
Empat bulan berlalu setelah kejadian penculikan ke empat putri, dan tiga bulan berlalu setelah Mira mendirikan pasar gelap di kerajaan Eurasia.
Saat ini ke empat putri berada di kota yang mereka pilih. Nina sedang berada di kota Yugmish, Blanc di Gelato, Rosa di Salad, dan Yuri di Banitza. Mereka semua menjadi pemimpin di kota itu, mereka di suruh memajukan perekonomian di kota itu. Tapi sayang nya mereka tidak ada yang berhasil melakukan nya.
Charles berada di perpustakaan istana. Charles sedang membaca data perekonomian ke empat kota yang di pimpin ke empat putri nya. Dan hasil data menunjukkan. Perekonomian kota Yugmish menurun sebanyak 10%, kota Gelato turun 11%, Salad turun 20% dan untuk perekonomian kota Banitza tidak mengalami penurunan maupun kenaikan. Charles menjadi kecewa melihat data perekonomian kota yang di pimpin ke empat anak nya.
"Apa-apaan data ini!?" Gumam Charles sambil memegangi kepalanya. "Setelah di pegang ke empat putri ku perekonomian kota menjadi menurun, terutama di kota Salad, kenapa bisa turun nya bisa sejauh itu!?" Charles memegangi kepala nya di karenakan kepalanya mulai terasa sakit. Lalu terdengar langkah kaki dari kejauhan, "Siapa itu?" Tanya Charles.
"ini aku." Jawab orang itu.
Pandangan Charles kabur, Charles tidak bisa melihat dengan jelas siapa itu, tapi Charles bisa mengetahui siapa orang itu dari suaranya. "Ternyata kau Carla," Kata Charles. "Kenapa kau ke sini?"
"Aku sedikit khawatir kepadamu."
"Ku kira kau membenci ku, tapi tidak ku sangka kalau kau masih mengkhawatirkan ku." Jawab Charles.
"Aku memang membenci mu, aku khawatir padamu, karena aku tidak ingin kau mati karena stres, jika kau mati karena stres maka aku yang akan mengatur negara ini sendirian. Aku tidak mau melakukan hal yang merepotkan itu."
Carla membantu Charles berdiri, kemudian Carla membopong tubuh Charles. "Akan ku bantu kau sampai ke kamar, setelah itu kau harus beristirahat. Masalah Nina dan yang lain nya, serahkan saja padaku." Kata Carla.
"Begitu ya, itu membuat ku lega."
Carla membopong Charles di lorong yang gelap, kemudian mereka sampai di tangga untuk naik keruang tahta. Perpustakaan terletak di ruang bawah tanah ruang tahta, jadi mereka perlu menaiki tangga untuk pergi keluar.
Setelah sampai di atas, Carla melanjutkan membopong tubuh Charles. Melihat Carla kesusahan membopong Charles, para pengawal di ruang tahta berbondong-bondong membantu Carla.
"Kalian tidak perlu membantu. Lakukan saja tugas kalian." Kata Carla.
Carla pun melanjutkan membopong Charles menuju kamarnya. Saat di jalan Charles berkata sesuatu. "Sekarang Mira sedang melakukan apa?"
"Tidak ada yang tahu di mana Mira sekarang, tapi aku selalu berdoa agar Mira baik-baik saja di luar sana. Lagi pula ini salah mu yang sudah mengusir Mira empat bulan yang lalu."
"Maafkan aku. Aku tidak bisa melawan peraturan yang di buat oleh leluhur."
"Sudah kubilang berapa kali, jangan bergantung pada peraturan kuno. Sekarang jaman sudah makin maju, kau harus menciptakan peraturan baru. Para leluhur mu menciptakan peraturan yang sesuai dengan jaman mereka, maka kau juga harus menciptakan peraturan yang sesuai dengan jaman sekarang."
Charles tidak bisa berkata apa pun. Setelah perdebatan singkat, tidak terasa mereka sampai di kamar Charles. "Kita sudah sampai, sekarang beristirahat lah, aku tidak ingin kau mati." kata Carla. Dengan wajah yang sedikit pucat Charles memasuki kamar nya.
\*\*\*
Pada pagi hari di kerajaan Eurasia. Natasha, Arisa dan Jack. Sedang sarapan. Mereka menunggu Mira bangun. Pasar gelap yang di bangun Mira di Eurasia menghasilkan untung yang besar, bahkan pasar gelap Mira sudah memiliki cabang di kerajaan Milefolia. Jadi keuntungan yang di peroleh Mira makin besar.
Tapi ke untungan besar membuat Mira sering bangun kesiangan.
"Kak Mira, akhir-akhir ini sering bangun kesiangan. Walaupun kita mendapatkan untung yang banyak, seharusnya membuat kak Mira menjadi rajin bukan nya menjadi pemalas." Kata Jack.
"Ayo kita kerjain kak Mira. Supaya dia kapok bangun siang terus." Balas Arisa.
"Ide bagus!! Jadi apa rencana nya?" Kata Jack.
Arisa mendekatkan mulutnya ke telinga Jack, kemudian Arisa berbisik ke telinga Jack. "Itu ide bagus, kita mulai rencana nya habis sarapan." kata Jack dengan bersemangat.
"Sebaiknya kalian jangan mengganggu Mira. Biarkan saja Mira tidur lebih lama, dia masih anak kecil jadi waktu tidurnya lebih lama dari orang dewasa." Kata Natasha.
Arisa dan Jack tidak menjawab perkataan Natasha, mereka terus menyantap sarapan mereka. Setelah selesai sarapan mereka langsung pergi ke istana.
Arisa dan Jack pergi mendatangi Alex yang berada di istana. Saat mereka bertemu dengan Alex, mereka berdua bertanya apakah ada kolam berukuran besar. Alex pun menjawab ada, dan Alex langsung memberitahu arah kolam itu, kolam itu terletak di ruangan paling belakang di istana. Saat mereka sampai Arisa menyentuh air kolam itu. Saat menyentuh nya, Arisa dengan cepat menarik tangan nya.
"Kenapa Arisa?" Tanya Jack.
"Air ini sangat dingin." Kata Arisa.
"Kalau begitu ini kolam yang sempurna." Kata Jack dengan wajah bahagia.
"Memangnya kalian ingin melakukan apa?" Tanya Alex.
Arisa dan Jack tidak menjawab, mereka langsung bergegas pergi ke rumah Mira. Saat mereka sampai di rumah Mira, mereka melihat Natasha sedang mencuci piring kotor, lalu Natasha memanggil mereka berdua.
"Arisa! Jack!" Teriak Natasha. Arisa dan Jack mendatangi Natasha. "Sebaiknya kalian hentikan perbuatan jahil kalian." Sambung Natasha.
"Tenang saja Kak Natasha. Kami sudah siap menerima hukuman dari Kak Mira." Kata Jack. Arisa kemudian mengangguk mendengar perkataan Jack.
"Aku bilang hentikan!!" Natasha berteriak.
Arisa dan Jack terkejut. "Ke-kenapa?" Kata Jack.
"Jangan banyak tanya. Aku bilang hentikan perbuatan jahil kalian!" Jawab Natasha dengan lantang.
"Kak Natasha tidak perlu semarah itu. Ayo Jack cepat kita lakukan." Kata Arisa.
Saat Natasha sampai, Mira sudah di gendong Jack.
"Jangan bawa Mira pergi!" Kata Natasha.
"Hentikan kami kalau bisa!" Kata Arisa.
"Tidak ada pilihan lain. Aku pemilik darah terkutuk memerintahkan kepada-" sebelum Natasha mengucapkan mantra budak darah, Arisa sudah membawa Jack dengan sihir (Teleportation).
"Sialan mantra nya terlalu panjang." Gumam Natasha.
Arisa dan Jack berpindah tempat dari kamar Mira ke kolam mandi di istana, saat mereka sampai sudah ada Alex yang menunggu mereka.
"Kau belum pergi dari sini?" Tanya Arisa.
"Aku penasaran dengan apa yang kalian lakukan jadi aku menunggu kalian di sini." Jawab Alex.
"Begitu ya."
"Jadi apa yang kalian rencanakan?"
"Kau tahu kan, kalau sekarang Kak Mira sering bangun kesiangan. Jadi kami akan memaksa kak Mira bangun pagi dengan cara menyeburkan nya ke dalam kolam ini." Jawab Arisa.
"Kenapa kalian melakukan hal itu?"
"Jika kak Mira di biarkan bangun siang terus. Kak Mira akan menjadi pemalas, jadi kami ingin mencegah kak Mira menjadi pemalas." Jawab Jack.
"Begitu ya, benar juga kata kalian. Baiklah aku ikut dengan kalian." kata Alex
"Kak Mira sekali tidur susah bangun ya. Walaupun kita berisik Kak Mira masih saja tidur." Kata Jack.
"Kau siap Jack?" Tanya Arisa.
"Aku siap!" Kata Jack.
"Tunggu dulu." Kata Alex.
"Kenapa?" Kata Arisa dan Jack bersama-sama.
"Wajah Mira sedikit merah. Apakah betul hal yang kita lakukan ini tidak apa-apa? Mungkin saja Mira demam makanya dia sering bangun siang."
"Kau terlalu berfikir berlebihan. Tidak mungkin kak Mira kena demam. Ini hanya riasan wajah." Kata Jack.
"Harus nya Mira juga bisa kena demam, Sekuat apa pun Mira. Dia juga manusia, pasti dia bisa terkena penyakit. Apa lagi dia masih anak-anak, setahuku anak-anak mudah terkena penyakit." Kata Alex.
"Kau terlalu berfikir berlebihan. Kak Mira tidak apa-apa. Lihat ini!" Jack langsung melemparkan Mira ke kolam. Mira pun langsung tercebur ke kolam. Saat di kolam, Mira berusaha berenang sambil berteriak memanggil nama Arisa dan Jack. "Lihatkan Kak Mira tidak apa-apa." Tapi beberapa saat kemudian, Mira tidak lagi timbul ke permukaan.
"Hey, Alex kolam ini dalam atau tidak?" Tanya Arisa
"Lumayan dalam." Jawab Alex.
"Seberapa dalam nya?" Tanya Jack.
"Sekitar 2 meter." Jawab Alex.
"Tenang saja, Kak Mira bisa berenang." Kata Arisa.
Mereka menunggu Mira muncul ke permukaan tapi Mira tidak juga muncul ke permukaan. Beberapa detik kemudian Natasha datang dari pintu masuk kolam, Natasha masuk menggunakan sayap kelelawar dipunggung nya. Lalu dengan cepat Natasha menceburkan diri di kolam. Setelah itu Natasha melesat keluar dari kolam.
Saat keluar dari kolam, Natasha langsung membaringkan Mira di lantai. Arisa, Jack, dan Alex. Langsung bergegas pergi ke arah Natasha.
"Apa yang kak Natasha lakukan?" Tanya Jack.
"Dasar Bodoh!! Apa yang kalian lakukan!? Mira bisa saja mati tenggelam tadi!" Natasha berteriak panik.
"Kak Natasha suka becanda mana mungkin kak Mira mati karena tenggelam." Kata Arisa.
"Apakah aku terlihat bercanda di mata kalian!!" Natasha berteriak dengan kencang. Arisa dan Jack langsung menunduk kepala mereka.
Natasha menempelkan telinga nya di dada Mira. Jantung nya masih berdetak. Kata Natasha di dalam hatinya. Kemudian Natasha menempelkan tangan nya di dahi Mira. Demam nya naik lagi.
"Arisa cepat pindahkan aku ke kamar Mira!!"
"Untuk apa?" Tanya Arisa.
"Cepat Bodoh!!" Teriak Natasha.
"Ba-baik." Jawab Arisa dengan terbata-bata.