
"Semua nya berlutut!" Mira berteriak.
Setelah semua Vampir menghisap darah Elf, Mira memerintahkan kami semua untuk berlutut. Kami semua nya menurut, aku mendongak sebentar melihat wajah Mira.
Tatapan nya kosong, aku tidak tahu kenapa ia menatap kami dengan tatapan kosong seperti itu. Biasanya jika situasi seperti ini, Mira akan menyombongkan wajah nya. Tapi kali ini Mira tidak melakukan hal itu.
"Aku ucapkan selamat, kepada Para Elf karena sudah menjadi budak ku. Kalian hanya memiliki satu tugas, yaitu menuruti perintah ku! Walaupun perintah untuk membunuh Raja kalian sendiri, kalian harus tetap menuruti perintah ku! Aku tidak ingin ada penolakan, jika kalian menolak, ucapkan selamat tinggal pada Dunia ini."
"Ka-kami akan menuruti perintah No-Nona Mira!" Kata Oberon, mantan Raja Elf.
"Keputusan yang bijak. Apakah ada hal yang kalian ingin kan? Anggap saja sebagai hadiah karena sudah menjadi budak ku."
"Ka-kami ingin tempat tinggal kami kembali seperti semula!"
Sudah ku duga dari raja, keputusan nya sangat bijak. Saat kami menyerang Kerajaan ini, setengah hutan sudah hancur. Apalagi setelah menerima energi sihir Mira sebelum nya, hutan di sini menjadi semakin rusak.
"Permintaan mu di kabulkan."
Aku berdiri, lalu aku mendekati Mira, aku mendekat kan wajah ku ke wajah Mira, kemudian aku berbisik.
"Bagaimana caramu mengembalikan hutan ini?"
"Pakai sihir."
"Siapa yang akan melakukan nya? Kau? Atau Arisa? Asal kau tahu, aku tidak mengizinkan mu menggunakan sihir lagi!"
Tentu saja aku tidak akan mengizinkan nya, jika dia mengeluarkan sihir lagi, dampak nya akan melukai tubuh nya. Tapi jawaban Mira, tidak sesuai harapan ku.
"Aku tidak perlu izin mu, Super Magic activated!"
"Tunggu Mira......"
"........."
"........"
"........."
"........ Jangan lakukan itu!"
Aku memegang tangan Mira, tapi saat aku memegang tangan nya, kondisi hutan sudah kembali seperti semula.
Apa yang terjadi? Apakah Mira menggunakan sihir nya?
Mira bernafas dengan berat, ia nampak sesak nafas. Ini benar-benar gawat! Kondisi Mira makin memburuk!
Para Elf yang tidak tahu situasi bersujud di hadapan Mira.
"Ooooh, Hutan kembali!!"
"Terima kasih banyak telah mengembalikan hutan kami!" Kata Oberon.
Mira mengangguk perlahan.
Aku melihat ke arah Amanda, kemudian aku mengedipkan mata ku berapa kali, itu tanda "Ayo cepat kita kembali!"
Amanda mengangguk, Arisa dan Jack yang mengetahui kondisi Mira, langsung memerintahkan kelompok kami untuk bersiap untuk kembali.
Setelah memerintahkan untuk bersiap, Arisa dan Jack mendekati ku.
"Arisa! Bisakah kau menggunakan Teleportation? Kita harus pergi ke kerajaan Fantasia secepatnya!"
"Sayang nya aku tidak bisa, jarak nya terlalu jauh." Jawab Arisa.
"Kalau begitu, untuk saat ini kita kembali dengan terbang. Jika jarak sudah cukup dekat kita melakukan teleportation!"
"Baik!"
Setelah itu, Arisa dan Jack mengatur lagi keberangkatan untuk kembali.
Oberon mendekati kami, ia berlutut.
"Terima kasih Nona Mira sudah mengembalikan hutan kami! Kami akan bersumpah setia pada mu."
Mira mengangguk pelan.
Setelah itu Oberon pergi berkumpul bersama dengan Elf. Saat Oberon pergi, aku melihat ke arah Mira.
"Kau tidak apa-apa Mira?"
Mira mengangguk.
"Baguslah kalau begitu. Kita akan pulang sekarang? Bisakah kau menggunakan Fly? Kalau tidak bisa biar aku yang menggendong mu saat terbang."
Mira mengangguk lagi.
Aku mohon bicaralah! Kalau kau tidak bicara aku akan semakin cemas!
"Kau betul-betul tidak apa-apa kan?"
Mira mengangguk.
Melihat itu aku tersenyum. Walaupun aku tersenyum, sebenarnya di dalam hati ku sangat gelisah. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi waktu terbang nanti, dan juga aku sekarang memiliki firasat buruk.
Dengan perasaan tidak enak, Arisa berteriak memberitahu ku.
"Sudah siap! Kami siap berangkat kapan saja!"
"Kita berangkat sekarang!"
Aku menumbuhkan sayap di punggung ku, lalu mulai mengepakkan nya, aku pun melayang beberapa centimeter di atas tanah, aku melihat Mira yang masih mematung di tanah.
"Mira ayo!"
Mira mengangguk.
Aku mohon bicaralah!
Setelah mengangguk, tubuh Mira melayang, aku menggenggam erat tangan Mira. Kemudian menambah ketinggian terbang ku.
Saat kami terbang makin tinggi, Para Elf bersujud melihat kami terbang, aku terus melihat ke bawah sambil menggenggam tangan Mira, saat kami sudah melewati tinggi pepohonan barulah para Elf berdiri.
Aku terus menambah ketinggian ku, akhir nya aku dan Mira sampai di langit, saat ini langit masih malam, mungkin sudah mau pagi, tapi aku tidak bisa memperkirakan kapan matahari akan terbit.
Semua rombongan sudah sampai di langit, Vampir, Lizard, Arisa dan Jack sudah berkumpul.
"Baiklah, kita berpisah di sini. Kalian duluan saja. aku, Arisa dan Jack akan terbang perlahan."
"Apakah kondisi Mira seburuk itu? Sampai kalian harus terbang perlahan." Tanya Lizard.
"Tidak juga, dia baik-baik saja, hanya saja dia tidak bisa terbang cepat."
"Kalau begitu, kami akan menyesuaikan kecepatan kami. Kita datang kesini bersama, jadi kita kembali juga harus bersama." Jawab Amanda.
Jawaban yang mengejutkan dari Amanda. Amanda yang dulu, akan langsung mematuhi keputusan ku, tapi sekarang dia sudah memikirkan keputusan nya sendiri.
Aku melihat ke arah Mira, ia hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Dia baik-baik saja kan? Firasat buruk ku makin menjadi-jadi.
Aku melihat ke arah Arisa dan Jack.
"A-aku rasa tidak apa-apa kita pulang bersama! Ta-tapi waktu di pertengahan jalan, kita akan berpisah, aku akan menggunakan Teleportation untuk berpindah langsung ke istana Kak Mira." Kata Arisa.
"Aku setuju dengan Arisa." Kata Jack menyambung.
"Baiklah kita pulang bersama!"
Setelah aku berkata seperti itu, Mira melepaskan tangan ku, lalu ia mulai terbang dengan kecepatan tinggi ke arah benua Silia.
Saat melihat itu, kami semua terkejut.
"Katanya dia tidak bisa terbang cepat." Kata Amanda heran.
Aku langsung menyusul Mira, di ikuti dengan rombongan di belakang ku.
Kami berhasil menyusul Mira, saat tersusul Mira memperlambat kecepatan terbang nya. Sekarang kami terbang dengan kecepatan sedang.
Saat di udara, aku mendekati Arisa.
"Arisa!"
"Kenapa Kak Natasha."
"Sewaktu mengembalikan hutan, Mira menggunakan sihir apa?"
"Kak Mira menggunakan sihir, Time Control. Dia memutar balikkan waktu hutan seperti semula."
"Begitu ya."
"Aku dan Jack tahu bagaimana kondisi Kak Mira sekarang, dari tadi dia berperilaku aneh.. Aku dan Jack sama khawatir nya dengan Kak Natasha."
Aku menjauhi Arisa, kemudian aku melihat ke sekeliling rombongan. Eh, Mira tidak ada di sini!
Kemana dia pergi!
"Semua nya di mana Mira!?"
Rombongan kami berhenti, mereka semua melihat ke sekeliling mencari Mira. Lalu ada seorang Vampir yang mengatakan hal yang sangat mengejutkan.
"Tadi Nona Mira mempelambat kecepatan terbang nya, sekarang dia tertinggal di belakang."
Dengan cepat aku menerjang Vampir itu, lalu aku mencekik nya.
"Kenapa kau tidak menghentikan nya!?"
"A-aku pikir Nona Mira akan langsung menyusul kita."
Aku melepaskan cekikan ku, lalu aku terbang ke arah belakang dengan kecepatan tinggi. Arisa dan Jack terbang di samping ku.
Aku melihat ke sekeliling, tapi aku tidak menemukan Mira.
"Itu di sana!" Teriak Arisa sambil menunjuk ke arah depan bawah.
Aku melihat ke arah yang di tunjuk Arisa.
Di sana ada Mira, yang terjatuh dengan posisi kepala kebawah. Jika terus terjatuh ia akan tercebur ke laut! Aku menerjang ke arah Mira, aku terus menambah kecepatan, hingga jarak sangat dekat dengan Mira.
Jarak Mira juga sudah dekat dengan laut, saat Mira hendak tercebur ke laut, aku yang sudah dekat dengan Mira, langsung menangkap nya sebelum ia tercebur ke laut.
Setelah menangkap Mira, aku menukik ke atas terbang ke arah langit, mendekati Arisa dan Jack.
"Bagaimana kondisi Kak Mira!?" Tanya Jack.
"Kondisi nya buruk! Dia tidak sadarkan diri! Arisa, kau sudah bisa menggunakan Teleportation ke istana?"
"Sayang nya belum bisa."
"Lalu sampai mana kau bisa berteleportasi?"
"Paling jauh sampai ke ujung benua Silia."
"Kalau begitu, cepat kau pindahkan kami kesana, lalu setelah itu kau pindahkan kami lagi ke istana."
"Tidak bisa Kak Natasha, setelah menggunakan Teleportation aku harus menunggu satu menit untuk menggunakan nya lagi."
"Kalau begitu, kita pakai Cristal sihir."
"Benar juga, ada cara seperti itu."
"Ada berapa Cristal sihir yang kita punya?"
"Tunggu sebentar!"
Arisa menggunakan (Inventori). Setelah beberapa detik ia mengambil Cristal sihir dari (Inventori) nya.
"Cukup untuk kita berempat!" Kata Arisa dengan suara meninggi."
Aku memegang tangan kiri Arisa dengan tangan kiri ku, lalu Jack memegang pundak Arisa. Aku terus mendekap Mira di tangan kanan ku, nafas nya sangat berat.
Bertahanlah sedikit Mira!!
Setelah kami semua berpegangan ke Arisa, kami berpindah ke sebuah dermaga. Karena masih malam, jadi di dermaga tidak ada orang.
Arisa memberikan kami satu Cristal sihir, kecuali aku, dia memberi kan ku dua Cristal sihir.
Saat menerima dari Arisa, aku langsung mengaktifkan nya.
"Pindahkan kami ke istana!"
Aku membanting Cristal ketanah. Aku dan Mira berpindah ke kamar Mira yang ada di istana, sedetik kemudian Arisa dan Jack muncul.
-------------------------------------------
Author's Note.
Mira kenapa!? Tiba-tiba nggak sadarkan diri waktu terbang.
Saya yang menulis dengan sudut pandang Natasha menjadi bingung sekaligus khawatir dengan kondisi Mira.
Bila ada kesalahan ketik atau penyebutan nama karakter, tolong beritahu saya di kolom komentar.