
Author' Note.
Bila ada kesalahan kata, segera lapor di kolom komentar.
-----------------------------------------------------------------------
Pasukan Demon datang dari lautan. Mereka datang tidak dengan menggunakan kapal untuk menyeberangi lautan. Mereka berjalan. Itu benar. Berjalan.
Pasukan Demon berjumlah sekitar 1500 orang, dan dengan kemampuan khusus mereka, mereka bisa membekukan lautan. Setiap pasukan Demon melangkah, maka lautan akan membeku.
Pasukan Demon terus berjalan, hingga akhir nya melihat kota pelabuhan Paela.
\*\*\*
Kota pelabuhan Paela.
Para nelayan bersiap-siap untuk berlayar, mereka menyiapkan perahu layar mereka, tetapi... Saat mereka sampai di pelabuhan, mereka melihat sesuatu yang aneh..... Air laut membeku! Para nelayan kebingungan melihat hal itu. Mereka bertanya-tanya. Apa yang terjadi!?
Kemudian, bulu kuduk mereka berdiri... Angin dingin tiba-tiba berhembus dari arah lautan. Mereka pun memfokuskan pandangan mereka ke balik cakrawala.
"I-Itu kan..." Salah satu nelayan berkata dengan mata terbelalak, kata-kata nya berhenti di tengah-tengah. Dia sangat ketakutan hingga tidak dapat berbicara. Karena tidak bisa menahan rasa takut nya, ia jatuh. Terduduk di tanah. "AaAaAaAaAaAaA......" Nelayan itu ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia terlalu takut untuk membuka mulut nya... Sebegitu mengerikan nya lah hal yang ada di balik cakrawala itu.
"Ti-Tidak mungkin...." Nelayan lain berkata, setelah ia menelan ludah nya sendiri.
Yang di lihat para nelayan di balik cakrawala adalah, suatu mahluk. Itu memiliki badan hitam, berkepala binatang, memiliki tubuh tiga kali lebih besar dari manusia normal, tangan nya berotot besar hingga dari jauh tangan nya terlihat seperti sebuah batang pohon, dan kaki nya seperti kaki kuda. Itu adalah Demon. Dan mahluk itu tidak hanya satu, tetapi ada ribuan! Mereka semua berkepala binatang, dengan bentuk berbeda-beda. Ada dengan kepala bab*, anj*ng, banteng, singa, serigala, rusa, dan mahluk buas lain nya. Mereka berjalan di atas lautan, dengan langkah berat dan mata merah menyala, dengan tatapan haus darah mereka melihat ke arah kota.
Para nelayan terus melihat ke arah pasukan Demon yang berjalan mendekat, mereka semua tertegun, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ekspresi takut tergambar jelas di wajah mereka. Mereka hanya terdiam, terus melihat pasukan Demon yang berjalan mendekati pelabuhan... Sehingga-
"AAAAAAAAAAAAAAAAAKH!"
Salah satu nelayan berteriak, memecah kehengingan. Dia berlari tunggang-langgang meninggalkan pelabuhan, dengan cepat menuju kota. Nelayan lain yang berdiri, melihat nelayan yang baru saja lari, tersentak. Mereka sadar apa yang harus mereka lakukan... Mereka harus segera pergi dari pelabuhan untuk menyelamatkan diri! Itulah satu-satu nya yang mereka pikirkan.
Para nelayan yang tersisa pun berlari meninggalkan pelabuhan dengan wajah pucat seperti orang mati.
\*\*\*
Beberapa menit sebelum pasukan Demon terlihat di balik cakrawala.
Jarvish berada di dalam kamar nya, duduk di atas kasur, memandang benda yang ada di atas seprai nya. Di sana terdapat tumpukan koin emas. Jumlah nya sangat banyak, sehingga menutupi seperempat dari kasur nya.
Dengan senyum lebar, dan mata penuh nafsu, Jarvish meraih setumpuk koin emas itu dengan kedua tangan nya. "Ahahahaha...." Dia tertawa kecil, dengan air iler keluar dari mulut nya. Dia sangat senang, hingga ia nampak seperti orang gila. Ia senang dengan uang yang di miliki nya saat ini, dia sudah seakan-akan berada di dalam surga... Tidak dia sudah berada di dalam surga... Ini adalah surga Jarvish, surga yang hanya di miliki Jarvish.
Sayang nya.... Surga Jarvish tidak bertahan lama....
"Tok! Tok! Tok! Tok! Tok!" Kebahagiaan Jarvish di surga kecil nya rusak! Akibat suara ketukan pintu kamar nya. Hati yang di penuhi dengan kegembiraan dan kebahagiaan langsung tergantikan dengan kemarahan dan rasa benci. Biasanya jika kesenangan nya di ganggu, Jarvish hanya akan mengabaikan ketukan pintu itu. Tetapi, ketukan kali ini tidak biasa. Itu sangat keras, menandakan ada sesuatu yang terjadi. Dengan ekspresi cemberut di wajah nya, Jarvish pun turun dari kasur, berjalan mendekati pintu dan membuka nya. Di depan pintu kamar nya, berdiri seorang pria, menggunakan baju kepala pelayan... Dia adalah pelayan pribadi Jarvish sekaligus asisten nya.
"Ada apa!? Mengganggu kesenangan ku saja!"
"Pasukan Demon Lord menyerang kota ini tuan!"
"Candaan itu lagi... Aku sudah muak dengan-"
"AAAAAAAAAAAKH!"
Sebelum Jarvish menyelasikan kalimat nya, suara teriakan keras terdengar dari luar mansion nya. Itu berasal dari warga kota, dan itu bukan teriakan biasa. Dari nada suara nya, itu adalah teriakan ketakutan!
Setelah mendengar teriakan itu, Jasrvish dengan cepat mendekati jendela kamar nya, dia kemudian membuka nya, dan melihat ke arah kota melalui jendela itu.
Saat ia melihat sekilas, dia dapat melihat para warga berlarian ke sana kemari, tidak menentu. Mereka sebisa mungkin pergi menjauh dari arah lautan. Jarvish pun melihat ke arah lautan, dan di sana ia melihat banyak mahluk, yang jelas bukan manusia, berjalan mendekati pelabuhan.
"Tuan..."
Atas panggilan pelayan nya, Jarvish menoleh ke arah pelayan nya. Wajah pelayan nya pucat, keringat bercucuran dari tubuh nya. Pelayan nya membuka mulut, kemudian dengan suara bergetar, ia berbicara.
"A-Ayo kita tinggalkan kota ini... De-dengan Crystal sihir (Teleportation) kita bisa meninggalkan kota ini. Tentu saja, dengan harta tuan."
Tanpa memikirkan penderitaan penduduk kota, mereka meninggalkan kota dengan cara berteleportasi, bersama harta yang sudah mereka kumpulkan sebelum nya.
\*\*\*
Para penduduk kota Paela berlarian kesana kemari, tanpa tujuan. Mereka hanya fokus menjauh dari pasukan Demon yang sudah sampai ke pelabuhan. Pasukan Demon yang selama ini memakai kemampuan khusus nya untuk membekukan lautan, menjadi menggila saat mereka sampai di pelabuhan.
Pasukan Demon memiliki kemampuan khusus untuk mendinginkan udara di sekitar nya, bahkan dapat membuat apapun yang ada di sekitar nya membeku. Tetapi kemampuan ini memiliki efek samping. Selama mendinginkan udara di sekitar nya, tubuh Demon akan memanas, membuat mereka agresif dan menyerang mahluk hidup yang ada di sekitar mereka. Karena itu, saat sampai di pelabuhan, pasukan Demon menggila, karena banyak Human bertebaran di kota. Dengan pasukan Demon yang menggila, mereka pun membantai para penduduk kota satu persatu.
Di antara penduduk kota yang berlarian itu, ada nenek tua, anak kecil berumur lima tahun yang tidak mengerti apa-apa, dan ibu hamil. Bahkan ada orang yang cacat kaki nya. Mereka adalah orang-orang yang dengan cepat tertangkap oleh pasukan Demon.
Seorang nenek tua mencoba berlari, tetapi karena umur nya, ia tidak kuat untuk berlari. Ia pun hanya bisa berjalan menjauh dari pelabuhan sambil berdoa kepada tuhan untuk menyelamatkan nya... Ia sudah berumur, dan sebentar lagi mati. Jadi nenek itu ingin mati dengan tenang. Ia terus berdoa, sambil terus melangkahkan kaki nya. Hingga akhir nya..... Sebuah tangan besar menangkap nya. Doa nya tidak terkabul, atau, memang tidak ada mahluk yang di sebut tuhan yang bisa mengabulkan doa nya... Ia pun hanya bisa menangis, meratapi nasib nya. Ia sebentar lagi akan mati. Dan seperti yang ia pikirkan. Ia mati... Badan nya remuk, di cengkram keras oleh tangan besar yang menangkap nya.
Seorang ibu, menarik tangan anak nya yang masih berumur lima tahun. Tetapi, karena langkah ibu nya terlalu cepat. Anak itu terjatuh.
Melihat ibu nya yang meninggalkan nya, anak itu menangis sejadi-jadi nya. Ia berharap jika ia menangis, ibu nya akan datang menjemput nya kembali. Tetapi, ibu nya tidak datang. Yang datang mendekati nya adalah mahluk besar berkepala harimau. Mahluk itu sangat menyeramkan hingga ia tidak bisa menangis lagi. Ia terlalu takut untuk bersuara.
Mahluk itu pun membuka mulut nya yang di penuhi dengan taring, melihat hal itu, anak itu menangis lagi... Mahluk itu, atau Demon berkepala harimau. Merasa terganggu dengan teriakan anak itu. Dengan cepat ia pun membungkam anak yang menangis itu. Ia melahap kepala anak itu, meninggalkan tubuh anak itu tanpa kepala. Tubuh anak kecil tanpa kepala itu pun jatuh ke tanah, seperti boneka yang kehilangan tali pengendali nya.
Seorang pria kurus, yang sudah kehilangan satu kaki nya. Melompat-lompat di jalanan. Nafas nya tidak beraturan, ia berharap kaki nya yang terpotong tumbuh kembali. Ia ingin dapat berlari menjauh dari pelabuhan yang sudah di penuhi dengan Demon. Tetapi, pria ini hanya memiliki satu kaki, ia pun tidak dapat berlari, hanya bisa melompat-lompat. Saat sekian kali nya ia melompat, kaki nya terpelintir, membuat pria kurus terjatuh.
Ia mencoba untuk bangkit, tetapi kaki nya terasa sangat sakit. Saat ia melihat ke arah kaki nya, kaki nya bengkak, dan berwarna ungu kebiru-biruan. Karena itu, ia pun merangkak menjauh. Tetapi, kecepatan merangkak sangatlah lambat. Alhasil, pria kurus pun tertangkap oleh Demon berkepala ular.
Demon itu, memiliki dua taring, dengan taring itu Demon itu menggigit leher pemuda itu. Dalam sekejap, warna kulit pemuda itu berubah menjadi ungu. Racun yang sangat kuat memasuki tubuh nya dengan cepat, sehingga ia mati seketika.
Seorang ibu hamil berlari. Di belakang nya ada Demon berkepala gajah yang juga berlari dengan cepat, yang di mana kecepatan berlari Demon itu tidak sepadan dengan tubuh besar nya. Saat sudah berjarak tiga meter dari ibu hamil itu, Demon gajah melompat, dan mendarat tepat di tempat ibu hamil itu berada. Ibu hamil itu, beserta bayi yang ada di perut nya remuk. Terinjak oleh Demon gajah yang mengejar nya.
Para penduduk lain yang tertangkap pasukan Demon juga mengalami nasib yang sama. Ada seorang wanita yang di perkosa oleh beberapa Demon Simpanse, setelah merasa puas, mereka pun memotong-motong tubuh wanita itu dan memakan nya.
Ada seorang pria yang di ayun-ayunkan tubuh nya oleh seorang Demon bab*. Tubuh pria itu hancur lebur, karena di hempaskan berkali-kali ke tanah.
Ada seorang wanita gendut yang di jadikan rebutan oleh beberapa Demon. Karena tubuh nya yang besar, wanita itu sangat cocok untuk makanan. Pada akhir nya, wanita itu di bagi menjadi beberapa bagian, dan di makan oleh Demon yang memperebutkan nya.
Pada hari itu, banyak penduduk kota yang mati dengan cara mengenaskan. Tetapi, yang mati itu hanyalah penduduk dari distrik rakyat jelata. Yang mati hanya penduduk miskin, dan rakyat jelata lain nya. Para Demon masih belum memasuki distrik bangsawan.
Para bangsawan yang masih di dalam rumah nya, dengan panik mengumpulkan harta mereka. Setelah terkumpul cukup banyak, mereka pun melarikan diri menggunakan Crystal (Teleportation).
\*\*\*
Jarvish dan para bangsawan yang melarikan diri dengan Crystal sihir (Teleportation) berhasilkan menyelamatkan diri. Mereka saat ini berada di ibu kota kerajaan fantasia, kota Caramel.......
...... Atau begitulah perkiraan mereka.....
Mereka menemukan diri mereka di tengah-tengah kota Paela. Di balai kota tepat nya. Pemandangan di depan mereka sangat mengerikan, banyak penduduk kota yang terbunuh dengan cara yang sangat kejam. Saat pasukan Demon sudah selesai dengan korban-korban mereka, mereka melihat ke arah Jarvish dan para bangsawan lain nya.
"Ke-Kenapa kita di sini!?" Teriak semua bangsawan dengan wajah pucat.
Salah satu Demon kemudian, menyerang salah satu bangsawan. Semua orang yang ada di sana, mengira bangsawan itu akan mati.... Tapi itu tidak terjadi. Demon itu tidak bisa menyentuh bangsawan itu, seakan-akan ada sebuah dinding di depan nya.
Semua bangsawan yang ada di sana juga mengalami nya, mereka tidak bisa di sentuh oleh pasukan Demon... Mereka di lindungi oleh sihir (Barrir), pelindung tidak terlihat mengelili mereka.
Senyum jahat pun muncul di wajah para bangsawan, mereka melihat para Demon dengan tatapan sombong.
"Hahahaha.... Kalian tidak bisa menyentuh kami!" Jarvish berteriak dengan sombong. "Kami di lindungi oleh kerajaan! Kami orang terpilih!"
Semua bangsawan pun tertawa dengan ucapan Jarvish.
Karena suara tawa mereka, para Demon makin banyak berkumpul di dekat mereka. Alasan lain para Demon berkumpul di dekat mereka karena sudah tidak ada mangsa, hanya tersisa Jarvish dan para bangsawan yang dengan sombong menghina para Demon.
Kemudian.....
Ribuan bola tanah besar, dan bola api jatuh dari atas langit membantai para Demon. Awal nya, mereka ketakutan melihat bola tanah dan bola api yang jatuh itu, mereka akhir nya senang mengetahui mereka terlindungi oleh (Barrir). Tetapi itu tidak lama.... (Barrir) yang melindungi mereka pecah! Seperti sebuah kaca yang di pukul oleh palu.
Mereka pun dengan cepat di hujani oleh ribuan batu besar dan ribuan bola api yang jatuh dari langit.
"Boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom boom, boom, boom, boom."
Suara batu dan bola api mengguncang tanah. Semua yang ada di kota Paela hancur. Pasukan Demon, bangunan, mayat para penduduk, Jarvish, para bangsawan, dan lain nya, hancur berkeping-keping.
Pada hari itu, kota pelabuhan, Paela. Lenyap dari peta dunia.
\*\*\*
Aku melihat bola batu yang berdiameter sepuluh meter di tembakkan dari catapult, oleh para prajurit, dan aku melihat bola api yang berdiameter sama di tembakkan oleh para penyihir. Bola-bola itu dengan cepat menghancurkan kota Paela.
Saat melihat kota itu hancur, hati ku tidak merasakan apapun.
Aku tidak merasa sedih, tidak merasa kasihan, tidak ada rasa empati, dan juga tidak ada rasa peduli pada penduduk kota Paela. Itu benar. Aku tidak merasakan apapun. Bahkan setelah membantai penduduk kota, setelah menggunakan mereka sebagai umpan untuk membantai pasukan Demon, aku tidak merasakan apapun.
Tidak.....
Aku masih merasakan sesuatu di hati ku.....
Aku merasa.....
Puas!
Aku merasa puas! Aku merasa puas karena rencana ku berhasil, aku lega semua nya berjalan sesuai rencana, aku merasa senang melihat semua nya sesuai prediksi ku.
Tanpa sadar, sudut mulut ku terangkat... Aku tersenyum puas menyaksikan pembantaian terjadi.