
Lia bangun dari tidur nya, Lia langsung melompat dari kasur nya kemudian Lia membuka jendela kamar nya.
Cahaya mentari memasuki kamar Lia melalu jendela yang dibuka nya, angin berhembus mengibarkan rambut panjang Lia. Lalu dari arah halaman istana dua burung kecil terbang kearah langit.
Melihat kedua burung itu terbang Lia tersenyum.
"Pagi yang indah." Kata Lia sambil menatap pemandangan yang ia lihat melalui jendelanya.
"Hari ini aku akan ke kerajaan Fantasia... Aku sudah tidak sabar bertemu Mira lagi.... Dari tadi malam aku tidak bisa tidur karena terlalu bersemangat menunggu hari ini."
Lia pergi ke ruangan paling belakang istana, disana terdapat kolam air panas yang biasa di pakai Lia berendam setiap pagi.
Lia berendam air panas, setelah berendam Lia memanggil pelayan.
Pelayan datang membawakan gaun untuk Lia, pelayan itu pun memakai kan gaun untuk Lia. Setelah selesai dipakai kan gaun Lia bergegas membangunkan ayah nya.
Lia berjalan sambil melompat-lompat kecil. Lalu Lia melewati seorang pelayan dan seorang prajurit.
Saat Lia lewat Pelayan dan prajurit itu langsung berlutut.
"Selamat Pagi." Kata Lia pada pelayan dan prajurit. Lia menyapa mereka dengan senyuman di wajah nya.
"Se-Selamat pagi tuan putri." Kata pelayan dan prajurit bersamaan.
Lia terus berjalan ke kamar ayah nya, pelayan dan prajurit menjadi kebingungan melihat tingkah Lia yang tidak biasa.
"Se-seperti nya tuan putri sedang senang." Kata pelayan.
"Kau benar." Jawab Prajurit.
Lia terus berjalan, tanpa ia sadari akhirnya ia sampai di depan kamar ayah nya.
"Ternyata aku sudah sampai. Sanking senang nya aku tidak sadar."
Lia membuka pintu kamar ayah nya dengan keras. "Ayah bangun!!" Lia berteriak.
Setelah pintu terbuka, Lia melihat ayah nya yang masih tertidur pulas di kasur nya.
Lia mendekati ayah nya, setelah Lia tiba di samping kasur ayah nya, Lia menggoyang-goyang kan tubuh ayah nya.
"Ayah bangun!! Ayo kita berangkat ke kerajaan Fantasia!"
Albert membuka matanya, kemudian Albert bangun dari tidur nya lalu ia duduk di kasur nya.
"Hoooam," Albert menguap. "Kenapa kau pagi-pagi membangunkan ayah?" Kata Albert dengan wajah yang masih mengantuk.
"Ayo cepat kita berangkat ke kerajaan Fantasia. Aku sudah tidak sabar ketemu dengan Mira."
Mendengar perkataan anak nya, Albert merebahkan dirinya lagi di kasur.
"Nanti siang saja. Teman mu yang bernama Mira itu juga tidak mungkin kabur."
"Aku tidak mau berangkat siang, aku ingin sekarang."
Albert masih tidak bangun. Lia pun menjadi kesal melihat kebiasaan Albert yang selalu bangun siang.
Lia keluar kamar ayah nya, kemudian Lia melihat dua orang prajurit yang sedang lewat di depan kamar ayah nya.
"Kalian berdua!!"
Kedua prajurit itu menengok ke arah Lia.
"Ada apa tuan Putri?" Kata salah satu prajurit.
Lia tidak menjawab pertanyaan prajurit itu, Lia hanya menngajak mereka memasuki kamar ayah nya.
Prajurit itu mengikuti Lia masuk kamar Albert, saat mereka masuk kamar Albert, kedua prajurit itu di suruh Lia untuk membawa Albert ke kolam air panas.
"Cepat bawa ayah ke kolam air panas!"
"Kenapa yang mulia ingin di bawa ke kolam air panas?" Tanya salah satu prajurit.
"Aku ingin kalian melemparkan ayah ke kolam."
Kedua prajurit itu terkejut mendengar perkataan Lia. "Ka-kami tidak mungkin melakukan hal seperti itu kepada Yang Mulia." Jawab salah satu prajurit dengan terbata-bata.
"Jangan membantah. Ini perintah!!" Lia berteriak.
"Wa-walaupun Putri bilang begitu-"
"Aku yang akan tanggung jawab. Cepat laksankan perintah ku!!"
"Ba-baik!" Jawab kedua prajurit itu."
Kedua prajurit itu mengangkat Albert dari kasur nya.
"Bahkan sewaktu di angkat dari kasur ayah masih juga tidak sadar. Seberapa pemalas sih ayah ini, pantas saja negara ini terus menduduki posisi ketiga." Gumam Lia dengan wajah kesal.
Lia memerintahkan kedua prajurit itu membawa Albert ke kolam air panas.
Mereka keluar dari kamar Albert, saat mereka keluar ada seorang prajurit yang lewat, Lia pun memanggil prajurit itu.
"Mau di bawa ayah, itu bukan urusan mu." Kata Lia dengan nada kesal.
"Ma-maafkan saya Putri." Kata Prajurit itu dengan terbata-bata.
"Aku punya perintah untuk mu.... Cepat kau ambil Cristal sihir teleportasi berukuran besar, kemudian bawa Cristal itu keruang tahta!"
"Ti-tidak mungkin saya mengangkat Cristal itu sendirian."
"Suruh teman mu membantu dasar bodoh!!" Lia berteriak."
"Ba-baik tuan Putri akan saya laksanakan." Jawab Prajurit itu.
Prajurit itu langsung berlari meninggalkan Lia.
Lia, dan kedua prajurit yang membawa Albert akhirnya sampai di kolam air panas yang terletak di ruangan paling belakang istana.
Tanpa basa-basi Lia langsung menyuruh kedua prajurit melemparkan Albert kedalam kolam.
Saat Albert tercebur ke dalam kolam, Albert pun akhirnya terbangun.
"Panas!!" Albert berteriak. "Kalian berdua, apa yang kalian lakukan!?" Kata Albert dengan wajah marah.
"Aku yang menyuruh mereka, ini semua salah ayah karena selalu bangun siang."
"Memang nya kenapa kalau ayah bangun siang!?" Teriak Albert.
"Kerajaan kita sekarang mengalami kekacauan, dan ayah masih saja bangun siang."
Albert terdiam mendengar perkataan anak nya.
"Sudahlah ayah cepat selesaikan mandinya, aku sudah menyiapkan Cristal sihir teleportasi di ruang tahta. Aku menunggu ayah di ruang tahta."
Lia pun pergi meninggalkan Albert dan pergi ke ruang tahta.
Beberapa menit kemudian Albert datang keruang tahta, saat Albert datang Lia sudah menunggu dengan delapan orang Prajurit.
Tiga diantara delapan Prajurit itu mengangkat Cristal sihir, sedangkan Kelima Prajurit lain membuat formasi melingkar mengelilingi Lia dan tiga prajurit yang mengangkat Cristal sihir.
Albert pergi ke tengah-tengah formasi Lingkaran, setelah Albert sudah berada di tengah-tengah Lia pun memerintahkan tiga prajurit yang mengangkat Cristal sihir untuk mengaktifkan Cristal sihir itu.
"Pindahkan kami ke depan gerbang istana kerajaan Fantasia." Teriak tiga prajurit yang mengangkat Cristal sihir.
Setelah mereka berteriak, Cristal sihir mengeluarkan cahaya, kemudian mereka membanting Cristal sihir ke lantai.
Setelah Cristal sihir hancur, mereka pun berpindah ke depan gerbang kerajaan Fantasia.
Saat Albert, Lia dan ke delapan prajurit nya tiba di depan gerbang kerajaan Fantasia, mereka melihat sembilan prajurit kerajaan Eurasia membantu pertahanan kerajaan Fantasia.
Lalu ada seorang prajurit yang datang menyambut mereka.
"Selamat datang di kerajaan Fantasia. Raja Albert, Putri Lia. Sewaktu kalian masuk istana nanti kalian hanya di perbolehkan membawa satu prajurit sebagai pengawal. Jika kalian setuju dengan persyaratan ini, maka saya akan membuka gerbang ini."
Albert dan Lia mengangguk.
Prajurit itu pun membuka gerbang, lalu prajurit itu mengantarkan Albert dan Lia menuju depan pintu masuk istana.
Saat di depan pintu masuk mereka di sambut dengan dua orang pelayan, Albert pun menyuruh salah satu dari prajurit nya untuk mengawal masuk kedalam istana.
Albert, Lia, dan satu prajurit nya di ajak masuk ke dalam istana oleh kedua pelayan.
Mereka bertiga di antar menuju ke ruang tahta, saat mereka dekat di ruang tahta. Tiba-tiba Yuri mendatangi mereka.
Yuri membungkuk di depan Albert dan Lia. "Mohon maaf Raja Albert Puri Lia saat ini ayahanda sedang tidak ada di ruang tahta... Saya ingin kalian menunggu sebentar di ruangan yang saya siapkan." Kata Yuri.
"Baiklah. Kami akan menunggu di ruangan yang kau siapkan itu." Kata Albert.
"Kalau begitu, ikuti saya!"
Yuri pun membawa Albert dan Lia menuju ke kamar nya. Saat di perjalanan Lia melihat keseluruh sudut ruangan, Lia seakan-akan sedang mencari sesuatu. Melihat perilaku Lia yang aneh, membuat Yuri bertanya.
"Anda sedang mencari siapa Putri Lia." Tanya Lia.
"Aku mencari kenalan ku, kebetulan dia tinggal di istana juga."
"Kalau begitu siapa kenalan anda?"
"Kenalan ku Namanya-"
Saat Lia ingin memberi tahu, mereka sudah sampai ke depan kamar Yuri.
"Kita sudah sampai." Kata Yuri.
Yuri membuka pintu kamar nya, di dalam kamar nya terdapat kasur dan meja kecil. Meja itu biasa di gunakan Yuri untuk makan cemilan bersama dengan ibunya.
"Kalian boleh menunggu di ruangan ini untuk sementara, jika ayahanda sudah siap saya akan memanggil kalian."
Albert dan Lia mengangguk, kemudian mereka memasuki kamar Yuri. Saat mereka berdua masuk, Yuri pun meninggalkan mereka dan pergi ke depan ruang tahta.