From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Prequel. Chapter 123.00 Sebelum Menjadi Player terkuat di FL



Aku pulang dari sekolah, aku berganti baju setelah itu aku mengambil alat VR yang terletak di atas kasur, aku memasang di kepala ku seperti sebuah kaca mata, setelah itu aku membaring kan diri di kasur.


Walaupun aku tidak bisa melihat wajah ku sendiri, tapi aku tahu kalau saat ini aku sedang tersenyum.


Semenjak aku pulang sekolah perasaan senang terus meluap di dalam diri ku, karena tidak sabar untuk melanjutkan permainan VRMMORPG kesukaan ku dan juga Game paling populer nomor satu di dunia yang bernama FL (Fantasi Life.)


Setelah penglihatan ku menjadi gelap karena alat VR ku, aku berteriak. "Login." dalam sekejap cahaya terang menembak ke mata ku, pada saat pertama kali melihat cahaya itu aku menutup mata ku karena mata ku tidak tahan dengan terang nya cahaya, tapi kini aku tidak perlu lagi menutup mata ku lagi.


Cahaya terang akhir nya menghilang, kini aku melihat sebuah kota dengan gaya barat pada masa kerajaan abad pertengahan.


Aku mulai menggerekkan tubuh ku, saat aku menggerekkan tubuh ku rambut panjang Avatar ku yang berwarna perak jatuh ke wajah ku sehingga pandangan ku tertutupi. Saat itu terjadi, aku berfikir untuk mengganti gaya rambut Avatar ku dengan gaya rambut pendek dari pada menggunakan gaya rambut panjang.


Tapi biasa nya para gadis menganggap rambut adalah mahkota, jadi aku mengurungkan niat ku, walaupun aku seorang laki-laki, tapi Avatar ku adalah seorang gadis kecil, jadi akhir-akhir ini aku berlatih untuk bersikap seperti seorang gadis.


Ya... Aku berhasil bersikap seperti seorang gadis, bahkan sikap gadis ku sampai terbawa ke dunia nyata, hal itu sampai membuat orang tua ku khawatir. Seperti nya mereka khawatir aku akan menjadi bencong.


Aku menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah ku, kemudian aku berjalan ke arah depan. Saat berjalan aku membuka Map. Untuk menuntunku ke arah bangunan yang biasa di sebut Player dengan sebutan Gedung Quest.


Sekitar beberapa menit berjalan, aku sampai ke Gedung Quest. Aku memasuki gedung itu, saat aku masuk pandangan ku langsung di penuhi dengan layar.


"Selamat datang!" Tulisan di layar yang ada di pandangan ku.


Aku menyentuh layar, kemudian layar menunjukkan daftar.


"Easy.


Normal.


Hard."


Aku memegangi dagu ku. Biasanya aku mengambil Quest Normal. Jadi aku akan mencoba untuk mengambil Quest Hard.


Aku menyentuh layar tepat di kolom dengan tulisan "Hard."


Saat ku sentuh layar, layar menunjukkan daftar lagi.


"Mengalahkan Naga!


Mengalahkan Diamon Golem.


Menyelamatkan Seorang Putri.


Mengalahkan Undead King.


Mengalahkan Lima Ribu Orc."


Apa-apaan Quest tidak masuk akal ini! Dan juga kenapa ada satu yang berbeda?


Yang lain nya di suruh mengalahkan monster tapi hanya satu di suruh menyelamatkan Putri.


Aku memegangi dagu ku lagi, lalu ada seorang yang memukul punggung ku dengan keras. Pukulan nya tidak terasa karena efek pertahanan otomatis pada saat berada di kota.


Aku berbalik melihat ke arah belakang, aku melihat seorang pria dengan besar tiga meter dengan tubuh penuh dengan otot.


"Kenapa ada anak kecil di sini? Ini bukan tempat anak kecil seperti mu! Dan juga kau ini hanya seorang gadis kecil. Cepat pergi dari sini! Ini bukan tempat untuk orang lemah seperti mu!" kata orang berotot meremehkan.


"Apa hak mu untuk mengusir ku?" Kata ku dengan kesal. "Lagi pula kita tidak bisa menilai pemain hanya dengan Avatar nya... Kita menilai pemain dengan Level nya."


Orang berotot tersenyum jahat, kemudian dia mendekatkan wajah nya pada ku. "Dengan tubuh seperti itu kau akan susah menaikkan level, tanpa kau tunjukkan level mu aku sudah tahu kau itu berlevel rendah."


Aku menjauhkan wajah ku, kemudian aku menatap tajam ke arah orang berotot. "Kalau begitu kita Duel... Jika kau bisa mengalahkan ku, akan ku berikan semua Item ku! Jika aku mengalahkan mu kau akan memberikan semua Item mu padaku!"


Orang berotot tertawa. "Baiklah.."


Setelah orang berotot mengatakan itu, muncul layar lain di depan ku, di layar itu ada tanda pesan. Aku menyentuh layar yang ada tanda pesan, setelah itu muncul tulisan.


"Musceler mengajak anda Duel.


Apakah anda ingin menerima nya?


Yes. No."


Aku menyentuh tombol Yes.


Tubuh ku dan tubuh orang berotot berubah menjadi piksel. Beberapa detik kemudian kami sudah berpindah tempat ke kolosium. Dengan aku dan orang berotot berhadapan dengan jarak sepuluh meter. Jarak tidak akurat karena aku hanya memperkirakan.


Di langit Kolosium muncul angka 10 angka itu terus mundur menjadi. 9. 8 .7. Sampai seterus nya.


"Inventori!"


Dengan satu kata muncul sebuah layar dengan gambar kotak-kotak yang menunjukkan item yang ku miliki di dalam kotak .


Tongkat ini bernama "Glory Rod." yang ku dapatkan dari Event khusus.


Angka di langit kolosium sudah mencapai. 3. 2. 1. 0. Setelah mencapai angka Nol, bunyi bel terdengar di seluruh kolosium. Itu tanda Duel sudah di mulai.


Dengan cepat aku mengaktifkan sihir (Barrier.) untuk menhentikan serangan dadakan, tapi orang berotot tidak menyerang. Aku tidak bodoh untuk terpancing menonaktifkan sihir (Barrier) ku. Jadi aku menunggu orang berotot menyerang.


Setelah satu menit aku menunggu, dia tidak menyerang, lalu muncul layar pesan di depan ku. Aku membuka pesan itu, lalu yang tertulis di pesan adalah hal yang mengejutkan.


"Selamat anda memenangkan Duel. Karena lawan anda telah Logout."


Logout? Tapi kenapa?


Kemudian aku menonaktifkan Barrier, lalu aku berjalan ke arah orang berotot.


Di badan orang berotot terdapat tanda "Disconect."


Dari tanda itu, aku bisa menduga kenapa dia bisa Logout, itu karena jaringan di tempat dia lemot karena itu dia di Logout secara paksa.


Tubuh ku berubah menjadi piksel beberapa detik kemudian aku berpindah ke Gedung Quest. Saat di Gedung Quest aku mendapatkan pesan. Aku membuka pesan.


"Karena anda memenangkan Duel. Anda mendapatkan beberapa Upgrade Poin."


Entah kenapa setelah mendapat pesan ini membuat ku kasihan ke orang berotot.


Aku menyentuh layar pesan, kemudian layar malah menunjukkan kata-kata aneh.


"Anda telah menerima Quest: Menyelamatkan Seorang Putri!"


"Apa!!" aku berteriak hingga suara ku menggema di gedung. Seluruh Player pun melihat ke aeah ku dengan tatapan heran.


Aku tidak memencet Quest itu aku memencet tombol pesan. Tapi kenapa layar malah menunjukkan penerimaan Quest!? Apakah ini Bug?


Lalu layar muncul lagi menunjukkan rincian Quest yang tidak sengaja ku terima.


"Seorang Putri di Culik Raja Iblis. Kini Putri tersebut di sekap di Istana Raja Iblis yang terletak di puncak Gunung Mauna Kea. Jika anda berhasil menyelamatkan sang Putri maka MP anda akan meningkat dua kali lipat."


Dua kali lipat!? Aku sudah level MAX. Dan secara otomatis angka status ku tidak bisa meningkat, dengan menerima Quest ini apakah bisa meningkatkan MP ku?


"Open Status!"


Muncul layar Status di depan ku.


Name:Mira


Level:100 MAX


Class:Mage


HP:10.000


MP:500.000


STR:20


AGI:25


INT:100 MAX


VIT:50


DEX:65


Upgrade Point: 05


Setelah melihat layar Status ku, aku bisa memastikan aku mendapatkan Upgrade Point dari duel ku sebelum nya. Untuk meningkatkan Status bisa dengan melakukan Duel untuk mendapatkan Upgrade Point. Tapi aku belum pernah mendengar cara meningkatkan MP dan HP lebih dari angka lima ratus ribu. Kalau benar MP ku meningkat menjadi dua kali lipat, setelah menyelesaikan Quest. Aku akan menjadi Player terkuat di FL. Karena setahuku tidak ada yang pernah mencapai tingkat HP atau MP melebihi angka lima ratus ribu.


Entah kenapa GM seperti nya sengaja memberikan aku Quest ini.


Tidak ada guna nya memikirkan hal ini, lebih baik aku langsung pergi saja ke Mauna Kea.


Aku membuka Map. Lalu aku menandai Mauna Kea di peta, setelah itu aku mengaktifkan (Teleportation.) dalam sekejap mata aku berpindah ke bawah gunung tinggi, di atas gunung terdapat Lava yang terus menyembur keluar, lalu ada banyak Wyvern mengitari sekitar gunung, setelah itu ada beberapa Demon di sekitar gunung. Saat melihat kondisi gunung. Aku pun bergumam.


"Hmm.... Sudah ku duga Quest kali ini benar-benar tidak masuk akal.... Tidak mungkin untuk aku menyelesaikan nya sendiri."


Aku memunculkan layar, kemudian aku mengarahkan ke pengaturan lalu aku mencari tombol Logout. Setelah menemukan nya, aku memencet tombol Logout.


Cahaya putih pun muncul menerangi pandangan ku. Setelah cahaya putih meredup, pandangan ku berubah menjadi di kamar ku di dunia nyata.


Author's Note. (Karena tiba-tiba sekolah saya di liburkan saya jadi punya waktu luang di rumah.... Saya pun jadi bosan, jadi saya mutusin buat lanjutin sedikit cerita ini... Walaupun ini bukan kelanjutan dari cerita sebelum nya... Ini nyeritakan masa lalu Mira sebelum menjadi pemain terkuat di FL. Harap kalian menikmati :)