From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 128 Campur tangan pihak ketiga



Nina sedang berada di kamar nya. Ia menari-nari, saat ini kondisi hati Nina sangat bahagia, kerajaan Elf tidak jadi menyerang dan saingan nya dalam perebutan tahta kerajaan sedang tidak sadarkan diri.


Nina bersenandung kecil untuk mengeksprsikan kebahagiaan nya.


"Ramuan yang di berikan penyihir yang dulu, berhasil.... Lalalalalala, senang nya hati ku... Mudahan, bocah itu tidak sadarkan diri selama nya... Lalalalalala."


Sampai akhir nya, kebahagiaan Nina berhenti saat ada pengumuman Raja menemukan cara untuk membuat Mira sadar.


\*\*\*


Seorang penyihir kerajaan, sedang berada di rumah nya. Ia sedang minum teh dan makan roti. Ia beberapa kali menghela nafas, setelah menghela nafas beberapa kali, penyihir menjatuh kan kepala nya di atas meja.


"Haaaaah," Ia menghela nafas lagi. "Kenapa perang di berhentikan? Jika perang di berhentikan gaji ku tidak akan naik." Gumam nya dengan suara kesal.


Para penyihir kerajaan mendapatkan gaji setiap, tapi gaji itu sangat kecil, hanya cukup membeli kebutuhan pokok selama satu bulan. Mereka tidak bisa membeli barang-barang mewah, mereka mendapatkan gaji besar apabila terjadi peperangan. Karena itu para penyihir senang waktu tahu kerajaan Elf ingin menyerang kerajaan. Tapi kesenangan mereka runtuh sewaktu tahu kerajaan Elf membatalkan serangan nya.


"Haaaaah," Penyihir menghela nafas lagi. "Coba saja ada kerjaan yang membuat ku dapat gaji besar tanpa harus takut kehilangan nyawa."


Harapan penyihir terkabulkan setelah mendengar pengumuman Raja.


\*\*\*


Raja sampai di kamar Mira, di sana sudah ada ketiga pelayan Mira, Putri ke empat, dan Ratu kerajaan. Raja datang sambil membawa lima puluh penyihir.


Sebenarnya jumlah itu sangat berlebihan, tapi Raja tidak memikirkan hal itu lagi, asalkan Putri nya yang sedang tidak sadarkan diri, bisa sadar lagi.


Salah satu pelayan Mira, mendekati Raja. Pelayan itu adalah seorang Elf.


"Jadi kita harus apa Yang Mulia?"


"Jadi begini... Aku ingat ayah ku pernah memberitahu ku tentang sebuah sihir, yang bisa menyembuhkan kutukan. Sihir itu membuat pemakai nya bisa memasuki pikiran korban nya.


Jadi aku ingin kalian menggunakan mantra itu untuk memasuki pikiran Mira."


O iya. Dulu Kak Mira menggunakan sihir itu waktu nyelamatkan Jack. Pikir Arisa.


"Jadi Raja apa Mantra sihir itu?"


"Mantra nya. Soul Transfer!"


Mantra nya berbeda dari yang di gunakan Kak Mira. Pikir Arisa.


"Kalau begitu, kalian semua sentuh tubuh Mira, lalu ucapkan mantra nya!"


"Tunggu!" Kata Ratu Carla memotong. "Aku tidak orang lain menyentuh Putri ku. Apalagi kebanyakan penyihir yang kau panggil adalah Pria... Jika mereka perempuan akan ku izinkan."


"Apa yang kau katakan Carla! Ini bukan waktu nya untuk itu. Nyawa Mira sedang dalam taruhan nya."


Ratu Carla kebingungan. Ia tidak mungkin membiarkan pria asing menyentuh putri nya. Tapi keadaan saat ini sangat genting.


"Ba-ba-"


Sebelum Carla menjawab. Arisa memotong pembicaraan.


"Kalau begitu saya punya cara!" Kata Arisa sambil mengangkat tangan nya.


Semua orang menatap ke arah Arisa.


Dua menit kemudian semua orang mengikuti cara Arisa, caranya seperti ini.


Penyihir perempuan menyentuh tubuh Mira, lalu penyihir laki-laki menyentuh tubuh penyihir perempuan. Dengan begini para penyihir laki-laki dapat terhubung ke Mira secara tidak langsung.


"Kalau begitu kita mulai." Kata Arisa.


Semua penyihir mengangguk.


Lalu mereka mengucapkan mantra bersama-sama. "Soul Transfer!" dengan satu mantra itu, tubuh para penyihir yang hadir menjadi bercahaya remang-remang.


Perspektif : Natasha.


Raja membawa banyak penyihir, lalu Raja memberitahu cara untuk menyadarkan Mira. Setelah Raja menjelaskan barulah Para penyihir untuk menjalankan rencana Raja. Tapi ada satu masalah, para penyihir harus menyentuh tubuh Mira. Sedangkan para penyihir ada yang laki-laki.


Jika situasi nya tidak mendesak aku akan langsung menghajar laki-laki yang menyentuh Mira.


Tunggu!" Kata Ratu memotong. "Aku tidak orang lain menyentuh Putri ku. Apalagi kebanyakan penyihir yang kau panggil adalah Pria... Jika mereka perempuan akan ku izinkan."


Ratu melaksanakan tugas yang tidak bisa aku laksanakan.


Setelah itu terjadi perdebatan antara Raja dan Ratu, wajah Ratu sangat tidak senang. Tapi seperti nya Ratu harus mengikuti rencana Raja sekarang.


Lalu Arisa tiba-tiba bicara sesuatu yang aku dan Ratu harapkan.


Kami semua mengikuti saran Arisa. Semua penyihir bersiap-siap untuk menjalankan rencana Raja.


"Kalau begitu kita mulai!" Kata Arisa memimpin semua penyihir.


Semua penyihir termasuk Arisa mengucapkan sebuah mantra, dengan satu mantra itu tubuh penyihir dan Arisa bercahaya remang-remang.


Perspektif : Mira.


Aku terbangun di dunia monokrom. Di dunia ini hanya ada aku dan diriku yang lain, untuk beberapa jam kami tidak berbicara satu sama lain. Bukan nya kami tidak mau berbicara, hanya saja kami tidak bisa berbicara!


Di tengah-tengah kami, ada sebuah kaca. Sekilas tidak ada apa-apa tapi, kami berdua bisa menyentuh kaca itu.


Saat sudah tertempel, kaca menghilang. Hasil nya kening kami pun berhantupan.


"Aduh!!" Suara kami berdua tumpang tindih.


Setelah terjadi hantupan itu, aku menggosok-gosok kening ku, seperti nya diri ku yang lain juga melakukan nya.


"Kau melakukan hal yang gila kan? Padahal kau sudah ku peringatkan." Kata diri ku yang lain sambil menggosok-gosok kening nya.


"Maaf, aku kesal setelah mendengar nama mereka berdua. Dan juga aku sudah tahu siapa yang membuat mu tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan."


Diri ku yang lain memalingkan wajah nya. "Jadi kau sudah tahu ya...."


"Kalau begitu, kau harus cepat menyelesaikan Quest khusus mu!" Kata diri ku yang lain. "Pihak ketiga sudah mulai, bergerak!"


"Pihak ketiga? Apakah mereka yang kau maksud pihak ketiga?"


Diri ku yang lain mengangguk.


"Jadi kau harus cepat melakukan nya, sebelum mereka berempat membunuh mu!"


"Aku tahu, aku harus cepat.... Tapi aku tidak tahu, apa Quest ku. Bagaimana aku menyelesaikan Quest yang tidak ku tahu?"


"Aku tidak tahu... Yang pasti, kau sudah menyelesaikan 30% dari 100%.... Jadi aku pikir kau harus melakukan nya seperti biasa."


"Baiklah akan ku lakukan seperti itu. Tapi aku ingin bertanya. Kenapa tubuh ku tidak sakit setelah memakai banyak Super Magic? Aku hanya merasa ngantuk setelah menggunakan nya."


"Kau tidak sadar? Class mu sewaktu di kerajaan Elf telah berubah menjadi Mage."


"Apa!?"


Suasana menjadi hening setelah beberapa detik. Kemudian aku membuka Status.


Name:Mira


Level:100 MAX


Class:Princess


HP:1.000.000


MP:10.000.000


STR:100 MAX


AGI:100 MAX


INT:100 MAX


VIT:100 MAX


DEX:100 MAX


"Ini masih Princess!?" Kata ku protes.


Kemudian diri ku yang lain mengatakan. Open Status! Setelah itu, ia menunjukkan layar Status nya kepada ku.


Name:Mira


Level:100 MAX


Class:Mage


HP:1.000.000


MP:10.000.000


STR:100 MAX


AGI:100 MAX


INT:100 MAX


VIT:100 MAX


DEX:100 MAX


Kelas kami tertukar?


Kenapa?


"Seperti nya semenjak dari kerajaan Elf, Class kita tertukar."


"Eh!?"


Aku berteriak.


Tiba-tiba teriakan ku teredam dengan suara bising yang berasal di samping kami, jarak nya kira-kira seratus meter dari tempat kami berdiri.


"Ada apa?"


Aku dan diri ku melihat ke arah bising, di sana ada banyak orang yang membawa tongkat sihir. Mereka semua terkejut saat melihat ku dan diri ku yang lain.