From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 198 Kesombongan Jack



Jack melihat Amanda yang terbaring lemah di lantai, Jack menatap nya dengan jijik seperti melihat sampah.


Setelah itu Jack mengacungkan pedang darah nya ke arah Amanda.


"Begini kekuatan Ratu Vampir yang baru..... Apakah perlu ku gantikan?" Kata Jack sambil menyeringai.


Amanda hanya terdiam, dan mengigit bibir nya, ia kesal dengan diri nya sendiri yang tidak berdaya melawan Human yang baru saja menjadi Vampir. Dia hanyalah Vampir bau kencur yang baru bisa menguasai satu Cursed Blood control, tetapi dia bisa mempecundangi Amanda yang penguasaan Blood Control nya hampir sama dengan Ratu Vampir sebelum nya yaitu Natasha. Hanya tinggal beberapa Cursed Blood Control lagi dia bisa menyamai Natasha, tetapi dia kalah dengan Vampir pemula yang masih bau kencur.


Sialan!!


Sialan!!


Sialan!!


"Bagaimana? Apakah kau akan menyerahkan hak kepemimpinan Vampir pada ku?" Tanya Jack kepada Amanda.


"Sudah ku duga. Amanda tidak cocok jadi pemimpin kita."


"Seharus nya Natasha yang menjadi pemimpin kita bukan Amanda."


"Tunggu..... Aku lebih memilih Jack. Dengan satu Blood Control saja dia bisa mengalahkan Amanda. Jika dia terus berkembang dia pasti bisa mengalahkan Natasha."


"Itu benar. Mungkin saja dia bisa membebaskan kita dari perbudakan Mira."


"Kau benar. Kita tidak bisa menjadi budak manusia terus."


Terdengar bisikan seperti itu dari para Vampir.


"Itu benar. Kita adalah Ras terkuat!"


Mendengar itu. Jack semakin terasa terbang di atas awan. Dia menghadap ke belakang. "Kalian benar. Kak Mira.... Tidak Mira sudah melemah. Kita bisa membebaskan diri kita dari dia. Dia hanya manusia lemah sekarang."


"Jack!!" Amanda berteriak. "Kau lupa siapa yang membebaskan mu dari perbudakan? Kau lupa siapa yang sudah merawat mu selama ini? Kau ingin berkhianat pada Mira? Sialan!! Dan kalian! Siapa yang membebaskan kalian? Apakah kalian benar-benar bodoh sampai lupa itu! Tanpa Mira kita tidak akan mendapatkan tempat tinggal dan tidak akan merasakan kebebasan.... Apakah kalian sangat bodoh hingga tidak bisa menyadari hal itu!?"


"......."


Semua terdiam mendengar perkataan Amanda.


Saat di tengah keheningan ini. Joshua masuk kedalam ruangan yang sedang dalam keadaan hancur lebur akibat pertarungan Amanda dan Jack.


"Gawat. Aku mendapatkan kabar dari Natasha. Katanya Mira di culik oleh kelompok agama Pierot. Dan Natasha memerintahkan jangan menyerang kelompok agama Pierot. Mereka berbahaya! Dan juga Jack, aku mendapatkan kabar kalau saudara mu juga ikut di culik."


"....... Kukukuku...... Hahahahahahahahahahaha!" Mendengar hal itu Jack tertawa terbahak-bahak. "Kalian dengar itu?....... Melawan kelompok agama lemah saja Mira telah tertangkap! Itu tanda dia sangat lemah sekarang! Mungkin dia bisa ku kalahkan.... Dan juga saudara ku? Siapa ya..... Aaaaah, Arisa kah.... Dia bukan saudara ku lagi."


"Apa?" Suara Joshua dan Amanda saling bertindihan saat mendengar suara Jack.


Mereka berdua bingung dengan kata-kata Jack. Kemudian para Vampir yang ada di ruangan berlutut di hadapan Jack.


"Silahkan perintahkan kami. Raja Vampir Jack!"


"Apa!?" suara Joshua dan Amanda tertindih lagi.


"Kalau begitu. Kita hancurkan kelompok agama itu. Dan selamatkan Mira. Setelah itu aku akan membunuh Mira untuk membebaskan kalian dari perbudakan."


"Apa!?.... Jack.... Kamu......." Kata Joshua.


"Natasha.......kami membutuhkan kamu....." Gumam Amanda dengan suara pelan.


Setelah itu mereka menghancurkan dinding ruangan. Kemudian Jack mendekati Joshua.


"Aku tahu di mana. Markas mereka ada di kota Salad. Kerajaan Fantasia."


"Kalau begitu..... Kita pergi kalian semua!"


Mereka pun terbang di langit.


"Apakah dia benar-benar Jack." Tanya Joshua.


"Itu biasa terjadi terhadap Vampir baru..... Mereka akan menjadi sombong hingga lupa segala nya. Seharus nya kami akan mempecundangi mereka yang berubah seperti itu... Tetapi kekuatan Jack cukup besar untuk Vampir baru, jika dia terus berkembang dia mungkin akan setara dengan Natasha. Karena itu Vampir yang lain mengikuti nya.... Sebenarnya beberapa bulan ini banyak dari pasukan elit yang tidak puas menjadi bawahan Mira, dan seperti nya Jack mengetahui itu dan memanfaatkan rasa tidak puas itu untuk mengendalikan para Vampir.... Kau Homonculus Mira kan? Apakah Mira benar-benar melemah hingga selemah itu?"


"Itu tidak benar. Walaupun dia melemah. Dia masih bisa menghancurkan satu negara. Jika kelompok agama itu berhasil menculik Mira, kekuatan mereka pasti sangat besar, karena itu Natasha memerintahkan untuk tidak menyerang mereka. Apakah di antara para Vampir ada yang bisa menghancurkan negara dengan satu serangan?"


"Hanya Natasha selain dia tidak ada."


"Begitu ya... Sebegitu besar lah kekuatan Mira, walaupun dia melemah satu negara masih bisa hancur hanya dengan satu serangan. Jika dia tidak melemah dia bisa menghancurkan satu benua hanya dalam satu serangan."


"Begitu ya.... Terlambat untuk bertanya sekarang. Apa yang terjadi pada mereka yang berkhianat pada Mira?"


"Kau tahu jawaban nya kan.... Sudah pasti mereka akan...... Mati."


"Begitu ya.... Kalau begitu, aku harus mencari personel baru untuk pasukan elit Vampir."


\*\*\*


Arisa mengigil di samping ku sambil menggosok-gosok lengan nya dengan telapak tangan nya. Ia memeluk diri nya sendiri sambil melakukan itu.


"Aku merasakan Jack melakukan sesuatu yang bodoh.... Dan ini dia melakukan sesuatu yang sangat bodoh sampai membuat ku mengigil." Kata Arisa.


"Jika kau berkata seperti itu mungkin itu benar."


"Tetapi Kak Mira..... Aku merasakan sesuatu yang sangat bodoh. Dan juga entah kenapa aku merasa ingin memukul wajah nya. Tidak bahkan lebih buruk.... Aku seperti ingin......"


Arisa menggelengkan kepala nya dari sisi ke sisi. Seakan-akan membuang pikiran buruk nya.


"Kak Mira......" Kata Arisa dengan suara pelan. "Aku memiliki firasat buruk. Dan firasat ini sangat-sangat buruk. Aku merasakan Jack melakukan sesuatu yang bodoh dan ini berbeda dari biasa nya."


Mendengar perkataan Arisa aku hanya berharap firasat buruk itu salah.


Saat itu sekelompok orang baju hitam datang mendekati sel penjara yang di tempati Mira dan Arisa.


Mereka membawa seorang wanita yang sangat ku kenal, dia memiliki rambut perak sama seperti ku. Dengan penjelasan seperti itu, sudah jelas siapa yang mereka bawa.


"Ibu!" Aku berdiri dan mendekati sel. Tetapi saat aku menyentuh sel itu, kekuatan ku menghilang.


"Menjauh kau iblis perak!"


Sehabis berkata seperti itu mereka membuka sel, lalu melempar ibu ku. Arisa dengan sigap menangkap ibu ku sebelum menyentuh tanah.


"Sialan kalian......"


Mereka mengabaikan ku, dan pergi.


Lihat saja......


Saat waktu nya tiba, kalian semua akan ku habisi. Walaupun aku sekarat dalam proses nya.