From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 182 Jack terdesak



Yuri bersembunyi di balik pohon yang jauh nya beberapa meter dari Jack, melihat Jack bertarung dengan seksama, membuat nya takjub.


Tebasan dari Jack hingga membelah ruang, dan mencapai jarak sejauh 20 meter. Pemandangan itu sangat lah hebat! Wajar Yuri menjadi takjub.


"Hebat...." Gumam Yuri saat melihat hal itu.


Tapi.....


Musuh nya masih bisa berdiri.


Tubuh Yuri berkeringat hebat melihat musuh yang berwujud kakek tua dapat bertahan dari tebasan Jack dan mampu berdiri tegak dengan luka yang lebar di dada nya.


Orang tua itu bukan lah manusia! Jika dia manusia, seharus nya dia tidak akan bisa bergerak dengan kondisi luka seperti itu. Jika manusia terkena luka seperti itu, maka. Otak akan mengirimkan sinyal kuat ke tubuh yang dintandai dengan rasa sakit hingga tidak kuat lagi untuk bergerak. Otak pasti akan memerintahkan tubuh yang terluka seperti itu untuk beristirahat. Seharus nya dia sudah pingsan! Tapi.... Orang itu..... Yang pasti, aku harus bersembunyi sampai mereka selesai.


Di saat berfikir seperti itu, sesuatu yang kuat membuat fikiran Yuri berubah. Ia pun bergerak dari tempat persembunyian nya ke suatu tempat. Pierot dan Jack tidak menyadari itu, tidak ada yang menyadari kepergian nya. Tetapi yang jelas. Kepergian Yuri untuk membantu Jack.


Memegang erat gagang pedang dengan kedua tangan nya, Jack memasang kuda-kuda berpedang, menatap orang tua yang terluka parah di bagian dada nya. Dia berada 20 meter di depan Jack.


Orang tua itu menundukkan kepala nya, sehingga wajah nya tidak dapat di lihat dengan jelas. Walaupun Jack tidak dapat mendengar nya, sebenarnya orang tua itu bergumam dengan suara berat dan menakutkan. "Silalan! Sialan! Sialan! Bunuh! Bunuh! Bunuh! Sialan! Sialan! Bunuh! Bunuh! Sialan! Bunuh!" Kata itu terus di ulang nya.


Kemudian, orang tua itu menatap ke arah Jack dengan tatapan haus darah. Dari tatapan nya seperti mengatakan. "ku bunuh kau!" Lalu energi sihir milik orang tua itu meningkat.


Jack yang merasakan nya, menjadi merinding, perasaan dingin menusuk tulang punggung nya, perasaan itu membuat tubuh Jack sedikit bergetar, tubuh nya di basahi dengan keringat hingga membuat nya khawatir. 'Apakah pedang ku akan terpeleset karena keringat?'


Orang tua itu maju selangkah, tanah yang ada di depan nya retak.


Perasaan dingin di tubuh Jack kian menjadi. Saat itu pun dia menyadari, kalau itu adalah rasa takut!


Maju selangkah lagi, di ikuti dengan retakan tanah. Orang tua itu mendekati Jack secara perlahan.


Di saat itu, insting Jack menyuruh nya untuk lari. Dia tidak bisa menang! Kekuatan sihir orang tua itu, semakin meningkat! Walaupun ingin berlari mengikuti insting nya, perasaan di hati dan otak Jack menolak hal itu.


Alasan nya tidak perlu di beritahu lagi.


Itu sudah jelas karena dia harus melindungi gadis yang ia cintai.


Jack menarik nafas dengan mulut nya dan menghembuskan nya melalui hidung. Setelah itu ia membulatkan tekad nya untuk tidak lari.


"Wooosh!"


Orang tua itu melesat ke arah Jack!


"!?"


"Aaaaakh!"


Jack terkena pukulan telak di uluh hati nya. Hal itu membuat nya sedikit memuntahkan darah.


Tangan yang memukul Jack sangat besar dan berwarna merah berpadu dengan warna hitam. Warna yang sangat mengerikan. Kepalan nya seukuran bola basket, hasil nya pun Jack terpental karena pukulan itu.


Jack terlempar sejauh 5 meter. Ia berguling-guling di tanah, tapi ia segera melakukan momentum dan berhasil memasang kuda-kuda bertarung lagi.


"Wooosh!"


Orang itu melesat lagi, kali ini pukulan nya mendarat telak di wajah Jack. Hidung Jack remuk, gigi nya copot dari mulut nya, darah mengalir deras. Wajah nya betul-betul hancur. Rasa sakit yang teramat membuat Jack tidak sadarkan diri selama melayang di udara akibat pukulan orang tua itu.


Sesaat kepala belakang Jack menyentuh tanah, Jack tersadarkan diri, menyesuaikan momentum hingga berdiri tegak kemudian ia mengaktifkan Skill.


"Sword Skill Number Three, Burning Slicer!" rasa sakit memenuhi bibir dan mulut nya akibat pukulan, itu membuat suara nya hampir tidak keluar saat mengucapkan nama Skill nya.


Jack mengabaikan rasa sakit itu!


Dengan segenap kekuatan, ia menebas dari atas kebawah secara Vertikal.


Kemudian....


Orang tua itu menarik nafas dengan hidung dalam-dalam. Kemudian meniupkan nya dengan mulut nya, udara dalam jumlah besar keluar, angin kencang pun berhembus menyapu semua api yang menyambar ke arah orang tua itu.


"Racial Skill : Type Dragon. Breath!" Pria itu mengumumkan nama Skill nya dengan senyum sinis di wajah nya.


"Saat nya mati! Ingatlah ini, kau telah di hukum oleh dewa Pierot!"


Setelah itu tubuh pierot berubah menjadi hitam seperti sebuah bayangan. Tangan, kaki, badan, kepala, semuanya menjadi seperti bayangan. Tidak hanya itu, tubuh nya membesar seperti seorang binaragawan. Otot-otot nya sangat besar. Satu kalimat untuk mendeskripsikan dia : "Monster Otot!"


Jack menelan cairan yang memenuhi mulut nya. Cairan itu sedikit manis, itu adalah campuran air liur dan darah yang memenuhi mulut Jack.


"Mati!!"


Monster yang menyebut diri nya sebagai dewa Pierot, sekarang ia sudah berada tepat di depan Jack.


"!"


Jack hanya bisa menatap dengan wajah terkejut dan mata yang terbelalak. Itu karena mata Jack tidak bisa mengikuti Pierot.


Pierot menggunakan tangan kiri nya, memukul tepat di bagian rusuk kiri.


Nafas Jack menjadi sesak, setiap dia menghirup udara masuk rasa sakit akan menyerang dada nya.


Saat itu jantung Jack terkena tulang rusuk yang patah, tapi itu tidak sampai membuat Jack mati, itu hanya membuat nya sesak nafas.


Jack terpental, terguling di tanah. Kali ini ia tidak bisa menyesuaikan momentum mendarat nya, hingga ia saat ini sedang berbaring lemah di tanah. Ia memegangi dada nya, nafas nya tidak teratur.


'Apa ini!? Apa ini!? Apa ini!? Sakit sekali!! Sial.... Aku tidak bisa menang! Kak Mira, Kak Natasha..... Arisa. Cepat kemari, tolong aku!'


Jack menatap langit, pandangan nya kabur.


"Hahahahaha. Itu salah mu karena mengambil 'alat' dari kami. Padahal aku ingin langsung membunuh tanpa rasa sakit. Tapi karena kau melukai ku, aku akan menghabisi mu perlahan-lahan sampai aku puas. Nikmati penyiksaan mu, hahahahaha."


Setelah Pierot mengejek Jack, ia berjalan mendekati Jack. Setiap langkah nya di ikuti retakan tanah.


'Ku mohon! Kalian datanglah.... Kak Mira!'


Jack berada dalam keputusasaan hingga membuat nya meminta bantuan orang yang tidak ada di sana.


Pierot semakin mendekati Jack.


Walaupun Jack terkena serangan telak, ia masih memegang erat pedang nya. Tanda ia tidak menyerah, tapi ia terlalu takut untuk melawan lagi. Jadi ia hanya bisa berharap di dalam hati nya.


'Kak Mira, Kak Natasha, Arisa. Kumohon cepat kesini! Aku tidak bisa mengalahkan nya, aku akan mati kalau kalian tidak datang. Ko mohon! Ku mohon! Ku mohon! Cepatlah ke sini. Aku sudah berhasil mengungkapkan perasaan ku, aku tidak ingin mati. Ku mohon tolong datang ke sini Kak Mira.'


Jack merangkak menjauh dari Pierot dengan air mata yang berjatuhan di mata nya.


"Kak Mira......" Kata Jack dengan pelan.


"Oy, oy. Jangan seperti itu! Itu hanya menunda kematian mu, seharus nya kau diam di situ!"


"Aaaaakh!"


Tiba-tiba Jack merasakan rasa sakit di punggung nya. Ia menoleh ke belakang, dan ternyata Pierot menginjakkan kaki nya yang besar hingga dapat menginjak seluruh punggung Jack.


"Mati!"


Pierot menambahkan kekuatan di kaki yang menginjak Jack, suara tulang retak di ikuti dengan suara teriakan membuat Pierot tersenyum gembira.


"FufufufufuHahahahahahahaha! Suara yang sangat merdu! Fufufufufu."