From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 331 Menyadarkan Mira



"Aku mengetahui bagaimana menyadarkan Mira!" Setelah menganalisis tubuh Mira, Thinkie berbalik menghadap ibu dan para bawahan Mira, mengatakan hal itu sembari menaruh tangan di pinggang nya dengan wajah sombong.


"Benarkah!?" Mendengar perkataan Thinkie semua orang yang ada di situ meninggikan suara mereka sembari mendekati Thinkie.


"Y-Ya..." sedikit terkejut, Thinkie menjawab mereka.


"Lalu bagaimana cara nya?" Tanya Natasha kepada Thinkie.


"Untuk itu, aku akan memberitahukan pada kalian dulu apa yang terjadi pada Mira... Pertama-tama, Mira memiliki dua jiwa yang saat ini bercampur satu sama lain. Walaupun begitu, karakteristik jiwa yang satu lagi masih tidak sesuai, walaupun kedua jiwa sangat mirip, tapi masih ada sedikit perbedaan. Jika ku katakan kedua jiwa memiliki perbedaan sebanyak 1%."


"Jadi maksud mu, perbedaan 1% itulah yang membuat kedua jiwa tidak bisa tercampur dengan sempurna?" Tanya Carla.


"Ya. Jika ku ibaratkan percampuran kedua jiwa itu, seperti mengaduk gula di air dingin. Sangat susah sekali tercampur."


"Jadi maksud mu, kita harus merubah karakteristik jiwa yang satu lagi agar mencapai kemiripan hingga seratus persen?"


"Ya. Itulah yang ingin ku katakan... Seharus nya tidak mungkin untuk melakukan itu, tapi saat ini, di dalam tubuh Mira ada kekuatan misterius yang secara perlahan mengubah karakteristik jiwa yang satu lagi... Mungkin karena merubah karakteristik jiwa sangat sulit, karena itulah untuk merubah karakteristik jiwa yang satu lagi memerlukan waktu yang sangat lama."


"... Jadi begitu ya... Kalau begitu, apakah kau memiliki cara untuk mempercepat proses nya?" Tanya Natasha.


"Aku tidak memiliki cara untuk mempercepat proses nya..."


"Ap-"


"Tetapi... Aku yakin dia memiliki cara untuk mempercepat proses itu."


Sebelum Thinkie mengungkapkan ia tidak memiliki cara apapun, Natasha langsung meninggikan suara nya untuk memarahi Thinkie, tetapi saat Thinkie menyelesaikan perkataan nya sambil menunjuk ke arah Carla, Natasha terdiam lalu mengikuti arah tangan Thinkie menunjuk.


"...."


Saat di tunjuk oleh Thinkie Carla hanya bisa terdiam dengan wajah termenung. Ia tidak membantah ataupun mengkonfirmasi pernyataan Thinkie. Natasha kemudian membuka mulut nya, mendesak Carla untuk merespon pernyataan Thinkie.


"Benarkah itu? Ratu Carla." Kata Natasha sambil menatap wajah Carla.


"... Itu benar... Hanya saja... Aku tidak memiliki energi sihir yang cukup untuk melakukan nya." Kata Carla mengkonfirmasi.


"Apakah saya bisa membantu? Saya memiliki energi sihir yang besar." pada titik ini, Arisa yang terus diam, mengamati pembicaraan Thinkie dan Natasha, membuka mulut nya, mengajukan diri untuk memberikan energi sihir nya kepada Carla.


"Memang nya seberapa besar energi sihir yang kau miliki?" Tanya Carla kepada Arisa.


"Cukup untuk mengaktifkan sihir penghancur benua."


"Benarkah itu...?"


"Ya."


"Begitu ya... Kalau begitu, aku memiliki satu permintaan sebelum aku melakukan nya."


"Permintaan apa itu?" Tanya Natasha.


"Aku ingin secarik kertas dan pena." Jawab Carla, menggenggam tangan Mira, wajah nya tersenyum. Hanya saja di balik senyum itu tidak menunjukkan kebahagiaan... Sebalik nya, senyum itu menunjukkan kesedihan yang sangat mendalam.


\*\*\*


"Sudah berapa lama kita ada di sini?"


"Entahlah... Mungkin hanya beberapa menit atau mungkin sudah berjam-jam, atau sudah lewat satu hari, mungkin bahkan sudah sebulan atau sudah satu tahun waktu berlalu... Di tempat ini persepsi kita tentang waktu menjadi abu-abu."


"Dan entah kenapa, saat aku berada di sini, aku bisa mengingat segala nya. Bahkan tujuan ku datang ke dunia ini, aku mengingat nya... Tidak ku sangka hanya dengan satu klik saja aku harus melakukan hal segila itu."


"Jangan menyalahkan diri mu, itu bukan salah mu. Yang harus di salahkan adalah orang serakah yang mengirim mu kesini!"


"Dan orang serakah yang mengirim ku kesini, melakukan hal yang sangat gila untuk tetap membuat ku melakukan apa yang mereka inginkan... Bahkan sampai mempengaruhi 'Sistem' FL untuk berpihak pada ku."


"Walaupun begitu, 'Sistem' di dunia ini tidak akan membiarkan 'Sistem' asing melakukan sesuatu sesuka hati. Ini adalah 'Kehendak dari dunia ini.'"


"Apakah ada cara untuk menghentikan Sistem yang saat ini berpihak pada ku?"


"Ya. Tentu saja ada... Tapi untuk itu, kau harus menyelasikan apa yang telah kau mulai. Untuk masalah itu, biar aku yang urus."


"Baiklah... Aku serahkan pada mu."


"Saat kau sudah menyelesaikan apa yang telah kau mulai. Aku akan mengirimkan pesan pada mu jika aku sudah melepaskan mu dari 'Sistem' FL."


"Pesan? Pesan seperti apa?"


"Pesan itu berupa hadiah... Hah...? Seperti nya ada pihak ketiga yang mencoba menyadarkan mu... Ini...?"


"... Aku tidak bisa berkata apa-apa mengenai hal ini...? Dan juga jangan menangis, ini adalah hal yang Ibu putuskan."


"... Walaupun kau berkata seperti itu... Apakah kau tidak sadar kalau kau juga ikut menangis...?"


".... Apa yang bisa ku lakukan... Orang tua asli ku, tidak mungkin melakukan ini pada ku..."


"... Baiklah... Ini saat nya kita melakukan tugas masing-masing... Oh. Aku hampir lupa, di (Inventori) mu ada pil yang mencegah kehancuran tubuh mu... Gunakan itu, selagi aku tidak ada..."


Author's Note.


Untuk Chapter kali ini sedikit lebih pendek dari biasa nya. Ya. Karena sebenarnya Chapter ini, adalah Chapter yang sebelum nya. Cuma saya bagi jadi dua, Karena udah kepanjangan dan Chapter yang kemarin belum selesai jadi saya mutusin untuk ngambil setengah aja. Maaf untuk ketidak nyamanan nya.... Dan satu lagi, terima kasih udah terus ngebaca Novel ini, dan juga maaf jarang Update... Oh iya. Hampir lupa, Kalo ada salah kata atau kalimat mohon beritahu di kolom komentar. Terima kasih. Saya E1, Sampai jumpa di Chapter selanjut nya. Bye-Bye....