From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 247 Persiapan sebelum Ritual II



Natasha dan Amanda berhasil sampai di bawah gunung, mereka siap untuk mencari bahan selanjut nya yang di perlukan untuk Ritual perubahan Class Mira. Atau begitulah pikiran Natasha... Mereka sama sekali belum siap! Amanda masih duduk di tanah dengan kepala tertunduk ke bawah, nafas nya tidak beraturan dan wajah nya di penuhi dengan ketakutan. "Hiii... Hiii... Haaa... Hii... Hiii... Haaa... Hiii... Hiii... Haaaa...." Amanda mengatur nafas secara berlebihan dengan tubuh yang gemataran.


"Apa-apaan cara mengatur nafas seperti orang hamil itu?" Natasha berkomentar dengan dingin saat melihat Amanda mengatur nafas nya.


"I-Itu... Semua salah mu.... Hah.... Hah... Hah...." Amanda menjawab dengan suara bergetar, menatap Natasha dengan tajam. Tetapi, karena penampilan nya yang menyedihkan, tatapan tajam nya tidak mengintimdasi sama sekali, malahan dia terlihat seperti binatang kecil yang ketakutan.


"Menyedihkan sekali... Kita bisa terbang, kenapa kau begitu ketakutan saat jatuh dari ketinggian...?" Kata Natasha, mengejek Amanda yang masih duduk di tanah sambil mengatur nafas nya.


"Siapapun akan takut jika jatuh dari ketinggian seperti itu!?" Amanda berteriak, sambil berusaha berdiri, tetapi kaki nya masih lemas sehingga ia sempoyongan saat mencoba berdiri tegak. "Jadi... Pertama-tama, apa yang kita cari?" Tanya Amanda setelah nafas nya sudah sedikit tenang.


"Kita sekarang di daerah pegunungan. Dan daerah pegunungan dekat dengan sarang naga, jadi kita mencari Dragon King dulu untuk mengambil sisik nya!" Jawab Natasha sambil melihat ke arah depan, di mana sudah ada barisan gunung-gunung tinggi yang menghiasi mata memandang. Gunung tertinggi di Benua, memang berada di daerah pegunungan Benua Aziliya. Dan daerah pegunungan juga menjadi Ras Dragon membuat rumah mereka, atau lebih tepat nya sarang mereka.


"Hmm...." Amanda bergumam. "Kau tahu cara mengambil sisik nya? Jangan bilang kau ingin mengalahkan Dragon King setelah itu mengambil sisik nya?" Tanya Amanda menatap lurus ke wajah Natasha. Natasha tersentak, dia terkejut mengetahui kalau Amanda mengetahui rencana nya... Amanda yang melihat sikap Natasha, menghela nafas panjang, dengan wajah lelah dia berkata. "Aku sudah tahu kau akan melakukan itu... Kau harus ingat, kita para Vampir di anggap sudah punah, jika Ras Vampir ketahuan masih ada, dunia akan heboh. Jadi kita tidak bisa melakukan rencana bodoh mu itu."


"....Kau menyebut rencana bodoh... Yah memang itu benar sih... Tetapi tidak ada cara lain kan? Hanya itu yang bisa kita lakukan." Natasha sedikit cemburut karena perkataan pedas dari Amanda.


"Kau memang benar, hanya itu yang bisa kita lakukan. Tetapi.... Aku memiliki rencana lain, dan itu lebih baik dari milik mu." Amanda tersenyum, wajah nya di penuhi kemenangan saat memberitahu Natasha dia mempunyai rencana untuk mengambil sisik Dragon King.


"...Kalau begitu, apakah kau ingin kita menggunakan rencana mu itu?"


"Ya. Kalau itu di izinkan."


"Baiklah. Kita menggunakan rencana mu."


"Kalai begitu... Kita akan menggunakan rencana ku. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah..."


Amanda kemudian menjelaskan seluruh rencana nya kepada Natasha.


\*\*\*


Jack berhadap-hadapan dengan kura-kura besar, yang adalah seekor Behemot. Jack memasang kuda-kuda, siap untuk menyerang Behemot kapan saja. Nyata nya dia sudah melancarkan serangan pertama, yang membuat cangkang Behemot tersayat hingga keluar darah. Tetapi sekarang Jack hanya memasang kuda-kuda, bersiap untuk menyerang, tetapi masih belum mengambil langkah selanjut nya. Perasaan ragu-ragu untuk menyerang Behemot muncul di dalam diri Jack. Alasan dia ragu-ragu hanya satu... Itu di karenakan....


Serangan ku sebelum nya benar-benar melukai kura-kura itu, dan serangan itu aku sudah sangat menahan diri. Jika aku menyerang secara sembrono, kura-kura itu akan mati dalam sekejap. Pikir Jack dengan wajah bermasalah. Itu benar. Jack ragu-ragu menyerang karena dia takut membunuh Behemot.


Tugas Jack saat ini bukan untuk membunuh Behemot, tetapi untuk mengambil air mata nya. Jika Behemot itu mati, tidak mungkin dia menangis. Mungkin jika aku membuat nya sekarat, dia akan menangis!? Pikir Jack... Setiap mahluk hidup memiliki keinginan untuk hidup, tidak peduli mau itu manusia atau binatang. Mereka pasti memiliki keinginan untuk hidup. Jack mengingat di saat Mira menyiksa seseorang, hingga orang yang di siksa Mira sekarat. Orang itu menangis untuk di ampuni, kemudian Mira bertanya: "Kalau begitu kau ingin mati?" pria itu menjawab dengan ketakutan: "Tidak! Aku tidak ingin mati!" air mata pria itu kemudian makin menjadi-jadi yang membuat Mira mengampuni Pria itu dan membebaskan nya dari siksaan, tetapi setelah itu, Mira menjebloskan ke penjara. Pria itu kini tidak akan pernah melihat sinar mentari lagi.


Saat mengingat cerita itu, Jack memiliki asumsi, untuk membuat Behemot sekarat hingga mahluk itu menangis.


"....Baiklah... Lupakan ide sebelum nya." Gumam Jack setelah memikir panjang. Dia kemudian berasumsi, tidak mungkin mahluk ganas seperti Behemot akan menangis untuk memohon agar tidak di bunuh. Malahan Behemot akan menatap Jack dengan mata di penuhi kebencian saat sekarat nanti. Karena asumsi itu, Jack mengurungkan niat nya untuk membuat Behemot sekarat.


Mahluk itu pun dengan kecepatan tinggi, melesat ke arah Jack. Kecepatan itu tidak sesuai dengan tubuh nya, dan tidak sesuai dengan spesies nya yang adalah kura-kura, yang sangat terkenal dengan gerakan lambat.


Tanah bergetar saat Behemot mulai mengambil langkah besar mendekat ke arah Jack. Sebagai respon, Jack mengambil kuda-kuda bertahan. Siap menerima serangan dari Behemot.


Behemot menyerang Jack dengan kepala nya, Jack dengan sigap menahan serangan itu dengan pedang nya. "Klang!" Bunyi besi yang saling berbenturan terdengar saat Jack menerima serangan Behemot.


Akibat dari serangan itu, Jack terseret ke belakang sejauh tujuh meter dari Behemot. Sedangkan efek yang di terima Behemot lebih mengerikan dari pada Jack. Kepala nya berdarah, seperti baru saja terbentur benda keras, darah terus keluar dari kepala nya hingga Behemot menjerit kesakitan. Jeritan itu menggema di seluruh Benua, membuat semua mahluk hidup lari ketakutan.


Serius!? Dia yang menyerang, dia yang terluka!? Serius!? Kalau begitu apa yang harus ku lakukan!? Pikir Jack dengan kesal saat melihat jeritan menyedihkan yang keluar dari mulut Behemot. Kemudian frekunsi suara Behemot berubah, jeritan nya kini bukan jeritan kesakitan yang menyedihkan, tetapi itu jeritan yang di penuhi rasa amarah, dan kebencian. Mahluk itu ingin balas dendam! Balas dendam kepada mahluk yang lebih kecil dari pada nya! Dan mahluk yang membuat Behemot sangat di penuhi amarah dan kebencian itu adalah Jack yang sekarang berdiri tegak agak jauh dari Behemot.


Behemot mengarahkan pandangan penuh kebencian, amarah, dan rasa haus darah kepada Jack. Tatapan itu langsung membuat Jack siap siaga. Dia memasang kuda-kuda bertahan lagi, tetapi kuda-kuda ini berbeda dari sebelum nya. Itu bukanlah kuda-kuda yang di khususkan untuk menangkis serangan, melainkan kuda-kuda itu di khususkan untuk mengelak serangan.


Behemot pun tanpa basa-basi melesat ke arah Jack, menyeruduk nya kembali dengan kepala. Jack melompat ke arah kiri, menghindari serangan Behemot sepenuh nya. Karena Behemot terlalu cepat berlari, ia keterusan hingga mencapai jarak 100 meter jauh nya dari tempat Jack berada. Behemot kemudian dengan panik berbalik, memutar arah, berlari lagi ke arah Jack... Atau begitulah yang seharus nya terjadi...


Behemot memang nampak seperti berlari ke arah Jack. Tetapi sebenarnya ia berlari ke arah tempat dia berdiri sebelum nya, atau lebih tepat nya tempat dia berdiam diri menyamar menjadi batu sebelum nya.


Ada apa!? Kenapa mahluk itu begitu panik... Apakah ada sesuatu yang tidak boleh ketahuan tersembunyi di sana? Pikir Jack dengan heran.


Dan jawaban di pikiran Jack terjawab... Di sana, di tempat Behemot menyamar menjadi batu sebelum nya ada sebuah lubang kecil. Di dalam lubang itu terdapat banyak kura-kura kecil, yang berkumpul menjadi satu. Intinya, itu adalah sarang Behemot untuk menjaga anak-anak nya.


Saat melihat itu. Ide cemerlang muncul di kepala Jack. Walaupun itu kejam, tetapi tidak salah lagi itu ide yang sangat cemerlang.


Dengan senyum jahat di wajah nya, Jack bergumam dengan suara berat dan dingin. "Aku menemukan cara untuk membuat Behemot menangis."


------------------------------------------------------------------------


Author's Note.


Maaf telat update nya. Seperti yang saya bilang sebelum nya, saya akan jarang update karena ada kesibukan atau lebih tepat nya pekerjaan, yang membuat saya pulang malam, hingga tidak ada waktu untuk menulis.


Saya juga pengen Update tiap hari, tetapi mengingat kondisi, itu tidak mungkin untuk di lakukan. Saya mungkin Update seminggu dua kali, atau paling banyak tiga kali, tergantung mood saya...Jadi untuk kedepan nya saya akan jarang Update. Mohon di maklumi.


Terakhir... Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya kepada para pembaca yang setia membaca Novel saya. Kalau begitu, sampai ketemu di Chapter selanjut nya!!


E1.