From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 316 Genjatan Senjata (Sementara)



Catulus yang terus mencari cara untuk lepas dari efek negatif yang di timbulkan dari kemarahan Natasha akhir nya menemukan cara untuk lepas dari kondisi nya saat ini. Catulus memperkirakan kalau efek negatif yang di timbulkan dari kemarahan Natasha memiliki gejala yang sama seperti seseorang yang terkena penyakit Anemia, yaitu tubuh lemas, mata berkunang-kunang dan lain-lain.


Dengan menggunakan suatu item dari (Inventori) yang berguna menangkal efek negatif kekurangan darah, akhir nya Catulus mendapatkan tenaga nya kembali dan memiliki kekuatan untuk berdiri tegak kembali. Ia segera menolong Javelin dengan item yang sama.


"Terima kasih." Kata Javelin setelah ia menerima item dari Catulus.


"Sama-sama... Sebaik nya kita membantu Bruno dan Siegurd." Catulus menyarankan hal itu kepada Javelin setelah menjawab ungkapan terima kasih nya.


"Ya... !"


"!"


Setelah Javelin menjawab ajakan Catulus. Tiba-tiba ia dan Catulus merasakan sesuatu mendekat dengan kecepatan tinggi ke pulau tempat Bruno dan Siegurd berada. Catulus tahu sesuatu yang mendekat itu. Ia merasakan samar-samar energi seseorang yang ia tahu.


"Javelin ikut dengan ku, sekalian bawa dia bersama kita!"


"Y-Ya..."


Catulus yang merasakan energi sihir yang familiar, mengajak Javelin ikut bersama nya. Hanya saja Catulus bukan hanya mengajak Javelin untuk ikut bersama nya, ia juga memerintahkan Javelin untuk ikut membawa Jack yang terbaring lumpuh di tanah bersama nya. Javelin langsung menuruti perintah Catulus sembari bertanya-tanya di dalam kepala nya, mengapa ia harus membawa Jack juga? Tetapi ia tidak menyuarakan pertanyaan di dalam kepala nya itu, ia tidak ingin membuat Catulus marah. Javelin tahu seberapa menakutkan nya Catulus kalau marah, karena itu ia langsung menuruti perintah Catulus tanpa bertanya maksud dan tujuan nya. Javelin tidak seperti Siegurd yang akan dengan sengaja memancing amarah Catulus untuk memuaskan fetish masokis nya, Javelin adalah orang normal yang tidak menemukan kesenangan saat di siksa atau di marahi oleh seorang gadis.


Saat Javelin menggendong Jack dengan gendongan pengantin. Catulus dengan berbaik hati membawa pedang Jack bersama nya. Tentu saja, Catulus meminta Javelin memodifikasi pedang Jack agar ia juga bisa mengangkat pedang itu, karena pedang Jack sudah di atur Javelin agar bisa di angkat oleh Jack dan keturunan nya. Setelah beres dengan itu semua, mereka berdua pun terbang ke atas langit dengan menggunakan item.


Saat di atas langit, mereka dengan cepat terbang ke langit pulau tempat Bruno dan Siegurd bertarung melawan Natasha, mereka kemudian menunggu sesuatu dengan kecepatan tinggi itu datang ke hadapan mereka.


'Energi sihir ini kan...' Jack yang badan nya masih lumpuh berpikir kalau ia mengenali sesuatu yang mendekat itu dari energi sihir nya. Karena ia dalam keadaan lumpuh, hal itu memberikan efek penurunan kepekaan terhadap indera perasa Jack, sehingga ia tidak bisa merasakan energi sihir itu lebih awal. Tapi saat sesuatu itu sudah berjarak sangat dekat dengan nya, ia pun dapat merasakan dengan jelas energi sihir itu. 'Ini energi sihir milik Kak Amanda!' Itu benar. Sesuatu yang mendekat itu adalah mahluk hidup, yang sangat Jack kenali. 'Kenapa dia kesini!?' hanya saja Jack melakukan kesalahan perkiraan, ia tidak bisa mendeteksi energi sihir lain yang mendekat, itu di karenakan pemilik energi sihir itu sedang dalam keadaan lemah dan di bungkus oleh sesuatu yang dapat menahan energi sihir nya keluar, di tambah lagi indera perasa Jack ikut melemah. Alhasil Jack tidak dapat merasakan energi sihir itu. Tentu saja energi sihir itu dapat di rasakan oleh Catulus, yang membuat nya memutuskan untuk membawa Jack juga.


"Seperti nya kau mengenali siapa yang datang itu..." Kata Catulus kepada Jack saat melihat sekilas ekspresi wajah Jack.


\*\*\*


Amanda yang terbang dengan kecepatan melebihi kecepatan suara sambil membawa kepompong yang membungkus tubuh Arisa, berhasil sampai ke lautan tempat Benua Aziliya mengapung. Hanya saja saat ia sampai ke sana, ia terkejut saat melihat Benua Aziliya yang sudah terpecah menjadi beberapa bagian, menciptakan pulau-pulau kecil.


"Apa yang terjadi di sini...?" Gumam Amanda saat menyaksikan pemandangan Benua Aziliya yang sudah terpecah belah.


Tanpa memikirkan mengapa Benua Aziliya berubah menjadi seperti itu, Amanda terus terbang ke arah energi sihir Natasha berada. Saat jarak dua ratus meter dengan tempat energi sihir Natasha berada, Amanda melihat dua sosok manusia melayang di atas langit pulau tempat energi sihir Natasha berada, membuat nya seketika berpikir. 'Siapa mereka...? Siapapun mereka, yang jelas mereka bukanlah orang biasa.' Amanda pun seketika memperlambat kecepatan terbang nya, hingga ia mencapai jarak dua meter di depan sosok manusia yang melayang itu.


Di sana ada seorang perempuan Demi Human kucing putih dengan penampilan seperti gadis remaja, menggunakan pakaian yang di desain agar pengguna nya mudah untuk bergerak, Demi Human itu membawa sebilah pedang. Di samping Demi Human itu ada seorang Elf pria yang menggendong seseorang yang sangat di kenali Amanda. Sesaat Amanda melihat orang yang di gendong oleh Elf itu, Amanda langsung mengaktifkan (Cursed Blood Control) nya untuk membuat pedang darah, dengan tangan kiri nya yang sedang tidak memegang kepompong darah, Amanda mengacungkan pedang darah nya ke arah dua orang yang ada di hadapan nya itu.


"Apa yang kalian lakukan pada Jack!" Teriak Amanda kepada dua orang itu.


"Tenang... Kami tidak memiliki niat untuk bertarung di sini." Kata Demi Human kucing putih sembari mengangkat kedua tangan nya, seolah-olah mengindikasikan ia sama sekali tidak memiliki niat jahat terhadap Amanda.


Mendengar perkataan nya, Amanda menaikkan alis nya sedikit sambil memasang wajah ragu.


Melihat ekspresi Amanda, Demi Human kucing putih kemudian berkata pada nya. "Kalau kau tidak percaya, kami bisa memberikan dia pada mu." Demi Human kucing putih menunjuk Jack yang sedang terbaring lumpuh di gendongan Elf.


"... Ok, baiklah. Aku akan percaya pada mu, jika kau memberikan Jack pada ku."


Amanda terdiam sejenak, kemudian ia menganggukkan kepala nya.


"Javelin, lepaskan dia! Dan juga lepaskan dia dari efek pelumpuhan." Kata Demi Human kucing putih kepada Elf yang bernama Javelin.


"Kau yakin?"


"Ya."


Setelah mendengar jawaban dari Demi Human kucing putih, Javelin kemudian menyentuh kening Jack, seketika cahaya putih pucat keluar dari tangan nya. Cahaya itu menempel pada kening Jack. Javelin kemudian langsung melempar Jack ke udara, saat Jack terlepas dari gendongan Javelin cahaya putih pucat itu menghilang dari kening Jack yang membuat nya bisa bergerak.


Jack yang menggunakan item yang dapat membuat nya terbang, seketika melayang saat di lemparkan Javelin, ia kemudian menatap tajam ke arah Javelin. Dengan cepat ia langsung bergerak untuk meninju Javelin, tetapi gerakan nya terhenti saat tinju nya sudah berjarak satu inci di depan wajah Javelin.


"Lepaskan aku, Kak Amanda!"


"Maaf.. Aku sudah berjanji untuk menahan mu."


Rupanya Amanda dengan cepat merubah pedang darah nya menjadi rantai. Dengan rantai itu ia menahan Jack yang berusaha menyerang Javelin. Rupanya Demi Human kucing putih sudah memperkirakan kalau Jack akan menyerang sesaat tubuh nya bisa begerak, karena itu ia membuat Amanda berjanji untuk menahan Jack sesaat tubuh nya bisa bergerak.


"Kita harus cepat menghabisi mereka berdua! Mereka adalah musuh yang sangat berbahaya! Jika kita tidak menghabisi nya sekarang, mereka pasti akan melakukan sesuatu yang buruk kepada Kak Mira!" Kata Jack kepada Amanda sambil berusaha melepaskan diri dari jeratan rantai darah Amanda. Pada titik ini, Javelin sudah bergerak menjauh dari Jack.


"... Walaupun begitu, untuk saat ini mereka tidak memiliki niat untuk bertarung." Saat Jack mengatakan kalau dua orang yang di hadapan adalah musuh yang berbahaya, ia sekilas berpikir untuk melepaskan Jack dan membiarkan nya melawan kedua orang itu, tapi seketika Amanda mengingat tujuan nya datang kemari bersama dengan Arisa. Membuat nya menolak untuk melepaskan Jack.


"Tetapi..."


"Jack!" seseorang berteriak, membentak Jack. Itu bukanlah Amanda, tetapi Arisa yang masih terbungkus dalam kepompong darah. Walaupun begitu, kepompong darah itu terbuka sedikit menunjukkan wajah nya, membuat nya dapat melakukan pembicaraan kepada Jack.


".... Arisa... Kenapa kau di sini?" Jack yang selama ini tidak memperhatikan kepompong darah yang di bawa Amanda terkejut saat melihat saudara nya berada di dalam kepompong itu. Hanya saja ia tidak penasaran mengapa Arisa berada di dalam situ, ia lebih penasaran mengapa Arisa datang ke tempat berbahaya, ke Benua Aziliya.


"Untuk menghentikan mu dan Kak Natasha. Kalian tidak bisa melawan mereka. Tidak peduli, seberapa kuat kalian. Kalian tidak mungkin menang melawan mereka." Kata Arisa dengan nafas terengah-engah.


Jack ingin mengatakan sesuatu, tapi ia tidak bisa mengatakan apapun. Jack yang memiliki indera perasa yang cukup kuat, ia bisa tahu kalau saudari nya saat ini dalam kondisi tidak baik. Energi sihir dari Arisa sangatlah lemah. Jack juga tidak bodoh, ia tidak perlu bertanya mengapa energi sihir Arisa bisa sangat lemah. Dari perkataan nya yang di penuhi dengan keyakinan, Jack langsung bisa menyimpulkan alasan mengapa Arisa bisa sampai pada kondisi seperti itu. "... Kau sudah melawan salah satu dari mereka..." Gumam Jack di penuhi dengan rasa amarah yang membara. Rasa amarah itu di arahkan kepada dua orang musuh yang terus diam menyaksikan pertukaran mereka.


"Kalau kau sudah mengerti, sebaik nya kau menuruti perkataan ku."


"Baiklah...." Kata Jack dengan wajah penolakan, walau begitu ia masih menuruti perkataan saudari nya.


"Putri Catulus, kalau aku boleh meminta. Bisa kau kembalikan pedang Jack? Aku bisa menjamin dia tidak akan menyerang." Kata Arisa kepada Demi Human kucing putih yang bernama Catulus.


Catulus mengangguk, ia kemudian meminta Javelin memodifikasi pedang Jack agar di kembalikan ke pengaturan awal yang membuat pedang itu hanya bisa di angkat oleh Jack dan keturunan nya saja.


Javelin menyentuh pedang Jack yang membuat pedang itu mengeluarkan cahaya emas, saat pedang itu bercahaya Catulus langsung melemparkan pedang itu ke Jack, yang segera ia tangkap. Saat berada di tangan Jack, cahaya emas di pedang nya pun menghilang.


"Jadi... Mengapa kalian kesini? Ingin membantu kawan kalian...? Aku rasa tidak begitu." Setelah mengembalikan pedang Jack, Catulus menanyakan hal itu pada Arisa.


"... Aku ingin menghentikan pertarungan yang terjadi di bawah. Untuk saat ini, kalian mau membantu kami?" Tanya Arisa kepada Catulus dan Javelin sambil melirik ke arah pulau tempat Natasha bertarung melawan Siegurd dan Bruno.