
5 Hari yang lalu.
"Perkenalkan nama ku Wilson. Aku tidak tahu bagaimana cara mu mengenal Putri Yuri, tapi biar ku beritahu. Aku adalah tunangan nya." Bangsawan bernama Wilson menyodorkan tangan nya ke arah Jack dengan wajah kesal.
Jack tersenyum pahit lalu menyalami Wilson. "Nama ku Jack. Aku kenal Putri Yuri dari istana." Jawab Jack dengan nada sedikit kesal.
Yuri yang berada di samping Wilson memukul pelan Wilson.
"Kenapa kau beritahu mereka, bukan kah itu rahasia." Kata Yuri dengan kesal.
"Putri Yuri benar-benar bertunangan dengan pria ini ya?" Tanya Jack.
"Kau benar. Tapi seharus nya ini menjadi rahasia. Jadi ku mohon jangan beritahu Mira tentang pertunangan ku."
"Ba-baiklah kami tidak akan memberitahu Nona Mira." Arisa menjawab sambil melihat ke arah Jack. Jack sedang mengepalkan tangan nya sambil tersenyum. Arisa tahu senyuman Jack memiliki arti yang buruk.
"Ngomong-ngomong kenapa kau disini?" Tanya Yuri ke Jack.
Jack tersentak karena terkejut dengan pertanyaan Yuri yang tiba-tiba.
"Aaaa. Itu. Hmmmm. Itu....." Jack melirik ke sana kemari untuk mencari jawaban. Itu adalah reaksi yang wajar, jika seseorang dalam keadaan bingung, mereka pasti akan melirik kesana kemari, walaupun mereka tahu hal itu tidak membawa untung sama sekali.
"Putri Yuri sebenar nya siapa pria ini?" Tanya Wilson.
"Dia adalah bawahan adik ku."
"Hmmm.... Jadi dia bawahan adik Putri Yuri.... Jadi kenapa kau di sini? Apakah Putri Mira menyuruh mu kesini?" Tanya Wilson sambil menatap tajam ke arah Jack.
"I-itu benar! Nona Mira menyuruh ku kesini." Jawab Jack dengan terbata-bata.
Kenapa kau beritahu mereka Jack?! Arisa berteriak di pikiran nya. Misi kita akan gagal!! Apa yang kau pikirkan sialan!
"Hm... Jadi Putri Mira yang menyuruh mu ya.... Apakah kau di suruh ke sini untuk memata-matai kota Banitza? Jika memang itu benar, Putri Mira ternyata orang yang licik ya." Kata Wilson, ia semakin mencurigai Jack.
"Wilson! Walaupun itu kau, tidak akan ku maafkan kau berkata buruk tentang Mira!" Yuri berteriak di samping Wilson.
Pandangan Wilson berubah arah ke mata Yuri.
"Putri Yuri, anda harus mencurigai adik anda juga. Adik anda itu orang yang licik!"
"Kau benar. Mira itu orang nya licik, berarti bawahan nya ada di sini karena di suruh Mira ya." Jawab Yuri sambil tersenyum.
Saat mendengar jawaban itu, Arisa terkejut. Apa!? Putri Yuri biasanya akan membantah jika ada seseorang yang berkata buruk pada Kak Mira. Tapi kenapa Putri Yuri setuju dengan perkataan pria ini?
Tungu dulu...
Sebelum nya, pria ini juga berkata buruk pada Kak Mira, saat itu Putri Yuri langsung membantah nya. Tapi setelah di tatap oleh pria ini, Putri Yuri langsung setuju dengan perkataan nya. Apa yang terjadi? Ada yang aneh di sini.
Arisa menatap ke Jack, Jack kebingungan dengan pertanyaan Wilson. Jack mengeluarkan keringat dingin dengan sangat deras.
"Jadi apakah benar, kau di suruh kesini untuk memata-matai?" Wilson bertanya lagi.
Jack semakin terdesak dengan pertanyaan Wilson. Saat itulah Arisa yang mengambil peran untuk menjawab pertanyaan.
Arisa dengan cepat merangkul tangan Jack lalu berkata :
"Apa maksud mu dengan memata-matai? Kami di suruh oleh Putri Mira kesini karena ini adalah bulan madu kami."
Jack terkejut dengan perkataan Arisa, Jack pun berbisik dengan Volume suara yang hanya dapat di dengar oleh mereka berdua.
"Apa yang kau katakan?"
"Sudah kau diam saja!"
"Bulan madu? Seharus nya kau memilih kota yang lebih baguskan?" Wilson bertanya dengan nada curiga.
"Kau tahu kan, semua kota bagus di pimpin oleh Ketiga Putri kerajaan? Ku dengar dari suami ku, ketiga Putri itu bermusuhan dengan Putri Mira. Aku takut jika mereka melakukan sesuatu yang buruk jika kami bulan madu ke kota mereka, karena kami adalah bawahan Putri Mira. Karena itulah kami memilih kota ini, karena kota ini di pimpin oleh saudari yang sangat dekat dengan Putri Mira."
Mendengar perkataan Arisa, membuat Yuri tersipu malu. "Saudari yang sangat dekat. Dia bilang." Yuri bergumam dengan wajah bahagia dengan sedikit memerah.
"Kalau begitu, bukan kah kau bisa memilih Kota Cocoa? Kota itu sudah termasuk kota bagus, kota itu di pimpin oleh Putri Mira kan?"
"Aku berasal dari kota Cocoa? Kau pikir aku akan bulan madu di kota ku sendiri?... Sudahlah. Kami akan pergi dari sini, Ayo sayang!"
Arisa menarik tangan Jack. "Tu-tunggu dulu." Kata Jack.
"Apa maksud mu dengan tunggu dulu!? Aku kesal melihat bangsawan sombong ini. Ayo kita pergi dari sini!"
Arisa menambah kekuatan tarikan nya, lalu membawa Jack pergi dari distrik bangsawan.
Saat sudah jauh dari distrik bangsawan, Arisa melepaskan tangan Jack.
"Jack kau kenapa?"
Jack tidak menjawab.
Arisa menggenggam tangan Jack. "Kita kembali ke penginapan!"
Arisa menarik tangan Jack sampai kembali ke penginapan.
Mereka kembali ke kamar mereka yang ada di penginapan, Jack langsung merebahkan diri nya di kasur, lalu ia merendam wajah nya di bantal. Sedangkan Arisa menutup pintu kamar, lalu memasang (Barrier) agar tidak ada yang mendengar percakapan mereka.
"Kau kenapa Jack?" Tanya Arisa.
Jack tidak menjawab.
"Baiklah. Kau benar, sebelum nya kau bilang Bangsawan bernama Wilson itu mencurigakan bukan? Memang benar dia mecurigakan."
Jack masih tidak berbicara.
"Jack!" Arisa berteriak. Lalu ia mendekati Jack kemudian menarik kerah baju Jack hingga kepala nya terangkat tegak lurus. Arisa menatap Jack dengan serius.
"Kau kenapa!? Ingat Jack kita di tengah misi. Ini bukan waktu nya aku mengurus kau yang payah seperti ini."
"Kau benar aku payah." Kata Jack dengan lesu. "Saat tahu Putri Yuri bertunangan, aku merasa dunia ku sudah hancur. Saat mengetahui tunangan nya adalah pria bangsawan yang tampan membuat ku tambah hancur, hingga hancur berkeping-keping." Jack menghela nafas.
"Jack perkataan mu barusan membuat ku jijik. Asal kau tahu ya.... Bangsawan bernama Wilson itu mencurigakan, kita harus cepat menyelidiki nya. Aku memiliki firasat buruk tentang nya. Dia pasti seorang kriminal."
"Setelah kita mengetahui kalau dia itu kriminal apa yang akan kita lakukan?"
"Kita akan menangkap nya, lalu menyerahkan nya ke pengadilan kerajaan."
"Apakah itu akan membuat Putri Yuri senang?"
"Haaaah.... Apa maksud mu?"
"Jika kita menangkap Wilson, Putri Yuri pasti akan sakit hati karena tunangan nya adalah kriminal. Hal itu mungkin akan membuat Putri Yuri sedih. Aku tidak ingin membuat nya sedih."
Mendengar perkataan Jack, membuat Arisa kesal. Arisa memukul pipi Jack dengan keras. Jack jatuh terbaring di kasur nya setelah di pukul Arisa.
"Terserah apa yang kau katakan! Aku akan mengumpulkan bukti sendirian. Lalu melaporkan nya ke Kak Mira. Berterima kasihlah padaku, aku tidak akan melaporkan keadaan mu ke Kak Mira."
Arisa menghilangkan (Barrier) nya lalu ia membuka pintu kamar. Arisa keluar dari kamar, kemudian ia menutup pintu dengan keras.
Dari kekuatan nya menutup pintu, bisa tergambarkan betapa kesal nya Arisa kepada Jack.
Melihat Arisa telah pergi Jack membenamkan wajah nya di bantal kembali. Beberapa detik setelah membenamkan wajah nya, tanpa sadar Jack akhir nya tertidur.
Saat Jack sudah bangun, Jack melihat ke jendela kamar. Hari sudah gelap. Ia melihat ke sekeliling, Arisa belum kembali.
Karena merasa khawatir, Jack pun memutuskan pergi keluar untuk mencari Arisa.
Jack berkeliling di kota yang hanya di terangi cahaya lampu sihir dan cahaya bulan.
Niat awal Jack pergi keluar adalah untuk mencari Arisa, tapi saat ini Jack tidak memerhatikan sekeliling nya. Ia berjalan di tengah huru-hara kota sambil menundukkan kepala nya dalam kesedihan yang sangat dalam.
Karena terus menunduk, Jack tidak melihat ke arah depan nya. Tanpa di sadari Jack menabrak seseorang.
"Bisa kau hati-hati saat berjalan?" Kata orang yang di tabrak Jack. Orang yang di tabrak Jack jatuh terduduk di tanah.
"Maaf." Jack mengulurkan tangan nya.
Orang itu mengambil tangan Jack.
Jack membantu orang itu untuk berdiri.
"Aku betul-betul minta maaf."
Jack pun pergi meninggalkan orang itu.
Saat dia sudah agak jauh, tangan Jack di tarik dari belakang.
Jack langsung berbalik melihat seseorang yang menarik tangan nya. Yang menarik tangan nya adalah orang yang baru saja di tabrak nya. Atau harus di sebut wanita yang baru saja di tabrak nya.
"Kelihatan nya kau sedang sedih."
Jack terdiam, ia tidak menjawab.
"Itu semua tergambar jelas di wajah mu. bagaimana, kau mau ikut dengan ku? Aku pasti akan menghapus semua kesedihan mu itu." Kata wanita itu sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Jack.