From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 40 Ujian kepada pewaris tahta



Sehari setelah Mira pergi dari istana, Selir Lina dan putri nya Nina sedang bergembira di kamar mereka. Mereka gembira karena telah berhasil menyingkirkan penghalang mereka tanpa harus bersusah payah. Saat mereka sedang asik bersenang-senang, pintu kamar mereka di ketok.


Dengan perasaan jengkel Nina membuka pintu kamarnya. Saat pintu nya dibuka ia melihat saudara nya yaitu Blanc sedang berdiri di depan pintu.


"Blanc, kenapa kau kemari?" Tanya Nina.


"Kau berutang padaku Nina, jika aku tidak memberitahu mu tentang bakat Mira. Kau pasti sudah menghabiskan uang mu untuk menyewa penyihir itu lagi kan?" Kata Blanc dengan sedikit mengancam.


"Baiklah apa yang kau mau?"


"Biarkan aku masuk ke kamar mu sebentar. Kita bicarakan di dalam."


Nina pun membiarkan Blanc masuk kedalam kamarnya.


                                    ***


Yuri sedang menangis di kamarnya. Yuri teringat dengan kata-kata terakhir Mira. Kata-kata itu terngiang di kepalanya. Lalu seseorang mengetuk pintu kamarnya, Yuri hanya mendiamkan nya. Akhirnya orang yang mengetuk pintu itu masuk.


"Kau tidak apa-apa Yuri?"


"Ibu. Kenapa ibu kesini?" Kata Yuri.


"Aku khawatir dengan keadaan anak ku. Apakah aku tidak boleh menjenguk?"


Yuri menghapus air matanya, kemudian Selir Shina memeluk nya. "Sudahlah kau tidak perlu menangis."


"Tapi bu. Mira bilang Jijik kepadaku. Dia bilang kepadaku dengan nada kesal."


"Mira melakukan itu untuk melindungi mu. Jika kau terus membelanya, kau juga akan di usir dari istana."


Mendengar perkataan selir Shina, Yuri makin tambah menangis. Tapi kali ini bukan tangisan sedih yang keluar dari matanya, melainkan tangisan bahagia yang keluar dari matanya sekarang. "Jadi Mira tidak membenci ku. Aku sangat senang."


"Dimana Ibunda saat ini?" Kata Yuri.


"Ratu Carla sedang berada di ruang tahta bersama dengan Raja Charles."


Yuri memanggil Ratu Carla dengan sebutan Ibunda, karena sebelum Mira lahir Yuri di anggap anak oleh ratu Carla. Karena itu Yuri dan Mira sangat dekat, itu adalah permintaan ratu Carla ke Yuri.


                                   ***


Ratu Carla saat ini sedang di ruang tahta, ia sedang memarahi raja Charles.


"Kenapa kau mengusir anak kita!?" Carla membentak.


"Carla, masalah kemarin tidak perlu kau ungkit lagi. Mira menerimanya dengan senang hati."


"Walaupun Mira sudah terima, aku masih belum terima. Apa kau tidak tahu betapa bahayanya di luar sana?"


"Itu bukan urusan ku. Mira hampir membuat kita berperang dengan Eurasia. Sudah sewajarnya dia mendapat hukuman seberat itu, kau harus nya bersyukur karena dia tidak ku hukum mati."


Mendengar perkataan yang keluar dari mulut suami nya, Carla menjadi geram. Tanpa berpamitan ia langsung keluar dari ruang tahta.


Maafkan aku Carla, sebenarnya aku juga menyayangi Mira. Tapi sebagai raja aku tidak bisa melanggar peraturan yang sudah di buat turun temurun, karena itu aku harus mengusir Mira. Pikir Charles dengan penuh penyesalan.


Charles memanggil salah satu pengawal nya. Kemudian pengawalnya berlutut. Charles menyuruh pengawalnya untuk memanggil ke empat putrinya dan juga keempat selirnya. Mendengar perintah raja pengawal itu langsung bergegas pergi memanggil ke kempat Putri.


Beberapa menit kemudian ke empat Putri dan ke empat Selir berkumpul di ruang tahta, kedelapan orang itu berlutut di hadapan raja. Kemudian raja menyuruh mereka berdiri.


"Aku mengumpulkan kalian di sini untuk menentukan pewaris tahta ku selanjutnya."


Lina tersenyum kecil, saat mendengar perkataan raja. Akhirnya putri ku bisa menjadi penguasa mutlak negeri ini. Pikir Lina.


Blanc menatap ke arah Lina dan Nina. Tidak semudah itu kau mendapatkan nya Nina, karena akulah yang akan menjadi ratu di negeri ini. Dan jika kau menang nanti, kau masih memiliki utang pada ku, akan ku manfaatkan utang itu sebaik mungkin. Pikir Blanc.


"Ini adalah peta kerajaan Fantasia. Kalian pasti tahu kalau Fantasia memiliki 8 kota besar." Semuanya mengangguk. "Aku ingin kalian menjadi pemimpin salah satu kota itu, jika dalam waktu 1 tahun kalian berhasil membuat keadaan ekonomi kota itu meningkat kalian akan mendapatkan tahta kerajaan."


Semuanya terkejut mendengar perkataan raja. Yuri langsung menjadi pesimis. Meningkatkan keadaan ekonomi!? Mana mungkin aku bisa. Pikir Yuri.


Sialan!! Mana bisa aku membuat keadaan ekonomi membaik dalam waktu satu tahun. Pikir Nina dan Blanc.


"Sekarang aku akan menyebutkan delapan kota itu," kata Charles. "pertama ibu kota kerajaan Fantasia, Caramel. Kota ini tidak bisa kalian pilih, walaupun aku bilang delapan, tapi kalian hanya boleh memilih salah satu kota di antara 7 kota besar. Selanjutnya kota di daerah Utara Fantasia, Puding. Lalu kota di daerah Selatan Fantasia, Salad. Kota daerah timur, Yugmish. Kota barat, Gelato. Lalu ada tiga kota lain nya yang bernama, Cocoa, Banitza, dan Gravlax. Ketiga kota ini berdekatan. Silahkan pilih kota yang kalian mau untuk di pimpin."


Kemudian ke empat putri pun memilihnya. Nina memilih Yugmish, Blanc memilih Gelato, Rosa memilih Salad. Hanya Yuri saja yang tidak memilih. Kemudian Charles bertanya ke Yuri.


"Ada apa Yuri?"


"Ayahanda, bolehkah saya tidak memilih? Saya belum siap untuk memimpin sebuah kota."


"Yuri, kau harus siap. Adik mu yang paling muda saja, sudah siap menerima hukuman nya. Di umurnya yang kesepuluh."


Yuri pun akhirnya memilih, Yuri memilih kota Banitza.


Setelah ke empat putri memilih, ke empat putri itu pergi dari ruang tahta. Mereka semua kembali ke kamarnya, Yuri kembali ke kamarnya bersama Shina. Saat mereka berdua tiba di kamar, mereka di tunggu oleh Carla di kamar.


"Ratu, kenapa anda di sini?" Tanya Shina.


"Aku hanya sedikit kesepian. Jadi biarkan aku di sini sebentar." Jawab Carla.


Yuri dan Shina duduk di kasur bersama dengan Carla, lalu Yuri memanggil pelayan, Yuri menyuruh pelayan itu untuk membawakan teh dan beberapa cemilan. Pelayan itu langsung pergi untuk mengambilkan teh dan beberapa cemilan.


Satu menit kemudian, pelayan kembali dengan membawakan 1 teko teh dan 3 cangkir, serta satu piring cemilan manis.


Setelah membawakan itu, pelayan itu pergi.


"Apakah ratu ke sini ingin membahas tentang Mira?" Tanya Shina.


"Itu benar, Shina. Aku sangat khawatir dengan Mira. Kau tahu kan tentang organisasi gelap yang meresahkan ketiga negara besar. Organisasi itu bisa saja menculik Mira dan menjual nya sebagai budak."


Mendengar perkataan Carla Yuri menjadi panik. "Be-betul juga. Ba-ba-bagaimana ini." Yuri terbata-bata.


"Tenang dulu kalian berdua, organisasi itu hanya bergerak di satu kota, memang benar organisasi itu meresahkan, tapi jika Mira tidak pergi ke kota tempat organisasi itu berada, dia akan selamat."


"Memangnya dimana organisasi itu berada?" Tanya Yuri.


"Di Tiramisu. Kota itu terkenal dengan julukan kota bebas hukum, kota itu terletak di wilayah netral. Karena itu kerajaan di Benua Silia dan kerajaan di Benua Yuro, tidak bisa apa-apa." Jawab Shina.


"Ibunda," Yuri memanggil Carla. "Apakah Mira tidak bisa kembali ke istana?"


"Hmmmm, bisa saja, jika kalian berempat gagal menaikkan ekonomi kota yang kalian pimpin mungkin Mira akan di perbolehkan pulang." Jawab Carla.


"Apa hubungan nya Mira dengan ujian raja ini?" Tanya Yuri.


"Ujian ini di berikan untuk mencari siapa yang pantas mewarisi tahta kerajaan, jika kalian semua gagal dalam ujian, mau tidak mau Charles harus memanggil Mira untuk di ikutkan kedalam Ujian yang sama. Dengan harapan Mira bisa lolos Ujian itu."


"Jadi intinya aku hanya harus gagal dalam ujian ini."


"Tidak semudah itu Yuri," Sambung Shina. "Jika kau gagal. Sedangkan Nina, blanc, dan Rosa lolos. Mira tidak akan pulang. Yang harus kau lakukan adalah membuat ke empat putri gagal dalam Ujian."


"Tapi aku tidak bisa membuat mereka semua gagal. Apakah ada cara lain?"


"Tidak ada, satu-satunya cara hanya membuat ke empat putri gagal." Jawab Shina.


"Aku pergi dulu, hari sudah mulai malam. Aku harus kembali ke kamar ku." Kata Carla.


Carla beranjak dari tempat duduk nya, kemudian Carla keluar kamar Yuri, setelah itu Carla berjalan menuju kamar nya.