From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 313 Jack VS Javelin



Selama pertarungan Natasha dan Bruno terus berlanjut, Jack dan Javelin dengan menggunakan item yang dapat membuat mereka terbang, pergi berpindah ke pecahan Benua Aziliya yang lain atau bisa di bilang pulau lain. Pulau yang akan mereka tuju berjarak sepuluh kilometer dari tempat mereka berasal, dan mereka terbang dengan kecepatan normal, mereka pun berhasil sampai dalam waktu beberapa menit.


Sesampai nya mereka di langit pulau yang mereka tuju, mereka berdua turun, mendarat di daerah pesisir. Walaupun sama-sama mendarat di daerah pesisir, mereka mendarat berjauhan satu sama lain, sekitar sepuluh meter.


Setelah memijakkan kaki mereka di atas pasir, Jack mengeluarkan pedang nya dari sarung nya, memasang kuda-kuda bertarung. "Keluarkan senjata mu!" Kata Jack kepada Javelin.


Melihat Jack yang siap untuk bertarung kapan saja, Javelin sekilas berpikir. 'Eh... Dia ingin lanjut bertarung!? Aaaaakh... Sangat merepotkan!' Javelin tahu seberapa tidak berguna nya pertarungan yang akan ia lakukan, ia tahu seberapa keras Jack mencoba, Jack tidak akan bisa mengalahkan nya. Bukan berarti Jack tidak mampu melawan Javelin, dari segi level mereka setara dan dari pertukaran serangan singkat mereka sebelum nya dia tahu kalau Jack memiliki pengalaman bertarung yang tidak kalah dari nya. Dari segi kekuatan dan pengalaman Jack bisa di katakan setara dengan nya. Hanya saja, yang membuat Jack tidak akan bisa mengalahkan Javelin adalah status Javelin sebagai Player yang membuat nya tidak bisa mati. Melawan seseorang yang tidak akan bisa mati, Javelin mengetahui seberapa tidak berguna nya pertarungan yang akan Jack lakukan...


Dengan pikiran itu di kepala nya, Javelin pun memutuskan untuk menghadapi Jack sampai dia menyerah, ia kemudian memanggil roh cahaya dan membuat roh itu berubah menjadi tombak berwarna putih polos.


Melihat Javelin yang merubah Roh menjadi sebuah senjata, membuat Jack terkejut. Jack tahu kalau Ras Elf dapat melakukan kontrak dengan roh untuk memperkuat sihir mereka, dan juga di pertarungan sebelum nya Javelin menggunakan Roh untuk memperkuat serangan nya. Jack tidak pernah mendengar Roh dapat di rubah menjadi senjata, bahkan Ratu Roh Thinkie tidak pernah menyebutkan hal ini sebelum nya.


"Kau terkejut?" Melihat ekspresi Jack, Javelin berkata kepada nya, memberitahu mengenai Skill khusus yang hanya ia miliki. "Asal kau tahu saja, tidak ada yang bisa merubah Roh menjadi senjata kecuali aku. Dan juga jika ada Elf yang dapat melakukan ini, aku yakin mereka tidak akan mau merubah Roh terkontrak mereka menjadi senjata."


"... Mengapa begitu?" Tanya Jack setelah diam sejenak.


"... Jawaban nya sederhana... Merubah Roh menjadi senjata sama dengan membunuh nya." Jawab Javelin atas pertanyaan Jack.


Elf menganggap Roh layak nya dewa, membunuh Roh sama dengan membunuh dewa yang mereka sembah, hal ini jelas tidak mungkin di lakukan oleh para Elf. Jack mengetahui hal ini, karena itulah saat Jack mendengar jawaban Javelin seketika ia menjadi skeptis.


"Apakah tidak apa bagi mantan Raja Elf untuk membunuh Roh dengan begitu mudah nya?" Tanya Jack dengan nada ragu.


"Aku tidak seperti Elf lain nya, aku tidak menyembah Roh. Sebalik nya merekalah yang mengagungkan ku layak nya dewa mereka, dan mereka melayani ku dengan sepenuh hati, sampai mereka rela berkorban untuk ku... Bukankah kau juga begitu Jack? Kau tidak akan ragu mengorbankan nyawa mu untuk melayani Mira bukan?"


Atas kata-kata itu, akhir nya Jack sepenuh nya yakin kalau Javelin menjawab pertanyaan nya tanpa kebohongan sedikit pun. Setelah perbicangan singkat mereka, mereka berdua pun memasang kuda-kuda bertarung, bersiap-siap bertukar serangan kapan saja. Udara di sekitar seketika menegang, hingga akhir nya ketegangan itu di pecah oleh Javelin yang tiba-tiba membuka mulut nya.


"... Kau yakin jngin melawan ku dengan senjata yang lemah itu?" Kata Javelin sambil menatap ke pedang milik Jack.


Mendengar perkataan Javelin, seketika wajah Jack berubah menjadi cemberut, dengan marah ia berkata kepada Javelin. "Ayo kita buktikan, apakah senjata ku benar-benar lemah!"


Setelah mengatakan itu, dengan kecepatan tinggi, Jack bergerak ke hadapan Javelin, menggunakan Sword Skill nya, lalu dengan cepat lagi kuat, ia menebas pedang nya ke arah Javelin. Tebasan pedang Jack seketika mengeluarkan api merah membara. Itu adalah (Sword Skill: Fire Slash).


Keterbalikan dengan Javelin yang menggunakan Sword Skill nya, Javelin sama sekali tidak menggunakan Skill nya, ia hanya menangkis serangan Javelin dengan tombak nya. Sesaat senjata mereka menghantam satu sama lain, gelombang kejut tercipta membuat tanah yang mereka pijak menjadi retak. Mata Jack terbelalak kaget, sekaligus tidak percaya saat melihat serangan nya di tangkis dengan begitu mudah. Mengabaikan keterkejutan Jack, Javelin dengan santai berkata: "Sudah ku bilang kan, senjata mu itu lemah!" Seketika Javelin selesai mengatakan itu, ia mengayunkan tombak nya dengan sekuat tenaga, daya dorong yang di hasilkan dari ayunan tombak nya membuat Jack terpental sejauh lima meter.


"Jika kau masih menggunakan senjata yang lemah itu, pertarungan ini hanya akan berat sebelah." Kata Javelin kepada Jack sembari menancapkan ujung tombak nya ke tanah.


"Kuh....!" Jack hanya bisa menatap Javelin dengan ekspresi di penuhi dengan amarah saat ia mendengar perkataan Javelin.


"Hah?"


Saat Javelin meminta pedang yang di pegang Jack, Jack menatap Javelin dengan tatapan bingung sambil berkata di dalam kepala nya. 'Apa yang orang ini katakan?'


"Kau tidak mendengar ku? Berikan pedang itu pada ku."


"... Apa yang ingin kau lakukan dengan pedang ku!?" Tanya Jack dengan nada tinggi.


"Di lihat dari bahan nya, pedang itu sangatlah kuat. Tapi tidak cukup kuat untuk melawan senjata Roh ku. Karena itu aku ingin memodifikasi pedang mu agar memiliki kekuatan yang cukup untuk menyamai kekuatan senjata Roh ku." Kata Javelin sambil menadahkan tangan nya, memberikan isyarat 'Berikan pada ku!'


"Jangan bercanda! Kau pikir aku akan mempercayai apa yang di katakan musuh ku!" Kata Jack, ia dengan cepat berdiri kembali, memasang kuda-kuda bertarung.


"... Sudah ku duga akan seperti ini. Ya sudahlah, dengan menunjukkan perbedaan kekuatan ku dengan nya, aku yakin dia akan cepat menyerah. Maaf saja, aku tidak bisa menuruti kemauan mu..." Javelin bergumam dengan suara kecil yang tidak dapat di dengar oleh siapapun. Walaupun begitu, kata-kata nya mengindikasikan kalau ia berbicara dengan orang lain.


Jack sekali lagi maju dengan kecepatan tinggi, menyerang Javelin dengan pedang nya.


Pertarungan mereka tidak kalah hebat dengan pertarungan Natasha dan Bruno, setiap pertukaran serangan mereka terjadi gelombang kejut yang merusak daerah sekitar. Kemampuan mereka sama kuat nya. Walaupun begitu perbedaan kekuatan senjata mereka benar-benar membawa hasil yang sangat signifikan, dapat terlihat dengan betapa santai nya Javelin menangkis serangan demi serangan yang Jack lancarkan ke arah nya.


Pertarungan mereka terus berlanjut hingga lima menit pun berlalu. Javelin yang sudah muak menangkis serangan Jack melancarkan serangan balik. Jack dengan cepat menangkis serangan Javelin. Javelin menyerang dengan menggunakan Skill nya, yang membuat tombak nya mengeluarkan cahaya putih cerah. Walaupun Jack berhasil menangkis tombak Javelin, kekuatan antara kedua senjata mereka sangatlah jauh. Pedang Jack seketika patah setelah menerima serangan Javelin, membuat serangan Javelin dengan mudah menembus pertahanan Jack lalu mengenai tubuh nya.


Tombak Javelin pun berhasil menusuk pundak kanan Jack. Membuat luka fatal di pundak nya. Dengan ujung tombak yang masih tertusuk ke pundak Jack, Javelin dengan keras mengayunkan tombak nya, membuat Jack terpental jauh akibat momentum yang di timbulkan ayunan tombak Javelin.


Dengan posisi telungkup di tanah, Jack memegangi pundak kanan nya yang sudah berlubang dengan telapak tangan kiri nya. Sembari merintih kesakitan, Jack terus menekan luka nya.


Javelin kemudian berjalan ke samping Jack, dengan santai ia mengambil pedang yang ikut terlempar bersama dengan Jack. "Apa... Yang... Kau... Uuugh!" Jack ingin mengatakan sesuatu, tapi karena rasa sakit yang ia rasakan, perkataan nya berhenti sebelum ia menyelesaikan kalimat nya.


"Aku bisa saja membunuh mu sekarang. Tapi aku merasa tidak adil dengan kemenangan yang begitu mudah ku dapatkan, aku akan membiarkan mu hidup untuk saat ini... Oh, dan juga tombak ku memiliki kemampuan untuk melumpuhkan lawan, jadi untuk sementara waktu kau tidak akan bisa bergerak."


"Uuugh!"


Mengabaikan Jack yang terus menatap nya dengan tatapan di penuhi dengan amarah, Javelin melakukan sesuatu dengan pedang Jack yang ia pegang di tangan kiri nya. "Baiklah... Saat nya menuruti permintaan Catherine..."


Seketika pedang di tangan kiri Javelin mengeluarkan cahaya berwarna emas.