
Aku terbangun.... Aku merasakan sensasi empuk di seluruh badan ku. Aku meraba-raba sekitar ku. Saat kuraba-raba, akhir nya aku yakin, sensasi empuk yang menyelemuti badan ku adalah sebuah kasur. Tapi kasur ini lebih empuk dari pada kasur yang ada di kamar ku, bahkan kasur ini lebih empuk dari pada kasur yang ada di istana.
"Kau sudah sadar!!"
Suara seorang gadis? Suara itu terdengar sangat imut. Itu menandakan yang berbicara padaku adalah seorang anak kecil, dan juga sepertinya aku mengenali suara yang barusan ku dengar.
Aku berdiri, kemudian aku menengok ke arah suara tersebut.
Saat aku menengok, aku melihat seorang gadis kecil dengan rambut perak, gadis kecil itu memiliki wajah yang sangat imut. Dan juga wajah gadis itu sangat tidak asing, wajah gadis itu sangat mirip dengan ku! Bukan hanya wajah, tapi warna rambut, gaya rambut, bentuk tubuh, bahkan suara nya juga mirip dengan ku.
Aku berjalan mendekati gadis kecil itu, saat aku berada tepat di hadapan nya. Aku seperti melihat pantulan diri ku dari cermin. Tapi yang kali ini kulihat bukan cermin, tapi orang asli.
Aku menyentuh pipi gadis kecil itu, saat ku sentuh ia tersenyum.
"Siapa kau?"
"Seperti biasa, kau sangat tenang ya... Kalau aku melihat diri ku ada dua aku pasti panik!" Jawab gadis kecil itu.
"Aku memiliki sihir doppelgangger, jadi aku tidak kaget melihat diri ku ada dua."
Aku mengelus-ngelus kepala gadis kecil itu. "Sekali lagi kutanya. Siapa kau?"
Gadis kecil itu membalas elusan kepala ku. Ia mengelus-ngelus kepala ku.
"Kenapa kau bertanya siapa aku... Kau seharus nya sudah tahu kan jawaban nya."
Aku menghentikan elusan ku, gadis kecil itu juga ikut berhenti mengelus kepala ku.
"Kau adalah diri ku kan?"
Gadis itu membentuk tangan nya menjadi hurup X. "Kau salah!! Jawaban yang tepat adalah. Aku Mira di dunia ini, dan kau adalah Mira di dunia lain."
"Sama saja kan... Kau adalah Mira sebelum aku datang kedunia ini kan, setelah kau tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan, aku yang menggantikan posisi mu sebagai Mira."
"Apakah benar seperti itu...." Kata gadis kecil itu sambil Memerengkan kepala nya. "Aku tidak begitu faham...." gadis kecil itu tersenyum. "Aku tidak suka memikirkan hal rumit, jadi kita anggap saja jawaban mu yang betul."
"Kau ini ternyata kebalikan dari aku ya."
Gadis kecil itu tersenyum.
Aku melihat sekeliling, aku melihat tempat ku sekarang ini adalah tempat yang di penuhi dengan boneka binatang.
"Gimana di dalam pikiran mu sendiri?" Tanya gadis kecil itu. "Imut bukan?"
Aku mengangguk.
"Aku menyebut tempat ini dengan sebutan taman empuk dan imut!" kata gadis kecil itu sambil merebahkan diri nya di lantai.
Memang tempat pijakan ku sekarang sangat empuk, jadi jika merebahkan diri tidak akan terasa sakit.
Gadis kecil itu berdiri. "Kalau begitu... Mari kita mulai pembicaraan nya."
Aku mengangguk.
"Tapi aku rasa, akan membosankan jika kita berbicara seperti ini." Gadis kecil itu mendekatkan wajah nya dengan wajah ku.
"Ayo kita pergi kedunia mu!"
"Eh, hal seperti itu bisa di lakukan?"
Gadis kecil mengangguk. "Kita akan pergi kedunia itu melalui ingatan mu... Aku tidak tahu bagaimana cara nya, tapi intinya seperti itu."
"Baiklah aku sudah faham bagaimana cara nya."
Gadis kecil itu tersenyum. "Aku iri dengan mu."
Aku melihat gadis kecil itu, walaupun ia tersenyum, tapi entah kenapa aku tahu kalau gadis ini sedang sedih sekarang.
"Kau tahu... Aku ini sebenarnya tidak pintar dan tidak berbakat. Aku selalu di ejek dengan Kak Nina, dan Kak Blanc. Waktu itu, aku selalu di bantu dengan Kak Yuri dan Ibu. Tanpa mereka aku tidak bisa apa-apa.... Tapi kau berbeda, kau bisa melakukan apapun sendiri. Kau pintar dan berbakat... Kau benar dengan perkataan mu sebelum nya. Kau itu kebalikan dari ku."
Gadis kecil itu menunjukkan wajah sedih nya. Aku mencubit pipi gadis kecil itu. Gadis kecil itu merintih kesakitan.
"Jangan sedih begitu... Kau itu diri ku kan... Apapun yang bisa ku lakukan kau pasti bisa. Karena kau adalah diriku!"
Gadis kecil itu tertawa kecil. "Kalau masalah itu, aku tidak tahu!... Kalau begitu ayo cepat kita pergi kedunia mu! Kau tahu caranya kan?"
Aku mengangguk. "Sebelum itu, aku ingin melakukan sedikit eksperimen."
Aku memejamkan mata ku, jika hipotesa ku benar. Dunia tempat ku berada sekarang adalah dunia pikiran ku. Jadi aku bisa melakukan apa saja yang ada di sini. Jadi yang kulakukan sama seperti membuat sihir, yaitu dengan kekuatan imajinasi. Aku membayangkan sebuah bola api muncul di tangan ku.
Aku membuka mata ku, setelah itu bola api benar-benar muncul di tangan ku. Aku mengepalkan tangan ku, bola api yang ada di tangan ku pun langsung menghilang.
"Hebat tanpa mantra!" Kata Gadis kecil itu kagum.
Gadis kecil itu mengangguk. "Aku merasa bersemangat! ... Sebelum itu... Ada sesuatu yang harus kita lakukan."
"Apa itu?"
Gadis kecil itu menunjuk dirinya sendiri setelah itu ia menunjuk ku. Ia melakukan itu secara berulang-ulang. "Kita harus menentukan nama kita... Tidak mungkin kan, kita menggunakan nama yang sama!"
"Kau benar juga... Apakah kau ada ide?"
Gadis kecil itu menyilangkan tangan di dada nya. "Bagaimana kalau begini.. Namaku Mimi dan nama mu Rara."
"Begitu ya. Mengambil suku pertama dan kedua dari nama kita ya.... Kalau begitu aku setuju."
"Kalau begitu... Cepat bawa aku kedunia mu Rara!"
Aku tersenyum. Kemudian aku memejamkan mata ku. Aku membayangkan suasana, tempat, dan kondisi di Game (FL). Setelah selesai membayangkan, aku membuka mata ku.
Saat aku membuka mata ku, aku dan gadis kecil yang merupakan diri ku juga, yang saat ini bernama Mimi. Berpindah ke tempat yang sangat tidak asing bagi ku, tempat kami berada sekarang adalah aula besar. Aula besar ini biasa di gunakan tempat berkumpul pemain-pemain teratas di (FL).
"Woy... Lihat itu! Ada Player yang kembar!" Kata salah satu orang.
"Kau benar!! Ini pertama kali nya aku menemui Player kembar di FL. Bahkan mereka membuat karakter yang sama!"
Jadi begitu ya.... Pantas saja, dia ingin menentukan nama. Ternyata para player yang ada di sini dapat berbicara seperti orang normal. Ini seperti aku benar-benar berada di (FL).
"Bukan di sini!!"
Aku melihat ke arah Mimi! "A-apa maksud mu?"
"Bukan dunia ini yang ingin ku datangi!! Yang ku maksud itu dunia nyata!"
"E-eh, kau serius!?"
"Aku serius!"
Memang wajah nya menunjukkan keseriusan.
Aku memejamkan mata lagi. Kemudian aku membayangkan suasana, kondisi, dan lain-lain. Aku mengatur tempat bukan di kamar tidur ku yang ada di dunia nyata. Aku merasa akan gawat jika aku bertemu dengan diri ku di dunia nyata. Seperti para Player tadi. Tunggu dulu.... Seharus nya aku terkenal di (FL). Tapi kenapa, para Player tadi tidak mengenali ku? Apakah aku harus mencoba untuk pergi ke kamar ku yang ada di dunia nyata?
Aku memutuskan untuk melakukan hal itu. Di dunia nyata, aku memiliki seorang adik perempuan. Umur nya tiga tahun lebih tua dari Mira. Apakah nanti adik ku, akan terkejut jika melihat dua anak kecil imut muncul di kamar kakak nya?
Aku membuka mata ku. Saat ku buka mata ku, aku sudah di kamar ku di dunia nyata. Kasur kecil, dengan alat VR di atas kasur itu. Lalu di samping kiri ku, ada sebuah meja belajar. Di atas nya terdapat buku pelajaran dan juga ada sebuah benda kecil yang sangat tidak pernah lepas dari tangan ku. Benda itu adalah ponsel pintar.
"Jadi di sini dunia mu ya... Banyak benda yang tidak ada di dunia ku ya."
"Mungkin beberapa ratus tahun kedepan di dunia mu akan ada benda dari dunia ku."
Aku menjentikkan jari ku, gaun yang ku pakai dan gaun yang di pakai Mimi berubah menjadi kaos berwarna pink, lalu kami juga memakai rok yang juga berwarna pink.
"Memakai Gaun di dunia ku sangat aneh di mata orang-orang."
Aku berjalan mendekati meja belajar, kemudian aku mengambil ponsel pintar yang terletak di atas meja belajar.
"O iya. Rara. Ayah, ibu dan adik mu tidak ada di dunia ini! Aku yang sudah mengatur agar kau tidak bertemu dengan diri mu dan keluarga mu. Bahkan aku juga menghapus keberadaan teman-teman mu... Maafkan aku karena hal itu!"
"Tidak apa-apa, aku merasa tertolong karena kau melakukan hal itu.... Tapi bagaimana kau melakukan hal itu?"
"Aku juga bisa mengendalikan dunia ini. Tapi hanya sebatas menghilangkan suatu objek saja."
Aku menjentikkan jari ku lagi. Muncul setumpuk uang kertas dari tangan kanan ku. Aku melemparkan uang ke arah Mimi.
Mimi menangkap uang kertas yang ku lempar. Setelah melemparkan uang, aku menyalakan ponsel yang ada di tangan kiri ku.
Saat aku menyalakan nya, aku di suruh memasukkan password. Aku menyentuh layar ponsel, saat ku sentuh muncul keyboard di layar ponsel. Aku pun mengetikkan password.
Password benar. Di bagian paling atas ponsel. tertera tanggal dan jam.
13:00
10 Januari 2050
Aku menggeser layar ponsel, lalu aku menemukan aplikasi Map. Aku menekan aplikasi itu.
"O iya Mimi.... Kau ingin membicarakan sesuatu kan?"
Mimi mengangguk. "Tapi kita tunda dulu pembicaraan itu.. Karena kita sudah datang kedunia mu. Sebaiknya kita berkeliling dulu."
"Kalau begitu ayo kita pergi kesini!"
Aku menunjukkan ponsel ku ke Mimi.
Di sana terdapat foto taman bermain.