
Aku duduk di atas kasur, menatap ke arah Jack yang sedang berlutut di depan ku. Setelah dia memberikan laporan yang menarik, tentang seseorang dari pasukan aliansi mengendalikan bola aneh yang merubah pasukan aliansi menjadi zombie, aku berusaha dari awal untuk menahan amarah ku. Alasan lain aku menahan amarah ku karena jika aku marah sejumlah besar energi sihir akan bocor dari dalam tubuh ku yang membuat tubuh ku berat, di sertai dengan rasa lelah. Aku tidak ingin buang-buang energi hanya untuk marah terhadap sampah yang sedang berusaha untuk berguna. Aku pun dengan seksama medengarkan laporan nya.
Kecurigaan Jack bermula beberapa saat setelah beberapa prajurit berubah menjadi Zombie, pada saat itu para penyihir yang berada di garis depan sudah bergerak, mengeluarkan beberapa sihir, alhasil udara pun mulai di penuhi dengan energi sihir, membuat susah untuk merasakan energi sihir tertentu.
Tapi, ada energi sihir yang sangat unik, yang membuat Jack bisa merasakan nya walaupun banyak energi sihir yang tercampur. Energi sihir ini lebih kuat dari energi sihir yang lain. Karena itu Jack bisa langsung merasakan nya.
Energi sihir yang di rasakan Jack berbeda dari yang lain, memang jarang di rasakan Jack saat pertempuran berlangsung, energi sihir itu kadang muncul dan tiba-tiba menghilang. Tapi, ada satu hal yang pasti tentang energi sihir ini. Setiap energi sihir ini muncul, bola aneh akan berubah menjadi serangga, lalu serangga akan bergerak ke mulut prajurit membuat mereka berubah menjadi Zombie. Jack pun berasumsi kalau seseorang mengendalikan bola aneh itu, yang membuat Jack kurang yakin adalah arah energi sihir itu berasal.
Jika energi sihir itu berasal dari pasukan Demon, Jack pasti bisa langsung menerima hipotesa yang telah di buat nya kalau bola aneh itu di kendalikan oleh seseorang. Tapi yang jadi masalah adalah, energi sihir itu berasal dari arah pasukan aliansi Benua Silia dan Benua Yuro, yang membuat Jack ragu-ragu dengan hipotesa nya.
Apakah ada penghianat di pasukan aliansi?
Apakah aku yang salah merasakan energi sihir itu?
Apakah bola aneh itu berubah menjadi serangga kebetulan bertepatan dengan energi sihir itu keluar?
Pikiran itu muncul di dalam kepala Jack, ia tidak yakin dengan hipotesa nya.
"Aku tidak yakin ada penghianat di pasukan aliansi, karena itu aku kurang yakin dengan hipotesa ku tentang bola aneh itu di kendalikan seseorang." Kata Jack, sambil menundukkan kepala nya menatap ke lantai.
"Hm...? Kenapa kau tidak yakin ada penghianat di pasukan aliansi?" Tanya ku.
"Aku rasa aneh saja... Siapa orang yang berani tega menghianati orang yang sangat dekat dengan nya...?"
Mendengar kata-kata Jack, Natasha dan Arisa yang berdiri di belakang Jack, alis nya berkedut. Wajah mereka secara bertahap terdistorsi. Sedangkan aku setelah mendengar perkataan Jack, merasa kesal, tanpa aku sadari energi sihir ku bocor keluar, pandangan ku menjadi gelap. Di penuhi dengan rasa amarah, aku menendang Jack yang sedang berlutut di depan ku. Akibat tendangan ku, ia terpental beberapa meter, Natasha dan Arisa dengan sigap menangkap tubuh Jack sebelum tubuh nya terpental keluar tenda.
"Hah?" Dengan wajah bingung Jack melihat ke arah ku. Hidung nya mengeluarkan darah, beberapa gigi depan nya terlepas, dalam sekejap Jack sudah menderita luka serius akibat tendangan ku.
"Berani sekali kau berkata seperti itu setelah apa yang kau lakukan pada ku."
Setelah mendengar perkataan ku, akhir nya Jack menyadari kesalahan nya. Ia dengan cepat melepaskan diri dari Natasha dan Arisa, lalu menghantupkan kepala nya ke lantai, dengan bunyi keras kepala Jack membentur lantai, menyebabkan dahi nya mengeluarkan darah. Kemudian ia dengan suara bergetar di penuhi ketakutan meminta maaf pada ku. "Ma-Maaf.... Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf..." Hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulut nya.
Rasa lelah yang hebat menyerang tubuh ku, tubuh ku tiba-tiba terasa berat. Aku pun menghela nafas, membuang semua energi yang ku tahan, lalu mendudukkan diri di kasur. Karena energi sihir ku yang bocor keluar, tubuh ku tiba-tiba terasa lelah dan berat. Tubuh ku melemah, sampai tahap aku bisa kalah dari Jack, Arisa dan Natasha. Jujur, mereka sekarang ini jauh lebih kuat dari ku, aku bersyukur mereka tidak menghianati ku setelah mengetahui kondisi ku yang sekarang. Jika salah satu dari mereka berhianat lagi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada ku. Aku mungkin akan berhenti mempercayai orang lain, walaupun mereka adalah keluarga ku sendiri, aku pasti tidak akan mempercayai mereka lagi.
Aku menghela nafas lagi, lalu melanjutkan pembicaraan sebelum nya. "Kalau memang perkataan Jack ini benar, aku sudah menduga siapa orang yang mengendalikan bola aneh itu."
Setelah mendengar perkataan ku, Jack berhenti meminta maaf, Arisa yang bertugas mengawasi Putri Catulus mengerutkan alis nya lalu ia mengangkat tangan meminta izin untuk berbicara. "Kak Mira, apakah orang yang kau curigai itu..."
"Dugaan mu benar Arisa, aku mencurigai Putri Catulus... Apakah dia membuat pergerakan aneh hari ini?"
Pada malam pertama hari Invasi, Putri Catulus menerima surat yang menurut dugaan Arisa di kirim oleh seseorang dari pasukan Demon. Jika memang bola aneh itu di kendalikan oleh seseorang dari pasukan Aliansi, satu-satu nya orang yang terbesit di kepala ku adalah Putri Catulus.
Dia jelas punya alibi, selama pertempuran di hari kedua, Putri Catulus berada di markas pusat. Terlebih lagi Arisa selalu mengawasi nya, membuat Putri Catulus memiliki saksi untuk membuktikan alibi nya. Tapi di dunia ini ada kekuatan yang melampaui logika manusia, kekuatan yang dapat memanipulasi fenomena alam. Yaitu Sihir.
"Apakah Putri Catulus ada menggunakan sihir hari ini?" Tanya ku pada Arisa.
"Tidak ada." Jawab nya. "Aku tidak merasakan dia mengeluarkan energi sihir sedikitpun hari ini... Ah, hanya saja dia bersikap aneh."
"Bersikap aneh?"
"Ya. Sifat nya kadang berubah-ubah. Dia seperti orang berbeda, kau tahu...?"
"Sifat berubah-ubah...."
"Kadang dia bersikap sombong, kadang sopan, kadang dia pemarah, kadang dia tiba-tiba menjadi sedih, kadang tiba-tiba menjadi sok akrab, kadang dia menjauhkan diri dari orang lain... Dan sifat nya akan terus berubah terus... Aku merasa sangat aneh saat bersama nya."
Awal nya aku kurang mengerti apa maksud Arisa tentang sifat Putri Catulus yang berubah-ubah, tapi setelah ia melihat kebingungan ku lalu menjelaskan lebih detail, aku akhir nya mengerti maksud nya... Memang benar, kalau sifat seseorang berubah-ubah itu sangat aneh, tapi lain hal nya kalau itu adalah tiruan dari orang itu... Dengan penjelasan Arisa barusan aku akhir nya yakin kalau selama ini yang di awasi Arisa adalah (Doppleganger) Putri Catulus. Tapi aku tidak memiliki bukti yang kuat untuk mendukung hipotesa ku. Jika Arisa ada merasakan energi sihir yang keluar dari Putri Catulus, aku akan sangat yakin dia menggunakan sihir (Doppleganger), tapi selama Arisa mengawasi Putri Catulus, dia sama sekali tidak merasakan energi sihir keluar dari tubuh Putri Catulus.
Tidak mungkin seseorang menggunakan sihir tanpa mengeluarkan energi sihir, bahkan (Cursed Blood Control) milik Natasha yang berfokus mengkonsumsi Status HP masih mengkonsumsi Status MP sedikit. Itu arti nya (Cursed Blood Control) Natasha masih menggunakan energi sihir sedikit.
"... Apakah ada cara menggunakan sihir tanpa terdeteksi...?"
Di dalam ruangan ini, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ku, tapi ada suatu mahluk yang bisa menjawab pertanyaan ku ini. Aku pun memutuskan untuk bertanya pada tongkat sihir yang baru ku dapat. Tongkat sihir yang memiliki kesadaran sendiri, dan bahkan tongkat itu bisa berubah bentuk menjadi manusia. Dengan begitu, aku membuka (Inventori) ku, lalu mengambil tongkat yang bernama Glory Rod.
"Akhir nya aku bebas!!" Setelah aku mengeluarkan Glory Rod dari inventori, suara seorang gadis mulai bergema di kepala ku. Dengan penuh semangat suara itu bergema di kepala ku, membuat kepala ku pening.
"Bisakah kau tidak tiba-tiba berteriak seperti itu?" Kata ku pada nya. Pada point ini, aku secara refleks melepaskan Glory Rod membuat nya terjatuh di tanah. Sebelum Glory Rod jatuh ke tanah, tongkat itu berubah menjadi partikel cahaya sebelum akhir nya wujud manusia dari Glory Rod muncul di hadapan ku. Seorang gadis kecil kira-kira berumur tujuh tahun, berambut emas, beramata Ruby, dan memiliki wajah imut. Aku memanggil wujud manusia Glory Rod dengan nama panggilan Gloria.
"Jadi Nona Mira, ada apa kau mengeluarkan ku dari Inventori? Pastj ada sesuatu yang ingin kau tanyakan bukan?"
Gloria seperti nya mengerti alasan dia di keluarkan. Sebagai tongkat sihir, dia pasti tahu posisi nya. Aku hanya akan memanggil Gloria jika ada pertempuran, atau aku memiliki sesuatu untuk di tanyakan pada nya.
"Baguslah kau tahu alasan mengapa kau ku keluarkan... Gloria aku akan langsung ke inti nya, apakah ada cara menggunakan sihir tanpa terdeteksi?"
"..... Ya. Tentu saja ada." Gloria sedikit terkejut dengan pertanyaan ku, dia diam sejenak lalu akhir nya membalas pertanyaan ku dengan benar.
"Lalu bagaimana cara nya itu?"
"Dengan menggunakan item khusus, bernama (Hide Magic!)"
Dengan jawaban Gloria, aku menjadi sangat yakin kalau Putri Catulus lah yang mengendalikan bola aneh. "Arisa, mulai besok perketat pengawasan mu terhadap Putri Catulus." Dengan begitu, aku memerintahkan Arisa memperketat pengawasan nya terhadap Putri Catulus.
Ternyata keputusan ku kali ini menyebabkan hal buruk yang akan merubah dunia.