From Mage Became Princess

From Mage Became Princess
Chapter 41 penculikan ke empat Putri kerajaan Fantasia



Beberapa hari setelah ke empat putri di berikan kepemimpinan kota oleh Charles. Saat ini ke empat putri sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju kota yang akan mereka pimpin.


Melihat anak-anak nya yang pergi meninggalkan istana membuat perasaan Charles menjadi sedih, Charles melihat Putri nya Nina, ia berfikir. Nina adalah anak yang cerdas, dia bisa memilih kota yang paling bagus lokasi nya, kota Yugmish dekat dengan laut jadi banyak pedagang dari luar benua yang mampir kesana. Lalu Blanc memilih kota Gelato, kota itu punya lahan yang luas. Jadi di sana bisa di bangun daerah pertanian. Dan untuk Rosa dia memilih kota Salad yang daerah nya lumayan subur, jika dia bisa mengembangkan nya, kota itu bisa menandingi kota Gelato dalam hal pertanian. Sedangkan Yuri, dia memilih kota Banitza yang saat ini keadaan nya masih tidak jelas, akibat kejadian beberapa tahun yang lalu. kota Banitza, Gravlax dan Cocoa adalah kota yang paling buruk di Fantasia.


Charles mendekati ke empat anak nya. "Saat kalian sampai di sana, kalian akan di sambut oleh bangsawan. Bangsawan itu akan membantu kalian dalam mengurus ekonomi kota. Semoga kalian beruntung."


"Terima kasih ayahanda." Kata ke empat putri serentak.


Yuri pergi menaiki kereta kuda, perlu waktu satu hari untuk sampai ke Banitza. Saat kereta kuda yang di naiki berjalan, Yuri terus melihat ke arah istana, seakan-akan Yuri tidak ingin meninggalkan istana. Saat keretanya sudah di luar kota Caramel dan istana nya tidak kelihatan lagi, Yuri meneteskan air mata, kemudian ia menghapus air matanya.


Aku menyadari cara lain, selain menggagalkan semua putri. Agar Mira di bolehkan lagi ke istana, aku hanya perlu menjadi ratu di Fantasia. Saat aku menaiki kereta ini, aku sudah membulatkan tekad ku, aku harus lolos ujian ini dan menjadi ratu. Pikir Yuri.


Kereta kuda Yuri berjalan di tanah, lalu Yuri tiba di jalan yang bercabang tiga, kereta Yuri mengambil jalan Kanan. Di depan Yuri terdapat jendela kecil yang di tutupi kaca, jendela itu terhubung ke tempat pengemudi.


Yuri membuka kaca jendela yang ada di depan nya, kemudian Yuri bertanya.


"Dua jalan yang sebelum nya mengarah kemana?" Tanya Yuri.


"Yang ke kiri mengarah ke Gravlax dan yang di tengah ke Cocoa. Kota Banitza, Gravlax, dan Cocoa memang berdekatan. Jika Putri ingin berkunjung ke sana, akan saya antar sekarang." Jawab pengemudi


"Tidak perlu, terus saja jalan ke Banitza."


Yuri pun menutup lagi kaca jendela nya. Kereta yang di naiki terus berjalan, lalu kaca jendela di depan nya di ketuk. Yuri pun membuka kaca Jendela nya.


"Ada apa?" Tanya Yuri.


"Saya hanya memberitahu, sebentar lagi kita sampai di Banitza." Jawab pengemudi.


"Eeeh, kita sudah mau sampai? Bukan nya perlu waktu satu hari untuk sampai sana? Ini masih tengah hari kau tahu."


"Eeeh, apakah memang benar perlu waktu satu hari untuk sampai disana? Setahu saya kita hanya memerlukan waktu setengah hari."


"Begitu ya." Sepertinya aku salah menerima informasi. Pikir Yuri.


Yuri menutup kembali kaca Jendela nya, beberapa menit kemudian kereta berhenti,


Kaca jendela di ketuk kembali, Yuri pun membuka kaca nya.


"Kita sudah sampai!" Kata Pengemudi.


"Sudah? Cepat sekali kita sampai." Kata Yuri.


Yuri menutup kaca jendela, lalu pengemudi kereta turun dari kereta, setelah itu pengemudi membuka kan pintu kereta untuk Yuri.


Yuri turun dari kereta, Yuri terkejut saat turun dari kereta, karena saat ini Yuri tidak berada di kota Banitza, Yuri malah berada di sebuah lembah, lalu di atas lembah itu terdapat banyak orang yang sedang melihat ke arah Yuri.


"Dimana kita sekarang?" Tanya Yuri.


"Tuan Putri, anda sudah sampai di tempat tujuan." Kata si pengemudi.


Kemudian pengemudi itu mengangkat tangan nya, setelah itu orang-orang yang berada di atas lembah mengeluarkan panah, lalu mereka mengarahkan panah itu ke Yuri.


"Tuan Putri, ikuti aku! Jika kau tidak ingin nyawamu melayang." Kata si pengemudi.


Secara terpaksa Yuri mengikuti si pengemudi, pengemudi itu berjalan memasuki lembah. Lalu saat di tengah perjalanan, ada seseorang yang menutup wajah Yuri dengan sebuah kain.


"Lepaskan aku!!" Yuri berteriak.


"Diam kau!" Si pengemudi itu menendang perut Yuri.


Yuri kesakitan, setelah itu orang yang menutupi wajah Yuri, mengikat Yuri dengan tali. Yuri tidak melawan sedikit pun.


"Target pertama kita sudah tertangkap. Sekarang kita hanya perlu menangkap tiga target yang lain nya." Kata orang yang menutup wajah Yuri.


Setelah itu Yuri pun di bawa pergi ke suatu tempat.


                                    ***


Nina pergi ke Yugmish dengan menggunakan kereta kuda, di kereta kudanya ada jendela kecil yang menyambungkan ke tempat pengemudi. Nina membuka kaca jendela.


"Bisakah kau berikan aku sedikit cemilan? aku lapar." Kata Nina.


Pengemudi itu mengambil tas yang di taruh di samping nya. Kemudian ia memberikan tas nya ke Nina. Nina membuka tas itu, setelah Nina membuka nya, di dalam tas itu terdapat sebuah kotak. Nina mengambil kotak itu. Setelah mengambil kotak itu di dalam tas, Nina mengembalikan tas nya ke pengemudi.


Nina membuka kotak, saat kotak itu di buka, di dalam nya terdapat beberapa potong kue. Nina memakan kue itu, saat memakan kue itu segigit. Nina merasa pusing, pandangan nya mulai kabur, rasa kantuk yang hebat menyerang Nina. Nina terus mengantuk, hingga akhirnya Nina tidak bisa menahan rasa kantuk nya, dan Nina pun tertidur.


"..... Dimana aku?..... Kepalaku sakit..." Kata Nina. Nina terbangun dengan keadaan terikat, Nina melihat ke seluruh ruangan, pandangan Nina masih kabur, ia tidak bisa melihat dengan jelas. Saat pandangan Nina sudah mulai membaik, Nina kembali melihat ke seluruh ruangan.


Nina melihat tiga perempuan sedang terikat. Wajah mereka di tutup dengan sebuah kain. Lalu ada seorang perempuan yang berteriak.


Suara itu kan. "Blanc!? Apa itu kau!?" Kata Nina.


"Suara itu, Nina!?"


"Iya, ini aku Nina. Kau juga tertangkap ternyata."


"Bukan hanya kalian berdua, yang tertangkap. Nina, Blanc." Kata seseorang perempuan.


"Rosa!?" Kata Nina dan Blanc secara bersamaan.


"Itu benar, aku Rosa."


"Jadi yang satunya pasti Yuri." Kata Nina.


Ini aneh, hanya Yuri saja yang belum berbicara, apakah dia tidak sadarkan diri? Pikir Nina.


"Nina kau bisa melepaskan kain yang menutupi wajahku?" Kata Blanc.


"Tidak bisa, aku terikat sangat kuat. Sekarang ini aku tidak bisa bergerak."


"Gunakan sihir api Nina." Kata Rosa.


"Kau benar."


Kemudian Nina mengucapkan (Fire Ball.) setelah itu muncul bola api sebesar bola tenis di telapak tangan Nina. Telapak tangan Nina berada di belakang tubuhnya, jadi Nina kesusahan untuk mengarahkan bola api itu ke tali.


Nina pun membesarkan bola api itu hingga bola api itu menyentuh sedikit tali yang mengikat tubuh Nina.


Tali yang membakar Nina sedikit demi sedikit terbakar, setelah beberapa detik tali Nina pun terbakar hingga membuat Nina mampu melepaskan diri. Setelah melepaskan diri, Nina melepaskan Blanc dan Rosa.


Pertama Nina melepaskan Blanc. Dengan menggunakan sihir apinya. "Cepat Nina, nanti kita ketahuan." Kata Blanc.


"Aku tahu bodoh. Tunggu sebentar!" Jawab Nina.


Akihrnya tali yang mengikat Blanc terlepas. Setelah itu Nina melepaskan ikatan Rosa, Nina langsung membakar dengan cepat tali yang mengikat Rosa. Tali yang mengikat Rosa pun terlepas dengan cepat.


Setelah tali itu terlepas, Rosa berdiri kemudian Rosa menarik kerah baju Nina.


"Kau ingin membunuh ku!?" Kata Rosa.


"Te-tenang dulu Rosa, kita tidak punya banyak waktu. Jadi aku menggunakan cara tercepat untuk melepaskan mu." Jawab Nina.


"Cara mu membakar tali, bisa melukai ku, kau tahu."


Saat dua saudara nya bertengkar, Blanc melepaskan ikatan Yuri. tapi ikatan Yuri sangat kencang. Sehingga Blanc tidak bisa melepaskan nya.


"Bisa kalian bantu aku?" Kata Blanc.


"Tunggu sebentar, biar aku bakar tali itu." Jawab Nina.


"Bakar secara perlahan." Kata Rosa.


Nina membakar tali Yuri secara perlahan, Nina membakar tali Yuri dengan sangat hati-hati. Beberapa detik kemudian talinya pun terlepas.


Setelah tali nya terlepas, Nina membuka kain yang menutupi wajah Yuri. Saat kain di buka Yuri menutup matanya.


"Dia pingsan?" Kata Nina.


Kemudian Nina menampar pelan pipi Yuri secara berulang-ulang. "Yuri... Yuri... Cepat bangun."


Kelopak mata Yuri bergerak, Yuri mulai bergerak.


"......."


Yuri perlahan membuka matanya. "Kak Nina?" kata Yuri dengan suara pelan.


"Akhirnya kau sadar." jawab Nina.


"Akh.... Kepalaku....." Yuri memegangi kepalanya.


Rosa kemudian mendekati Yuri, setelah itu Rosa membantu Yuri berdiri.


"Terima kasih," Kata Yuri. "Dimana kita?"


"Kami juga tidak tahu." Jawab Blanc.


"Yang pasti saat ini kita sudah di culik oleh sekelompok orang." Sambung Nina.