
Kami berpindah ke depan Vila ku yang berada di kota Tiramisu, aku berjalan mendekati pintu, saat berada di depan pintu, aku membuka pintu.
Pintu terbuka sepenuh nya, saat pintu terbuka, aku terkejut dengan kondisi Vila ku yang sangat bersih. Bahkan Vila ku lebih bersih dari saat kutinggal kan beberapa bulan yang lalu.
"Kak Mira, perasaan Vila nya jadi tambah bersih." Kata Arisa.
"Bahkan Vila nya jadi lebih bersih dari saat kita tinggalkan" Sambung Jack.
Dari lantai dua Vila, ada seorang gadis kelinci yang berteriak ke pada kami. "Tentu saja, karena selama kalian pergi aku, Rabisia yang menjaga Vila ini tetap bersih!" Teriak gadis kelinci itu.
Aku menatap ke arah Rabisia. "Bagaimana kau bisa masuk, seharus nya Vila ini sudah di lengkapi sihir keamanan. Orang asing seharus nya tidak bisa masuk."
"Sayang sekali sihir pengaman nya tidak terlalu kuat. Kau lupa, kau pernah di culik di sini." Jawab Rabisia.
Lalu dari dalam kamar ku keluar seorang pria. "Yang di katakan Rabisia benar, seharus nya kau lebih memperkuat sihir keamanan nya." Kata Pria itu.
"Ternyata kau juga di sini Lizard." Kata Natasha.
"Tentu saja, selama kalian tinggal di Eurasia. Aku dan Rabisia yang menempati Vila Mira." Jawab Lizard.
Aku memasuki Vila, kemudian aku pergi keruang tengah. Di ruang tengah Vila ada Sofa, aku pun langsung menduduki Sofa itu.
Saat aku duduk, Rabisia datang membawakan secangkir teh padaku.
"Silahkan di minum!" Kata Rabisia.
Aku mengambil cangkir teh yang di taruh di meja yang ada di depan ku, saat aku meminun seteguk teh buatan Rabisia. Aku merasakan teh yang rasanya sangat tidak enak.
Aku langsung menyemburkan teh itu ke wajah Rabisia. "Teh apa ini!? Rasanya sangat menjijikan."
Mendengar perkataan ku Rabisia berlari sambil menangis kearah Lizard. "Jahat sekali!! Padahal aku berusaha membuat nya!!" Rabisia berteriak.
Lizard langsung memeluk Rabisia, kemudian Lizard mengelus kepala Rabisia. "Cup, cup, cup. Sudah lah jangan menangis." Kata Lizard.
Aku memberikan cangkir teh ke pada Natasha, kemudian aku menyuruh Natasha membuat teh yang baru.
Beberapa menit kemudian Natasha kembali dengan membawa cangkir teh. Aku meminum teh buatan Natasha, saat aku meminum teh nya, aku merasakan rasa yang sangat enak dari teh buatan Natasha.
"Seperti biasa, teh buatan mu memang yang terbaik Natasha."
Natasha tersenyum mendengar perkataan ku. "Terima kasih Mira." Jawab Natasha.
Aku beranjak dari tempat duduk ku, kemudian aku berjalan ke arah halaman depan. Yang lain mengikuti ku pergi ke halaman depan.
Saat sampai di halaman depan, aku mengeluarkan buah dari (Inventori) ku. Ada buah Anggur, Nanas dan Stroberi yang sudah ku bawa dari panti asuhan.
Saat aku mengeluarkan buah, Arisa mengambil satu buah anggur kemudian Arisa memakan buah yang dia ambil.
"Hmmm, Rasanya enak sekali!! Rasanya lebih enak dengan buah yang tumbuh di Benua Hokahi." Kata Arisa.
Mendengar perkataan Arisa, Jack juga ikut mengambil satu buah, hanya saja Jack mengambil buah stroberi. Jack pun memakan buah yang dia ambil. "Kau benar Arisa.. Bagaimana bisa buah nya jadi se enak ini?"
"Itu karena energi sihir ku ikut mengalir di dalam buah itu."
"Kau memasukkan energi sihir mu kedalam buah!! Kapan kau melakukan nya Mira?" Tanya Natasha.
"Saat aku menumbuhkan pohon buah itu dengan sihir waktu, saat itu energi sihir ku juga ikut masuk ke dalam pohon buah."
"Tapi bagaimana bisa hasil buah nya lebih enak dari pada yang tumbuh di benua Hokahi?" Tanya Arisa.
"Kau bilang pohon tumbuh subur berkat bantuan Roh kan."
"Iya." Jawab Arisa.
"Aku fikir, Roh yang ada di benua Hokahi hanya memberikan Energi sihir mereka untuk membantu pohon bisa tumbuh. Aku pun mencoba memasukkan energi sihir ku. Jika rasa buah nya lebih enak dari yang ada di benua Hokahi itu karena kualitas sihir ku lebih baik dari pada pada Roh yang ada di benua Hokahi."
"Jadi begitu ya... Jadi ingin kau buat apa buah-buah ini?" Tanya Natasha.
"Sudah pernah ku bilang kan, aku ingin membuat selai dari buah ini."
\*
Seminggu berlalu setelah pertemuan ketiga negara, Joshua pulang ke kerajaan Eurasia. Joshua pulang menggunakan Cristal sihir (Teleportation), Joshua berpindah ke halaman kerajaan. Saat sampai di halaman, Joshua melihat banyak anak-anak yang berlarian di halaman. Dan Alex ikut bermain bersama anak-anak itu.
Joshua mendatangi Alex, saat Joshua sampai di samping Alex, anak-anak yang bermain bersama Alex langsung lari ke gerbang istana.
"Seperti nya mereka mau pulang." Gumam Alex.
"Siapa anak-anak itu? Kenapa mereka bermain di sini?" Tanya Joshua.
"Hmmm, ngomong-ngomong di mana Mira?"
"Dia sudah pulang ke Tiramisu."
"Kapan?"
"Seminggu yang lalu."
Joshua terkejut mendengar perkataan Alex. "Seminggu yang lalu!! Berarti saat hari pertama pertemuan dia sudah pulang ke Tiramisu."
Alex mengangguk.
"Anak itu padahal aku minta dia untuk menolong Alex, tapi dia malah pulang ke Tiramisu." Kata Joshua dengan wajah kesal.
\*
Semua orang sudah pulang dari kerajaan Fantasia, saat ini Charles sedang beristitahat di kamar nya. Selama satu minggu pertemuan, mereka hanya membahas tentang Mira.
Selama satu minggu Charles sudah memikirkan untuk menerima Mira di istana lagi.
Charles berteriak memanggil prajurit. Prajurit pun datang ke Charles.
"Ada apa yang mulia memanggil saya?" Tanya Prajurit.
"Tunggu sebentar." Jawab Charles.
Charles menggambar lingkaran sihir di atas meja yang ada di kamar nya, lalu Charles berteriak. "Summon."
Dari dalam lingkaran sihir timbul burung merpati, lalu burung merpati itu hinggap di pundak Charles.
"Kau tahu di mana Mira?" Tanya Charles ke burung merpati itu.
Burung merpati itu berubah menjadi kertas, Charles pun mengambil kertas itu. Di kertas itu tertulis kata "Tiramisu."
"Jadi Mira ada di Tiramisu." Gumam Charles.
Charles melihat ke arah prajurit yang dia panggil. "Kau menyusup ke markas Low Light yang ada di Tiramisu, jika ada kesempatan kau selamatkan Mira dari sana." Kata Charles.
"Baik yang Mulia."
Baju prajurit itu berubah menjadi hitam, kemudian dalam sekejap prajurit itu berubah menjadi bayangan hitam, kemudian prajurit itu menghilang dari hadapan Charles.
"Tunggu ayah, Mira. Ayah pasti akan menyelamatkan mu dari wanita yang bernama Misha itu." Gumam Charles.
\*
Seminggu sudah berlalu semenjak aku pulang ke Tiramisu, saat ini aku sedang makan roti yang sudah di oleskan selai di atas nya. Natasha yang mengoleskan selai nya untuk ku. Sedangkan Arisa dan Jack ku hukum karena susah menyeburkan ku di kolam pada waktu di Eurasia. Aku menghukum mereka dengan membantu merenovasi bangunan yang sudah ku beli di kota Tiramisu.
Aku memakan roti yang di buat Natasha, saat aku memakan nya, rasa dari buah anggur memenuhi mulut ku. Lalu tekstur roti yang empuk menambah kenikmatan rasa buah nya, sebelum roti ku telan aku meminun teh yang sudah di siapkan Natasha.
Rasa teh, dan rasa buah tercampur menjadi satu di dalam mulutku, teh yang hangat mengalirkan roti yang sudah ku kunyah ke dalam tenggorokan ku. Rasa yang sangat enak ini membuat ku terus memakan roti nya.
"Seperti nya kau sangat bahagia Mira." Kata Natasha.
Mendengar perkataan Natasha aku menelan roti ku dengan cepat. "Tentu saja, akhirnya aku bisa makan roti dengan olesan selai. Tentu saja aku bahagia."
"Bukan nya kau sudah makan, makanan yang sama dari seminggu yang lalu." Gumam Natasha.
"Kau bilang apa tadi?"
"Tidak, aku tidak bilang apa-apa.... Kau tidak melupakan tujuan mu pulang ke Tiramisu kan?" Tanya Natasha.
"Tentu saja, tapi kita masih belum dapat laporan dari Lizard kan. Jadi santai saja."
Saat aku ingin makan roti ku lagi, pintu Vila ku di buka dengan keras. Yang membuka pintu adalah Lizard.
"Mira!! Akhirnya dia datang!!" Teriak Lizard.
"Cih.... Kenapa sekarang, roti yang kumakan masih belum habis."
"Karena dia sudah datang, kau harus makan rotinya nanti saja." Kata Natasha, sambil mengambil piring yang berisi roti yang ada di atas meja.