
Dari mulut Dragon Leader keluar api yang mengarah ke padaku.
Aku melompat kearah kanan untuk menghindar, Dragon Leader menutup mulut nya, kemudian ia mengarahkan kepala nya ke arah ku, dan membuka mulut nya lagi. Api langsung keluar dari mulut nya.
Posisi ku saat ini tidak bisa menghindar lagi, karena aku masih melayang di udara.
Aktifkan sihir (Barrier) untuk menghalau semburan nafas api.
Semburan api terbelah menjadi 2 saat terkena (Barrier) ku. Tapi ada satu masalah...
(Barrier) yang ku buat, muncul retakan. Itu tanda (Barrier) ku akan pecah bila menerima semburan api dalam waktu yang lama.
Retakan makin melebar, beberapa detik lagi (Barrier) ku akan pecah.
Serangan Dragon Leader berhenti, di saat itu juga (Barrier) ku pecah. Aku pun menghela nafas lega.
"Hoho, aku tidak menyangka Manusia rendahan dapat menerima serangan langsung dari ku."
Dragon Leader itu berbicara!
Di saat yang berasamaan, aku mendapatkan Telephaty dari Arisa.
"Kak Mira. Para Wyvern itu bangun! Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Arisa, Jack. Cepat kalian berteleportasi keluar Gua. Aku dan Natasha akan menyusul."
Aku dengan cepat mendekati Natasha, lalu aku menggenggam erat tangan nya.
"Kita akan berteleportasi sekarang!"
Natasha mengangguk tanda mengerti
Dengan perkataan ku.
Dragon Leader mengangkat kaki depan nya tinggi-tinggi, kuku tajam nya siap untuk menusuk aku dan Natasha.
"Tidak akan ku biarkan kalian berteleportasi. Sebelum kalian membanting Cristal sihir, akan ku bolongi tubuh kalian dengan kuku ku!"
Kaki depan Dragon Leader turun dari langit-langit Gua dengan cepat, sebelum kuku Dragon Leader mengenai ku, aku mengaktifkan (Teleportation).
\*\*\*
Kedua manusia rendahan yang mengganggu tidur Dragon Leader menghilang dari hadapan nya.
Salah satu Manusia itu sempat berteriak untuk berteleportasi keluar Gua, jadi Dragon Leader ingin menghentikan nya, sebelum Manusia itu membanting Cristal sihir. Tapi...
Kedua Manusia itu tidak menggunakan Cristal sihir, mereka berteleportasi tanpa menggunakan Cristal sihir.
Seingat Dragon Leader, hanya ada 1 Mahluk yang dapat berteleportasi tanpa Cristal sihir.
Mahluk itu adalah Manusia yang bernama Sieg. Atau biasa yang di sebut Pahlawan Sieg.
Hanya dia yang dapat berteleportasi tanpa Cristal sihir. Tapi, Kedua Manusia yang di lihat nya tadi, dapat berteleportasi tanpa Cristal sihir.
Dan juga, kedua Manusia tadi....
Memiliki energi sihir yang tidak biasa, Dragon Leader dapat merasakan bahaya dari kedua Manusia yang baru saja di temui nya.
"Firasat ku mengatakan untuk menghabisi kedua Manusia itu. Aku merasakan Ras ku akan dalam bahaya jika kedua Manusia itu masih hidup." Dragon Leader bergumam sendirian.
Dragon Leader mengembangkan kedua sayap nya, kemudian ia berteriak, lalu ia terbang ke langit-langit Gua.
Langit-langit Gua tidak kuat menahan sisik keras Dragon Leader yang sekeras berlian, langit-langit Gua itu hancur saat berbenturan dengan sisik Dragon Leader.
Dragon Leader pun keluar dari Gua dengan cara yang mencolok.
Saat di luar, Dragon Leader terkejut, saat melihat seorang Elf yang memiliki energi sihir yang sama kuat nya dengan kedua Manusia yang di temui nya di dalam Gua barusan.
Dan yang paling mengejutkan lagi, Dragon Leader dapat merasakan energi Sihir Raja Naga. Raja Naga seharus nya sudah mengorbakan diri agar bisa menjadi pedang untuk membasmi Vampir, tapi saat ini Dragon Leader merasakan energi sihir itu.
Itu berarti ada seseorang yang membawa pedang yang di buat dari tubuh Raja Naga. Itu juga berarti kalau Renkarnasi pahlawan Sieg ada di sekitar sini.
Kenapa Dragon Leader beranggapan kalau Renkarnasi Pahlawan Sieg ada di dekat nya?
Itu karena, yang bisa mengangkat pedang Pahlawan Sieg hanya pahlawan Sieg itu sendiri.
Dan Renkarnasi Pahlawan Sieg dapat di sebut Pahlawan Sieg itu sendiri.
\*\*\*
Aku dan Natasha berhasil berteleportasi ke depan pintu masuk Gua, saat kami tiba, ada Arisa dan Jack yang sudah sampai terlebih dahulu.
Hal ini di sebabkan karena rasa tegang dan rasa takut saat aku menangkis nafas api yang di semburkan Dragon Leader.
"Mira!!" Natasha berteriak khawatir saat aku terduduk.
Natasha melipat kedua lutut nya agar tinggi nya sejajar dengan ku, kemudian dia mengulurkan tangan nya untuk membantu ku.
Aku menolak tangan Natasha. "Tidak perlu! Aku bisa berdiri sendiri."
Natasha berdiri tegak lagi setelah mendengar perkataan ku.
Di saat aku mencoba untuk berdiri dengan segenap kekuatan ku, kejadian mengejutkan terjadi.
Bagian atas Gua hancur yang membuat batu-batu pecahan Gua mengarah ke arah kami. Arisa dengan cepat mengaktifkan (Barrier) untuk melindungi kami. Hasilnya, batu yang mengarah ke kami terpantul oleh (Barrier) buatan Arisa.
Kejadian mengejutkan tidak berhenti di situ saja. Kejadian mengejutkan selanjutnya adalah keluar nya Dragon Leader dari bagian atas Gua yang hancur barusan. Saat keluar, Dragon Leader itu berteriak dan terbang di langit dengan kedua sayap nya yang besar.
Setelah Dragon Leader berteriak, pasukan Wyvern juga ikut keluar. Mereka keluar dari pintu masuk Gua, dan dari lubang yang ada di bagian atas Gua.
Para Wyvern yang keluar dari bagian atas Gua, ikut terbang di belakang Dragon Leader, sedangkan para Wyvern yang keluar dari pintu masuk Gua mengepung kami.
Arisa mengambil tongkat sihir dari (Inventori) dan Jack mengeluarkan pedang dari sarung nya. Sedangkan Natasha membantu ku berdiri.
Berkat bantuan dari Natasha aku dapat berdiri, walaupun, kaki ku masih gemetaran.
Dragon Leader turun di tengah-tengah Wyvern yang mengepung kami, Natasha yang melihat kejadian itu bersiap-siap melukai tangan kanan nya dengan kuku tangan kiri nya.
"Aku tidak percaya ada Renkarnasi pahlawan Sieg disini."
Renkarnasi pahlawan Sieg? Apa maksud Dragon Leader ini? Di sini tidak ada Renkarnasi Pahlawan Sieg.
"Mungkin yang dia maksud itu Jack. Dia salah mengira Jack itu Renkarnasi Sieg. Itu wajar sih, karena pedang Sieg di pegang oleh Jack."
Natasha menjelaskan padaku, karena aku terlihat seperti meminta penjelasan.
"Wahai Renkarnasi Pahlawan Sieg, kenapa kau mengganggu tidur ku? Apakah aku berbuat salah pada mu? Sampai kau mengganggu tidur ku." Dragon Leader itu bertanya sambil menatap ke arah Jack yang berada di samping Arisa.
"Renkarnasi pahlawan Sieg!?" Jack menjawab. "Aku tidak tahu apa yang kau maksud. Tapi... Kau telah menyerang Kota Cocoa dan kota Banitza, itu adalah alasan yang cukup untuk mengganggu tidur mu." Jack mengarahkan pedang nya kearah Dragon Leader.
"Sieg!" Dragon Leader berteriak. "Berani nya kau menggunakan kekuataan Raja ku untuk membantu mahluk rendahan seperti manusia!! Tidak akan ku maafkan kau Sieg!"
Dragon leader itu marah dengan jawaban Jack.
Dragon Leader marah karena tidur nya di ganggu dengan alasan sepele.
Bagi mahluk superior seperti naga, Manusia bukanlah apa-apa, mereka di anggap mahluk rendahan. Karena itulah Dragon Leader menganggap Jack yang mengganggu tidur nya, dengan beralasan membantu Manusia, membuat nya marah.
Di tambah lagi, Jack mengarahkan pedang nya ke arah Dragon Leader. Bagi Dragon Leader, pedang pahlawan Sieg adalah Raja nya. Karena pedang itu memang di buat dari tubuh Dragon King dari jaman dulu. Mengarahkan pedang pahlawan Sieg ke Dragon Leader, sama seperti memaksa Dragon King bertarung melawan bawahan nya sendiri. Hal itulah yang membuat Dragon Leader menjadi marah besar.
Dragon Leader mengangkat kaki depan nya tinggi-tinggi, kemudian ia mengayunkan kaki depan nya ke bawah untuk menghantam kami.
"Natasha. Tahan serangan itu! Barrier Arisa tidak akan kuat untuk menahan serangan itu!"
"Baik!"
"Percuma!!" Dragon Leader berteriak. "Kalian tidak akan bisa menahan kaki ku yang sekeras berlian ini!"
Natasha pergi ke hadapan Arisa dengan kecepatan tinggi, ia melukai tangan kanan dengan kuku tangan kiri nya.
Dari luka itu, banyak darah yang keluar.
Sebelum darah Natasha menyentuh tanah, Natasha merapal mantra untuk (Cursed Blood Control) nya.
"Cursed Blood Control. Shape Two, Shield!"
Darah yang mencair mulai berubah bentuk menjadi perisai, kemudian darah itu mengeras.
Natasha melompat ke arah kaki Dragon Leader, kaki yang menurun dan Natasha yang melompat, kedua kejadian ini membuat benturan semakin cepat terjadi.
Saat terjadi benturan, Dragon Leader terkejut. Kaki nya mulai terdorong ke atas, Natasha menambah kekuatan pada dorongan nya. Hasil nya, Dragon Leader terdorong hingga jatuh terbaring.
"A-apa!!" Dragon Leader terkejut. "Tidak mungkin!! Kekuatan ini.... Ja-jangan kau, ja-jangan kau!! Kau!! Ratu Vampir!"
Natasha mendarat di tanah dengan anggun.
Mendengar jeritan ketakutan Dragon Leader, Natasha tersenyum jahat, kemudian ia menjilat bibir nya.
"Kau benar. Aku Ratu Vampir, Natasha! Bersiaplah, aku akan menghisap habis darah mu!"
Dengan peringatan Natasha, para Wyvern yang mengepung kami mundur beberapa langkah karena ketakutan.