From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 97 Kejadian Di Vila baru Mira



Amanda mulai menceritakan kejadian saat dia pergi ke Vila.


"Sebenarnya..."


Sebelum Amanda bercerita, aku mengeluarkan kursi dari (Inventori) ku. Kemudian aku memberikan sihir (Levitation) ke kursi yang baru saja ku keluarkan, aku pun menyuruh Amanda duduk di kursi. Amanda duduk di kursi menuruti suruhan ku.


"Sekarang ceritakan semua yang terjadi saat kau ke Vila."


"Sebenarnya....."


Saat Amanda mendapat perintah dari Mira, Amanda pergi ke Vila baru Mira yang ada di kota Cocoa. Amanda terbang ke Vila dengan kecepatan penuh. Karena Mira menyuruh nya untuk ke sana dengan cepat, karena jika Amanda lambat akan ada seseorang yang akan terbunuh.


Akhirnya Amanda sampai di depan Vila Mira. "Apakah di sini?" Kata Amanda bingung.


"Tidak ada gunanya bingung. Aku harus cepat masuk kedalam!! Mungkin saja terjadi sesuatu yang gawat di dalam."


Amanda berjalan ke depan pintu, saat ia berada di depan pintu. Amanda membuka pintu secara perlahan.


"Pintu ini belum di pasang sihir pengahalang." Gumam Amanda.


Pantas saja Mira menyuruh ku datang kesini. Pikir Amanda.


Saat pintu terbuka sepenuh nya, Amanda melihat seluruh pelayan, sedang mencoba membunuh satu sama lain.


"Ada apa ini!?" Gumam Amanda panik.


Amanda melihat seorang yang sudah tua mencoba bertahan dari serangan para pelayan. Amanda pun melesat mendekati orang tua itu.


Saat sekira nya serangan Amanda bisa sampai ke para pelayan yang menyerang orang tua itu, Amanda menggunakan (Cursed Blood Control) nya.


"Cursed Blood Control!" Amanda menggigit jari jempol tangan kiri nya, darah keluar deras dari jempol yang di gigit nya. "Shape Five: Chain."


Amanda mengarahkan tangan kiri nya ke depan, lalu keluar dari luka Amanda rantai yang terbuat dari darah. Rantai itu langsung mengikat para pelayan yang menyerang orang tua itu.


Amanda mendekat ke arah orang tua itu.


"Apakah anda baik-baik saja?" Tanya Amanda saat berada di dekat orang tua itu.


Orang tua itu berteriak, kemudian orang tua itu, menebas Amanda dengan pedang yang ada di tangan nya.


Amanda melompat menjauh dari orang tua itu. Saat Amanda melompat menjauh, Amanda langsung di incar para pelayan yang ada di ruangan itu.


"Sial!!" Kata Amanda kesal. "Cursed Blood Control, Shape Five: Chain."


Amanda menyentuh lantai, saat Amanda menyentuh lantai, dari dalam tanah keluar banyak rantai yang mengikat semua pelayan yang ada di situ.


"Kalian ini kenapa!?" Teriak Amanda. "Aku kesini di suruh tuan kalian Mira!!"


Orang tua yang mencoba menebas Amanda berbicara, orang tua itu berbicara sambil terbata-bata, suara nya gemetaran.


"Ka-kau.... Ba-bawahan.... No-nona Mira!?" Kata Orang tua itu dengan terbata-bata, suara nya juga gemetaran.


"Kau benar aku Amanda."


"To-tolong..... Ka-Kami!!" Kata orang tua itu.


"Tolong kalian?" Kata Amanda heran.


"Ka-kami.... Ti-tidak bi-bisa..... Mengendalikan..... Tu-tubuh kami!......"


"Baiklah aku akan menolong kalian. Jadi apa yang harus ku lakukan?"


"Bu-bunuh..... Kami!" Kata orang tua itu.


"Kalian yakin?"


Orang tua itu mengangguk kan kepala nya perlahan. "Ka-kami.....Ya-yakin.... Apa pun...... Ka-kami..... A-aka.....n..... La-lakukan..... De-demi...... Me-melindungi..... No-nona..... Mi...... Ra...... Ka-kalau....... Se-seperti i..... Ni...... Te-terus...... Ka-kami....... A-akan....... Me-menyer......ang..... No-nona...... Mi-mira juga....... Ja-jadi..... Ka-kami...... Mo-mohon..... Bunuh....... Kami..... Sebelum..... Ka-kami menyerang...... No-nona..... Mira."


Nafas orang tua itu tersengal-sengal. Ia seperti nya tidak kuat lagi untuk berbicara.


"Ce-Cepat!....." Teriak orang tua itu. "Ka-kami.... Su-sudah...... Ti-tidak..... Bi-bisa...... Me-mengenda...... Likan...... Tu-tu......buh..... Ka-kami."


"Baiklah akan ku lakukan. Untuk yang terakhir kalinya aku ingin tahu nama mu."


"Le..... Le.... Leo..... Nardo." Nafas orang tua itu tersengal-sengal.


"Baiklah..... Bersiap lah Leonardo dan para bawahan nya. Aku akan mengambil nyawa kalian!"


"Te.....te......rima ka.....sih"


"Sama-sama." Jawab Amanda.


Amanda melepaskan rantai darah nya, seluruh pelayan termasuk orang tua yang bernama Leonardo ikut menyerang Amanda. Saat semua pelayan sudah dekat dengan Amanda, Amanda menarik nafas panjang.


"Ultrasonic Sound!!" Amanda berteriak. Suara Amanda memecahkan semua kaca, kemudian para pelayan yang mendekati Amanda pingsan karena mendengar suara Amanda.


Setelah semua pelayan pingsan, Amanda menghentikan teriakan nya. Setelah berteriak Amanda menghembuskan nafas panjang.


"Maafkan aku Leonardo. Aku tidak di suruh Mira untuk membunuh mu. Jadi aku tidak bisa melakukan nya."


"Dan juga merasa terhormat lah Leonardo. Ini adalah kemampuan baru para Vampir yang ku ajarkan pada mereka. Bahkan Natasha saja tidak bisa melakukan nya. Dan juga ini pertama kali aku menggunakan nya, jadi merasa terhormatlah karena kau menjadi korban pertama yang terkena kemampuan ini." Kata Amanda menyombongkan diri.


Amanda pergi keluar Vila, kemudian ia memasang sihir pelindung di sekitar Vila. Dengan begini Vila ini akan aman untuk sementara. Walaupun, sihir ini tidak sekuat seperti sihir Mira ataupun sihir Arisa. Pikir Amanda.


Setelah memasang sihir pelindung, Amanda pun terbang ke langit untuk mencari teman-teman nya.


"Aku pun bertemu Natasha, kemudian aku menanyakan keberadaan mu ke Natasha. Lalu aku pun mendatangi mu kesini." Kata Amanda menutup ceritanya.


"Jadi begitu cerita nya ya." Mira bangkit dari tempat duduk nya, Amanda pun ikut bangkit dari tempat duduk nya. Amanda dengan cepat mengeluarkan sayap di punggung nya, agar dia tidak jatuh setelah bangkit dari tempat duduk nya.


Setelah Amanda bangkit dari tempat duduk, aku memasukkan semua barang yang ku keluarkan, kedalam (Inventori).


Aku melihat ke arah Jack, Jack keadaan nya sangat terdesak. Ia terus di serang oleh monster dengan menggunakan bola hitam yang monster itu keluarkan dari mulut nya.


"Seperti nya Jack dan Arisa memang perlu bantuan."


"Amanda. Pilih salah satu. Kau bantu Arisa dan Jack bertarung, atau ikut dengan ku."


"Bantu Arisa dan Jack? Bukan nya mereka bertarung di tempat yang berbeda?"


"Tenang saja. Pasti nanti monster yang di lawan Jack akan pergi membantu Elf bernama Sarion yang di lawan Arisa.... Jadi kau pilih mana ikut dengan ku, atau bantu Arisa dan Jack?"


Amanda melihat ke arah Jack, kemudian ia melihat ku dengan wajah serius. "Aku akan membantu Arisa dan Jack!" Jawab Amanda.


"Kalau begitu aku akan mengajak Natasha."


Aku menghubungi semua orang dengan (Telephaty).


"Para Vampir sekalian!! Aku ingin kalian menghisap darah semua penduduk yang ada di kota ini. Tapi hisap darah nya jangan sampai mereka mati. Lalu Jack monster yang kau lawan, cepat atau lambat akan mendatangi tempat Arisa bertarung. Jika saat itu terjadi aku ingin kau dan Arisa bekerja sama melawan monster itu dan Elf bernama Sarion. Kemudian Natasha. Ikuti aku!"


Aku memutuskan (Telephaty). Kemudian aku berpamitan dengan Amanda. Aku pun melesat dengan kencang, ke daerah bangsawan. Lalu dari belakang ku, ada Natasha yang mengikuti ku.


"Mira!! Kita mau kemana?" Tanya Natasha.


"Kita akan ke tempat bos yang melakukan semua ini."


"Bos? Maksud mu Sarion? Sarion di lawan oleh Arisa. Dan juga arah ini berlawanan dari tempat Arisa bertarung."


"Bukan Sarion. Sarion itu hanya boneka. Bukan hanya Sarion, seluruh penduduk di kota ini hanya boneka."


"Boneka apa maksud mu?"


"Pasti kau akan tahu."


Aku melihat sebuah bangunan besar yang tidak kalah besar dengan Vila baru ku. Aku pun menyuruh Natasha untuk mendarat di depan bangunan besar yang ku lihat.


\*\*\*


"Kalian dengar!! Kita bebas untuk menghisap darah penduduk kota ini!!" Teriak salah satu Vampir dengan gembira.


Seluruh Vampir bersorak, kemudian mereka berpencar ke seluruh kota untuk mencari mangsa.


\*\*\*


Jack baru saja mendengar (Telephaty) dari Mira.


"Bukan hanya harus menghadapi monster ini. Aku juga harus menghadapi bos nya ya." Kata Jack. "Seperti nya aku akan menjadi pahlawan di kota ini." Kata Jack sombong.


Kemudian Jack mendengar suara dari atas nya.


"Cursed Blood Control, Shape Five: Chain!"


Monster yang ada di depan Jack terikat dengan rantai yang berwarna merah seperti darah.


Melihat hal itu Jack tersenyum. "Seperti nya bukan hanya aku yang menjadi pahlawan."


Jack melihat ke atas. Kemudian ia melihat Amanda sedang tersenyum jahat sambil menatapi dirinya.


"Perlu bantuan?" Tanya Amanda dengan nada sombong.


"Dari tadi aku sudah memerlukan bantuan." Kata Jack.


"Begitu ya.... Kalau begitu, ber terima kasih lah ke Mira. Dia yang menyuruh ku membantu mu."


Mendengar perkataan Amanda, Jack tersenyum. "Coba dari tadi."


Monster yang di ikat Amanda bergerak. Pandangan Amanda dan Jack teralihkan ke arah monster itu.


Monster itu terus bergerak, hingga akhir nya badan monster itu terpotong-potong karena rantai darah milik Amanda.


Setelah terpotong-potong, badan monster itu kembali lagi jadi utuh dalam beberapa detik.


"Dia melepaskan diri dengan cara memotong tubuh nya!?" Kata Amanda terkejut.


"Seperti nya kita akan kerepotan." Jawab Jack.


Monster itu tidak menyerang Jack ataupun Amanda. Monster itu hanya berjalan kanan nya. Di arah kanan nya terdapat bangunan, tapi monster itu terus berjalan menerobos bangunan yang menghalangi nya.


"Mau kemana dia?" Tanya Jack.


"Dia ingin ke tempat saudari mu." Jawab Amanda.


"Jadi sudah waktu nya ya."


Amanda langsung turun kemudian Amanda menggendong Jack. Lalu Amanda terbang ke tempat Arisa bertarung sambil menggendong Jack.


"Bisa kau turun kan aku? Aku ingin jalan kaki saja." Kata Jack malu-malu.


"Tidak mau. Jika kita terbang, maka akan lebih cepat sampai ke tempat saudari mu." Jawab Amanda.


"Aku tahu itu. Tapi harga diri ku sebagai laki-laki tidak membiarkan ku di gendong oleh perempuan." Kata Jack malu-malu.