From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 297 Arisa VS Catulus



"Di saat kau mengingat semua nya, kau akan tahu alasan mengapa kau terkirim ke dunia ini."


\*\*\*


Arisa terbaring di tanah dengan tubuh terluka parah. Mata kanan nya hilang, tangan kanan nya terpelintir dengan sudut yang mengerikan, tangan kiri nya hilang, kaki kanan nya bengkok dan kaki kiri nya terputus. Dan yang paling parah perut nya bolong. Jika seseorang mengatakan ia tidak akan bertahan lama, maka sepuluh dari sepuluh orang akan setuju dengan pendapat itu.


Ia bisa terluka sangat parah karena melawan Putri Catulus, Putri kerajaan Animalia. Arisa tidak menyangka kalau Putri Catulus memiliki kekuatan yang sangat besar, setara dengan Natasha, itulah yang di perkirakan Arisa. Sebenarnya dari kekuatan serang, Arisa lebih unggul. Sihir Arisa dapat memberikan Damage yang besar setiap serangan nya, tetapi kekuatan serang bukanlah segala nya.


Pengalaman bertarung Catulus jauh di atas Arisa, dia bisa menebak pola serangan Arisa dan memilih cara yang paling efektif untuk membalas serangan Arisa. Karena Arisa tidak pernah melawan seseorang yang kekuatan nya setara atau lebih kuat dari nya, ia segera panik saat mengetahui kekuatan Catulus yang sebenarnya. Ia melupakan pelajaran Mira untuk bersikap tenang dalam keadaan apapun.


Dengan bersikap tenang, dan tidak panik, maka proses berpikir akan lancar. Hal itu sangat berguna dalam pertempuran. Yang di mana pertempuran bukan hanya mengandalkan otot saja tapi juga otak untuk menyusun strategi.


Karena di landa kepanikan, Arisa tidak bisa menyusun strategi. Dalam beberapa menit pertarungan nya dengan Catulus, ia benar-benar terdesak.


Mereka berdua terus bertukar serangan yang kekuatan destruktif dari serangan mereka berdua bukan main-main. Tempat pertarungan mereka adalah markas pusat, tapi sekarang markas pusat tidak ada lagi, tergantikan dengan tanah tandus akibat pertukaran serangan yang sangat hebat antara Arisa dan Catulus.


Beberapa menit berlalu lagi, mereka bertarung hampir satu jam lama nya. Walaupun itu terbilang sebentar, tapi bagi Catulus ia sudah cukup banyak membuang waktu, ia pun segera mengeluarkan Skill terkuat nya untuk segera mengakhiri pertarungan ini. Arisa selama pertarungan dalam posisi bertahan, ia sama sekali tidak sempat menyerang. Tapi ia tahu saat ini Catulus ingin mengeluarkan serangan yang sangat besar. Serangan yang mampu menghancurkan pertahanan nya hanya dalam sekali serang. Mengetahui akan sia-sia kalau bertahan, Arisa melupakan pertahanan nya dan memutuskan untuk menyerang dengan sihir yang sama kuat nya dengan serangan Catulus. Arisa tahu jika ia terkena serangan Catulus, dia akan mati atau terluka parah adalah efek yang paling ringan. Tapi itu bukanlah masalah, selama ia berhasil membunuh Catulus dengan serangan akhir nya, ia tidak peduli kalau ia mati.


"Archer Skill Number Two: Big Bang Arrow!"


"Super Magic : Super Nova!"


Sihir Arisa dan Skill panah Catulus berhasil di tembakkan. Mungkin karena mereka menyesuaikan sudut tembakan, kedua serangan yang maha dahsyat itu tidak bertabrakan. Malahan serangan itu menuju ke masing-masing target tanpa hambatan.


Skill panah Catulus mengenai tubuh Arisa secara langsung, begitu juga sihir Arisa berhasil mengenai tubuh Catulus secara langsung.


"Aaaakh!"


"Gaaakh!"


Mereka berdua mengerang kesakitan saat serangan yang di tembakkan masing-masing pihak mengenai tubuh mereka secara langsung tanpa adanya perlindungan apapun.


HP mereka berdua berkurang dengan sangat cepat, hingga akhir nya pengurangan HP mereka sampai ke zona merah. Sihir Arisa yang memiliki kekuatan destruktif yang lebih kuat dari pada Skill Catulus berhasil membuat HP Catulus mencapai nol terlebih dahulu. Itu tanda nya Catulus berhasil di bunuh oleh Arisa, dan sayang nya serangan Catulus membuat HP Arisa tersisa sepuluh persen. Alhasil Arisa berhasil selamat dari serangan mematikan Catulus, hanya saja ia terluka parah akibat serangan itu.


'A-Aku... Berhasil...' Arisa ingin mengatakan kalimat itu, tapi ia tidak memiliki tenaga lagi, bahkan untuk menggerakkan mulut nya saja ia susah payah. Karena itu, satu-satu nya yang bisa ia lakukan adalah menggumamkan kalimat itu di dalam pikiran nya.


Dia berhasil membunuh Catulus yang mungkin saja bisa menjadi ancaman untuk Mira. Walaupun nyawa nya sendiri di ambang kematian, ia senang berhasil melenyapkan musuh yang mengancam Mira, tidak ada rasa takut akan kematian. Yang ada hanyalah perasaan senang.


Mulut Arisa berkedut, bergerak sedikit demi sedikit, hingga akhir nya sudut bibir nya melengukung, membentuk senyuman.


'Walaupun aku mati di sini... Aku tidak memiliki penyesalan apapun. Jack maaf. Aku menyusul ayah dan ibu terlebih dahulu.' Perlahan-lahan, Arisa menutup mata nya dengan wajah tersenyum bahagia.


Saat HP nya sampai pada satu persen, dan saat ia hendak menghembuskan nafas terakhir nya. Ia tiba-tiba merasakan sesuatu... Arisa perlahan membuka mata nya, seketika mata nya terbelalak. Ia melihat Catulus menatap nya dengan ekspresi sedih... Yang jadi masalah bukanlah ekspresi nya, tapi sekujur tubuh Catulus yang menjadi masalah bagi Arisa.


'Ba-Bagaimana bisa... Ba-Bagaimana bisa ia tidak terluka sama sekali!?'


Itu benar. Setelah menerima dengan telak serangan maha dahsyat milik Arisa, tubuh Catulus tidak terluka sama sekali. Itu membuat Arisa bingung sekaligus kaget, tidak percaya dengan apa yang di lihat. 'Aku sangat yakin tubuh nya terluka sangat parah sebelum nya...' Pikir Arisa.


"Kenapa kau tidak bertahan?" Kata Catulus kepada Arisa. "Jika kau memperkuat pertahanan mu, kau pasti tidak akan terluka parah seperti ini."


Rencana Catulus adalah mengeluarkan serangan terkuat nya, memakasa lawan menggunakan semua MP nya untuk menggunakan sihir pertahanan, dengan MP yang habis, lawan akan kelelahan. Di saat lawan mencapai fase kelelahan itulah, Catulus akan menyerang lawan hingga tidak sadarkan diri... Sebenarnya tidak ada niat membunuh dalam serangan yang ia lancarkan.


"Walaupun kau hanya NPC. Kau adalah sosok berharga bagi Mira. Jika kau mati, Mira pasti akan sedih... Cukup kami saja yang membuat nya sedih."


'A-Apaan... Jika kau begitu peduli pada Kak Mira... Mengapa kau malah melawan nya!?' Arisa ingin mengatakan itu kepada Catulus, tapi ia tidak bisa menggerakkan mulut nya untuk mengatakan itu.


Arisa masih merasakan sesuatu terjadi pada tubuh nya, setelah ia melihat ke bawah, ia dapat melihat Catulus mengobati nya dengan sihir penyembuh. "Aku hanya bisa menyembuhkan mu hingga nyawa mu tidak terancan... Maaf... Aku tidak punya pilihan lain."


Walaupun tubuh Arisa masih terluka parah, jika seseorang melihat nya secara sekilas, sudah tidak ada harapan lagi Arisa bisa bertahan hidup. Tapi karena sihir Catulus, Arisa masih memiliki harapan untuk hidup.


Setelah memberikan perawatan seperlu nya, Catulus pergi menjauh dari Arisa, mengubah penampilan nya menjadi Arisa, kemudian menggunakan Crystal sihir yang di mantrai dengan sihir (Gate) untuk berpindah ke Benua Aziliya.


Arisa yang masih terbaring di tanah dengan luka parah, melakukan sesuatu.