
Demon. Adalah Ras yang tinggal di tempat tingin. Lebih tepat nya di Benua Chiso. Benua yang dataran nya hanya di tutupi oleh es. Bukan hanya dingin, Benua Chiso jarang di sinari matahari, karena selalu ada awan tebal yang selalu menutupi langit Benua itu, membuat langit Benua Chiso selalu mendung.
Demon juga memiliki kekuatan khusus, yaitu membuat udara di sekitar mereka menjadi dingin, efek khusus ini menjangkau jarak sepuluh meter di sekitaran mereka, dengan mereka menjadi titik pusat nya. Tetapi, kekuatan mereka juga memberikan efek buruk ke tubuh mereka sendiri. Selama mereka mendinginkan udara di sekitar mereka, suhu tubuh Demon akan memanas, hingga membuat mereka menjadi agresif. Membuat mereka menyerang mahluk hidup apapun yang ada di depan mereka.
..... Itu adalah karakteristik Demon yang di baca Mira melalui buku yang ada di perpustakaan istana... Jika Mira tidak menemukan buku itu, dia pasti tidak akan memikirkan rencana kejam yang akan di lakukan nya sekarang ini... Tetapi, mau bagaimana lagi? Mira sudah membuat keputusan! Dan jika dia sudah membuat keputusan, tidak akan ada yang bisa merubah keputusan itu.
\*\*\*
Kota pelabuhan Paela. Sebuah kota yang berada tepat di ujung Benua Silia, dan masih di bawah yurisdiksi kerajaan Fantasia, sehingga yang menjadi pemimpin kota Paela adalah salah satu bangsawan dari kerajaan Fantasia.
Bangsawan yang menjadi pemimpin kota itu berpangkat tinggi, dan nama nya cukup terkenal di Ibu Kota kerajaan Fantasia, Caramel. Dia terkenal karena kekayaan nya yang bertambah dalam waktu singkat. Tentu saja itu menimbulkan kecurigaan kalau dia melakukan penggelapan, atau hal ilegal lain nya untuk memperkaya diri nya sendiri. Karena itu, Charles beberapa kali mengirim penyidik ke kediaman bangsawan itu, tetapi hasil nya nihil... Itulah yang menyebabkan Charles tidak menghukum nya, karena kurang nya bukti.
Kecurigaan orang-orang tidak salah. Memang benar dia melakukan korupsi, penggelapan pajak, serta menjual informasi rahasia ke negara tetangga. Dengan begitu, dalam waktu singkat kekayaan nya pun bertambah. Dia belum ketahuan sampai sekarang karena dia sangat pintar menyembunyikan semua bukti, sehingga sampai sekarang dia masih belum di hukum oleh Charles... Walaupun Charles tidak bisa menghukum nya, tetapi Mira masih bisa menghukum nya. Yang di mana hukuman Mira lebih kejam daripada hukuman kerajaan.
Dan hukuman untuk bangsawan itu, telah datang.
\*\*\*
Pagi hari. Di kota Paela.
Pada waktu ini, pasukan Demon masih belum mendekat ke kota pelabuhan, jadi suasana di kota sangat damai. Tanpa ada masalah.
Bangsawan pemimpin kota Paela, bernama Jarvish, bangun dari tempat tidur mewah nya. Itu adalah tempat tidur besar, sehingga tiga orang dewasa bisa tidur di atas nya. Dengan ke empukan yang luar biasa, Jarvish tidur nyenyak setiap malam di atas kasur itu.
Jarvish bangkit dari kasur, melepas pakaian tidur nya, kemudian dia mengganti pakaian formal. Setelah itu, ia pergi keluar kamar, setelah di luar, ia pergi ke ruang kerja nya.
Saat di depan ruang kerja nya, tanpa mengatakan apapun, ia membuka pintu, kemudian masuk ke dalam.
"Selamat pagi, Tuan Jarvish."
Seorang pelayan pria, menyapa nya saat ia memasuki ruangan. Pelayan itu, adalah pelayan pribadi sekaligus asisten Jarvish. Dia sudah melayani Jarvish semenjak kasih kecil, sehingga Jarvish sangat mempercayai nya. Dan pelayan itu juga tidak pernah mengomentari perilaku Jarvish, sebengkok apapun perilaku Jarvish, pelayan itu akan tetap diam.
"Oh. Pagi." Sapa Jarvish balik dengan dingin.
Kemudian dia berjalan ke meja kerja nya, yang berada tepat di samping pelayan yang baru saja menyapa nya. Dia duduk di kursi. Dia melihat ke atas meja, di sana sudah ada satu set hidangan untuk sarapan. Pelayan pribadi nya, pasti yang menyiapkan untuk nya. Tanpa mengucapkan terima kasih pada pelayan peribadi nya, Jarvish mulai mengambil garpu dan sendok, lalu memakan makanan yang di sediakan.
"Tuan Jarvish, aku memiliki laporan penting,"
"Tunggu aku selesai makan, baru kau boleh bicara!"
Sebelum pelayan selesai bicara, Jarvish memotong perkataan pelayan. Tetapi, pelayan tidak mau mengikuti perintah tuan nya, ia masih membuka mulut nya, melanjutkan laporan nya. Ini membuktikan betapa penting nya laporan itu, sehingga dia harus melawan perintah tuan nya.
"Tuan Jarvish, setidak nya dengarkan laporan ku dulu." Kata Pelayan dengan sopan.
"....Dimengerti tuan." Pelayan itu, diam sejenak, dia berpikir untuk terus melaporkan, laporan nya. Tetapi ia menyerah. Dia pun menuruti perintah tuan nya, dan menunggu tuan nya selesai sarapan untuk mengatakan laporan nya.
Setelah Jarvish, selesai makan. Pelayan itu akhir nya buka mulut.
"Tuan. Menurut cerita dari para pedagan, pasukan Demon Lord akan menyerang Benua ini dan Benua Yuro."
"Hmmm...."
"Jadi, apa yang harus kita lakukan tuan?"
"Tidak ada."
"Hah?"
"Apakah aku kurang jelas? Tidak ada yang harus kita lakukan."
"Tapi tuan... Jika memang pasukan Demon Lord akan menyerang Benua ini, kota ini akan menjadi tempat paling berpotensi kedua yang akan menjadi medang perang."
"Kalau tempat ini menjadi tempat paling berpotensi kedua, lalu di mana tempat paling berpotensi pertama?"
"Di perbatasan...." Jawan pelayan dengan suara pelan.
"Kalau begitu tidak perlu khawatir... Lagipula tidak ada perintah evakuasi dari ibu kota kan? Berarti tempat ini aman dari medan perang."
"....."
Pelayan tidak bisa mengatakan apapun setelah mendengar jawaban logis dari tuan nya. Benar kata tuan nya, jika suatu kota yang penuh dengan warga sipil akan menjadi medan perang, pasti akan ada perintah evakuasi dari raja. Tetapi... Perintah itu belum ada sampai sekarang, itu menandakan kalau kota ini aman.
Tetapi... Ada suatu yang tidak beres... Sesuatu yang membuat perasaan si pelayan gelisah mulai dari tadi malam. Firasat pelayan itu, memberitahu untuk segera membawa tuan nya pergi dari kota ini segera. Tapi, si pelayan tahu. Pelayan tahu, kalau tuan nya tidak akan meninggalkan kota tanpa alasan yang jelas, terlebih lagi kota yang telah menjadi tempat dia mengumpulkan harta. Tidak mungkin mau, tuan nya meninggalkan kota ini.
"Jadi apakah tuan tidan mau meninggalkan kota ini?" Pelayan bertanya.
"Ya." Tanpa ragu-ragu Jarvish menjawab.
"Baiklah tuan. Jika itu memang mau mu." Pelayan membalas Jarvish dengan senyum pahit di wajah nya.
..... Beberapa jam kemudian. Sebuah teriakan panik terdengar dari seluruh penjuru kota. Menandakan firasat buruk si pelayan benar ada nya.
Author's Note.
Jika ada kesalahan kata, atau kalimat. Segera lapor di kolom komentar. Segera akan di perbaiki.