
Beberapa jam sebelum Natasha, Arisa, dan Jack pergi memberitahu tentang pelaku percobaan pembunuhan Mira kepada Charles dan Carla.
Pada saat tengah malam, di saat aku baru tertidur dengan nyenyak. Aku mendapatkan (Telephaty) dari Arisa. Aku pun beranjak dari tempat tidur, aku melihat Kak Yuri dan Ibu masih tertidur pulas.
Aku berjalan keluar kamar dengan berjinjit. Agar suara langkah kaki ku tidak kedengaran, aku berjalan perlahan hingga akhirnya aku sampai di ambang pintu.
Aku membuka pintu dengan perlahan, kemudian aku pergi keluar kamar. Saat di luar kamar aku membalas (Telephaty) Arisa.
"Arisa!!" Kata ku dengan pelan.
"Kak Mira!!" Kata Arisa di (Telephaty).
"Kenapa Kau menghubungi ku malam-malan begini?"
"Kami sudah tahu Kak!!" Kata Arisa bersemangat.
"Sudah tahu apa?"
"Kami sudah tahu siapa pelaku yang ingin membunuh Kak Mira."
"Kau sudah tahu!?"
"Iya benar pelaku nya-"
Sebelum Arisa berbicara aku memotong perkataan Arisa. "Tunggu sebentar jangan sekarang. Cepat kau berteleportasi ke Vila sekarang! Tidak aman memberitahukan nya di sini."
"Baik." Jawab Arisa.
"Kalau begitu, sampai ketemu di Tiramisu."
Aku memutuskan (Telephathy) dari Arisa. Setelah memutuskan (Telephaty) aku langsung menggunakan sihir (Teleportation) untuk berpindah ke Tiramisu.
Dalam sekejap mata aku pun sudah berada di depan Vila ku yang ada di Tiramisu, sedetik kemudian Arisa pun datang sambil membawa Natasha dan Jack.
"Kenapa kita harus jauh-jauh kesini?" Tanya Natasha.
"Karena tempat ini adalah tempat yang paling aman."
Aku pun langsung masuk ke Vila di ikuti oleh Natasha, Arisa dan Jack. Saat di dalam Vila, kami semua pergi keruang tengah. Saat di ruang tengah, kami duduk di sofa yang ada di ruang tengah. Natasha mengeluarkan Teko yang berisi Teh dan empat buah Cangkir dari dalam (Blood Box) nya. Kemudian Natasha menaruh Teko dan Cangkir nya di atas meja.
Natasha menuangkan teh di dalam cangkir, kemudian Natasha menyodorkan cangkir yang berisi teh di depan kami. Setelah Natasha menyediakan teh, aku mengeluarkan manisan dari (Inventori) ku, setelah ku keluarkan aku menaruh manisan di atas meja.
"Persiapan nya sudah selesai. Sekarang ceritakan bagaimana kalian bisa tahu siapa pelaku nya?"
"Eeh," Kata Arisa dengan nada mengejek. "Kak Mira nggak tahu. Kami fikir Kak Mira sudah tahu. Jadi saat ini kecerdasan kami sudah melebihi Kak Mira." Kata Arisa sombong.
Setelah mengatakan itu Arisa meminum teh nya dengan gaya anggun.
"Sebenarnya aku ada dugaan siapa pelaku nya."
Setelah mendengar perkataan ku Arisa tersedak karena terkejut.
"Eeeeh," Kata Arisa terkejut. "Jadi Kak Mira tahu siapa pelaku nya?"
"Hanya dugaan."
"Kami juga masih menduga-duga pelaku nya." Kata Arisa kecewa.
"Memang nya siapa pelaku yang ada dalam pikiran mu Mira?" Tanya Natasha.
"Aku berfikir orang yang mencoba membunuhku adalah Goby."
Setelah mendegar perkataan ku, Arisa menjadi lesu. "Ternyata dugaan Kak Mira sama dengan kita. Entah kenapa sekarang aku menyesal karena berlaku sombong sebelum nya."
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Jack. "Kita masih belun punya bukti kalau Goby yang melakukan nya."
"Kau benar," Kata Natasha. "Intinya kita harus bisa menemukan bukti kuat."
"Kalau masalah itu tenang saja. Kalian hanya perlu mengikuti semua rencana ku... Jika aku sudah membuat rencana, maka semua permainan Goby akan berakhir."
Aku tersenyum licik membayangkan ekspresi Goby pada saat dia tertangkap nanti.
\*\*\*
Kembali ke masa sekarang. Tepat nya setelah Natasha, Arisa dan Jack sudah selesai memberikan laporan ke Charles dan Carla.
Mereka bertiga berjalan di dalam istana, mereka terus berjalan hingga akhir nya mereka menemukan sebuah jendela. Arisa berlari mendekati jendela, kemudian Arisa membuka jendela itu. Saat dia membuka jendela Arisa melihat matahari sudah terbit.
Natasha dan Jack berjalan mendekati Arisa, kemudian mereka melihat matahari terbit bersama dengan Arisa melalui jendela istana.
"Kita harus cepat membangunkan Kak Mira." Kata Jack.
"Tidak perlu," Jawab Natasha. "Biarkan dia tidur lebih lama lagi.
"Terus sekarang kita ngapain?" Tanya Arisa.
"Apa yang kau bilang Jack?" Kata Natasha lantang. "Aku dan Arisa memang tidak punya pekerjaan. Tapi kau itu punya pekerjaan yang harus di lakukan."
"Aaaa," Kata Jack terkejut. "Kak Natasha benar. Aku harus pergi ke pasukan yang di pimpin Goby."
Natasha mengangguk. "Kalau sudah tahu, sekarang cepat kau pergi!"
"Ba-baik!"
Setelah menjawab ,Jack pergi ke pos penjagaan yang biasa di gunakan Goby dan para bawahan nya.
Melihat Jack pergi Natasha mengajak Arisa minum teh di kamar Mira. Arisa pun menerima ajakan Natasha, mereka berdua pun pergi menuju Kamar Mira.
\*\*\*
Yuri terbangun dari tidur nya. Saat ia bangun ia langsung mengambil posisi duduk, kemudian ia menegangkan seluruh tubuh nya.
Setelah meregangkan tubuh nya, Yuri beranjak dari tempat tidur. Kemudian ia berjalan ke arah jendela, pada saat sekira nya jendela itu sudah bisa ia pegang Yuri pun memegang gagang Jendela. Kemudian di dorong nya Jendela kearah depan, jendela pun terbuka lebar. Angin sepoi-sepoi masuk melalui Jendela hingga mengibarkan rambut Yuri.
"Pagi yang cerah." Kata Yuri tersenyum.
Yuri berbalik melihat ke arah kasur di kasur terbaring adik nya yang sedang tidur nyenyak.
"Setelah sekian lama tidak bertemu. Kita akan berpisah lagi besok." Gumam Yuri. Mira harus ke Cocoa dan Yuri harus kembali ke Banitza. Mereka berdua masih harus menjalankan tes yang di berikan Charles.
Yuri pergi mendekati kasur, kemudian ia naik ke atas kasur. Ia merangkak mendekati Mira yang masih tertidur saat dia sudah berada di samping Mira, Yuri menggoyang-goyang badan Mira.
"Mira!!" Kata Yuri sambil menggoyang-goyang badan Mira. "Mira!! Bangun sudah pagi."
Mira menggerakkan tangan nya menjauhkan tangan Yuri.
Yuri menghembuskan nafas panjang. "Akan ku biarkan dia tidur lebih lama lagi." Kata Yuri.
Yuri beranjak dari kasur, kemudian Yuri berjalan keluar kamar.
\*\*\*
Jack berjalan di halaman memuju bagian pos penjagaan. Pos penjagaan berada di bagian ujung kanan halaman.
Saat tiba di pos penjagaan, Jack memilih pos penjagaan yang bertuliskan Pasukan Goby. Saat Jack menemukan Pos penjagaan yang Jack cari, Jack memasuki pos penjagaan itu. Saat Jack membuka pintu pos, semua orang menatap ke arah Jack. Jack melihat ke seluruh ruangan, ia melihat Goby sedang makan roti.
Salah satu perajurit berjalan mendekati Jack, kemudian prajurit itu menarik kerah baju Jack. "Siapa kau!?" Teriak prajurit itu di depan wajah Jack. "Kenapa kau masuk kesini Haaa?"
Jack mendorong prajurit itu. "Yang Mulia menyuruh ku untuk masuk ke pasukan yang di pimpin Kapten Goby." Kata Jack tenang.
Mendengar perkataan Jack, Goby menelan roti yang di kunyah nya. "Hoho," Kata Goby. "Itu artinya kau ingin jadi bawahan ku kan?"
Jack mengangguk.
"Kalau tidak salah kau itu bawahan Putri Mira kan?" Tanya Goby.
Jack menangangguk.
"Apakah tidak apa-apa meninggalkan Tuan Putri sendirian?"
"Sendirian?" Kata Jack. "Kau salah Nona Mira tidak pernah sendirian. Dia masih memiliki Arisa dan Natasha."
"Begitu ya," Goby bangkit dari tempat duduk nya. Kemudian ia berjalan ke arah Jack, saat berada di sampimg Jack, Goby merangkul pundak Jack. "Aku menyambut mu karena telah menjadi bawahan ku. Aku sangat beruntung memiliki seseorang yang sangat kuat seperti mu."
Goby melepaskan rangkulan nya. "Woy!!" Teriak Goby. "Cepat bawakan itu kemari!!"
Satu orang prajurit mendekati Goby sambil membawa botol minuman. Goby pun mengambil botol minuman yang di bawa prajurit, kemudian Goby membuka nya.
Setelah membuka nya, Goby meminun satu teguk air yang ada di dalam botol. Setelah di minum nya satu teguk, Goby memberikan botol minuman itu kepada Jack.
"Minum!!" Kata Goby. "Ini tanda kalau kau sudah ku terima menjadi bawahan ku."
"Ba-baik." Jawab Jack. Jack pun meminum satu teguk, kemudian Goby mendorong botol itu hingga Jack meminum semua air yang ada di dalam botol itu.
"Bagus," Kata Goby memuji Jack. "Sekarang kau telah menjadi bawahan ku."
Jack tersenyum, tiba-tiba pusing menyerang kepala Jack. Jack langsung memegangi kepala nya. Sialan!! Pikir Jack. Jack melirik ke arah Goby, Goby tersenyum licik. Melihat hal itu Jack menjadi marah, tapi sayang nya Jack tidak bisa mengeluarkan kekuatan nya karena kepalanya terserang pusing yang hebat.
Pandangan Jack makin kabur, tidak lama kemudian Jack pun pingsan.
"Hahahahahaha," Goby tertawa terbahak-bahak melihat Jack pingsan." Sekarang kita telah mengambil bawahan anak itu." Kata Goby.
Salah satu prajurit mendekati Goby, kemudian prajurit itu berdiri di samping Goby. "apakah obat pengendali pikiran nya benar-benar bekerja?" Tanya prajurit itu.
"Pasti bekerja," Kata Goby dengan nada senang. "Obat yang di kasih dewa Pierot pasti akan bekerja."
Jack terbangun dari pingsan nya, kemudian Jack melihat ke arah Goby. Saat melihat Goby, Jack langsung berlutut. "Saya akan mematuhi semua perintah anda Tuan Goby."
Goby tertawa terbahak-bahak. "Hahahahaha. Putri Mira tunggu saja nanti malam, kau akan di bunuh oleh bawahan mu sendiri."