
Dua puluh tahun Victoria dan Fantasia hidup bersama. Mereka memiliki anak laki-laki yang kini berumur 17 tahun, anak mereka di beri nama Arthur Fantasia. Victoria menyarankan memasukkan nama Fantasia di belakang nama Arthur karena mata Arthur berwarna sama dengan Fantasia, yaitu emas.
Fantasia pun memutuskan untuk menjadikan nama nya Marga untuk di turunkan kepada keturunan nya.
Mata Arthur bukan hanya emas, tapi matanya juga bisa bercahaya di dalam gelap. Karakteristik mata bercahaya itu di turunkan dari ibu nya, yang di mana mata merah ibu nya juga bisa bercahaya di dalam gelap.
Selama dua puluh tahun mereka hidup dalam ketenangan. Tapi di dunia ini tidak ada yang namanya Abadi, begitu juga hidup tenang keluarga Fantasia. Kehidupan tenang mereka berakhir pada saat serangan Vampir pada suatu sore menjelang malam.
Pada siang hari sebelum penyerangan di tanah tempat tinggal Vampir, Raja Vampir Dracula Crimsonia Twilight, sedang menerima laporan dari bawahan nya.
"Yang Mulia, kami berhasil menemukan hutan yang tidak terjamah oleh mahluk lain." kata salah satu bawahan Raja Vampir.
"Lalu apakah ada sesuatu yang menarik di sana?" Kata Raja Vampir sambil nyengir.
"Itu benar yang mulia ada sesuatu yang sangat menarik di sana.
Hutan itu berjarak 2 kilometer dari perkiraan posisi kematian Putri."
Mendengar hal itu, senyum Raja Vampir menghilang.
"Jadi begitu ya....."
"Anda sudah menduga nya yang Mulia?"
"Kau ingin bilang seperti ini kan? Bisa saja anak ku itu masih hidup dan dia bersembunyi di hutan itu selama 20 tahun."
"Yang mulia memang hebat! Tebakan anda benar."
"Ravi!" Raja Vampir memanggil seseorang.
Atas panggilan Raja Vampir seorang pemuda Vampir memasuki ruangan. Dia memiliki rambut pirang, mata merah nya seperti darah, tatapan nya tajam, tubuh nya tidak terlalu gemuk, tidak terlalu kurus dan juga tidak terlalu berotot, tinggi nya sekitar 180 cm. Itu tubuh ideal untuk seorang pria. Wajah nya juga tampan, dia benar-benar seorang pria ideal untuk semua wanita.
Pemuda itu berlutut di depan Raja Vampir.
"Ada apa Raja Vampir Dracula?"
"Apakah kau masih menyukai Putri ku?"
"Eh!? Apa maksud anda?"
"Sebenarnya...."
Raja Vampir menceritakan semua laporan yang di ceritakan bawahan nya.
"Begitu ya.... Jadi maksud anda, Putri anda bersembunyi di hutan itu?"
"Hanya kemungkinan...... Lalu apa jawaban mu? Apakah kau masih menyukai Putri ku?"
"Kalau boleh jujur, saya masih menyukai nya. Selama dua puluh tahun saya berharap Putri Victoria masih hidup. Dan sekarang harapan saya terkabul."
"Kalau begitu aku berikan putri ku pada mu."
"Terima kasih yang mulia."
"Kalau begitu cepat kau datangi Putri ku. Itu pun kalau dia masih hidup."
"Baik yang mulia."
Mendengar itu, Pemuda Vampir itu tersenyum jahat.
Di hutan tak terjamah tempat tinggal keluarga Fantasia.
Arthur anak Victoria dan Fantasia sedang bersembunyi di balik batang pohon yang sudah tumbang.
Beberapa meter di depan batang pohon ada seekor Rusa yang sedang memakan tanaman liar.
Arthur memiliki busur panah yang tergantung di tubuh nya, lalu ada beberapa anak panah di taruh di sebuah kotak di samping kaki Arthur.
Arthur mengambil satu anak panah, menaruh nya di busur, lalu menarik tali pelontar di busur nya hingga ke telinga.
Arthur menatap tajam ke arah Rusa yang ada beberapa meter di depan nya.
Saat itu kemampuan mata emas nya aktif, ia dapat melihat dengan jelas organ Vital Rusa yang ada di depan nya.
Di leher Rusa itu ada nadi yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh Rusa, jika nadi itu hancur, maka darah akan berhenti mengalir, dan Rusa itu mati. Itulah hasil analisis dari Arthur.
Arthur menarik nafas, lalu menahan nafas nya. Dengan menahan nafas, seorang Human bisa menambah fokus selama beberapa detik. Dengan jeda beberapa detik itulah Arthur mengarahkan panah nya ke arah yang sesuai, agar panah nya bisa dengan lancar melesat ke arah nadi pengalir darah Rusa.
Arthur melepaskan tali busur nya, panah melesat mengenai leher Rusa, itu juga tepat dengan nadi yang di lihat Arthur. Rusa itu lari sejenak, kemudian langsung terjatuh setelah berlari. Arthur menggantung busur di badan nya lagi, mengambil kotak yang berisi anak panah, lalu ia berlari menuju Rusa yang di panah nya.
Rusa itu mati dengan darah yang menyembur dengan jumlah yang sangat banyak, itu artinya Rusa mati karena kekurangan darah.
Arthur mencabut anak panah yang menancap di leher Rusa, kemudian ia mengambil pisau untuk menguliti yang tergantung di pinggang nya.
Arthur dengan mudah menguliti Rusa itu, ia juga memisahkan antara daging, kulit, dan tulang. Setelah menguliti, Arthur mencari pohon pisang, untung lah pohon pisang ada di dekat situ jadi Arthur dengan mudah menemukan nya. Ia mengambil beberapa daun pohon pisang, lalu dengan daun pohon pisang itu Arthur membungkus daging Rusa yang baru saja di panah oleh dia. Setelah semua beres, Arthur pulang dengan daging Rusa.
Saat di rumah Arthur di tatap oleh ibu dan ayah nya dengan tatapan amarah. Karena takut Arthur bertanya.
"Ada apa?"
"Arthur, kami ingin kau pergi dari rumah ini." Kata Ayah Arthur.
"Kenapa!?"
"Kami tidak membutuhkan kau lagi!" Kata Ibu nya dengan dingin.
"Tu-tunggu dulu!? Apa maksud ibu!?"
"Sesuai dengan katanya, kau itu sudah tidak di butuhkan lagi. Kau itu hanya bikin repot saja. Lagipula umur mu sudah 17 tahun, dan kau masih tinggal bersama orang tua mu. Itu sangat tidak masuk akal, karena itu kami tidak membutuhkan mu lagi. Kau boleh pergi sekarang!"
"Tunggu dulu. Aku tidak igin pergi dari sini."
Ayah Arthur mendekat, kemudian ia memukul Arthur hingga wajah nya biru akibat pukulan ayah nya.
"Kau masih tidak faham!? Kami tidak membutuhkan anak yang tahu nya hanya bikin repot saja. Cepat kau pergi dari sini!"
"Ta-tapi-"
Ayah Arthur pergi ke pojok ruangan, lalu ia mengambil sebuah pedang.
"Kalau kau tidak pergi, kau akan ku bunuh di sini, cepat kau pergi!"
Ada apa ini!? Kenapa ayah dan ibu tiba-tiba marah pada ku!? Aku salah apa!?
"Cepat pergi kau anak sialan!!"
Arthur melompat hingga keluar rumah, saat melihat pintu rumah rusak, Ayah Arthur tambah marah lalu ia mengambil busur Arthur yang tidak sengaja di tinggalkan Arthur, tentu saja anak panah juga tertinggal di situ.
"Anak tidak tahu di untung! Berani nya kau merusak rumah yang sudah lama aku bangun! Mati kau sialan!"
Ayah Arthur menembakkan anak panah secara bertubi-tubi ke arah Arthur, Arthur dengan cepat menghindar lalu ia pergi menjauh dari rumah nya dengan perasaan sedih sekaligus kesal.
Orang tua sialan!! Baiklah jika kalian ingin aku pergi. Aku akan pergi sialan! Semoga saja kalian mati di makan binatang buas sialan. Pikir Arthur dengan kesal, air matanya sedikit jatuh saat memikir kan hal itu, tapi ia hanya terus berlari menjauh dari rumah nya.
Saat melihat anak mereka sudah pergi, Fantsia dan Victoria menghela nafas lega. Perasaan sedih, sekaligus takut memenuhi hati mereka berdua. Perasaan sedih karena melihat anak mereka pergi dari rumah dan tidak akan pernah kembali lagi, lalu perasaan takut mereka karena, mereka merasakan energi sihir besar dari kejauhan yang terbang ke arah rumah mereka. Menurut perkiraan, pemilik energi sihir itu akan tiba beberapa jam lagi.
Fantasia melihat ke arah Victoria, berjalan mendekat ke arah Victoria, memegang kedua tangan nya kemudian menatap lurus ke arah mata Victoria.
"Kau yakin dengan ini? Jika kau mau kau bisa pergi dengan Arthur."
Victoria menggelengkan kepala nya. "Aku memutuskan untuk hidup bersama dengan mu, jadi aku ingin mati bersama dengan mu juga."
Melepaskan tangan Victoria, Fantasia kemudian memegang kedua pipi Victoria, lalu mencium bibir nya.
Ciuman terakhir dalam hidup mereka sebelum kematian menjemput mereka.
Sore hari.
Arthur berbaring di tengah hutan, walaupun sudah di usir oleh kedua orang tua nya. Arthur masih belum keluar dari hutan, alasan nya ada dua. Pertama Arthur tidak tahu arah keluar hutan, dan alasan kedua, Arthur tidak berani untuk keluar hutan sendirian.
Saat ini dia masih berada di dekat rumah nya, dia bisa kembali hanya dalam waktu setengah jam dengan berlari.
"Apa yang harus ku lakukan......" Gumam Arthur sambil menatap langit sore.
Arthur memejamkan mata nya, kemudian ia merasakan sesuatu hingga membuat bulu kuduk nya merinding.
Arthur bangkit duduk sambil melihat ke arah datang nya sesuatu itu. Sesuatu itu di rasakan nya dari arah rumah nya.
"Apa ini!? Perasaan apa ini!? Perasaan yang sangat mengerikan ini."
Dengan kemampuan otak Arthur, ia pun menarik suatu kesimpulan.
Ayah dan Ibu yang tiba-tiba marah, lalu beberapa jam setelah itu ada sesuatu yang mengerikan datang. Apa Ayah dan Ibu berusaha untuk membuat ku menjauh dari sesuatu yang mengerikan itu? Mereka tahu aku tidak akan lari, jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka. Karena itulah mereka membuat ku.....
Sialan!! Kenapa!? Ayah! Ibu!
Arthur berdiri kemudian ia berlari dengan kekuatan penuh ke arah rumah nya. Sekarang semua nya sudah jelas. Aku dari awal berfikir kenapa ayah tidak dapat menembak panah hingga mengenai ku, lalu kenapa tebasan pedang ayah terasa lebih lambat dari biasanya. Itu semua sengaja di lakukan ayah. Dari awal mereka tidak membenci ku, dari awal mereka tidak berusaha membunuh ku. Malahan mereka sangat mencintai ku dan mereka berusaha mencegah ku untuk terbunuh. Sialan!! Kenapa aku tidak bisa berfikir jernih tadi siang. Aku mohon, semoga Ayah dan Ibu masih selamat.
Saat berlari, Arthur dapat melihat rumah nya dari kejauhan, dia melihat ada seseorang yang sedang bertarung dengan ibu nya. Orang itulah pemilik sesuatu yang mengerikan yang di rasakan Arthur.
Arthur berhenti berlari karena takut, saat ini ia di dekat rumah, tertutup pepohonan rimbun, Arthur berbaring tengkurap untuk bersembunyi, ia tidak berani untuk pergi kerumah nya. Sementara itu pertarungan antara Ibu nya dengan orang asing terjadi dari balik pohon, Arthur dapat dengan mudah melihat pertarungan melalui mata emas nya.
Pertarungan Ibu nya sangat sengit, tapi Ibu nya sama sekali tidak dapat mengalahkan seseorang yang bertarung dengan nya, dengan beberapa gerakan, Ibu Arthur tertusuk di perut nya.
Melihat hal itu, Arthur menjadi kesal. Tanpa ia sadari, energi sihir di sekitar nya tersedot kedalam diri nya hingga menyebabkan kekuatan sihir Arthur bangkit.
"Hentikan!"
Arthur berteriak, energi sihir meluap menyapu seperempat hutan yang ada di sekitar nya.
Seseorang yang menusuk Ibu Arthur menatap Arthur dengan ketakutan, tapi ia tetap mengarahkan pedang yang berwarna merah kepada Arthur.
Seseorang itu dengan cepat menerjang Arthur, saat orang itu tepat berada di depan Arthur, Arthur langsung mencekik leher orang itu.
"Berani nya kau!!" Kata Arthur menatap orang itu dengan tajam.
Orang yang di cekik oleh Arthur merasakan bahaya yang dapat mengancam hidup nya, insting orang itu memberitahu untuk lari dari Arthur, orang itu pun memotong tangan Arthur dengan pedang nya, tangan pun terlepas, tapi tangan Arthur berhasil bergenerasi kembali seperti semula. Orang itu langsung mengambil ibu Arthur lalu ia dengan cepat terbang dengan sayap kelelawar di punggung nya.
"Jangan kau pikir bisa kabur dari ku." Arthur menarik nafas panjang. "Dengan nama ku. Aku memerintahkan semua energi sihir, dan energi kehidupan yang ada di hutan ini! Berikan aku kekuatan!"
Orang yang terbang dengan sayap kelelawar itu melihat seluruh hutan dari ketinggian, ia melihat seluruh hutan menjadi kering, pohon-pohon yang awalnya subur menjadi mati, binatang juga mati dalam kondisi yang mengenaskan, binatang itu mati seperti darah nya di hisap sampai kering. Saat itu, orang yang membawa Ibu Arthur merasakan kalau hidup nya akan berakhir sebentar lagi.
"Sialan!" Kata orang itu, ia mengambil sesuatu dari dimensi yang tidak terlihat, benda itu berwarna-warni dengan bentuk persegi lima. "Aku harap benda ini berguna!"
Orang itu melihat Arthur, sebuah cahaya berbentuk seperti bola berdiameter 50 meter mengarah pada orang itu dengan kecepatan tinggi. Orang itu dengan cepat menghancurkan benda yang di bawa nya, tapi sebelum benda itu hancur bola cahaya yang mengarah ke arah orang itu berhasil mengenai nya sedikit.
Arthur yang melihat orang itu menghilang, amarah nya tambah menjadi-jadi.
"Sialan!!!" Arthur berteriak sangat keras.
Arthur jatuh terduduk di tanah dengan kepala tertunduk, air matanya jatuh.
"Ibu!! Maaf tidak bisa menyelamatkan mu.... Ayah!! Itu benar! Ayah!"
Arthur teringat ayah nya, kemudian ia melihat sekeliling, hutan tempat tinggal nya sudah hancur. Saat melihat itu ia berfikir. "Apakah aku yang menyebabkan semua ini!?"
Lupakan hal itu! Untuk sekarang aku harus mencari ayah.
Arthur melihat sekeliling, di lihat nya seorang pria terbaring di tanah dengan perut bolong seukuran bilah pedang.
"Ayah!" Kata Arthur saat melihat pria itu. Ia berlari mendekati nya.
Arthur duduk di samping ayah nya, sambil memegangi tangan ayah nya yang sangat dingin, wajah ayah nya pucat, mata ayah nya terpejam, ayah nya tersenyum.
"Ayah! Bangun ayah!! Ayah tidak boleh mati, Ibu masih hidup. Jadi ayah harus hidup, aku berjanji akan membawa ibu kembali jika Ayah bangun."
Perlahan mata ayah nya terbuka, dengan tatapan kosong, ayah nya melihat ke arah Arthur.
"Kenapa....."
Arthur membawa tangan ayah nya ke pipi nya, air mata nya jatuh saat melihat hal itu.
"Syukurlah sudah bangun."
"Sebentar...... Lagi..... Aku..... Akan...... Tidur...... Ayah...... Me..... Ngantuk."
"Ini belum malam ayah. Jangan dulu tidur!"
"Dengar..... Ini...... Suatu..... Saat...... Seseorang...... Dari keturunan...... Kita..... Akan..... Membantai.... Semua...... Mah..... luk..... Ini.... Takdir....."
"Ayah! Ayah bicara apa!"
"Se..... Lamat..... Ma..... Lam." Ayah nya memejamkan mata lagi dengan senyum bahagia di wajah nya.
"Ayah!!" Arthur berteriak dengan air mata yang mengalir deras dari kedua matanya.
Bertahun-tahun berlalu, Arthur berhasil meniadi pahlawan perang yang berhasil mengusir pasukan Vampir yang menyerang Human, berkat itu ia di juluki sebagai Human terkuat, dan memiliki banyak pengikut, hingga akhir nya Arthur membangun sebuah kerajaan yang diberi nama Kerajaan Fantasia.