
Saat aku mencabut pedang nya, aku melihat secarik kertas di bilah pedang, di kertas itu terdapat tulisan.
"Untuk pria yang berhasil mencabut pedang ini, jangan pernah untuk melepaskan kertas ini dari bilah nya.
Sieg."
"Bahkan pahlawan sieg saja sangat yakin kalau yang bisa mencabut pedang ini hanya lah seorang pria, sampai-sampai dia meninggalkan pesan seperti ini."
Karena rasa penasaran ku yang tak terbendung lagi, aku melepaskan kertas itu dari bilahnya. Pada saat aku melepaskan kertas itu tidak terjadi apapun.
Tiba-tiba kertas yang kulepas bercahaya, dan berusaha melepaskan diri dari genggaman ku.
Aku melepaskan kertas itu, kertas itu melayang 3 meter ke udara, lalu kertas itu semakin bercahaya sampai-sampai ruangan nya di penuhi dengan cahaya terang.
Kertas itu perlahan-lahan berubah bentuk menjadi gadis. Saat cahaya redup, kertas itu telah berubah menjadi gadis.
Rambut pirang, kulit yang putih bersih, serta wajah yang sangat cantik. Seorang gadis melayang dengan tubuh telanjang, lalu di sekitar tubuh gadis itu timbul cahaya, dalam sekejap tubuh gadis itu di selimuti pakaian berwarna hitam yang terlihat sangat mewah.
Jika ku perhatikan gadis yang sedang melayang di udara ini, memiliki umur sekitar 17 tahun. Gadis itu membuka matanya, matanya berwarna merah seperti warna darah, taring timbul keluar dari mulutnya. Gadis itu perlahan turun kelantai.
Pada saat di lantai, gadis itu menunduk dengan anggun. "Perkenalkan. Aku ratu Vampir, namaku Natasha. Reinkarnasi sieg yang gagah berani, sekarang kau akan menjadi budak ku. Eh."
Kenapa kau menambahkan "Eh" dibelakang perkataan mu. Pikir ku dengan heran. Gadis itu lalu memiringkan kepalanya dan memegang dagunya.
"Bagaimana bisa seorang gadis kecil mencabut pedang itu? Kata sieg reinkarnasi nya adalah pria yang gagah berani."
"Kau baru sadar aku seorang gadis kecil, dan juga aku yang harus bertanya di sini. Kenapa bisa sebuah kertas berubah menjadi seorang perempuan?"
"Kau tidak memiliki hak untuk bertanya di sini gadis kecil. Ngomong-ngomong siapa namamu? Akan sangat merepotkan jika aku memanggil mu gadis kecil terus."
"Nama ku Mira."
"Jadi nama mu Mira ya, sekarang bersiap lah reinkarnasi Sieg yang kecil dan imut, kau akan ku jadikan budak ku."
"Sepertinya kau ada kesalahan, aku bukan reinkarnasi dari pahlawan Sieg."
Gadis itu tidak menanggapi perkataan ku, lalu tiba-tiba kuku jari telunjuk tangan kiri gadis itu menjadi panjang.
Dengan kuku itu ia melukai telapak tangan kanan nya. Darah keluar sangat deras dari telapak tangan nya, seperti sebuah pancuran air. Kemudian gadis itu berkata. "Cursed blood control," darah yang keluar berhenti menetes, lalu gadis itu melanjutkan perkataan nya. "Shape one, Sword." darah itu berubah bentuk dengan sangat cepat menjadi sebuah pedang.
"Bersiap lah reinkarnasi Sieg."
"Tunggu, sebelum kau menyerang ku. Ada hal yang ingin ku tanyakan."
"Apa itu?"
"Bukan nya ras Vampir sudah punah?"
"Belum, ras Vampir belum punah."
"Lalu kenapa kau masih hidup? bukan nya pahlawan sieg sudah membunuh pemimpin ras Vampir?"
"Aku tidak di bunuh Sieg, aku hanya di segel di dalam kertas penyegel. Apakah kau sudah puas bertanya?"
"Sudah, kau boleh menyerang kapan saja."
Aku menghindari tebasan pedang nya, tapi reflek ku masih kalah cepat! Dengan pedangnya gadis itu berhasil menggores pipiku.
"Kau sudah kalah Mira."
Pada saat gadis itu berkata aku sudah kalah, muncul tanda pesan di hadapanku.
"Kau memiliki satu pesan yang tak terbaca." pesan, kenapa di saat seperti ini ada pesan yang muncul. Aku berkata "Open Messege." setelah itu muncul layar di depanku.
"Kau terkena kutukan Vampir, setiap 1 menit, HP mu akan berkurang 100."
Jadi begitu. Jika aku terkena tebasan pedang darahnya, maka HP ku akan terkurang 100 setiap satu menit.
Alu berkata dengan pelan. "Purification." lalu timbul pesan lagi. "Kutukan Vampir berhasil di hilangkan."
Gadis itu mulai melakukan serangan nya lagi. Pada saat gadis itu hendak menyerang ku lagi, aku dengan cepat menggunakan (Fire Ball.) untuk menyerang gadis itu. Lalu gadis itu dengan cepat berkata.
"Chage Shape, Shape Two, Shield." dengan sangat cepat pedangnya berubah bentuk menjadi sebuah perisai. Dengan perisai nya gadis itu menahan (Fire ball.) ku.
Gadis itu tersenyum sinis. "Aku tidak tahu kalau reinkarnasi Sieg bisa menggunakan sihir."
"Sudah ku bilang, aku bukan reinkarnasi pahlawan Sieg!"
Gadis itu mulai merubah bentuk darahnya kembali. "Change Shape, Shape Three, Bow." lalu perisai nya dengan cepat menjadi sebuah busur. Ia memegang busur itu dengan tangan nya, kemudian ia menggigit jempol tangan kirinya sampai berdarah. Darah keluar melalui jempol nya, kemudian ia berkata. "Cursed Blood Control, Shape Four, Arrow." darah nya dengan cepat berubah menjadi beberapa anak panah.
Ia menembakkan tiga anak panah ke arah ku dengan sangat cepat, kemudian aku membuat dinding dengan menggunakan sihir (wall) kemudian semua panahnya langsung menancap di dinding yang aku buat. Tiba-tiba dinding yang kubuat hancur berkeping-keping. Dari arah hancurnya dinding, gadis itu sudah bersiap-siap menebas ku dengan pedang nya. Ternyata setelah menembakan tiga anak panah ia langsung merubah darahnya menjadi pedang.
Dengan reflek aku menggunakan pedang pahlawan Sieg untuk menangkis serangan pedang nya. "Clank," suara pedang kami berbenturan. Ia terus melancarkan tebasan ke arah ku, lalu aku dengan cepat menangkis tebasan pedangnya.
"Ada apa, apakah kau kehilangan kemampuan berpedang mu?"
Dengan tebasan nya yang terakhir, ia bisa membuat pedang yang ku pegang terlepas dari tangan ku, pedang pahlawan Sieg terpental beberapa meter. Melihat pedang yang telah terlepas dari tangan ku, dengan cepat gadis itu menebas dadaku. Aku pun dengan cepat melompat ke belakang, tapi sayang nya ia berhasil menggores dadaku sedikit. Setelah itu muncul pesan lagi. "Kau terkena kutukan Vampir, setiap 1 menit HP mu akan berkurang 100." aku pun menghilang kan kutukan itu dengan sihir (purification.) setelah itu timbul pesan jika kutukan vampirnya sudah menghilang.
"Kau sudah kalah Mira, kau telah terkena tebasan pedang ku sebanyak dua kali, jika kau terus melanjutkan kau akan mati."
"Sayangnya kutukan mu sudah lama menghilang."
"Apa!? Kutukan ku menghilang? Bagaimana bisa? Seharusnya aku saja yang bisa menghilangkan kutukan nya. Kau bohong, kau pasti bohong."
Gadis itu berteriak dengan kencang.
"Aku tidak bohong. O, iya. Kalau tidak salah nama mu Natasha kan?"
Gadis itu mengangguk. "Kalau begitu dengar kan ini baik-baik Natasha, pertama aku bukan renkarnasi pahlawan Sieg, kedua aku bukan seorang Knight maka dari itu aku tidak bisa menggunakan pedang, lalu yang ketiga, apakah kau sudah bertarung dengan serius?"
"Tentu saja aku bertarung dengan serius, walaupun kau seorang gadis kecil, aku tidak menahan diri."
"Kalau begitu aku minta maaf."
"Kenapa kau minta maaf?"
"Karena aku tidak bertarung dengan serius, tapi sekarang aku akan bertarung dengan serius. Bersiap lah Natasha."