
Semua Vampir, Arisa dan Jack ketakutan merasakan energi sihir yang mengerikan keluar dari dalam tubuh Ghoul.
Natasha melihat ke belakang. "Cepat pergi dari sini!" Kata Natasha menyuruh para Vampir, Arisa dan Jack.
Mereka semua pun mengikuti suruhan Natasha, mereka terbang, ke atas langit, lalu mereka terbang menjauh dari tempat pertarungan. Sekiranya mereka sudah sampai di tempat yang aman, mereka berhenti. Kemudian mereka melihat ke tempat pertarungan dari atas langit.
Otot-otot tubuh Ghoul membesar, kini ia terlihat seperti binaragawan. Tubuh nya berwarna hitam legang, mulut nya tertutup dengan bayangan hitam, mata nya berwarna putih semua, lalu kuku di tangan nya panjang dan berbentuk runcing. Jika di lihat kuku nya sangat tajam.
"Inilah kekuatan ku yang sebenarnya." Kata Ghoul dengan suara nya yang menyeramkan.
Setelah mengatakan itu, Ghoul menghilang. Aku dan Natasha berusaha untuk mencari Ghoul, lalu dari belakang kami terdengar suara Ghoul. "Disini!"
Aku dan Natasha berbalik. "Hebat sekali... Kami tidak bisa melihat pergerakan mu."
"Kau masih bisa berbicara sombong anak kecil!!" Kata Ghoul kesal.
Aku dan Natasha melompat ke arah belakang, kami melompat menjauh dari Ghoul.
"Larilah selagi kalian bisa!! Dasar Sampah!" Kata Ghoul menyombongkan diri nya.
Ghoul menghilang lagi dari hadapan kami. Aku melihat ke arah Natasha, Natasha juga melihat ke arah ku.
"Siap!!" Kata Natasha. "Sekarang!"
Aku dan Natasha mengarahkan tinju kami ke belakang. Saat kami mengarahkan tinju kami, kami merasakan kami memukul sesuatu. Aku dan Natasha berbalik badan. Saat kami berbalik badan, kami melihat Ghoul terpental sejauh dua puluh meter ke arah belakang.
Ghoul terpental menghantam banyak bangunan. Ia jatuh terlentang. "Aku yang hebat ini kena pukul." Kata Ghoul kebingungan. Ghoul bangkit. Setelah itu ia berteriak. Teriakan nya menyapu bersih semua bangunan yang ada di depan nya.
"Sialan kalian!! Kubunuh kalian!!" Teriak Ghoul kesal.
Energi sihir yang mengerikan keluar dari tubuh Ghoul. "Aku akan menggunakan seluruh energi kehidupan ku.... Untuk membunuh kalian." Teriak Ghoul.
Para Vampir, Arisa dan Jack. Terkejut melihat Mira dan Natasha dapat memukul Ghoul hingga terpental tanpa berbalik badan.
"Sepertinya kemenangan kali ini benar-benar di tangan kita." Kata salah satu Vampir meyombongkan diri.
"Kau benar." Sambung Jack.
"Ini masih belum selesai," Kata Amanda. "Lihat dia masih bisa bangkit."
Para Vampir, Arisa dan Jack merasakan energi yang mengerikan keluar dari dalam tubuh Ghoul. Mereka semua gemetar ketakutan karena merasakan energi sihir itu.
"Gawat!!" Kata Arisa panik.
"Apa nya yang gawat?" Tanya Jack panik.
"Kita harus menjauh dari sini," Jawab Arisa. "Kita mungkin akan terkena dampak dari serangan mereka bertiga."
Para Vampir, dan Jack mengangguk. Mereka pun pergi menjauh lagi. Mereka akhir nya sampai di langit daerah pembuangan.
"Aku rasa di sini cukup." Kata Amanda.
Para Vampir, Arisa dan Jack berhenti. "Aku harap juga begitu." Sambung Arisa.
Ribuan bola hitam muncul di belakang Ghoul. "Kalian berdua akan mati!!" Teriak Ghoul.
Bola hitam di belakang Ghoul melesat ke arah ku dan Natasha. Natasha melukai seluruh tangan kanan nya dengan kuku tangan kiri nya. Darah yang banyak keluar dari luka yang di buat Natasha.
"Cursed Blood Control. Full Shape Two: Shield!"
Darah Natasha dengan cepat mengelilingi kami, kemudian darah Natasha berubah menjadi puluhan perisai yang mengelilingi kami.
"Barrier!" Aku mengelilingi perisai buatan Natasha dengan sihir ku. "Dengan begini, kita tidak perlu khawatir lagi."
"Padahal perisai ku saja sudah cukup." Kata Natasha kesal.
Bola hitam milik Ghoul menghantam (Barrier) buatan Mira. Ghoul yang melihat hal itu tertawa terbahak-bahak.
"Percuma!! Percuma!! Pelindung lemah itu tidak akan bisa menghentikan bola hitam ku." Kata Ghoul meremehkan. Bola hitam milik Ghoul, terus menghantam (Barrier) Mira. Tapi (Barrier) milik Mira sama sekali tidak ada retak.
"Ti-tidak retak!!" Kata Ghoul kaget. "Sialan!!" Teriak Ghoul kesal. Ratusan ribu bola hitam muncul di belakang Ghoul. Bola hitam itu langsung melesat ke arah (Barrier) Mira.
Ratusan ribu Bola hitam Ghoul terus menghantam (Barrier) Mira, tapi tetap saja (Barrier) Mira tidak retak. Ghoul menambahkan bola hitam nya hingga jutaan bahkan ia menambahkan nya hingga puluhan juta. Akhir nya (Barrier) Mira pun retak, beberapa menit kemudian (Barrier) Mira hancur. Tapi itu percuma saja, karena masih ada perisai darah Natasha yang mengahalangi bola hitam Ghoul.
Bola hitam Ghoul kali ini melesat menghantam perisai darah Natasha. Ghoul terus menembakkan bola hitam nya, hingga akhir nya, Ghoul sudah tidak kuat. Nafas nya tersengal-sengal. Tubuh Ghoul tiba-tiba muncul luka sayatan, darah pun menyembur dari luka itu.
"Seperti nya ini sudah batas ku.... Selanjutnya aku serahkan pada mu, Sarion.... Mereka berdua itu benar-benar monster yang sesungguh nya."
Otak Sarion, yang di makan Ghoul kembali seperti semula. Sarion pun akhir nya tersadar. Saat tersadar, Sarion merasa aneh, ia merasakan kekuatan nya meningkat.
"Jadi kekuatan kita sudah seratus persen... Kau hebat Ghoul!!"
Ghoul tidak menjawab. Tiba-tiba Sarion merasakan sakit kepala. "Aaakh," Kata Sarion merintih kesakitan. "A-apaan ini!? Ke-kenapa kau bisa kalah Ghoul!!" Teriak Sarion kesal. Ternyata sakit kepala Sarion, di sebabkan karena ingatan Ghoul yang masuk kedalam kepala Sarion.
Sarion melihat ke arah depan nya, ia melihat perisai sihir yang mengelilingi Mira dan Natasha mencair. Kemudian dari dalam perisai itu terlihat Mira dan Natasha.
Perisai Natasha sudah sepenuh nya menjadi darah kembali, aku melihat ke arah Ghoul. Ia terlihat berbeda dari sebelum nya.
"Jadi kau sudah sadar Sarion?"
"Ke-kenapa kau bisa tahu!!" Tanya Sarion ketakutan.
"Entahlah... Aku merasa kalau yang ada di hadapan ku kali ini bukan Ghoul."
"Untung kita lari!!" Kata salah satu Vampir.
"Kau benar serangan kecil seperti itu saja, sudah sampai sini dampak nya." Sambung Jack.
"Tapi ini baru permulaan." Kata Arisa.
"Arisa benar," Sambung Amanda. "Mira dan Natasha belum menyerang sama sekali."
Sarion gemetar ketakutan, keringat dingin nya mulai bercucuran, kaki nya tidak kuat untuk menahan nya.
A-apa yang harus ku lakukan!? Pikir Sarion ketakutan. Apakah aku harus menyerah saja.... Tunggu dulu menyerah? Sarion tersenyum licik. Jadi aku hanya harus menyerah saja ya.
"A-aku menyerah!!" Teriak Sarion.
Natasha kebingungan dengan perkataan Sarion. "Menyerah? Apa kau benar menyerah?"
"Aku benar-benar menyerah.... Aku menyerahkan diri." Kata Sarion menyodorkan kedua tangan nya.
Natasha melihat ke Mira. "Bagaimana ini Mira?"
"Sudah pasti kan." Kata Mira.
"Sudah pasti kita biarkan dia menyerah?" Kata Natasha kebingungan.
"Bukan itu..... Sudah pasti kita habisi dia dulu, baru kita biarkan dia menyerah.... Jika dia menyerah dalam kondisi seperti ini, sudah pasti dia hanya berpura-pura." Kata Mira tersenyum licik.
Apa! Pikir Sarion terkejut. Dia tahu apa yang aku pikirkan.
"Jadi Mira!! Kau ingin mengeluarkan kekuatan berapa persen?" Tanya Natasha.
"Sepuluh persen."
"Kalau begitu aku dua puluh persen."
"Cursed Blood Control. Full Shape One: Giant Sword."
Darah Natasha menjadi Pedang sebesar seribu meter. Pedang itu menjulang ke langit seperti sebuah gedung pencakar langit.
"Terlalu berlebihan.... Ingat Natasha, kita tidak boleh membunuh nya. Dan juga pedang itu terlalu besar."
"Kalau begitu aku akan mengeluarkan kekuatan ku sepuluh persen saja."
Pedang darah Natasha berkurang menjadi lima ratus meter.
Aku menarik nafas. "Super Magic Activated."
Lingkaran sihir memenuhi langit kota Cocoa. Semua Vampir, Arisa dan Jack terkejut melihat dua kejadian yang menakutkan bagi mereka. Pertama pedang besar milik Natasha dan kedua jutaan lingkaran sihir milik Mira yang menutupi langit kota.
"Bu-bukan kah mereka terlalu berlebihan." Kata Jack.
"Sekarang bukan waktu nya berkomentar.... Ayo cepat kita pergi dari sini!" Kata Arisa panik.
Ghoul jatuh tersungkur melihat Mira dan Natasha mengeluarkan kekuatan yang sangat dahsyat.
"Seperti nya tempat ini akan jadi kuburan ku."
"Tenang saja. Kau mungkin tidak akan mati." Kata Natasha.
Natasha mengayunkan pedang nya, setelah itu ia memutar pedang nya, ia mengganti mata pedang nya yang tajam menjadi mata pedang yang tumpul. Pedang Natasha menghantam tanah, tanah sejauh lima ratus meter menjadi hancur. Sarion tertindis pedang Natasha. Setelah itu, pedang Natasha mencair kembali.
"Super Magic Deactivated."
Jutaan lingkaran sihir menghilang dari langit kota Cocoa.
"Jadi untuk apa kau mengeluarkan semua lingkaran sihir tadi?" Kata Natasha bingung.
"Pamer."
"Begitu ya."
Aku berjalan mendekati tubuh Sarion yang terbaring di tanah. Aku membungkuk kemudian aku memeriksa denyut nadi Sarion. Denyut nadi nya masih ada walaupun lemah.
Aku menghela nafas lega.
Natasha berjalan mendekati ku. "Jadi apakah dia mati?"
Aku menggelengkan kepala ku.
Para Vampir datang dari langit bersama Arisa dan Jack. Aku menyuruh Vampir untuk menggunakan kemampuan mengendalikan pikiran budak darah mereka untuk menghapus ingatan para warga kota. Pertarungan kami, mungkin dilihat oleh warga kota. Para Vampir pun mengikuti suruhan ku.
Setelah itu, aku mengikat Sarion dengan sihir, lalu aku juga menyuruh Arisa dan Jack untuk mengikat semua bangsawan yang tidak sadarkan diri.
Setelah itu semua, aku mengembalikan sebagian kota seperti semula. Aku mengembalikan di daerah bangsawan saja, daerah pembuangan tidak ku kembalikan seperti semula, alasan aku tidak mengembalikan nya karena aku memiliki rencana lain yang akan ku lakukan ke daerah pembuangan.
Aku menguap. Rasa kantuk yang hebar menyerang ku. "Seperti nya.. Aku harus tidur sebentar."
"Terlambat Kak." Kata Jack. "Matahari sudah terbit."
Aku melihat ke arah timur, aku melihat cahaya matahari sudah mulai menyinari kota Cocoa.