cahaya yang terang itu muncul seorang gadis kecil berambut perak. Identitas nya tidak lain dan tidak bukan adalah diri ku yang lain.
"Apa maksud mu terlalu dini untuk mengingat semua nya?" Tanya ku.
"Sesuai dengan perkataan ku, ini masih terlalu cepat untuk mu mengingat semua nya. Kau masih belum boleh mengingat asal usul mu." Jawab nya dengan wajah sedih.
"Ke-kenapa aku tidak boleh untuk mengingat nya? Dan juga siapa yang melarang ku untuk melakukan itu!?" Aku meninggikan suara ku, bertanya kepada nya dengan marah.
"Di saat kau mengingat semua nya, kau akan tahu alasan mengapa kau terkirim ke dunia ini." Diri ku yang lain mengabaikan pertanyaan ku, dan terus melanjutkan perkataan nya.
"Alasan ku... Terkirim ke dunia ini...?"
Saat mendengar kata-kata itu, kepala ku menjadi sakit. Rasa sakit nya melebihi rasa sakit yang pernah aku rasakan selama ini. Bahkan sakit kepala sebelum nya terasa seperti pijatan seorang anak kecil jika di bandingkan dengan rasa sakit ini.
Diri ku yang lain memegang kedua sisi kepala ku, lalu ia menempelkan kening nya ke kening ku, lalu ia dengan lembut berkata... Di saat inilah rasa sakit kepala ku menghilang.
"Apapun alasan mu datang ke dunia ini, aku akan selalu bersama mu. Bahkan sebelum kau bertemu Natasha Dan yang lain nya. Aku sudah ada bersama mu. Aku selalu ingin bersama mu, itulah perasaan ku yang sebenarnya." Kata nya sambil tersenyum bahagia.
"Dari tadi apa yang kau katakan... Aku tidak bisa memahami perkataan mu!"
"Kau sudah terlalu lama di dimensi ini, saat nya kembali... Tenang saja, apapun masalah yang kau hadapi, kau pasti bisa menyelesaikan nya."
Seketika, kesadaran ku menghilang.