From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 184 Siksaan



"Aaaaaaakh!"


Teriakan seorang pria terdengar di seluruh hutan yang hening dan gelap. Teriakan itu menandakan kesakitan yang tidak pernah di rasakan oleh siapapun. Sudah tergambar jelas itu bukanlah sakit yang luar biasa lagi, tapi itu sudah sakit yang teramat-amat luar biasa. Teriakan itu seperti seseorang yang di ambil nyawa nya oleh dewa kematian. Kalau seperti itu, sudah pasti itu adalah teriakan orang yang sudah menemui ajal nya kan? Tapi jawaban nya tidak. Orang yang berteriak itu belum mati, tandanya adalah teriakan itu terjadi berulang kali.


"Haaaaah, suara yang begitu indah. Berikan aku lagi!"


Suara orang tua yang menyiksa pria yang berteriak itu terdengar sangat puas. Siksaan yang ia berikan kepada pemilik teriakan adalah siksaan yang sangat mengerikan.


Orang tua yang menyiksa pria itu, dengan cara menginjak tangan pria itu dengan kaki nya yang besar. Sudah jelas tangan pria itu remuk, lalu ia menginjak kaki hingga remuk juga, lalu kemudian ia menginjak wajah pria itu hingga hancur, menginjak dadanya sampai terdengar bunyi tulang yang saling bertubrukan.


Pria itu hanya bisa berteriak. Bahkan air mata tidak lagi keluar, karena wajah nya yang sudah tidak berbentuk lagi. Jika orang biasa pasti sudah mati jika terkena siksaan seperti itu. Tapi sayang nya yang menerima siksaan bukan orang biasa, dia adalah penerima pedang dari pahlawan Sieg yang bernama Jack.


"Teriak lagi dong!"


Si penyiksa Jack menginjak alat kelamin Jack dengan keras. Sudah jelas itu membuat Jack berteriak sangat keras.


"Hahahahaha, suara yang indah."


Kata penyiksa dengan puas.


Si penyiksa menyebut diri nya dengan Pierot. Ia memiliki tubuh yang besar seperti binaragawan, lalu tubuh yang hitam legang seperti bayangan. Yang paling mengerikan ia bisa membuat bagian tubuh yang di inginkan nya membesar hingga tiga kali lipat ukuran tubuh nya. Dan bagian tubuh yang membesar itu adalah kaki kanan yang di gunakan untuk menyiksa Jack. Untuk ukuran kaki nya sendiri, kaki itu mampu menutupi tubuh Jack dari leher hingga ujung kaki nya.


"Orang ini tidak mati-mati. Tapi..... Itu malah yang membuat menyiksa orang ini terasa semakin menyenangkan!" Kata Pierot dengan senyum lebar di wajah nya.


Dia pun melanjutkan siksaan nya yang membuyarkan keheningan di tengah hutan.


Dia menginjak Jack, saat ia sudah sekarat ia menyembuhkan Jack secukup nya, lalu menyiksa nya kembali. Begitu terus berulang-ulang, walaupun ia menyembuhkan Jack, ia tidak menyembuhkan wajah nya. Jadi wajah Jack yang tampan, sekarang sudah tidak berbentuk lagi. Jika harus di jelaskan akan menjadi sangat mengerikan, begitulah wajah Jack sekarang.


Sebagai contoh nya, hidung Jack yang mancung sekarang masuk ke dalam wajah nya. Itu karena tulang hidung nya sekarang sudah hancur.


Saat menerima siksaan berat seperti itu, semua orang sudah pasti putus asa. Tidak terkecuali dengan Jack, ia juga sudah putus asa.


Saat ini yang ia pikirkan cuma satu, "Selamatkan aku Kak Mira!" itulah yang di pikirkan nya. Ia sudah lupa tujuan nya datang ke sini, ia sudah lupa dengan gadis yang di cintai nya, ia sudah lupa dengan musuh yang mengejar gadis yang di cintai nya, tidak ada lagi yang ada di pikiran nya saat ini kecuali meminta tolong pada tuan nya yang sangat ia hormati.


"Teriak lagi!"


Pierot menginjak kelamin Jack hingga hacur, kemudian ia menginjak bagian ginjal Jack. Walaupun ia tidak bisa melihat di mana tempat pasti nya, tapi ia masih bisa menginjak nya dengan akurat.


"Lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, lagi!!! Teriak lah lagi!!!! Hahahahahahahahaha!" senyuman muncul di wajah Pierot. Dan itu terlihat sangat menjijikan. Dan yang paling menjijikan lagi, wajah nya memerah, nafas nya terengah-engah dan celana dalam nya basah. Ia betul-betul senang menyiksa Jack hingga membuat nya terangsang dan mengeluarkan cairan putih dari alat kelamin nya.


Pierot menjilati bibir nya, setelah itu ia menyembuhkan Jack secukup nya, lalu mulai menyiksa lagi. Tapi kali ini Jack tidak di injak hingga hancur, tapi di injak secara perlahan-lahan, sehingga kehancuran tubuh Jack juga datang secara perlahan-lahan.


Suara tulang Jack yang perlahan-lahan remuk saat Pierot menambahkan kekuatan injakan membuat suara "Kreeek" itu adalah suara tulang Jack yang perlahan-lahan retak dan kemudian hancur.


"Aaaaaakh!" Jack berteriak sangat kencang dan juga panjang.


"Ku..... Mohon..... Henti-"


"Buk!"


Sebelum Jack menyelesaikan kalimat nya Pierot menginjak wajah Jack. Siapapun yang menerima injakan itu pasti wajah nya akan menjadi penyek. Tidak terkecuali dengan Jack, wajah nya juga penyek setelah menerima injakan itu. Jika wajah seseorang penyek maka orang itu pasti mati, tapi tidak dengan Jack, ia masih bernafas walaupun lemah.


Pierot menyembuhkan wajah Jack secukup nya, hingga Jack selamat dari keadaan kritis.


"Jangan seenak nya menjadi kritis, aku mulai suka menyiksa mu. Tidak akan ku biarkan kau mati begitu saja, seharus nya kau senang."


Jack tidak menjawab, atau lebih tepat nya ia tidak bisa menjawab karena ia saat ini tidak sadarkan diri.


"Pingsan?..... Bangun!!"


Pierot berteriak sambil menginjak kelamin Jack. Jack bangun dengan cara berteriak dengan keras.


"Bagus! Kita lanjutkan." Kata Pierot sambil menyembuhkan Jack.


"Kalau begitu, aku mulai lagi."


Pierot mengangkat kaki nya bersiap menginjak Jack, kemudian ia menurunkan kaki nya secara perlahan-lahan kearah lengan kiri Jack. Ia pun menghancurkan lengan kiri Jack secara perlahan. Jack yang menerima hanya bisa berteriak mulai dari Pierot menambahkan kekuatan hingga tulang lengan nya hancur berkeping-keping.


Di saat Pierot ingin menghancurkan lengan Jack yang satunya, sesuatu muncul di depan Pierot.


Itu adalah lingkaran sihir dengan portal di tengah-tengah nya, itu adalah sihir bawahan Pierot yang bernama Gaztor, nama sihir itu sendiri adalah (Gate).


"Hmmmm?"


Seseorang keluar dari (Gate), orang itu adalah Gaztor. Ia mengangkat tangan nya saat keluar dari Gate, setelah Gaztoe keluar seorang gadis berambut hitam dengan mata emas keluar dari (Gate). Dia adalah Yuri Fantasia. Yuri keluar sambil mengarahkan anak panah ke kepala Gaztor, bersiap-siap hendak menembakkan nya. Setelah mereka berdua keluar (Gate) pun tertutup.


"Hentikan itu sekarang juga, kalau kau ingin anak buah mu selamat!" Kata Yuri mengancam.