
Lingkaran sihir selesai di gambar oleh Gloria, dia kemudian berdiri, melihat ke arah ku, menatap ku dengan wajah serius.
"Karena hanya kita berdua di sini, aku ingin memberitahu mu sesuatu yang penting."
Aku mengangguk, memberikan isyarat untuk Gloria agar melanjutkan perkataan nya. Karena di sini sangat sedikit udara, aku menjadi susah bernafas, karena itu aku tidak ingin berbicara, hanya memberikan isyarat.
"Ini tentang Class mu, kenapa bisa kau memiliki Energi sihir besar walaupun tidak memiliki Class Mage, dan kenapa bisa tubuh mu sangat lemah, akan ku beritahu semua penyebab nya..."
\*\*\*
Di Benua Aziliya.
Jack masih terus menyusuri Benua, mencari Behemot. Dia sudah menyusuri tanah tandus yang di penuhi dengan batu kapur itu, tetapi masih tidak bisa menemukan satu pun Behemot. Sangat aneh, dia begitu kesusahan menemukan binatang yang besar nya sekitar 100 meter. Tetapi, memang begitulah kenyataan jika seseorang ingin mencari Behemot. Bentuk binatang itu adalah kura-kura dengan cangkang tebal, cangkang itu biasa mereka gunakan untuk menyamarkan diri, menyatu dengan bebatuan. Karena itu sangat susah untuk mencari Behemot.
Kenyataan nya, tantangan Jack bukan hanya mencari Behemot saja, tetapi dia harus membuat Behemot menangis untuk mengambil air mata nya. Sangat mudah bagi Jack untuk membunuh Behemot, tetapi sulit bagi Jack untuk membuat mahluk itu menangis. Tetapi Jack harus bisa membuat nya menangis sebelum waktu untuk Ritual perubahan Class Mira di mulai.
Setelah lama mencari, akhir nya Jack menemukan sebuah batu yang mencurigakan. Yang seperti nya itu adalah Behemot. Dengan begitu, Jack bersiap untuk menyerang, mengambil pedang yang tergantung di pinggang nya. Itu bukanlah pedang pahlawan Sieg yang biasa dia pakai, pedang pahlawan Sieg sudah di hancurkan Mira tujuh tahun yang lalu. Jadi pedang yang ada di pinggang Jack adalah pedang baru. Kenyataan nya, pedang itu adalah pedang yang di buat khusus untuk nya, itu adalah hadiah dari calon ayah mertua nya, Charles. Sebagai hadiah pertunangan nya atas Yuri.
Pedang itu memiliki efek menambah kekuatan serangan dua kali lipat, terbuat dari Hihirokane yang di campur dengan Adamantite, kemudian di rendam di air hasil ekstraksi Crystal sihir. Bilah pedang itu berwarna merah cerah, dengan bintik-bintik hijau zamrud yang menghiasi warna merah nya. Kedua warna itu menghasilkan harmoni, dan membuat bilah pedang itu seperti sebuah permata yang indah. Dan gagang nya berawarna emas yang semakin menambah keindahan pedang itu. Berbalikan dengan pedang nya yang indah, sarung pedang itu berwarna hitam dan nampak biasa saja. Sarung itu di buat seperti itu untuk mencegah pedang di curi karena penampilan pedang itu yang sangat mencolok.
Setelah Jack mencabut pedang nya, ia menebas udara, bilah angin tajam tercipta, langsung mengarah ke batu besar yang di kira Behemot. Dan benar saja...
Sewaktu bilah angin Jack terkena batu itu, keluar darah, dan kepala kura-kura keluar dari dalam cangkang yang nampak seperti batu itu, Behemot mengaum seperti seekor Singa. Tetapi suara nya lebih menggelegar dari pada singa, Jack sedikit menahan diri saat melancarkan serangan nya ke Behemot, mencegah agar tidak membunuh mahluk itu.
Setelah mengaum, Behemot itu mengarahkan pandangan penuh kebencian kepada Jack.
Jack merespon dengan memasang kuda-kuda menyerang.
Mereka berdua kemudian mengambil inisiatif sendiri, mereka maju ke depan, mendekati musuh.
Pertarungan Jack melawan Behemot pun di mulai.
\*\*\*
Di saat bersamaan dengan Jack bertarung dengan Behemot, di Benua Hokahi.
Arisa bersama dengan Thinkie memasuki portal yang membawa mereka ke hutan Roh, mereka pergi ke sana untuk mengambil daun tujuh warna yang di perlukan untuk Ritual perubahan Class Mira.
Saat mereka melewati Portal, hutan dengan daun berbagai warna menghiasi mata mereka.
Itu adalah hutan Roh, tidak ada yang bisa masuk ke sini tanpa izin dari Ratu Roh.
Thinkie yang terbang di sekitar kepala Arisa menunjuk ke depan. Arisa hanya mengangguk, kemudian ia berjalan ke depan, di ikuti Thinkie yang masih terbang di sekitar nya. Setelah hampir satu menit mereka berjalan, mereka sampai di depan pohon.
Pohon itu adalah pohon beringin yang batang nya besar, dan tinggi, dengan akar-akar yang kokoh lalu daun di atas pohon itu sangat lebat. Tetapi, ada yang berbeda dengan daun di pohon beringin itu, warna daun itu bukanlah hijau. Tetapi itu memiliki berbagai macam warna yang seolah-olah tercampur menjadi satu. Nyata nya, warna daun itu tidak tercampur, melainkan warna daun itu berubah-ubah. Mulai dari warna merah, kemudian berubah menjadi warna jingga, lalu ke kuning, kemudian ke hijau, setelah itu berubah menjadi warna biru, berubah ke warna Nila, terakhir adalah warna ungu. Benar. Daun itu berwarna pelangi. Itu adalah daun tujuh warna yang hanya bisa di dapat di hutan Roh.
"Jadi ini daun tujuh warna?" Tanya Arisa, saat melihat warna daun yang berubah-ubah
"Benar... Ini adalah daun yang kau cari." Jawab Thinkie.
"Aku tidak tahu ada daun seperti ini, aku kira saat di suruh mencari daun tujuh warna, itu berarti tujuh daun dengan warna yang berbeda."
"Hmm? Bukankah kau bilang mencari daun ini atas kemauan mu sendiri?"
"Itu benar... Jadi apakah boleh aku ambil beberapa?"
"Boleh saja sih... Tetapi sebelum itu, aku akan memberi mu peringatan. Jangan pernah menyuruh orang selain Ras Elf memakan daun ini!"
"Kenapa?" Tanya Arisa dengan penasaran.
"Daun ini memiliki efek mengacaukan Jiwa seseorang jika dia bukan Ras Elf."
"Mengacaukan Jiwa?"
Thinkie mengangguk, kemudian ia menjelaskan. "Para Elf bergantung kepada Roh untuk mendapatkan kekuatan dari energi sihir, tidak seperti Ras lain yang secara langsung mendapatkan kekuatan dari energi sihir. Tetapi untuk mendapatkan kekuatan besar dari Roh, Ras Elf harus menyatukan Roh dengan Jiwa mereka. Cara untuk menyatukan Jiwa itu adalah menggunakan daun ini!
Cara nya dengan sengaja mengacaukan Jiwa, lalu membiarkan Roh memperbaiki Jiwa yang rusak, hal itu bisa secara otomatis menyatukan Roh dan Jiwa ."
"....Maaf. Aku kurang paham, bisa kau sederhanakan penjelasan mu?" Arisa menatap kosong ke arah Thinkie, kebingungan dengan penjelasan nya. Karena itu dia meminta Thinkie untuk menjelaskan ulang dengan cara yang mudah di pahami Arisa.
"Eeeh....!?" Thinkie terkejut, atas pengakuan Arisa yang secara terang-terangan mengakui kalau dia tidak paham. Sudah capek-capek menjelaskan, ternyata dia tidak paham!? Pikir Thinkie, dengan wajah lelah. Dia pun memutuskan untuk menjelaskan lagi. "Jadi intinya seperti ini... Eeeeem..... Gimana cara menjelaskan nya ya...... Ah! Jadi begini, anggap saja Jiwa dan Roh adalah air, dan tubuh mu adalah ember nya. Untuk menyatukan Air Jiwa dan Air Roh ke dalam ember, yang di mana adalah diri mu, kau harus memasukkan nya setengah-setengah bukan. Dan daun ini adalah alat untuk mengurangi Air Jiwa yang ada di dalam ember, yang nanti akan di isi dengan Air Roh... bagaimana kau paham?"
"Eeeeh.... Begitu ya.... Aku sama sekali tidak paham! Penjelasan mu malah semakin tidak jelas!"
"Be- Begitu... Hah... Aku tidak tahu harus menjelaskan nya lagi pada mu... Yah terserahlah, kau mau paham atau tidak. Intinya, ingat kata ku! Jangan pernah beri makan daun ini kepada orang lain selain Ras Elf. Kau mengerti!?"
"Ya! Aku mengerti!"
Dengan begitu, Arisa pun mulai mengumpulkan daun tujuh warna secukup nya, untuk keperluan Ritual perubahan Class Mira.