
Jack memegang pedang pahlawan Sieg dengan kedua tangan nya, kemudian mengacungkan pedang nya ke arah Amanda.
Amanda melakukan hal sama, dia memegang tombak darah di tangan nya, lalu mengacungkan ujung tombak ke arah Jack.
Jarak mereka berdua berdiri saat ini hanya lima meter, mereka saling menatap dengan mata mereka yang bercahaya berwarna merah. Itu menandakan puncak adrenalin mereka, walaupun salah satu dari mereka sedang kelelahan, tetapi berkat adrenalin yang memuncak kelelahan itu berhasil di tekan sepenuh nya.
Mereka terdiam selama beberapa detik, menunggu pihak lain untuk menyerang terlebih dahulu. Akibat nya, ketegangan suasana sangat pekat di dekat mereka.
Mengetahui pihak lain tidak akan maju, Amanda melemparkan tombak nya. Jack segera menolak tombak yang melesat ke arah nya ke samping. Setelah itu Jack berlari mendekati Amanda yang tidak bersenjata sekarang. Seharus nya begitu, tetapi yang di lihat Jack adalah Amanda sudah memegang tombak darah dan bersiap menerima serangan Jack.
Jack mengabaikan senjata baru yang di pegang Amanda, kemudian ia menebas dari atas ke bawah secara Vertikal.
Amanda memegang kedua sisi tombak nya, menempatkan tombak nya di atas kepala nya secara Horizontal kemudian ia menangkis serangan Jack sebelum pedang itu berhasil membelah nya menjadi dua.
"Clang!"
Suara nyaring dari besi yang berbenturan berdengung memekakkan telinga.
Senjata mereka saling mengunci. Ini adalah adu kekuatan fisik, Jack mendorong pedang nya semakin kebawah sedangkan Amanda menahan tombak nya agar tidak terdorong.
Kejadian ini tidak berlangsung lama, hanya beberapa detik, itu di akhiri dengan dorongan kuat tombak darah Amanda, yang membuat tangan Jack yang memegang pedang terdorong kebelakang membuat celah pada pertahanan Jack. Itu artinya kekuatan fisik Amanda lebih besar dari pada Jack.
Amanda tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia dengan cepat mendorong ujung tombak nya ke arah tengah dada Jack. Jack menggunakan momentum, menghindari serangan Amanda dengan gerakan akrobatik salto ke belakang. Dengan gerakan salto itu, Jack membuat tendangan ke atas yang menyebabkan tangan Amanda terpental kebelakang. Amanda langsung melompat karena melihat pertahanan diri nya terbuka.
Setelah menstabilkan posisi setelah melakukan salto, Jack langsung melesat dengan cepat ke arah Amanda yang masih di tengah-tengah pendaratan saat melakukan lompatan. Melihat Jack yang pergi ke arah nya, Amanda mencegah dengan melemparkan tombak nya ke arah Jack, Jack menghindari itu dengan memerengkan tubuh nya kesamping. Tombak itu kemudian melewati Jack, tetapi akibat melakukan gerakan menghindar itu membuat Jack lengah, ternyata di bagian belakang tombak ada rantai yang terbuat dari darah yang langsung tersambung ke Amanda. Hasilnya Amanda tertarik ke arah tombak nya yang saat ini ada di belakang Jack. Itu berarti Amanda melesat ke arah Jack dengan gerakan cepat karena gaya tarikan dari rantai yang tersambung ke tombak yang di lempar nya.
Amanda menciptakan pedang dari darah nya, kemudian ia mengarahkan ujung pedang darah nya ke arah Jack. Amanda sekarang seperti sebuah tombak yang siap menusuk Jack kapan saja. Jack dengan cepat menumbuhkan sayap di punggung nya, lalu ia terbang ke arah belakang menghindari serangan Amanda.
Alhasil tusukan Amanda menusuk ke tanah, menciptakan bolongan di tanah. Pedang darah Amanda kemudian menguap ke udara bersama dengan rantai dan tombak yang menancap di tanah beberapa centi dari dia berdiri. Setelah itu Amanda membuat tombak darah lagi, lalu menumbuhkan sayap di punggung nya, dan melesat ke arah Jack dengan kecepatan tinggi sambil bersiap-siap menusukkan tombak nya ke arah Jack.
Melihat Amanda melesat ke arah nya, Jack terbang semakin ke belakang menjauhi jangkauan serangan Amanda. Amanda bisa saja terus mengejar Jack tetapi itu akan menguras stamina nya, hasil dari pemikiran itu membuat Amanda memutuskan melemparkan tombak nya sekuat tenaga.
Melihat Amanda yang melemparkan tombak nya membuat Jack tersenyum. Dia sudah memperkirakan Amanda pasti akan melempar tombak nya alih-alih mengejar nya. Jack pun merubah arah terbang nya, yang awal nya ke belakang menjadi ke arah depan. Ia terbang dengan kecepatan tinggi mengarah ke arah tombak Amanda.
"Sword Skill. Wind Slicer!"
Jack mengayunkan pedang nya secara diagonal dari kanan atas ke kiri bawah. Dari tebasan itu tercipta angin tajam berbentuk seperti bulan sabit. Angin itu segera melesat ke arah tombak darah Amanda membelah tombak itu menjadi dua. Melihat tombak nya terbelah dengan mudah, Amanda terkejut, tetapi ia tidak bisa terkejut dalam waktu yang lama karena angin tajam Jack masih melesat ke arah Amanda.
Amanda kemudian menciptakan perisai dari darah nya, menangkis angin tajam itu dengan sempurna. Jack sudah memperkirakan hal itu, jadi dia tidak terkejut, sebagai ganti nya Jack melesat ke arah Amanda, kemudian ia memutari Amanda sedikit dan menyerang Amanda dari samping.
Ternyata gerakan Jack sudah di prediksi oleh Amanda, saat Jack sampai di samping Amanda, Jack terkejut dengan anak panah yang terbang di belakang Amanda. Jumlah anak panah itu ada ratusan. Dari depan anak panah itu tidak terlihat karena tertutupi oleh perisai Amanda, tetapi dari samping itu terlihat dengan jelas mengarah kepada Jack.
Melihat hal itu, Jack menjadi kesal, wajah nya cemberut. Tetapi ia tidak terbawa emosi untuk menyerang secara gegabah, dia pun melompat mundur. Tetapi ratusan anak panah Amanda tidak membiarkan itu, anak-anak panah itu melesat ke arah Jack dengan kecepatan tinggi. Itu membuat Jack mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk menangkis semua anak panah itu sambil bergerak ke arah belakang.
Saat seluruh anak panah sudah berhasil di tepis nya, anak panah itu langsung menguap ke udara. Saat hendak menghembuskan nafas lega, serangan dari Amanda datang. Kali ini lima tombak darah melesat ke arah Jack.
"Cih!"
Jack mendecakkan lidah nya. Ia kemudian melompat ke langit, menumbuhkan sayap di punggung nya kemudian melayang di udara. Jack mengangkat pedang nya ke atas, "Sword Skill. Meteor Slice!" setelah mengatakan itu, Jack mengayunkan pedang nya ke bawah. Itu menciptakan bola api yang mengarah ke tombak yang mengejar nya.
Bola api yang di ciptakan Jack dan tombak darah Amanda berbenturan, itu menyebabkan ledakan besar dengan suara "BANG!" yang besar hingga berdengung di telinga. Bola api pun tercipta hasil dari ledakan tersebut, berselang beberapa detik, di tengah bola api itu muncul sebuah lobang. Dan sebuah tombak darah melesat ke arah Jack. Jack kemudian menggunakan (Wind Slicer) untuk membelah tombak yang mengarah ke arah nya.
Setelah serangan itu, Jack melihat ke bawah. Amanda di sana berdiri di atas tanah sambil memegang tombak, sementara di belakang nya masih ada sepuluh tombak yang melayang.
Jack mengencangkan pegangan di gagang pedang. Kemudian mengayunkan pedang nya secara vertikal, dari tebasan itu menyebabkan udara di sekitar terdistorsi, itu juga menyebabkan ruang terdistorsi. Itu adalah (Dimensional Slice) milik Jack.
Tombak di belakang Amanda kemudian terbang ke depan Amanda lalu berubah bentuk menjadi perisai. Sepuluh lapis perisai pun tercipta untuk melindungi Amanda. Sedetik kemudian perisai itu hancur berkeping-keping, sebelum menguap ke udara.
Amanda berhasil menangkis serangan tak terlihat Jack yang bernamakan (Dimensional Slice). Itu adalah serangan yang merusak ruang, siapapun yang terkena pasti akan terbelah, lalu hancur berkeping-keping. Melihat salah satu serangan terkuat nya berhasil di atasi Amanda, Jack menjadi terkejut. Tetapi ia segera membuang perasaan itu, lalu segera melesat ke arah Amanda sambil bersiap-siap menebas Amanda.
Amanda ikut melesat ke arah Jack sambil mengacungkan tombak nya ke arah Jack.
"Clang!"
Mereka saat ini berada di udara beberapa meter dari tanah. Serangan mereka berbenturan menyebabkan suara besi yang memekakkan telinga. Tetapi kali ini bukan hanya itu saja hasil dari adu senjata mereka, suara angin berhembus kencang hingga meniup rerumputan di tanah dapat terdengar.
Serangan mereka menciptakan daya kejut yang dapat menyebabkan angin kencang, dengan suara. "Wooosh!"
Dapat terdengar sedetik kemudian setelah suara besi berbenturan.
Tetapi daya kejut itu tidak menjadi alasan mereka untuk berhenti. Mereka terus melancarkan serangan, ke pihak lain, kadang-kadang juga bertahan agar pihak lain tidak melukai mereka. Setiap kali senjata mereka berbenturan menyebabkan daya kejut yang semakin kuat. Hingga pada titik daya kejut itu menerbangkan rerumputan yang masih tertancap di tanah nya, itu pun membuat padang rumput di sekitar mereka berubah menjadi tanah.