From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 83 Labirin Pierot



Yuri mengajak Mira, Natasha dan Arisa pergi ke suatu tempat di dalam ruangan yang penuh dengan lukisan Yuri. Selama beberapa menit berjalan, mereka pun sampai.


"Di sini adalah jalan masuk ke labirin Pierot!" Kata Yuri.


Setelah mengatakan itu Yuri, maju selangkah kemudian Yuri menghilang dari hadapan Mira, Natasha dan Arisa.


"Kemana dia pergi!!" Kata Natasha.


Aku maju ke tempat Kak Yuri menghilang, saat aku berdiri tepat di tempat Kak Yuri menghilang, tiba-tiba tanah tempat ku berpijak menghilang. Aku pun terjatuh ke bawah. Sebelum sampai ke dasar, aku mengaktifkan sihir (Fly). Setelah mengaktifkan sihir, aku langsung terbang ke atas.


Saat sampai di atas, aku melihat Natasha dan Arisa berwajah panik.


"Mira!!" Teriak Natasha dan Arisa bersamaan. "Kau kemana?" sambung Natasha. "Tiba-tiba tubuh kak Mira menghilang!!" Sambung Arisa.


"Dari penglihatan kalian aku menghilang ya?"


Arisa dan Natasha mengangguk.


"Ayo ikuti aku! Arisa aktifkan sihir Fly! Dan Natasha keluarkan sayap mu!"


"Ba-baik!" Jawab Natasha dan Arisa bersamaan.


Di punggung natasha muncul sayap kelelawar, kemudian Natasha mulai mengepakkan sayap nya, hingga Natasha melayang sedikit di udara.


"Fly!" Kata Arisa. Setelah mengatakan itu Arisa melayang sedikit di udara.


Natasha dan Arisa mendekati ku, kemudian aku memegang tangan mereka berdua. "Pegang tangan ku kuat-kuat!"


Aku langsung bermanuver menukik ke bawah dengan cepat. Karena aku bermanuver terlalu cepat, Natasha dan Arisa berteriak. Aku mengabaikan mereka, kemudian aku mengaktikan sihir (Clairvoyance), untuk melihat dasar dari tempat yang kami masuki. Tempat yang kami masuki sangat gelap, jadi kami tidak dapat melihat apa-apa. Tapi dengan sihir (Clairvoyance) ku, aku dapat melihat dengan jelas di tempat yang gelap.


Setelah lama memasuki tempat ini, akhirnya aku melihat dasar nya. Aku menurunkan kecepatan terbang ku, kemudian aku memasang posisi mendarat. Aku, Natasha dan Arisa pun mendarat dengan sempurna.


"Hah, hah, hah," Suara Nafas Natasha dan Arisa. "Lain kali kalau terbang pelan-pelan." Kata Natasha.


Aku mengabaikan perkataan Natasha, kemudian aku maju ke arah depan. Saat aku maju selangkah, tiba-tiba ruangan yang gelap menjadi bercahaya. Kemudian cahaya yang timbul itu berubah menjadi panah, cahaya panah itu seperti menunjukkan jalan untuk kami.


"Apakah kita harus mengikuti panah-panah ini?" Tanya Arisa.


"Kita tidak punya pilihan lain kan. Dan juga kita kehilangan jejak Kak Yuri."


Aku, Natasha dan Arisa mengikuti arah yang di tunjukkan oleh panah. Kami bertiga terus mengikuti tanda panah itu, hingga akhir nya kami bertemu dengan Kak Yuri. Kak Yuri sedang berdiri di depan pintu yang sangat besar. Aku, Natasha dan Arisa pun menghampiri Kak Yuri.


"Kalian datang!!" Kata Yuri. "Kita sudah sampai di labirin Pierot!"


"Apakah labirin nya di dalam sini?" Tanya Arisa.


Yuri mengangguk, kemudian Yuri memegang gagang pintu, lalu Yuri mendorong pintu hingga terbuka. Ke empat perempuan itu pun memasuki ruangan yang ada di balik pintu besar itu. Saat mereka memasuki ruangan itu, tiba-tiba terdengar suara seorang Pria di seluruh ruangan.


"Berani sekali kalian memasuki wilayah suci milik Dewa Pierot!! Aku Dewa Pierot tidak akan mengampuni kalian!!"


Ruangan yang gelap menjadi terang, kemudian di depan ke empat perempuan itu terdapat labirin yang sangat besar.


"Kalian sudah terkurung di dalam labirin ku!!"


"Pierot!!" Teriak Yuri. "Kembalikan suami ku!"


Mendengar teriakan Yuri, Natasha tertawa. Dan Arisa menjadi kesal.


"Suami mu ada di ujung labirin ini! Jika kalian bisa sampai ujung maka suami mu akan ku bebaskan. Tapi sepertinya kalian tidak bisa mencapai ujung! Hahahahahahaha."


Di atas ke empat perempuan itu tiba-tiba muncul layar yang menunjukkan Jack yang sedang di genggam sebuah tangan bayangan yang besar.


"Saat ini dia berada di genggaman tangan ku!"


Aku melihat ke layar yang menunjukkan kalau Jack sedang di genggam sebuah tangan bayangan. Aku memerhatikan wajah Jack, wajah nya seperti orang yang sedang kesakitan. Lalu layar yang menunjukkan Jack berhenti menunjukkan Jack, layar itu kini menunjukkan angka, angka itu selalu berkurang tiap detik nya.


"Jika waktu habis, tubuh orang ini akan hancur!! Hahahahahahaha."


Aku melihat Kak Yuri, Kak Yuri langsung jatuh tersungkur. Kemudian Kak Yuri menangis.


"Suami ku!!" Kata Yuri.


Natasha tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Yuri.


"Kau masih bisa saja tertawa dalam kondisi gawat seperti ini."


"Habis nya Mira.... Prilaku saudari mu sangat lucu!!"


Aku menghembuskan nafas panjang mendengar perkataan Natasha, kemudian Arisa menupuk bahu ku. "Kak Mira!" Kata Arisa dengan nada serius. "Apakah aku boleh menghancurkan labirin ini?"


"Silahkan... Tapi jangan sampai terkena Jack."


Arisa mengangguk, kemudian Arisa berjalan menuju jalan masuk labirin, saat di depan jalan masuk labirin Arisa mengeluarkan tongkat sihir dari (Inventori) nya.


"Gadis Elf," Kata suara itu. "Apakah kau akan memasuki labirin ku sendirian?"


"Berisik!!"Arisa berteriak. "Saat ini aku sedang kesal!! Super Magic Activated! Super Magic: Earthquake!"


Gempa yang besar terjadi di seluruh ruangan hingga menghancurkan seluruh dinding labirin. Saat dinding labirin hancur. Aku, Natasha dan Kak Yuri melihat Jack yang sedang di genggam dengan sebuah tangan bayangan. Kami bertiga pun mendatangi Jack sebelum Jack terkena dampak sihir Arisa.


"Si-sialan!! Menghancurkan labirin itu curang!" Kata suara itu berteriak.


Kami mengabaikan suara yang terdengar di seluruh ruangan. Kami terus berlari ke arah Jack.


"Mira!! Kata Natasha sambil memunculkan sayap di punggung nya. "Aku duluan!"


"Mira!!" Natasha berteriak.


Aku dan Kak yuri berlari menuju Natasha, kemudian dari belakang kami Arisa datang menyusul kami dengan sihir (Fly).


"Kak Mira. Duluan!!" Kata Arisa.


Arisa sampai di tempat Natasha. Natasha membaringkan Jack di tanah.


"Bagaimana keadaan Jack?" Tanya Arisa.


"Dia pingsan!" Jawab Natasha.


Tiba-tiba suara yang menggema di seluruh ruangan tertawa. "Hahahahahaha. Walaupun kalian berhasil membebaskan nya, dia tetap tidak akan bangun."


Arisa mendekat ke arah Jack, kemudian Arisa menginjak perut Jack. "Bangun!!" Teriak Arisa.


Setelah di injak Arisa, Jack terbangun. "Aaaaaaaakh," Teriak Jack kesakitan. "Sakit!!"


Aku melihat Arisa menginjak Jack dari kejauhan, aku terkejut Arisa bisa membangunkan Jack dengan cara menginjak nya. Padahal kata, suara tadi Jack tidak akan bisa bangun.


"Suami ku!!" Kata Kak Yuri berteriak. Kemudian di punggung Kak Yuri muncul sayap putih, Kak Yuri pun langsung melesat ke arah Jack.


"Seperti nya aku tidak perlu menyembunyikan kekuatan ku di sini." Aku menggunakan sihir (Fly). Kemudian aku terbang ke arah Jack dengan cepat.


Jack melihat wanita pujaan hatinya terbang ke arah nya. Kemudian Jack melebarkan tangan nya. Jack langsung menangkap Yuri yang terbang kearah nya.


"Istri ku!! Akhirnya kita bertemu!" Kata Jack dengan senyum bahagia.


Natasha tertawa terbahak-bahak melihat perilaku Yuri dan Jack. Arisa langsung berjalan mendekati Jack dan Yuri, kemudian Arisa menjauhkan Yuri dari Jack.


"Sudah selesai pelukan nya!!" Kata Arisa kesal.


"Arisa!?" Kata Jack terkejut. "Kenapa kau ada di sini!?"


"Baru sadar sekarang!?" Kata Arisa.


Jack melihat sekeliling, kemudian Jack melihat Mira baru saja mendarat di samping Natasha. "Kak Mira!? Kak Natasha!? Kenapa Kalian semua ada disini!?"


"Sayang!" Kata Yuri. "Mereka semua datang menyelamatkan mu."


"Menyelamatkan ku?" Jack mengingat semua kejadian yang menimpa nya saat dia bertemu dengan Goby. "Aku ingat!! Aku dikendalikan Goby!" Kata Jack. "Jadi kalian di sini untuk menghilangkan sihir pengendali nya?"


"Di kendalikan?" Tanya Natasha.


"Kalian tidak tahu kalau aku di kendalikan? Padahal aku mengira kalian kesini untuk menghilangkan sihir nya."


"Kami tidak kesini untuk menghilangkan sihir." Kata Arisa. "Kami kesini karena kami mendapat sinyal bahaya dari mu.... Jadi kami pikir kau dalam bahaya, karena itu kami ingin menyelamatkan mu."


"Sinyal bahaya? Aku tidak pernah mengirim sinyal itu?" Kata Jack kebingungan.


"Lalu siapa yang mengirim nya?" Tanya Natasha.


"Itu aku." Jawab Yuri.


"Bagaimana bisa!?" Kata Natasha dan Arisa berteriak.


Tiba-tiba suara di seluruh ruangan berteriak. "Sialan kalian!! Kalian akan kubunuh!!" Kata suara itu.


"Masalah itu kita urus nanti saja.... Kita harus pergi dari tempat ini! O iya Jack. Saat kau sadar, kau harus berpura-pura masih di kendalikan."


"Ba-baik Kak Mira."


"Dari tadi aku penasaran," Kata Yuri. "Kenapa sayang memanggil Mira dengan sebutan Kak?"


Jack dengan panik memberikan alasan kepada Kak Yuri. Aku megabaikan mereka berdua, kemudian aku mengaktifkan sihir ku.


"Super Magic Activated. Super Magic: Magic Dispel!"


Seluruh ruangan hancur berkeping-keping. Kemudian aku, Natasha dan Arisa kembali ke kamar ku.


"Kita berhasil!" Kata Arisa.


"Arisa! Nanti malam kau gantikan aku tidur di sini!! Dan untuk Natasha," Aku mengambil kertas dan pena dari (Inventori) ku. Kemudian aku menulis di kertas itu. Kemudian aku memberikan kertas itu ke Natasha. "Berikan ini kepada Ayah!! Di dalam sini di jelaskan semua rencana ku secara terperinci. Nanti malam kita akan menangkap Goby."


\*\*\*


Kembali ke masa kini, setelah Mira menyerap Goby dengan sihir (Black Hole) nya.


"Natasha, Jack. Ayo kita kembali ke tempat ayah!"


Kami pun kembali ketempat ayah berdiri saat waktu di hentikan, saat kami sampai di sana. aku menghubungi Arisa melalui (Telephaty) aku memberitahu Arisa untuk menghilangkan sihir penghenti waktu nya.


Sihir berhenti, Ayah terus berlari keruang tahta. Kami mengikuti ayah. Akhir nya kami sampai di depan ruang tahta, saat di depan ruang tahta, Arisa muncul di hadapan kami. Ayah terkejut saat melihat Arisa yang muncul secara tiba-tiba.


"Waaaa," Kata Charles terkejut. "Dari mana kau muncul?"


"Cristal Teleportasi."Jawab Arisa.


"Be-begitu ya." Kata Charles terbata-bata.


"Saya ingin melapor. Goby berhasil saya bunuh." Kata Arisa dengan santai.