
Satu jam setelah aku tersadar, aku saat ini di ruang makan. Aku mengisi energi ku yang terbuang selama aku tidak sadarkan diri, aku di beritahu Natasha kalau aku sudah tidak sadarkan diri selama sepuluh hari. Tentu saja perut ku lapar. Ini sangat aneh, saat aku baru sadar kan diri selama aku tidak sadar selama sepuluh bulan, perut ku tidak lapar, bahkan kondisi tubuh ku sangat bugar.
Tapi ini hanya sepuluh hari tidak sadarkan diri, membuat ku sudah sangat lapar, jadi aku makan di ruang makan. Aku sudah menghabiskan lima porsi makanan, dan perut ku saat ini masih belum kenyang, jadi aku meminta pelayan untuk membawa makanan lagi.
Aku sudah menghabiskan dua puluh porsi makanan, yang aneh nya perut ku tidak gembung, itu masih rata. Itu membuat ku bertanya-tanya, kemana semua makanan itu pergi? Tapi saat ini perut ku sudah kenyang.
Setelah makan aku berkeliling istana untuk menyapa semua orang, aku di kawal dengan Natasha, Arisa dan Jack, Kak Yuri juga ada di samping ku, ibu ada urusan di ruang tahta jadi dia tidak menemaniku untuk berkeliling istana.
"Selanjut nya kita kemana Mira?" Kak Yuri bertanya.
"Kak Yuri mau nya kemana?" Aku membuat suara ku menjadi suara anak-anak sebisa ku.
"Eeeh, kenapa kau malah balik bertanya?"
"Habis nya aku bingung ingin kemana? Istana ini sangat luas!" Aku melebarkan tangan ku, untuk menggambarkan besar istana ini.
"Setelah kau bilang seperti itu... Aku juga baru sadar, kalau istana ini sangat luas."
"Jadi selanjutnya kemana?"
"Kalau begitu, kita keruang latihan. Mungkin para ksatria sedang latihan."
Kami pun memutuskan untuk pergi keruang latihan.
Ruang latihan ada di luar istana, atau lebih tepat nya di samping istana, di sana ada sebuah bangunan besar yang terbuat dari batu, dengan pintu yang terbuat dari kayu. Kak Yuri membuka pintu bangunan itu, saat di buka kami mendengar suara teriakan.
"Satu!! Dua!! Satu!! Dua!!"
Saat kami masuk, kami melihat para pria dengan baju besi full plate sedang mengayunkan pedang mereka. Itu adalah ksatria kerajaan. Lalu di pinggir ada tiga gadis yang tidak asing dan seorang pria gendut dengan baju berkelas.
"Kenapa mereka ada di sini!" Kata Kak Yuri dengan suara kesal. Kemudian Kak Yuri mengambil tangan ku. "Ayo kita keluar dari sini Mira!"
Kak Yuri menarik tangan ku keluar ruangan, tapi langkah kami di hentikan dengan satu teriakan seorang gadis.
"Yuri!! Mira!! Kesini sebentar!!"
Kak Yuri menghela nafas. Kemudian ia berbalik melihat ke arah gadis yang memanggil kami. "Ba-baik Kak Nina!"
Kami berjalan mendekati ketiga gadis, dan seorang pria gendut.
Saat di dekat mereka, aku menyadari siapa mereka. Ternyata ketiga gadis itu adalah Kak Nina, Kak Blanc, dan Kak Rosa. Dan pria gendut yang memiliki wajah seperti Bab* yang baru ku temui selama aku tinggal di istana.
"Hoho, suatu kehormatan bisa bertemu kelima putri di tempat seperti ini." Kata Pria gendut dengan wajah seperti Bab* dia mengusap-usap bibir nya, dan menatap ku dengan tatapan yang tidak menyengkan atau bisa ku sebut menjijikan.
"Apa yang anda bicarakan Tuan Lyon! Anda bisa bertemu kami di mana saja, asalkan anda ada di sekitar wilayah istana." Kata Kak Blanc.
"Anda benar Nona Blanc."
"Siapa pria ini?" aku bertanya kepada ke empat saudari ku.
"Eeeh, kau tidak tahu Mira!?" semua saudari ku terkejut.
"Aku bahkan baru ketemu pria ini."
"Aaaah," Kata Pria gendut. "Memang benar, kita tidak pernah bertemu sebelum nya..... Jadi biarkan saya memperkenalkan diri, nama saya Lyon Schwein. Senang bertemu anda Putri Mira!"
"Schwein?"
"Itu nama Marga saya!"
"Marga?"
"Mira kamu tidak tahu nama Marga?" Kata Ke empat saudari ku.
Aku tahu itu. Hanya saja aku baru pertama kali mendengar seseorang memperkenalkan nama nya dengan menggunakan Marga saat aku tiba di dunia ini.
Saat aku tiba di dunia ini? Kenapa aku memiliki pemikiran seperti itu?
"Jadi begini Mira." Kak Yuri membuka mulut nya untuk menjelaskan. "Nama Marga itu adalah nama keluarga, nama itu menandakan dari keluarga mana kita berasal. Contoh nya saja Tuan Lyon, beliau berasal dari keluarga Schwein. Keluarga Schwein itu keluarga jauh dari keluarga kerajaan. Jadi beliau masih memiliki hubungan keluarga dengan kita."
"Begitu ya... Tapi aku baru saja mendengar seseorang memperkenalkan diri nya dengan nama Marga. Saat aku bertemu Lia, Natasha, Jack dan Arisa, mereka tidak memperkenalkan diri nya dengan Marga."
"Yang memiliki Marga biasanya hanya seorang bangsawan dan keluarga kerajaan. Jadi orang biasa tidak memiliki nya, dan untuk kasus Lia tidak mengenalkan diri dengan Marga, itu karena kita para keluarga kerajaan harus menyembunyikan Marga kita."
"Hmmm, begitu ya... Jadi apa nama Marga kita?"
"Eeeh, kau tidak tahu nama Marga mu sendiri." Kata Kak Nina, Kak Blanc dan Kak Rosa.
Kenapa mereka dari tadi terkejut.
"Kak Nina tidak perlu kaget seperti itu. Wajar Mira tidak mengetahui nama Marga nya." Kata Kak Yuri membela ku.
"Baiklah.. Akan ku beritahu nama Marga kita... Tuan Lyon, bisa anda pergi sebentar? Dan juga bawahan Mira juga harus pergi." Kata Kak Nina melihat ke arah pria gendut.
"Baik! Nona Nina."
Pria gendut pergi menjauh dari kami, Natasha, Arisa dan Jack juga ikut menjauh.
"Kalau begitu aku akan menyebut nama lengkap ku, Blanc, Rosa, kalian juga!"
Kak Blanc dan Kak Rosa mengangguk.
"Nama ku Nina Fantasia!"
"Blanc Fantasia!"
"Rosa Fantasia!"
"Dan aku Yuri Fantasia!"
"Eh, kita menggunakan nama kerajaan, untuk Marga kita!?"
"Terbalik Mira," Kata Kak Yuri. "Kerajaan yang menggunakan Nama Marga kita."
"Oh begitu ya.. Jadi nama ku Mira Fantasia ya?"
Saat aku berkata seperti itu, entah kenapa Kak Nina, dan Kak Blanc menjadi kesal. Kemudian Kak Rosa membuka mulut nya untuk menjelaskan nama marga ku.
Eh, apa maksud nya itu!? Apakah aku anak haram!? Jadi Marga ku berbeda dari yang lain!?
"Nama mu lebih panjang dari Mira Fantasia." Kata Kak Rosa.
"Lalu siapa nama ku?"
Kak Yuri memegangi dagu nya, kemudian dia menepuk kedua tangan nya. "Aku ingat nama panjang mu Mira!"
Eh? Nama panjang ku itu mudah di lupakan ya?
"Nama panjang mu adalah. Mira graham Carlania Charlesius Fantasia"
"Eh, apa tadi? Aku kurang dengar!"
"Sudah ku bilang nama mu. Mira graham Carlania Charlesius Fantasia"
Eeeeeh, kenapa nama ku lebih panjang dari yang lain!?
"Ke-kenapa-!?" aku bertanya dengan suara bergetar.
"Semua orang juga bereaksi seperti itu Mira." Kata Kak Rosa.
"Itu berarti tanda nya kamu sudah resmi mewarisi tahta kerajaan Mira!" Kata Kak Nina dengan kesal.
Eh? Apa maksud nya itu? Aku sudah di tetapkan mewarisi tahta kerajaan! Apakah itu benar?
"Tuan Lyon anda sudah boleh kembali!" Kak Blanc berteriak.
Pria gendut dan ketiga bawahan ku datang mendekati kami.
"Apakah kalian sudah selesai?" Tanya pria gendut.
"Kami sudah selesai... Kalau begitu kami bertiga undur diri, o iya Mira selamat atas naik tahta mu!" Kata Kak Nina kesal.
"Hoho, saya tidak menyangka anda bisa mengalahkan Nona Nina. Anda memang hebat Nona Mira, saya semakin menantikan anda menjadi menantu saya." Kata pria gendut saat Kak Nina, Kak Blanc dan Kak Rosa sudah pergi.
"Apa maksud nya itu!?"
Aku bertanya dengan suara berat, dan dengan amarah ku yang meluap-luap. Aku merasakan energi sihir ku bocor sedikit, saat itu aku merasakan tekanan kuat di pundak ku.
Aku tersentak karena terkejut, lalu aku melihat di pundak ku ada tangan Natasha, ia menekan pundak ku dengan kuat. Aku menghela nafas untuk menenangkan diri.
"Anda tidak tahu ya... Saya menawarkan putra saya kepada Raja untuk menjadi suami anda sewaktu anda naik tahta nanti, putra saya sangat cerdas jadi saya yakin dia cocok membantu anda dalam memimpin negara nanti."
"Aku menolak!"
"Apa yang anda katakan?"
"Aku menolak pertunangan ini! Dan juga tes nya belum selesai, bisa saja kan Kak Yuri menang di akhir tes nanti!"
"Hoho, anda sangat hebat dalam melucu Nona Mira. Tidak mungkin Nona Yuri memenang kan tes ini. Dan juga, pertunangan ini tidak bisa di batalkan! Walaupun anda meminta pada Yang Mulia, pertunangan ini tidak bisa di batalkan!"
Pria gendut pergi dengan senyum menjijikan di wajah nya.
"Ayah ada dimana?"
"Di ruang tahta." Jawab Kak Yuri.
Dengan langkah cepat aku pergi ke ruang tahta. Saat sampai di depan ruang tahta, ada lima penjaga yang menghalangi ku masuk.
"Maaf, anda tidak bisa memasuki ruang tahta sekarang! Saat ini Yang Mulia sedang ada tamu." Kata salah satu penjaga.
"Arisa tahan mereka! Jack buka pintu nya!"
Arisa menggunakan sihir nya untuk mengikat para penjaga, lalu Jack mendorong pintu dengan kedua tangan nya, pintu pun terbuka.
"Pi-pintu nya terbuka!? Padahal pintu ini hanya bisa di buka dengan kekuatan lima orang!! Lalu kenapa?" Kata Kak Yuri terkejut.
"Jack memiliki kekuatan dua puluh orang dewasa!" Kata Natasha menjelaskan.
Aku memasuki ruang tahta, Ayah dan Ibu terkejut saat melihat ku masuk.
"Kenapa kalian berlima membuka pintu nya!!" Kata ayah berteriak.
"Bukan kami yang membuka nya yang Mulia, yang membuka nya pria itu!" kata salah satu penjaga menunjuk Jack dengan kepala nya.
"Ba-bagaimana bisa!?"
"Hal itu tidak penting. Ayah memutuskan pertunangan ku kan?"
"Anda benar Putri Mira!" pria yang seperti nya berumur tujuh belas tahun mendekati ku, dia memiliki wajah yang tampan. Tapi entah kenapa aku melihat dia memiliki wajah yang menjijikan. "Saya adalah tunangan anda Putri Mira, nama saya Dino Schwein!"
Saat dia memperkenalkan diri, dia berlutut di depan ku kemudian ia meraih tangan ku.
Ia mengarahkan mulut nya ke tangan ku.
"Jika kau meneruskan hal itu, kau akan bernasib sama dengan pangeran Alex!"
"Tunggu!! Mira!! Kami belum memutuskan pertunangan mu!"
Ayah berteriak dengan wajah yang di penuhi keringat.
-------------------------------------------
Author's Note.
Akhirnya saya bisa memperbaiki kesalahan saya pada awal Chapter.
Lalu. Apa kesalahan itu?
Saya lupa menuliskan nama Marga Mira!! Padahal nama Marga memiliki peran penting dalam cerita kedepan nya. Dan berkat saya kelupaan nama Marga, cerita ini lebih panjang dari yang saya rencanakan. Seharus nya saat Chapter seratus Mira sudah berumur 17 tahun (rencana awal) tapi berkat saya kelupaan nama Marga, Mira masih berumur 10 tahun di Chapter seratus ini.
Terima kasih telah membaca Novel saya sampai sekarang.